Mohon doanya ya untuk bisa up date setiap hari. Jangan lupa like, komen dan share ya, agar aku bisa semangat lagi dalam menulis cerita dalam novel ini 😘😘
Deskripsi:
Sheina, adalah gadis cantik usia 22 tahun yang hidup sebatang kara menumpang di rumah paman dan bibi nya, selama 12 tahun setelah ayah dan ibunya meninggal gadis yang dulu periang itu sekarang menjadi gadis yang dewasa. Dan tepat pada hari ini telah menyelesaiakn study nya di salah satu universitas ternama di kota A dengan predikat nilai yang memuaskan.
Tapi nasib berkata lain dia terjebak dengan masalah hidup di keruarga paman dan bibinya untuk menebus hutang pamannya kepada Tuan pandra Putra Dahasian seorang laki-laki yang sangat dingin dan memiliki sifat arogan dan egois serta tempramental yang memiliki masalalu kelam.
Akankah pandra menemukan cinta sejatinya kepada sheina atau malah sebaliknya?
selalu ikuti cerita cinta pandra dan sheina ya karena akan ada kisah yang mengharu biru di dalam nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Fichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rawon dan Tauge
Paman menunjuk foto gadis belia dengan piagam yang melingkari lehernya, gadis yang saat ini menjadi istri sang tuan muda, pandra menatap foto itu dengan sangat dalam, ia sangat sadar bahwa saat istrinya berada di sisinya, itu bukan seperti wanita yang ia pertama jumpai saat di toko laundry saat itu.
Ia sangat paham betapa sang istri sangat mencintai keluarganya. Paman kembali menatap ke arah pandra, “untuk itu saya mohon tuan, sayangi lah sheina sebagaimana kami menyayanginya dan bimbing lah dia menjadi isteri yang sangat mencintai anda, hanya itu permintaan saya tuan”, pandra lalu mengangguk tanda menerima semua amanah dari paman.
Sesaat setelah paman bercerita tentang masa lalunya, bibi menghampiri mereka, “wah wah asyik sekali ya ngobrolnya sampai lupa waktu, hayuk makan siangnya sudah siap”, paman tersenyum dan mengajak pandra dan jev menuju meja makan, “apakah rawonnya sudah jadi sayang”, sheina menarik tangan pandra menuju meja makan, “sambel nya sama kerupuk udang aku yang masak loh”, sheina menunjuk kearah sambal berwarna hijau di atas meja, lagi-lagi seisi rumah itu tertawa menyaksikan tingkah manja sheina begitupun dengan pandra.
Mereka mulai duduk di kursi masing-masing, sheina mengambil nasi dan menghidangkan di piring suaminya dan menyiapkan rawon, dan tiba-tiba saat sheina ingin memasukan tauge di piring pandra, “tuan, mengkonsumsi tauge ini dengan teratur dapat meningkatkan kesuburan serta vitalitas, dan paman jamin setelahnya”, paman mengernyitkan alisnya sebelah, senyum pandra pun merespon akan perkataan paman, “sayang tauge nya yang banyak”, sheina yang mendengar paman dan pandra berbicara sontak, “ihhh kalo di meja makan jangan berbicara hal itu”, dengan sedikit kesal sheina menyodorkan piring kepada suaminya, “kau kenapa, apa bisa sedikit lembut dengan suamimu, aku minta tauge nya di tambah, supaya”, sheina memotong pembicaraan suaminya, “iya iya tahu, udah deh”, kembali, seisi rumah itu tertawa sejadinya akan tingkah sheina, “paman juga mau jadi kakek she”, sheina mengernyitkan dahinya dan menekuk kedua bibirnya, “bisa enggak sih bercandanya nanti saja, fokus makan saja ya”, kali ini pandra ikut-ikutan lagi menjahili istrinya, “sayang aku ingin punya anak banyak, jadi sepertinya setiap hari aku harus mengkonsumsi sayur tauge ini deh”, kali ini sheina kehabisan kata-kata, tidak hanya mengernyitkan dahinya dan menekuk kedua bibirnya tapi di tambah dengan menggaruk kepalanya, “udah cukup dong, aku mohon”, semua seisi ruangan itu kembali terpingkal akan tingkah sheina, pandra mengelus kepala sang istri.
Kehangatan yang sangat diidamkan oleh sosok sang tuan muda pewaris tahta hotel pesona grub itu, kehangatan yang tidak pernah ia rasakan seumur hidupnya, saat ini pandra mulai mengenal istrinya sedikit demi sedikit dari paman dan rumah sederhana ini, istri yang seratus delapan puluh derajat sangat berbeda jauh saat berada di rumahnya.
Saat selesai makan siang, sheina dan pandra menuju kamar untuk istirahat, pandra yang sedari tadi duduk di kursi belajar yang ada di sudut ruangan sedang memperhatikan sang istri yang sedang melipat pakaian, “jadi, gunung mana yang belum pernah kau daki sayang”, sheina mendekati suaminya duduk di pangkuan sang suami dan mengambil diary di bawah laci meja, “sayang apa kau tahu ini adalah bucket list ku, di sini semua yang aku inginkan sudah tercapai, saat ini aku ingin memiliki bucket list bersamamu, aku tahu kau sangatlah protektif terhadapku, tetapi aku minta kau percaya kepadaku”, sheina menatap kearah suaminya dengan sangat dalam, “aku tidak mengenalmu, apa yang kau suka atau tidak, apa yang sedang kau derita atau kebahagiaan seperti apa yang kau mau”, pandra hanya menunduk dan terdiam akan perkataan sang istri.
“Aku ingin kau mencintaiku bukan karena perjanjian kontrak yang kau tandatangani”, hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut sang tuan muda, “maka untuk itu aku mohon terbukalah kepadaku, aku tidak bisa mencintai seorang suami yang menutupi jati diri dan kepribadiannya”, pandra menatap sang istri dan meyakinkannya, “aku tidak pernah menutupi apapun darimu", sheina menatap suaminya, “kau berbohong sayang, kau tahu, sifatmu sangat aneh terkadang kau sangat manis, tetapi terkadang kau seperti seorang monster saja yang siap ingin memakanku, aku merasa seperti ada yang kau tutupi terhadapku”.
Pandra menatap sang istri dengan penuh emosi, tapi sang istri membalas tatapan itu dengan ciuman tepat di bibir sang suami, raut wajah pandra berubah seketika, “kau benar-benar sudah berani ya sekarang”, kali ini pandra membalasnya, dan tetap saja dengan secepat kilat pandra menggelitik tubuh sheina sampai sheina tidak mampu menahannya ,”aku mohon sudah cukup sayang”, pandra tidak menghiraukan perkataan sheina, “rasakan ini sayang, aku akan menggelitik mu sampai aku puas”, pandra menggelitik sang istri dengan begitu semangatnya dan tiba-tiba, “trutttt”, sheina mengeluarkan gas yang bernama kentut, seisi ruangan itu mendadak tercemar akan gas yang dikeluarkan oleh sheina, mata pandra dan sheina saling menatap tetapi sheina langsung menuju kasur menyelimuti tubuhnya dengan selimut, “hei kau curang sayang, aku tidak ingin menghirup semua gas beracun dari tubuhmu ini, aku minta buka selimut itu”, pandra menghampiri istrinya yang sedari tadi sudah lompat di atas kasur, “aku tidak mau”, sheina membalas perkataan suaminya itu dari balik selimut dan tertawa terbahak, “aku hitung sampai tiga ya, kalau kau tidak mau keluar dari selimutmu, aku pastikan seranganku jauh lebih berbahaya”, sontak sheina membuka selimut yang menggulung tubuhnya, “iya iya”, pandra menghampiri sang istri, “kenapa lama sekali datang bulan mu sayang, aku sangat ingin melakukannya”, sheina yang melihat tatapan sang suami hanya tersenyum, “yang sabar sayang, kau akan mengalami ini di setiap bulan loh”, pandra hanya menatap sang istri dengan tatapan yang sangat lesu, “sayang nanti sore kita jalan-jalan keliling kota bersama skuter matik ku ya”, sheina menghibur sang suami dengan caranya, “kau yakin akan rencanamu sayang”, ucap pandra, sheina hanya mengangguk dan meyakinkan sang suami, “aku tidak mau”, pandra menekan perkataannya, “tapi sayang jalan-jalan sore menggunakan skuter matik itu mengasyikan loh”, pandra menatap sang istri, “aku tidak mau”, sheina memeluk sang suami dalam, “ayolah”, pandra hanya terdiam, ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, sheina ikut berbaring, sambil melingkarkan tangannya di pinggang suaminya dan ikut terlelap.
q sampek berfikir yg enggak enggak...
nunggu ini novel..
semangat thor
karyamu bguss
nyampe lupa x cerita y🤦🏼
dimana dirimu
aku kangen cerita mu thor