NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

fajar baru

Layar-layar monitor di sekeliling ruang kontrol memancarkan pola merah membara ketika Rian mulai mengeksekusi protokol *Self-Overwrite*—sebuah instruksi penghancuran mandiri yang ia rancang khusus untuk menghapus tidak hanya basis data server, tetapi juga memutus seluruh gelombang kesadaran yang terhubung ke *Oblivion Prime*.

*Brak! Brak!*

Pintu baja utama retak parah. Percikan api dan asap mengepul dari pinggirannya saat tim pemotong plasma milik Varro mulai menembus masuk.

"Sistem ini terikat dengan sinyal biologis milik perancangnya," kata Evan seraya menatap bilah kemajuan (*progress bar*) di layarnya yang baru berjalan 40%. "Rian! Jika kau menghapus inti data ini secara paksa saat sinyal biologismu terhubung, lonjakan kelebihan beban (*overload*) bisa menghapus total sisa-sisa ingatan atau bahkan merusak fungsi otakmu!"

Maya mengepalkan tangannya, memegang bahu Rian erat-erat. "Rian... pasti ada cara lain. Kita bisa menghancurkan server ini dengan peledak!"

"Jika kita meledakkannya secara fisik tanpa menghapus kodenya lebih dulu, sinyal balik gelombang kesadaran akan meledakkan pikiran puluhan warga Distrik 2 yang saat ini terhubung ke sistem," jawab Rian tenang. Tangannya terus menari di atas konsol hologram dengan presisi yang mengagumkan. "Ini satu-satunya cara, Maya. Aku yang menciptakan monster ini, dan aku yang harus memadamkannya."

Rian menoleh, menatap Maya lurus ke dalam matanya. Tidak ada ketakutan di sana, hanya kedamaian yang murni.

"Lagipula... ingatan terpentingku bukan ada di dalam kode ini," bisik Rian tulus. "Ingatanku dimulai lima bulan lalu, di sebuah kedai kopi kecil di Distrik 4. Saat seorang wanita bergaun hitam melangkah masuk dan memintaku mendengarkan ceritanya."

Airmata Maya menetes hangat di pipinya, namun ia menyunggingkan senyum bangga. Ia mengangguk pelan. "Lakukan, Rian."

*Duar!*

Pintu baja hancur berantakan. Varro melangkah masuk bersama empat prajuritnya, senjatanya teracung penuh kemarahan. "Hentikan proses itu, Rian!"

"Sudah terlambat, Varro," ujar Rian mantap.

Jemari Rian menekan tombol eksekusi terakhir.

*Protokol Oblivion: Terhapus Permanen.*

Seketika, tabung kaca raksasa di tengah ruangan bergetar hebat. Pendaran cairan biru berubah menjadi kilatan putih menyilaukan. Gelombang elektromagnetik tak kasat mata menyapu seluruh ruangan, melumpuhkan seluruh zirah, senjata, dan kacamata pemindai milik pasukan Varro dalam sekejap. Varro terhuyung jatuh, memegangi kepalanya saat jaringan server rahasia itu runtuh total untuk selamanya.

Di saat yang sama, Rian mengerang pelan. Tubuhnya melemas dan ia ambruk ke depan. Maya dengan sigap menangkap tubuh Rian sebelum menghantam lantai keras.

"Rian! Rian!" panggil Maya panik, memeluk kepala Rian di pangkuannya.

Cahaya di dalam ruang kontrol perlahan meredup, menyisakan lampu darurat temaram. Di luar sana, di atas permukaan kota Neo-Veridia, puluhan warga Distrik 2 yang sebelumnya terkunci dalam koma buatan terbangun perlahan, membuka mata mereka menuju kesadaran yang utuh kembali.

Rian membuka matanya perlahan. Pandangannya sempat kabur sebelum akhirnya mengunci pada wajah Maya. Napasnya teratur, dan garis ketegangan di wajahnya telah hilang sepenuhnya.

"Maya..." bisik Rian pelan, suaranya sangat halus.

"Aku di sini, Rian," sahut Maya, mengusap lembut rambut Rian. "Bagaimana perasaanmu? Kau tahu siapa dirimu?"

Rian memiringkan kepalanya sedikit, menyunggingkan senyum polos dan ramah yang begitu familier—senyum yang sama yang selalu menyambut pengunjung kedai di pagi hari.

"Aku Rian," katanya penuh kehangatan, seolah seluruh beban dunia dan sisa-sisa bayangan Dr. Vance telah menguap bersama debu-debu masa lalu. "Penjaga kedai kopi di Distrik 4. Dan aku rasa... kita punya cerita baru yang harus kita lanjutkan."

Maya tertawa kecil di antara hisakan tangis bahagianya. Ia menggenggam tangan Rian erat-erat di bawah pendaran redup fasilitas yang kini telah mati itu.

Di luar lorong bawah tanah, hujan deras perlahan mereda. Sinar matahari pagi kembali menembus awan tebal di atas Neo-Veridia. Kali ini, tidak ada lagi bayang-bayang yang tersembunyi. Kota itu—beserta orang-orang di dalamnya—benar-benar telah bebas untuk memilih jalan mereka sendiri.

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!