NovelToon NovelToon
In My Dream

In My Dream

Status: tamat
Genre:Cinta Beda Dunia / Identitas Tersembunyi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:86.1k
Nilai: 5
Nama Author: sugi ria

Sia, gadis manis yang selalu ceria. Meski hidupnya tak sempurna tapi dia selalu bahagia. Hingga suatu hari dia dikhianati oleh kekasihnya sendiri. Hari itu dia mengalami kejadian buruk beruntun secara bersamaan.

Saat malam menjelang, gadis yang sangat mempercayai mimpi itu, mendapat sebuah mimpi yang aneh. "Bolehkah aku tinggal di mimpimu?"

Mulai hari itu kehidupan Sia mulai berubah, banyak hal tidak terduga, terjadi dalam hidup Sia. Termasuk pria yang menjadi atasannya di tempat kerja. "Bukankah dia sangat mirip dengan nya?"

Apa yang terjadi selanjutnya dengan hidup Sia? Apa reaksi Sia jika tahu kalau atasannya bukanlah manusia biasa?

Ikuti kisah Sia dan Elyos aka Arch yuukkk.
Follow juga IG author @ masgin3

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sugi ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teka-Teki

Sia meringis tertahan, saat Arch mengompres bekas tamparan di wajahnya dengan air es. Arch sendiri sejak tadi memasang tampang kesalnya. Bagaimana bisa ibu Aska menyalahkan Sia, atas pembatalan pernikahan Aska dan Cherry.

"Pelan-pelan Arch," Sia menahan tangan Arch agar tidak terlalu kuat menekan wajahnya.

"Dia membuatku marah. Bagaimana bisa dia menyalahkanmu. Yang gak mau nikah kan anaknya kenapa kamu yang di tampar."

Arch membuat gerakan mengepal dengan dua tangannya, seolah ingin meremukkan ibu Aska.

"Dia pikir pasti Sia yang mempengaruhi Aska untuk membatalkan pernikahan mereka. Terlebih kau bilang, Aska menemuimu semalam." Sahut En yang ternyata duduk di sofa sambil mengerjakan pekerjaannya.

"Tapi aku kan gak ngomong apa-apa." Sangkal Sia. Gadis itu merasa tidak mengatakan apapun untuk memprovokasi Aska agar menolak menikahi Cherry

"Ya kadang bertemu dengan orang dari masa lalu itu bisa mengubah segalanya. Padahal mereka tidak mengatakan apa-apa," imbuh En.

Arch manggut-mangut, mengerti dengan ucapan En. Pria itu lantas melihat Sia yang berdiri di hadapannya, masih menempelkan sapu tangan yang dicelup ke air es. Sesekali Sia mengerutkan dahi, menahan dingin yang bertemu perih.

"Eehhhh....."

Sia terkejut saat Arch menarik pinggangnya, mendekat ke arah pria itu. "Lalu bagaimana denganmu?" tanya pria itu, menatap dalam bola mata Sia. Sia langsung menunduk, tidak sanggup memandang wajah Arch. Tampan dengan kharisma yang sekaligus memunculkan aura menggoda. Gila! Lama-lama pria ini bisa mengobrak-abrik hati Sia. Jantung Sia berdebar kencang.

"Jangan menghindariku," bisik Arch di telinga Sia. Meremang tubuh Sia mendengar suara Arch di telinganya.

"Lepaskan." Sia mendorong jauh tubuh Arch. Namun pria itu tidak mau melepaskannya. Justru yang terjadi, pria itu makin mengeratkan pelukan tangannya di pinggang Sia.

En hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ulah Arch. Sekalinya kumat menggoda Sia tidak ketulungan, tapi masih belum mau mengaku kalau dialah orang yang sudah tinggal di rumah Sia.

"Lepas gak?" tanya Sia setengah mengancam.

Arch memberikan tatapan menantang pada Sia. Wajah mereka berdekatan, namun posisi wajah Sia lebih tinggi karena Arch duduk di meja kerjanya.

"Gak," pria itu berdiri hingga giliran Sia yang mendongak untuk menatap wajah Arch. Pria itu mendekatkan wajahnya, dengan tangannya menarik tubuh Sia.

"Arch...kamu mau ngapain sih? En....tolongin napa?" Sia berteriak pada En, tapi En acuh dengan kejadian di depan matanya.

"Cium dulu baru kulepaskan." Kata Arch to the poin.

"Eh...lama-lama kok kamu nyebelin sih." Sia mendorong dada Arch, agar bibir pria itu tidak menyentuh miliknya. Namun bukan Arch namanya kalau menyerah begitu saja. Pria itu gagal mencium bibir Sia, tapi melandaskan bibirnya di leher jenjang Sia.

"Aaawwwww.....astaga...Sia panas." Arch buru-buru melepaskan belitannya di pinggang Sia. Rasa perih dan panas di dada Arch membuat pria itu hampir berteriak.

"Rasain! Sembarangan main cium orang aja!" Maki Sia sembari menjauh dari Arch yang tengah membuka kancing kemejanya. Memeriksa bekas cubitan Sia di dadanya.

"Gila Si, kaya habis dicipok sama kamu," Sia langsung mendelik mendengar ucapan Arch.

"Mulut kalau ngomong pakai EYD bisa gak?" protes Sia, sementara En mengulum senyumnya melihat tingkah dua orang yang tidak jelas sama sekali.

"Gak bisa, kan sebutannya memang begitu." Kata Arch duduk di samping Sia, yang kini mulai melihat berkas yang dikerjakan oleh En.

"Bantuin dong. Kamu gak mungkin balik ke divisimu dengan muka babak belur begitu. Yang ada kamu dicengin lagi sama temanmu."

Sia memang berpikir tidak akan masuk ke divisinya. Satu, sudah telat. Dua, dia jelas malu bekerja dengan cap lima jari di wajahnya.

"Aku sudah kayak pelakor yang dilabrak sama istri sah saja." Ucap Sia lucu.

"Ada juga pelakor model begini? Kabur istri sah kalau ketemu pelakor kayak kamu." Arch nimbrung sambil melihat wajah kemerahan Sia.

"Kau benar Arch, Sia terlalu bar-bar untuk jadi wanita teraniaya," kekeh En. Tawa dua pria itu meledak, meninggalkan Sia yang langsung memanyunkan bibirnya.

*

*

Kredit Pinterest.com

Yue masuk ke aula istana langit. Dia pikir harus melapor soal kemunculan Seth dengan kekuatan berkali-kali lipat. Saat pria bersurai putih itu berada di aula istana besar itu, nampak Fire, panglima tertinggi pasukan dunia langit ada di sana.

"Yue, Dewa Bulan memberi hormat pada Kaisar Langit. Mohon izin untuk menghadap."

Ucap Yue sambil membungkukkan badannya. Ice, Kaisar Langit langsung memberi kode pada Yue kalau hormatnya di terima.

"Ada yang serius?" Nada bicara Ice berubah formal. Karena memang sejatinya mereka adalah teman. Pun dengan Fire, pria yang sekilas penampilannya mirip dengan Elyos itu juga teman Yue.

"Ini soal Seth. Aku pikir, aku kecolongan lagi. Dia berhasil menumbuhkan kekuatan kristal hitam. Ini bahaya, Elyos baru saja memeriksa. Sebagian mimpi manusia sudah dimanipulasi menjadi mimpi buruk oleh Seth." Lapor Yue.

Ice dan Fire saling pandang. "Apa itu sangat berbahaya?" Fire bertanya. Suara beratnya menampilkan kesan tegas dalam tiap ucapan Dewa Api itu.

"Jika dibiarkan terus akan merusak keseimbangan hidup manusia. Juga kristal mimpi akan kehilangan cahayanya. Selanjutnya kalian tahu yang akan terjadi."

Ice menatap Yue dengan pandangan sedang berpikir. "Apa aku perlu mencari sumbernya?" usul Fire membuat Yue dan Ice saling pandang.

Harusnya dengan kedudukan Fire, masalah seperti ini tidak sampai membuat pria itu turun tangan sendiri. "Aku akan menyelidikinya lebih dulu. Jika aku tidak sanggup menanganinya, aku akan minta bantuanmu." Yue mengambil keputusan.

"Baik kalau itu keinginanmu. Tapi kalau sudah di luar jangkauanmu, beritahu kami." Ice mengikuti keinginan Yue. Yang terpenting bagi Yue, Kaisar Langit tahu keadaan di bumi. Hening sesaat.

"Oh iya Ice, aku ingin bertanya soal Amethyst. Dia muncul dan kini menjadi jiwa lain di tubuh gadis bernama Fantasia Delavega. Kau tahu apa yang terjadi sebenarnya. Setahuku Sia sudah kuikatkan benang merahnya pada Arch. Tapi kenapa Elyos bisa punya rasa suka pada Sia."

"Amethyst secara pribadi meminta padaku soal takdir cintanya." Pernyataan Ice tentu membuat Yue menganga.

"Maksudmu? Dia ingin memilih sendiri mate-nya?" Fire mengutarakan pendapatnya.

"Lebih kurang seperti itu. Kita tahu Amethyst tidak pernah menjatuhkan pilihannya pada satu pria manapun sejak ribuan tahun lalu. Tapi kali ini berani minta padaku. Berarti dia sudah menemukan pria yang berhasil menawan hatinya."

Fire dan Yue saling pandang.

"Lalu siapa dia?" Yue merasa penasaran.

"Dia memintaku merahasiakannya. Yang jelas aku merestuinya."

Bahu Yue melemas. "Ayolah Ice, jodoh adalah ranahku. Kenapa dia minta padamu." Kumat sudah mode anak kecil Yue.

"Sebab yang dia inginkan adalah pria dengan hati seluas samudera. Tidak pernah menuntut meski dia berhak. Tidak pernah meminta meski dia bisa. Amethyst tahu, pria yang dia inginkan tidak akan memperjuangkan dirinya. Karena baginya Amethyst terlalu tinggi untuk di raih."

Ucapan Ice menjadi petunjuk bagi Yue. Kira-kira siapa yang diinginkan oleh Amethyst. Mate dewi itu akan menentukan ke mana alam mimpi akan berlayar. Bertambah baik atau bertambah hancur.

"Tapi kau harus waspada pada Seth, kemunculan Amethyst menarik perhatiannya. Bisa jadi dia menargetkan Amethyst."

Yue membungkuk, mengerti akan ucapan Ice. Teman sekaligus tuan untuknya. Soal Amethyst jelas jadi teka-teki yang semakin menambah pusing dewa bulan itu.

***

Up lagi readers.

Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.

****

1
Mamanya Ruslan
Luar biasa
Shenaylin..😌😌
😂😂😂😂
Shenaylin..😌😌
🤭🤭🤭
Shenaylin..😌😌
🤭🤭/Facepalm/
Asngadah Baruharjo
luar biasa
nandayue: terima kasih bintangnya kak
total 1 replies
Asngadah Baruharjo
serruuuu THOORRR 🌹🌹🌹
Asngadah Baruharjo
wadidawwww
💕febhy ajah💕
alamak lngsung nyosor nih arch
💕febhy ajah💕
mampir dimari setelah 1 bulan vakum dari dunia pernovelan
💕febhy ajah💕: lahhhh telat donk
tp novelnya dh end kn
total 2 replies
Nada Sunaryo
loh katanya Rissa anak sulung thor?
Memyr 67
visual tamannya serem. seolah ada beberapa pasang mata di balik dedaunan, siap menodongkan belati pada siapa yg lewat sana sendirian.
nandayue: serem amat kakak...
total 1 replies
Memyr 67
wajah sih boleh sama dengan en. tapi sifatnya beda jauuuh. jauh lebih baik en daripada rei.
nandayue: yah En gak bisa macam2 kak, bisa kena getok palanya sama si Ice
total 1 replies
Memyr 67
mulai dari sini aq bingung lagi. hadeeh, sabar sampai kapan ni
Memyr 67
ini cherry yg salah, mencuri disain sia, kenapa sia terus yg dibully cherry. doesn't make sense.
Memyr 67
sampai kapan ini, adegan elyos ngerjai cherry?
nandayue: sampai kapok
total 1 replies
Memyr 67
ini bapaknya duo ar, maunya apa?
Memyr 67
rissa perempuan bodoh. siapa yg ngajak dia tanding? dia yg harus menang?
Memyr 67
ihhh, jadi seddih
Memyr 67
oooo aq kira penjara beneran
nandayue: rumahe bapake kek penjara
total 1 replies
Memyr 67
siapa ya? nenek sihirnya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!