Adelia adalah gadis yang pekerja keras, ia merantau di kota besar agar bisa memenuhi kebutuhan ayah dan kakanya yang berada di rumah. Semua ia berikan agar bisa membahagiakan kedua orang yang sangat ia sayangi namun penghianatan kakak Adelia dan Riki membuat dirinya dibunuh dan meninggal.
Tuhan masih berbaik hati memberikannya kesempatan kedua untuk hidup, namun masalahnya ia berada di tubuh orang lain. ia bertekad untuk membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pernikahan
Berbagai jenis bunga menghiasi kamar yang bernuansa warna ungu dengan gorden putih yang seketika terlihat menari saat tersibak oleh angin dari jendela. Kamar yang sebelumnya hanya di huni oleh satu orang mulai hari ini dan seterusnya akan di huni bersama dengan orang lain.
Vanessa menatap dirinya di cermin, ia tersenyum melihat pantulan wajahnya yang sudah terolesi sapuan bedak dan juga make up oleh perias pengantin. Kebaya berwarna putih telah membalut tubuhnya hingga terlihat begitu anggun.
Ia senang serta gugup, ia adalah pernikahan yang partama dan akan menjadi yang terakhir untuknya dan ia berdoa semoga semuanya lancar. Sekejap bayang dirinya saat pertama kali bertemu dengan mas Arya datang, ia masih gadis lugu dan polos yang memperkenalkan diri di hari pertama kerja.
Jengkel adalah makanan sehari-hari baginya saat menjadi sekertari bos yang terkenal angkuh dan dingin tersebut, tapi nyatanya takdir berkata lain saat dirinya dulu pernah meninggalkan dunia ini dan malah kembali dalam wujud yang berbeda.
"Kau sudah siap sayang ? Semua menunggumu di luar". Seruan sang mama membuatnya tersenyum sekaligus ingin menangis, tak menyangka jika di hari bahagianya akan bersama dengan kedua orangtua yang menyayanginya, sekaligus orang kandungnya sendiri.
Vanessa memeluk sang mama begitu erat, ia mendongakkan kepalanya berusaha untuk mencegah air matanya keluar dan jatuh. Ingin sekali bilang jika dirinya adalah Adelia tapi tidak bisa dan ia hanya bisa menyimpan ini sampai menutup mata.
Pelukan mereka terlepas, sang mama menangkup wajah Vanessa yang terlihat sangt cantik, putri satu-satunya akan menjadi istri orang dan ia senang bisa mengantarkan sekaligus menemani Vanessa di hari pernikahannya.
"Maafkan mama kalau selama ini terlalu sibuk dan belum bisa jadi mama yang baik buat kamu".
Vanesaa menggeleng, ia tak setuju. "Mama salah, mama adalah mama terbaik yang aku punya dan aku juga minta maaf atas semua kesalahanku ya ma". Mereka kembali berpelukan tapi kini air mata keduanya tak bisa di bendung.
"Aku anakmu ma, aku adalah Adelia bukan Vanessa". Ia menangis berharap bisa mengatakan itu tapi disisi lain juga tak ingin semakin membuat sang mama bersedih kalau mendengar jika Vanessa meninggal.
Keduanya menangis di hari bahagia, suasana menjadi haru dan disaat keduanya tak kunjung keluar sang papa masuk ke dalam kamar. Menyusul sang istri yang terasa sangat lama hanya untuk menjemput putrinya di dalam kamar. Tapi tak menyangka kalau akan melihat keduanya bersedih.
"Kenapa kalian menangis ? Semua baik-baik saja kan ?". Sang papa khawatir, ini adalah hari bahagia tapi istri dan anaknya malah bersedih seperti ini.
Vanessa melepaskan pelukannya, ia mengusap wajahnya yang agak basah dengan tisu begitu juga dengan sang mama. "Kami baik-baik saja pa cuma terlalu bahagia, ini air mata bahagia bukan kesedihan". Jawabnya.
Sang papa lega dan mereka bertiga keluar dari kamar untuk ke acara yang di selenggarakan di luar, semua tamu langsung menoleh melihat Vanessa yang keluar dengan di gandengan kedua orang tuanya. Penghulu dan mas Arya juga sudah ada di sana siap untuk ijab kabul.
Vanessa duduk di samping mas Arya berhadapan dengan penghulu dan juga papanya, ia gugup padahal yang akan mengucapkan ijab kabul adalah mas Arya tapi tangannya terasa dingin.
Mas Arya menjabat tangan penghulu dan mengucapkan ijab kabul. "Saya terima nikah dan kawinnya Vanessa Adinata dengan mas kawin tersebut di bayar tunai". Ijab kabul yang di ucapkan dalam satu tarikan nafas menghantarkan mereka menjadi sepasang suami istri setelah di tetapkan pernikahan keduanya telah sah.
Penghulu membacakan doa dan memberikan buku nikah kepada keduanya, sekarang baik secara agama maupun negara keduanya sah menjadi suami istri. Vanessa mencium tangan mas Arya dan di balas dengan ciuman di dahi.
Acara di lanjutkan dengan sungkeman dengan orangtua masing-masing pihak. Meminta doa dan juga restu agar keduanya bisa menjalani bahtera rumah tangga dengan baik. Dan bia membimbing anak-anak mereka kelak.
Banyak tamu yang berdatangan dan mengucapkan selamat kepada kedua sepasang pengantin yang telah resmi tersebut. Hari ini mas Arya dan Vanessa benar-benar menjadi raja dan ratu sehari dan juga menjadi pusat perhatian semua orang.
******
Setelah hari yang melelahkan itu tiba akhirnya satu demi satu para tamu berpamitan pulang dan juga mengucapkan selamat. Hingga setelah semua orang pergi dan tinggal kedua orangtua mereka, akhirnya merasa lega.
Mas Arya menghela nafas panjang, ia kurang suka keramaian dan itu menbuatnya kurang nyaman. Tapi untunglah ia bisa melalui ini dengan baik dan semua prosesi pernikahan telah terjalani dengan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun.
"Arya Vanessa kami pulang dulu". Kedua orangtua mas Arya berpamitan kepada mereka juga kepada orangtua Vanessa yang kini menjadi besan. Acara telah selesai dan mereka juga perlu untuk beristirahat.
"Kenapa tidak menginap disini saja, masih ada kamar di rumah ini". Papa Vanessa menawarkan kepada besannya untuk menginap karena hari sudah malam dan mereka telah menjadi sebuah keluarga sekarang.
"Tidak terima kasih lain kali saja".
Setelah semuanya pergi kini Vanessa, mas Arya dan juga kedua orang tua Vanessa telah masuk ke dalam rumah. Mereka langsung ke kamar untuk membersihkan diri dan juga beristirahat setelah pernikahan yang berlangsung dan membuat tenaga mereka terkuras beberapa hari ini.
Mas Arya menggandengan tangan Vanessa hingga sampai di kamar gadis itu. Kamar dengan warna ungu yang dominan beserta dengan hiasan bunga memenuhi isi kamar. Terlihat sekali jika itu adalah kamar pengantin bagi mereka.
Suara kamar di tutup dan di kunci, seketika Vanessa menoleh dan melayangkan tatapan heran kepada lelaki yang hari ini telah resmi menjadi suminya. "Kenapa di kunci mas ?".
Mas Arya mendekat dan semakin mengikis jarak diantara mereka, bibirnya ia dekatkan ke telinga Vanessa agar terdengar. "Agar tidak ada yang menganggu kita".
Semburat merah terlihat di wajah Vanessa, suara mas Arya yang biasanya berat mampu melumpuhkan pertahanannya hingga ada desiran hangat yang menbuatnya ikut tertarik semakin jatuh ke dalam. Ia menatap mata dan juga wajah itu, begitu tegas tanpa ada celah sedikitpun untuk tidak mengatakan jika dirinya tampan.
Vanessa pasrah saat tubuhnya di gendong dan di rebahkan diatas kasur dengan hiasan bunga dan juga tirai tipis berwarna putih di sekitar tempat tidur. Ia hanyut akan sentuhan mas Arya yang seakan berselancar dan meminta lebih akan aksinya.
Sentuhan, belaian dan juga pujian Vanessa dapatkan. Ia tersenyum mempersilahkan mas Arya untuk memilikinya dan menjamah tubuhnya, air matanya mengalis dalam diam namun bukan air mata kesedihan tapi air mata bahagia saat menyambut kebahagian.
Keduanya saling membelai dengan kasih sayang hingga tak terasa hari telah berganti saat waktu menunjukkan jam 12 malam lebih. Ia menyelesaikan tugasnya sebagai seorang istri dengan baik, melayani suami dengan sepenuh hati dan seluruh jiwa raga.
Begitu juga mas Arya yang merasa puas akan pelayanan sang istri, ia merasa di cintai berbeda dengan dulu saat Vanessa masih menjadi Adelia dan saat itu ia merasa seperti penjahat yang kehilangan akal sehat, antara cinta yang ia paksakan dan juga kenikmatan duniawi.
Tapi kini berbeda, mereka sama-sama saling mencintai dan telah memutuskan untuk memulai kisah indah mereka dalam ikatan suci pernikahan. Berjanji untuk mencintai dan membimbing anak-anak mereka kelak dan menghabiskan masa tua bersama sampai akhir hayat.
"Aku mencintaimu istriku".
"Aku juga mencintaimu suamiku".
aldikn gak tau
transmigrasi ke tubuh anak orang kaya men punya orang tua baik walaupun sibuk sama kerjaan jadi nggak perlu susah cari duit lagi