no deskripsi
langsung baca aja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lyn98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
"jadi kamu Keira, Samuel sudah bilang bahwa kamu pengen ketemu saya" seorang wanita muda tiba tiba saja muncul, lalu mendudukkan tubuhnya pada kursi kayu, berbicara seolah sangat mengenal Samuel
Keira memperbaiki posisi duduknya, memasukan henpon kedalam tas "maaf menganggu waktumu, ada hal yang perlu saya tau, saya mau tanya tentang sea, penyebab kematian atau hal yang mencurigakan"
"hal mencurigakan!" gumamnya tampak berpikir "sebenarnya ada satu hal tapi gue ngga yakin, waktu kecelakaan ada barang yang ngga ditemukan pas ditkp, dompet isinya barang barang seperti power bank, headset, cas sama barang lain, tapi barang itu ngga ada didalam dompet, padahal seharusnya barang itu didalam dompet milik sea, saya melihat nya memasukan kedalam dompet, ketika saya diminta mengambil barang barang milik sea ke kantor polisi, barang itu ngga ada menurut keterangan polisi juga sea ngga menemui orang lain sehabis selesai syuting"
Keira menghela napas dalam, penjelasan Tika jelas mengherankan, aneh tapi kenapa kasusnya ditutup dengan cepat "jadi barang itu hilang?, kamu ngga kasih tau polisi tentang ini?" tanya keira
"saya ngomong ke polisi, saya juga jelasin kenapa malam itu saya ngga temani sea pulang karena waktu itu penyakit ibu saya kambuh dan dibawa ke rumah sakit, jadi kami jalan terpisah saya naik taksi sedangkan sea pulang sendiri dengan mobilnya, oh iya saya asisten merangkap sebagai menejer, karena menejer sea mengundurkan diri"
dahinya berkerut, perkataan terakhir Tika terasa jangal "menejer nya mengundurkan dir, berapa rentang penguduran diri menejer dan kecelakaan sea"
"sekitar satu Minggu, sea belum punya waktu untuk merekrut menejer baru karena padatnya syunting film dan iklan jadi saya yang ditugaskan sementara"
sebuah rencana yang sudah disusun sejak lama, keira terdiam kehilangan kata kata, mendengar penjelasan Tika sudah jelas mereka pasti sengaja menjauhkan orang orang sekitar sea untuk menjalankan rencana
Tapi kenapa harus begitu, terlihat klise untuk seorang penjahat seperti mereka, bukannya agar tidak ada saksi atau hal yang mencurigakan mengarah ke mereka para penjahat biasanya menumpas semua sampai ke akar-akarnya, mengorbankan nyawa orang yang tidak bersalah yang memiliki hubungan dekat dengan sea
"benda seperti apa yang kamu lihat waktu itu?"
"Seperti tabung tapi bentuknya kecil dan berwarna hitam, tapi ngga terlalu kecil ukuran masih muat untuk kartu memori" kata Tika memperagakan ukuran benda tersebut dengan jarinya
benda seperti apa didalamnya, apa kartu memori lalu bukti apa hingga benda tersebut diambil "kamu pernah melihat sea ketemu sama orang yang mencurigakan sebelumnya"
Tika menggeleng kan kepala "ngga, setiap sea ketemu sama orang, sea selalu memperkenalkan ke kami, tidak ada mencurigakan, sea selalu semangat saat kenalin kami ke teman temannya bahkan pacarnya, bahkan kami orang pertama yang tau kalau dia pacaran sama pembalap itu, pernah jadi couple favorit semua orang tapi kisah cintanya tragis banget, baru dua Minggu sea meninggal, Nick juga kecelakaan" garis bibirnya melengkung ke bawah
"oh iya saya ingat ada saat sea kelihatan takut setelah ketemu sama seseorang"
disaat Keira sudah pasrah, mendadak Tika kembali bersuara "siapa?, bisa jelaskan kejadiannya bagaimana?"
"dia salah satu orang yang memiliki saham besar di agensi, saat itu ulang tahun sea dirayakan besar besaran karena kontribusinya banyak pada perusahaan, banyak yang datang termasuk pak Marvin"
"pak Marvin?" tanya Keira mengulang, Tika mengangguk. belum puas tangannya merogoh henpon didalam tasnya lalu mengeluarkan henpon dan menunjukkan sebuah foto seorang laki laki berambut putih "ini orangnya?"
"yah dia orangnya, dia berjabat tangan Sama sea, lalu setelah pergi sea buru buru ke toilet jadi saya menyusul kesana, dia lama membuka pintu saat keluar tangannya berdarah seperti digaruk terlalu keras, saya tanya kenapa seperti itu, saya juga tanya siapa orang yang baru ketemu sama dia karena tidak biasanya sea bertikah ketakutan apalagi sampai menyakiti dirinya sendiri, tapi sea bilang dia ngga papa, bahkan dia sempat kasih tau saya bahwa orang itu adalah Marvin dengan tersenyum seperti biasa"
Keira menatap kosong anak anak yang berlarian pada taman belakang panti asuhan, pikirannya masih jelas mengingat setiap kalimat yang diucapkan Tika, apalagi pernyataan terakhir gadis itu "sea pernah melaporkan pak Marvin kasus pelehan seksual, tapi malah berakhir damai dengan dalih salah paham"
Pasti sulit untuk sea tetap bertahan di perusahaan dimana Marvin salah satu pemegang saham terbesar diagensinya, berpura pura seolah tidak terjadi apa-apa dihadapan semua orang
Keira meringis pelan saat rasa dingin menjalar pada pipi kirinya, sebuah minuman dingin yang sengaja nevano tempelkan agar Keira tersadar dari lamunannya
"apa yang kamu pikirkan?, penjelasan Tika masih belum jelas?"
"belum, masih banyak hal yang belum gue mengerti. awalnya gue pikir Marvin hanya tersandung kasus nar***** dan pembunuhan, tapi ternyata hal lain juga, kenapa dia selalu lolos dari hukum" jedanya, Keira menatap nevano seolah menuntut hukum yang malah membebaskan Marvin "hukum ngga adil untuk sea, untuk mama, untuk orang lain diluar sana yang mungkin saja kita ngga tau, dan juga untuk kakak Lo Van"
Keira meminum air dingin, terlalu berat jika memikirkan hal tersebut jadi dia butuh air untuk menjernihkan pikirannya "kasus mereka ditutup begitu saja tanpa menetapkan tersangka dari semua kasus itu"
"bahkan orang seterkenal sea dan Nick pun tidak punya power apa-apa untuk melawan Marvin,"
"Keira"
Keira menoleh saat nevano tiba tiba saja memanggil namanya
"sebenarnya Nick bukan kakak kandung aku" kata nevano tiba tiba
"bukan, pantas saja wajah kalian ngga sama" jawab keira ketika kembali mengingat foto masa kecil yang ditempel didinding ruangan kerja milik nevano, bahkan saat dewasa pun wajah mereka benar benar sangat berbeda dibanding masih anak anak
"Nick diadopsi dipanti asuhan saat aku berumur 8 tahun, aku meminta kedua orang tuaku untuk Nick menjadi kakak dan tinggal bersama, alasannya sepele karena terlalu sepi untuk tiga orang bermain bola, jadi aku pikir jika Nick ada maka kami bisa jadi satu tim dan Daniel dan Samuel lawan kami"
"sangat sepele" spontan Keira berkomentar
Nevano terkekeh kecil "aku masih kecil, tapi satu hal kenapa aku memilih Nick diantara anak lain, karena saat aku bersama Nick aku nyaman berbicara banyak hal, dia kakak sekaligus teman yang baik" laki laki itu menoleh kedepan, netranya kembali mengingat peristiwa peristiwa yang dia lalui bersama kakaknya
"lalu kenapa Lo ngga cari tau tentang kasus kecelakaan kakak Lo sendiri, bisa saja dengan mengandalkan nama besar, polisi juga ngga takut untuk menyelidiki dan menangkap marvin"
"kasusnya ditutup dengan jelas" imbuh nevano, mematahkan pendapat Keira secara langsung
"ngga ada yang tau bahwa Nick adalah kakakku, bahkan setelah Nick menjadi seorang pembalap terkenal pun, ngga ada yang tau bahwa dia juga punya marga altezza dibelakang namanya, setelah kecelakaan, awalnya kasusnya langsung ditutup begitu saja, kerena dianggap kecelakaan biasa," nevano membalas tatapan Keira "aku menyuruh taylor untuk membeberkan fakta tersebut, setelah tau bahwa Nick juga altezza kasusnya dibuka kembali"
"faktanya Nick memang murni kecelakaan tanpa campur tangan dari orang lain apalagi marvin, penyebabnya karena alcohol dan mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya menabrak pembatas jalan, kamu pasti berpikir mungkin ini juga alibi tapi begitu lah kenyataannya Nick stress karena kehilangan sea, dia melampiaskannya dengan mabuk mabukan, bahkan dia mengonsumsi banyak oba-"
Keira menggenggam erat tangan nevano, lalu menarik dan memeluknya, menepuk bahu pacarnya untuk tenang, setelah menyaksikan lelaki itu tampak bergetar saat menjelaskan kondisi kakaknya
"kayanya kita butuh liburan, kepala gue kaya mau pecah cari tau tentang Marvin, penjelasan penjelasan Tika, pak Jonas, ibu Shinta ngga cukup, kita perlu bukti fisik untuk bisa kembali dibuka kasusnya, atau mungkin kita perlu kasus baru?"