Akibat kesalahpahaman membuat Bianca dan Daniel di nikahkan secara paksa dan berujung pada pernikahan kontrak selama 3 bulan.
Bianca Aveline wanita sederhana, pekerja keras harus menelan pil pahit kehidupan karena terpaksa menikahi pria yang menjadi musuh nya selama ini, akibat kesalahan Daniel memaksa Bianca harus mendatangi pria itu di apartemen nya namun justru berujung pada kesalahpahaman orang orang sekitar yang memergoki mereka berada di dalam satu apartemen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisaJm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Pagi kini menyapa, Daniel yang merasa sebuah tangan kini memeluk tubuh nya pun terbangun dengan kepala yang terasa sangat sakit, pria itu membuka kedua mata nya menatap sekeliling ruangan yang terasa tidak asing, tapi yang jelas itu bukan kamar milik nya.
Pria itu menatap tangan yang kini berada di dada nya yang memeluk nya dari belakang, Daniel mengerutkan kening pasal nya tangan itu bukan milik Bianca lantaran Bianca tidak suka memakai pewarna kuku, sontak saja Daniel menoleh ke belakang.
Mata nya membulat melihat sosok wanita yang tidak asing, pria itu sontak saja menjauh kala melihat wanita itu yang mulai terbangun dan membuka mata nya menatap Daniel yang terkejut setengah mati.
“Kau? Apa yang kau lakukan di sini?”
Tanya Daniel pada Agnes, wanita itu hanya mengerutkan kening memulai drama nya, ia pun mulai mendekati Daniel hendak memeluk pria itu namun lagi lagi Daniel menjauh dari nya.
“Kenapa kembali berubah? Padahal kemarin malam kau sangat menikmati permainanku.”
Ucap Agnes mencoba untuk kembali menggoda Daniel, pria itu mengerutkan kening lalu mengintip ke dalam selimut yang kini menutupi tubuh nya, pria itu kembali terkejut mendapati diri nya yang polos tanpa sehelai benangpun.
“Apa yang kau lakukan padaku?!”
Sentak Daniel membuat Agnes tersentak kaget mendengar suara keras Daniel yang terdengar sangat marah, seketika nyali Agnes menciut melihat kemarahan yang ada di mata Daniel.
“A-aku tidak melakukan apapun, kau lah yang menarik ku ke sini.”
Bohong Agnes lantaran tak ingin di salahkan oleh Daniel, takut jika pria itu bisa saja membunuh nya saat ini juga jika mengetahui ia lah yang membawa Daniel ke dalam kamar itu, Daniel diam seraya mengingat kejadian kemarin malam.
Namun sayang tak ada yang ia ingat sedikit pun selain ia duduk sambil meminum minuman nya hingga mabuk, Daniel kini menatap Agnes yang terlihat ketakutan, pria itu kemudian bangkit dengan selimut menutupi tubuh nya.
Sedang kan Agnes saat ini santai dengan tubuh polos nya yang terbuka lantaran Daniel membawa selimut itu berharap jika pria itu akan menatap tubuh nya dan mereka akan kembali melakukan pergulatan kemarin, namun sayang pria itu bahkan tidak menoleh ke arah nya dan memungut semua pakaian nya dan masuk ke dalam kamar mandi.
“Sial! Dia tidak normal atau bagaimana?”
Umpat Agnes yang kesal lantaran Daniel tak menoleh pada nya, tak lama kemudian Daniel keluar dari kamar mandi dengan berpakaian lengkap, pria itu kemudian mengambil dompet nya dan mengambil sebuah kartu ATM dan melemparkannya pada Agnes yang sudah memakai pakaian nya.
“Ini untuk mu, nilai nominal di kartu itu lebih besar dari pada harga diri mu.”
Ucap Daniel santai lalu segera keluar dari ruangan itu meninggal kan Agnes yang terlihat kesal mendengar ucapan Daniel yang benar benar menyinggung perasaan nya, namun rasa kesal itu mendadak hilang menatap kartu ATM yang berada di hadapan nya.
“Terserah apa yang ia katakan, yang penting saat ini aku bisa berfoya-foya dengan uang nya.”
.
.
.
Sedangkan di tempat lain kini kediaman Derrick tengah terjadi kekacauan, pasal nya setelah mengetahui Daniel yang tidak kunjung pulang dan menunggu kepulangan Daniel sejak semalam, pagi ini mereka di kejutkan dengan tidak menemukan keberadaan Bianca di kamar nya.
Semua orang bahkan sudah mencari Bianca keseluruh rumah namun tak ada yang mereka temukan, dan yang lebih mengejutkan pakaian Bianca juga menghilang dari lemari membuat Derrick yakin jika ada yang tidak beres antara putra dan menantu nya.
“Sebenar nya apa yang di lakukan anak bodoh itu?”
Gumam Derrick kini duduk di sofa menunggu kepulangan putra satu satu nya itu, setelah ia meminta semua orang orang nya untuk mencari keberadaan Bianca di mana pun wanita itu berada.
Tak lama kemudian terdengar suara deru mobil yang di yakini adalah mobil milik Daniel, dan benar saja Daniel kini masuk ke rumah papa nya dengan langkah gontai, sedang kan Derrick masih diam menatap Daniel yang terlihat acak acakan.
“Dari mana saja kamu?”
Daniel tak menjawab, pria itu merasa sangat tidak nafsu untuk berdebat karena ia tahu Bianca mungkin sudah mengadu pada papa nya jika ia tak pulang semalaman ini, Daniel pun berjalan memasuki lift dengan tujuan kamar nya.
Derrick hanya diam menunggu putra nya itu menanyakan sendiri keberadaan istri nya yang semua orang juga tidak tahu dan sedang mencari tahu, entah sebesar apa kesalahan Daniel hingga membuat Bianca memilih pergi secara diam diam.
Daniel kini berjalan memasuki kamar nya, pria itu menghela nafas kala berada di depan pintu kamar nya, entah mengapa ia merasa canggung dan belum siap untuk bertemu denga Bianca saat ini.
Ceklek!
Pintu terbuka, Daniel menatap sekeliling ruangan itu yang terlihat sangat rapi, pria itu kemudian melangkah kan kaki nya menuju ranjang yang ia rindukan, kening nya berkerut kala tak menemukan sang istri, awal nya ia mengira jika mungkin Bianca berada di dalam kamar mandi, namun sejak tadi ia tak mendengar suara air sedikit pun.
Pria itu bangun lalu mulai berjalan menuju kamar mandi, mengecek jika Bianca benar benar tidak berada di sana, dan benar saja tak ada siapapun di dalam kamar mandi, Daniel mulai panik kemudian memilih keluar untuk bertanya pada semua orang.
“Pa.”
Ucap Daniel yang memilih untuk menuruni anak tangga dari pada mengunakan lift, Derrick yang melihat itu hanya bisa menarik sebelah sudut bibir nya, ia sudah menebak jika hal ini akan terjadi.
“Dimana..”
“Bianca? Kau tidak menemukan nya?” timpal Derrick yang sudah mengetahui apa yang akan Daniel tanya kan pada nya, pria itu mengangguk sekaligus heran, bagaimana bisa papa nya tahu jika ia sedang mencari keberadaan istri nya.
“Dimana Bianca? Apa dia sudah berangkat kerja?”
Tanya Daniel mengingat hari ini Rabu dan kemungkinan Bianca sedang bekerja hari ini, namun seketika Derrick menggelengkan kepala, ia sudah mencaritahu di kantor tempat Bianca bekerja tapi mereka mengatakan jika Bianca tidak masuk hari ini dan tidak bisa di hubungi.
“Bianca sudah pergi meninggalkan rumah ini, apa kau tidak melihat lemari pakaian nya yang sudah kosong?”
Deg!
Daniel terdiam mendengar ucapan sang papa, sontak pria itu berlari memasuki kamar nya untuk memeriksa jika lemari pakaian Bianca memang sudah kosong, dan benar saja pria itu kembali terkejut melihat lemari pakaian Bianca yang sudah tidak bersisa.
“Dia pergi meninggalkan ku tanpa mencari jalan keluar dari masalah itu terlebih dahulu?”
Gumam Daniel yang mengira jika Bianca pergi karena masalah yang terjadi di antara mereka sebelum nya, pria itu mengepalkan tangan tak terima jika Bianca pergi begitu saja tanpa ada sebuah penyelesaian.
“Baiklah, terserah jika itu yang ia inginkan, aku tidak peduli lagi dengan nya!”
Geram Daniel kini memutuskan untuk membiarkan Bianca pergi dari kehidupan nya, lagi pula ia tak ingin memiliki hubungan dengan Putri seorang pria yang sudah menghancurkan keluarga nya.
Daniel kemudian memilih untuk membersihkan diri dan segera berangkat ke kantor, tak peduli bagaimana dengan keadaan wanita itu sekarang karena keinginan nya sendiri yang memilih untuk pergi.
Tak lama Daniel turun dengan pakaian rapi nya membuat Derrick mengerutkan kening melihat putra nya yang santai padahal istri nya saat ini menghilang entah kemana.
“Kau pergi ke kantor? Apa kau tidak berusaha untuk mencari istri mu?!!”
Daniel mengentikan langkah nya mendengar bentakan dari sang papa, pria itu kemudian membalikkan tubuh nya menatap sang papa yang sudah menatap tajam pada nya.
“Aku tidak peduli dengan nya, terserah bagaimana keadaan nya karena keputusan nya sendiri yang memilih untuk pergi.”
“Memang apa permasalahan kalian sehingga dia memilih pergi?”
Daniel diam menatap sang papa yang terlihat sangat penasaran, ia tak tega untuk mengatakan hal yang sebenarnya namun ia juga tak ingin sang papa terus bertanya tentang masalah yang terjadi antara diri nya dan Bianca.
“Dia pergi karena mengetahui mama tiri nya adalah mama mertua nya, mantan istri papa yang selingkuh dan meninggalkan papa demi pria itu, dan pria itu adalah papa kandung Bianca.”
Deg!
.
.
.
Halo Author back!! Aduh gimana nih papa Derrick sudah tahu tentang kebenaran nya, bagaimana reaksi nya terhadap Bianca setelah ini?
Jangan lupa dukungan nya buat karya baru author ya, terima kasih 🥰🙏