Sebuah kisah cinta antara masa lalu dan masa sekarang. Seorang pasangan mudah berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Begitulah kisah Cinta seorang gadis bernama Larasati. Dia di hadapakan dengan sebuah masalah dari kisah cintanya. Pertunangannya harus kandas oleh keegoisan, dan perbedaan karakter. Hingga Larasati memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka, lalu menjalani hidup barunya.
Apakah Larasati bisa terlepas dari jerat masa lalu? atau justru dia bisa menemukan yang terbaik?
Simak kisah mereka sampai habis ya.
Ikuti terus kisah Cinta Larasati
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nur Hastaman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep 32
Beberapa hari kemudian. Dua orang suruhan Tian kembali harus menelan kepahitan kala melihat hasil tes Dna antara bosnya dengan seorang anak yang di kira darah dagingnya. Mereka nampak panik. Dua hal yang paling menakutkan akan segera mereka terima, pertama andai jujur pasti mereka terkena marah, kedua jika berbohong suatu saat akan terungkap kebenaran dan tentunya akan semakin membuat sang bos murka. Di antara kedua pilihan saling menyulitkan tersebut, mereka bingung harus berbuat seperti apa "Bagaimana ini? bisa bisa kita habis di tangan bos"
"Kalau begitu bagaimana kalau kita manipulasi saja hasil tes ini, bos? Kita cari amannya saja"
Sesekali bos mafia terdiam sambil membaca hasil tes tersebut. Dia bingung harus berbuat apa, jika mengatakan yang sebenarnya maka dibpastikan Tian akan marah pada mereka, tapi jika tidak mengatakan kebenarannya pasti suafu saat kebenaran akan terbongkar.
"Kali ini saya ikuti saran kamu dari pada kita habis di tangan bos"
Mereka berdua berencar memanipulasi hasil tes Dna. Namun, ketika sedang bernegosisasi dengan seorang Dokter, mereka kesulitan mendapat persetujuan darinya. Akhirnya mereka mengambil cara pintas, mencari salah satu tenaga medis yang sangat membutuhkan uang lalu mereka memintanya mengganti hasil tes tersebut. Benar saja ada seorang perawat tengah duduk sambil menangis "Wah....seeprtinyadia mangsa yang empuk,bos" Keduanya lalu menghampiri si perawat lalu menawarkan sebuah harga fantastis untuk sebuah kertas saja. Dengan ragu si perawat menerima penawaran mereka. Meski beresiko tapi saat ini ia butuh uang banyak untuk membayar hutqng keluarga pada swirang rentenir.
Di sisi lain Laras baru saja kelua dari pusat perbelanjaan bersama dengan asisten runah tangga dan juga Briyan. Hari ini adalah hari ulang tahun sang putra, jadi ia harus belanja banyak untuk acara nanti malam "Mbak, tolong masukkan semua belanjaan di bagasi" Titah Laras pada asisten runah tangga.
Tanpa tunggu lama sang asisten pun segera memasukkan semua belanjaan ke dalam bagasi mobil. Dan ketika baru saja hendak masuk mobil, tiba tiba ada seseorang menarik lengannya sampai ia langsung di seret menuju sebuah tempat tidah jauh dari parkiran. Tepatnya di sela sela mobil yang tengah terparkir di temPt tersebut "Siapa kamu? Tolong lepaskan saya" Berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan si pelaku. Hingga pada akhirnya seseorang kelyar dari dalam mobil. Sosok lelaki itu tidaklain adalah Sebastian. "Halo, honey. Sudah lama kita tidak bertemu..." Sambil melepas kaca mata hitam yang di kenakan.
Di balik kaca mata tersebut nampak wajah yang sangat ia benci. Betapa terkejutnya Laras ketika mendapati Sebastian berdiri tegak di depan mata "Kamu? Mau apa kamu?"
Perlahan langkah kaki Sebastian membuat Laras memundurkan langkah "Jangan macam macam kamu, atau aku akan teriak biar semua orang mengira kamu adalah penjahat" Jari telunjuk Laras mengarah tepat di depan wajah Sebastian.
"Mau kamu berteriak sekuat apa pun percuma saja. Semua orang tau siapa saya, seorang pengusaha sukses tidak akan menungkin berbuat kejahatan seperti yang akan kamu ucapkan" Menggenggam jari telunjuk Laras sembari menatap matanya "Santai saja, Honey. Saya tidak akan menyakiti kamu, hanya saja saya akan meminta hak saya kembali"
"Hak? Hak apa yang kamu maksud?"
Belum sempat menjawab tiba tiba saja Briyan meraih tangan Sebastian "Jangan sakiti mama atau kamu berhadapan denganku" Sikap polos Briyan membuat Sebastian tersentum, lalu ia berjongkok di depan bocah tersebut "Saya tidak akan menyakiti kamu atau pun mama kamu, saya hanya ingin membuat kalian bahagia, sebagaimana keluargapada umumnya"
"Bicarapa kamu ini? Lancang sekali...." Laras segera mendorong bahu Tian sampaidia tersungkur ke lantai. Laras pun tak ingin berurusan lebih lama dengan sang mantan kekasih, hingga akhirnya dia memutuskan untuk segera masuk mobil.
*pemeran utama wanita paling enak, dia sangat murka kalau suaminya salah dan tidak mudah memaafkan tapi kalau dia salah paling jauh minta maaf semua beres, bahkan dia ditiduri pria karena kebodohanya dianggap bukan masalah yang harus dibesarkan
*pria lain PEBINOR juga enak, menghancurkan rumah tangga orang, dan memperkosa istri orang tapi hanya dipukuli, enak dipukuli dengan imbalan tujuh istri orang,
korban novel sesunguhnya
*pemeran utama pria jika buat salah (walaupun salah paham) dibuat menderita, menyesal, sujud2 minta maaf, mengemis maaf, berjuang keras, sangat lama baru dapat maaf, dibuat menderita bertahun2, dibuat bucin, dibuat bodoh kayak tidak ada wanita lain saja
sampai disini pahamkan kalau wanita buat novel ya pasti egois
sakit emng d khianati orng yg kita cintai aplgi d sakita raga & jiwa..
sedih aku tuh.. kereen tor crita nya