TAMAT SINGKAT 02 NOVEMBER 2023
Sebuah trauma menjadikan Casey menjadi pribadi yang lain. Trauma masa lalu, membuat Casey tak ingin lagi membuka mata indahnya.
Bukan buta permanen, Casey sendiri yang memilih untuk tak mau melihat dan selalu menutup mata hazel miliknya dengan kain hitam.
Mellan, gadis sandera yang bisa membuat perubahan dalam hidup putra tampan milik Ellard yang notabennya seorang Mafia.
"Kau sudah tahu tugas mu di sini hmm?"
Di bawah hunusan pistol Mellan mengangguk dengan cepat. "Bagus, bertugas menjadi istri ku tanpa menggoda ku. Mengerti?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PBMM TIGA SATU
Pasangan suami istri yang tidak bahagia di Inggris dan Wales dapat mengakhiri pernikahan mereka tanpa perlu bukti atau penantian selama bertahun-tahun.
Ini tertuang dalam reformasi hukum perceraian. Salah satu mempelai tidak perlu lagi membuktikan pasangannya bersalah atas perselingkuhan, perilaku tidak masuk akal, atau desersi.
Jika alasan tersebut tidak ada, pasangan harus hidup terpisah selama dua tahun sebelum perceraian. Ini memudahkan Ellard mendapatkan akta cerai, Carolline telah resmi bukan istrinya lagi.
Siuk ombak terdengar kerap, di sinilah Mellan berdiri, di atas kapal dengan fasilitas kamar yang menakjubkan. Casey, Ellard dan semua keluarganya juga ada di sini.
Dave yakin banyak yang mengincar nyawa Ellard dan Mellan, maka untuk meminimalisir terjadinya kericuhan, Ellard menyortir tamu.
Kapal pesiar ini sengaja dipesan untuk menghindari adanya penyusup. Setidaknya, selama proses pernikahan tak ada drama baku tembak tiba-tiba.
"Mommy cantik." Casey mencium pipi, kening, hidung, dan bibir Mellan singkat. Bocah itu tersenyum nyengir menatap calon ibunya.
Mellan cantik dengan gaun pengantin, dan Casey Myles sudah siap untuk menjadi saksi pernikahan Ellard dan wanita di depannya.
Kemeja putih membuat Ellard terlihat berbeda dari hari hari biasanya. Rambut cepak klimis membuatnya lebih segar di pandang.
Casey dan tuxedo hitamnya begitu menggemaskan. Carolline wanita beruntung yang bisa melahirkan anak setampan dia.
"Kalian sangat cocok," puji Casey.
"Casey bisa melihat jelas?" tanya Mellan, yang ternyata masih terus memastikan perkembangan putra kandung kakaknya.
"Sedikit!" Casey menunjukkannya dengan menyempitkan celah telunjuk dan ibu jarinya.
Wanita itu tersenyum, penglihatan Casey memang belum sempurna, tapi sudah cukup banyak perubahan, dari cara bersikap dan keberaniannya, Mellan bersyukur.
Sebuah panggilan dari Mommy Kiara membuat Casey segera berlari keluar untuk segera merapatkan barisan para keluarga.
Sekarang, giliran Ellard yang memeluk calon istrinya dari belakang. Keduanya menatap wajah masing-masing dari pantulan cermin besar.
"Casey benar, kau memang cantik. Kenapa harus meragukan ucapannya dengan bertanya sudah jelas atau belum?"
Bisa dirasakan cambang yang menggores telinga Mellan. "Aku harap Casey cepat bisa melihat dengan sempurna, Ellard."
Ellard menganggukkan kepalanya di atas pundak wanita itu. "Aku mencintaimu, Mellan Myles."
"Ellard." Wanita itu membalikkan badannya, menatap wajah Ellard dengan tatapan mendamba sebuah kehangatan. "Aku mau."
"Hmm?" Ellard cukup kaget ketika Mellan mengelus bagian intinya. Sebentar lagi mereka harus keluar untuk sumpah nikah, dan lihatlah Mellan membuatnya tercengang.
"Casey sudah keluar."
"Lalu?"
"Giliran dia yang keluar." Mellan menatap bagian inti yang masih bersembunyi di balik resleting calon suaminya.
"Kamu gila, Mellan?"
"Aku mau!" Mellan merengek. Wajah itu begitu memelas, dan Ellard paling tidak bisa tahan godaan wanita itu.
"Mommy bisa marah." Ellard mengingatkan, kemarin saja Mommy Kiara marah-marah saat memergokinya masuk ke kamar Mellan.
"Ellard! Ayok sayang!" Benar saja, Mommy Kiara memanggil dirinya. "Ellard, cepat lah!"
"I-iya Mommy!" Ellard harus segera datang atau Mommy Kiara akan ceramah panjang lebar, dan dia paling tidak suka.
"Aku pening, Ellard." Mellan seperti tidak rela jika Ellard keluar. Wajahnya merona merah, ini sangat menggemaskan.
"Kau sangat lucu." Ellard mengecup kening Mellan. Wanita itu terpejam mencoba untuk meredakan has ratnya. "Kita sah kan saja dulu. Kau bebas memilikinya."
"Aku tersiksa!" Mellan menggeleng.
Entah lah, mungkin ini bawaan bayi yang membuat hormonnya berbeda atau apa pun itu, Mellan yakin jika ini bukan dirinya.
Mellan terpejam kembali ketika Ellard mulai membantunya dengan usapan lembut di bagian intinya. "Itu lebih baik, Ellard, ah."
Ellard menarik tengkuk Mellan untuk di peluknya. "Apa kehamilan ini sangat merepotkan mu?" tanyanya.
"Aku rela repot atau apa pun itu, tapi untuk masalah ini, entahlah, aku menjadi sangat murahan kan Ellard?" Mellan malu, tapi rasa geli ini benar-benar menyiksanya.
"Binal mu hanya untuk ku." Ellard menciumi kening, pipi, hidung, sambil terus memberi usapan lembut di bagian inti Mellan.
Ini nikmat, tapi lagi-lagi Mommy Kiara memanggil Ellard. "Kau bahkan belum membuatku keluar, Ellard," keluhnya.
"Manis sekali..." Ellard tertawa. "Kau seperti ayahmu dalam hal ini."
Mendadak, Mellan meredup ekspresi wajah menggodanya. "Tidak, dia berjuta wanita, tapi aku hanya kamu!" katanya ketus.
"Aku harap selamanya," sambung Ellard sambil tersenyum. "Keluar, dan kita menikah, baru setelah itu, kau bebas memiliki ku."
Mellan menganggukkan kepalanya, mereka pun keluar dari ruangan itu. Dan disambut dengan hangatnya senyum Dave dan Kiara.
Prosesi pernikahan segera dilangsungkan, Ellard menggandeng tangan calon istrinya untuk dituntun ke altar. Ada pendeta di ujung sana, mereka akan segera menjadi utuh.
...*/*/*/*/*/*...
^^^Berjam-jam kemudian....^^^
"Sudah aman?" Luisa bertanya pada seseorang di seberang earphone. Luisa kecil telah cantik dengan gaun pesta, meski begitu aura mafianya tak lekang darinya.
Pesta masih berjalan, prosesi pernikahan sudah selesai. Sekarang, Luisa hanya sedang menjaga keamanan sekitar.
📞 "Aman!"
"Daddy..." Luisa tak fokus pada tugasnya, setelah melihat kedatangan Erick Brighton
"Lagita..." Erick mengulur tangan, dan seorang gadis yang lebih muda dari Luisa tampak menerima uluran tangan pria itu.
"Mari, Margaret...," ajak Erick. Lelaki itu mengangkat satu alisnya saat membawa perempuannya melewati Luisa Ginola.
Saking banyaknya wanita, Erick sampai tak pandai mengingat nama gadisnya. Terkadang Lagita, terkadang Margaret, entah siapa yang sebenarnya, Erick asal panggil saja.
Luisa terdiam, barusan sempat tersenyum nyengir, sekarang sudah redup seiring dengan langkah Erick yang menjauhinya. Erick pasti akan berdansa dengan gadisnya, terlihat, pria itu menuju ballroom.
Luisa meraih minuman dari bartender, sambil menatap Erick yang terlihat bahagia bersama sugar baby lain, Luisa meneguk minumannya hingga tandas.
"Luisa!" Panggilan dari seorang pria membuat Luisa menyengir ke arah suara.
"Hey Dude..."
"Apa kabar?"
"Baik," jawab Luisa. Lantas menerima pelukan dan cipika cipiki dari pria bernama Gabriel Batistuta.
"Mau berdansa dengan ku?"
"Boleh." Luisa tersenyum. Dan, ketika Luisa menerima jabat tangan Gabriel Batistuta, Erick mencengkram erat pundak gadis yang saat ini berada di hadapannya.
"Daddy, sakit!" Erick masih tak sadar telah menyakiti sugar baby barunya, pria paruh baya yang masih hot itu terus menatap tajam ke arah Luisa yang berdansa dengan pria lain.
trm kasih thor, semangat & teruslah berkarya..
Lacak & segera temukan mommy mellan..