NovelToon NovelToon
My Husband Om-Om SEASON 2

My Husband Om-Om SEASON 2

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:812.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Biru

My Husband Om-Om SEASON 2..MOHON DUKUNGANNYA KEMBALI 🤗


Enrico dan Enzio, dua anak kembar yang harus ekstra ketat menjaga sang adik.


Gadis manis yang selalu membuat kaum adam panas dingin. Elga Maurer, gadis cantik dan pintar tapi juga ceroboh, Elga yang terlalu baik tidak tahu jika banyak orang-orang disekitarnya yang memanfaatkan dirinya. Karena hal itu dua kakak kembarnya begitu posesif dengan Elga.


"Hidupku seperti burung dalam sangkar."

Itulah yang Elga rasakan, selain kakak keduanya yang posesif, juga ada Daddy nya yang begitu posesif juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman

"Mom, bagaimana?" Chelsea menutup pintu kamarnya rapat ketika Alice masuk.

Setelah Andres pergi, keduanya langsung ikut pergi ke kamar Chelsea.

"Mommy mendapat laporan jika Edgar ke Indonesia, entah apa yang Edgar lakukan." Alice tampak berpikir dengan bergerak mondar mandir.

Sedangkan Chelsea malah bingung melihat tingkah Alice. "Mom selama menikah, Edgar sama sekali tidak menyentuh ku, bahkan aku diusir dari kamar dan harus tidur di kamar lain. Edgar sama sekali tidak tertarik padaku." Ucap Chelsea dengan wajah sedih.

Alice menatap Chelsea kesal. "Seharusnya kau bisa menggoda Edgar dengan cara apapun, karena dia suamimu tanpa rasa takut. Ikatan pernikahan kalian lebih kuat dari apapun, gunakan cara agar Edgar mau menyentuhmu." Tutur Alice dengan nada kesal.

"Mom kau tidak tahu rasanya di tolak, seperti tidak ada harga dirinya sama sekali, bahkan sekalipun aku bertela*njang di depannya dia tidak akan melirik ku." Chelsea sudah menjatuhkan air matanya.

"Dan jangan bilang kau melampiaskan hal itu dengan pria lain." Tuding Alice menatap Chelsea tajam.

"Jika itu terjadi, maka bersiaplah untuk kehilangan semua yang sudah kau miliki."

Alice langsung keluar meninggalkan Chelsea yang terduduk dengan lesu. Wanita itu menutup wajahnya dengan perasaan gelisah.

"Maher kau mau kemana?" Elga yang menuruni tangga melihat Maher putra Adam yang ingin keluar.

"Biasa malam mingguan." Jawab Maher sambil tersenyum jenaka.

"Boleh aku ikut?" Tanya Elga dengan antusias.

"Eh, nanti papa ngamuk." kata Maher yang tidak ingin di marahi Adam.

"Tidak akan, nanti aku yang akan bilang sama papa Adam." ucap Elga meyakinkan.

"Tapi kau yang tangung jika papa marah." Ucap Maher lagi.

"Iya bawel." Elga terseyum dan mengandeng lengan Maher yang lebih tinggi darinya.

Meskipun usia Maher lebih muda, tapi postur tubuh Maher seperti Adam.

Maher membawa saudarinya ke tempat yang biasa dia datangi di sana ada teman-teman sekolahnya yang juga ikut berkumpul.

Tidak di tempat yang aneh-aneh, mereka menghabiskan waktu malam di akhir weekend di kafe ataupun tempat tongkrongan anak muda.

Setelah mengendari motornya hampir 30 menit, Maher sampai ditempat tujuan.

"Waah, si Maher Udah berani bawa cewek..!" Teriak teman Maher meledek.

"Sorry El, temen-temen gue emang rese. Tapi mereka baik kok." Ucap Maher pada Elga agar tidak risih.

"Iya, gue tau. Kalian masih bocah ingusan." Bisik Elga dengan sedikit tawa.

"Sama kek elu." Balas Maher sambil mengusap kepala Elga.

Keduanya seperti sepasang kekasih jika dilihat, dan Elga tidak keberatan dengan perlakuan Maher yang lebih muda darinya, itu berarti keduanya tidak memiliki jarak sebagai saudara.

"Her, kenapa lu ngak bawa adek lu?" Tanya teman Maher yang lain.

"Tau nih, kesini malah bawa cewek sendiri, kita-kita dianggap nyamuk kali ah." Tukas teman yang lain.

"Sorry bro, doi yang minta ikut." Maher memberi tos satu persatu pada teman-temannya.

"Btw, cewek lu cakep amat Her. dapet bidadari dari mana?"

Mereka semua mengiyakan ucapan temanya itu.

"Kalian boleh kenalan kok." Maher menyuruh Elga untuk berkenalan.

"Asekk.." Mereka semua maju satu persatu untuk berkenalan, dan tingkah absur mereka membuat Elga tertawa.

"Duh udah cantik, tawanya tambah bikin candu neng."

Huuu

Semua bersorak mendengar ucapan salah satu dari mereka.

"Mau minum apa, gue pesenin." Kata Maher pada Elga.

"Samain aja, tapi gue ke toilet dulu ya." Ijin Elga.

"Hm, mau gue temenin?" Maher menawari.

"No Her, I'm not a child" Tukas Elga.

Maher tertawa. "I know."

Elga pun meninggalkan kumpulan pria remaja seumuran Maher, Elga menuju toilet kafe. dirinya ingin menuntaskan hajatnya.

"Lumayan rame juga." Gumamnya saat melintasi beberapa spot kafe yang ramai dengan anak-anak remaja.

Elga berjalan kearah toilet yang ada di bagian belakang.

"Maaf." Ucapnya ketika akan menabrak wanita yang keluar dari dalam.

Tak berapa lama Elga membasuh tanganya dan melihat penampilannya di depan cermin besar.

Elga tersenyum kala melihat dirinya sendiri. "Ternyata memang cantik, duh jadi memuji diri sendiri." Ucapnya sambil tersenyum.

Saat dirinya keluar dari toilet tiba-tiba mulutnya dibekap dari belakang.

Emphh...

Elga memukul lengan seseorang yang membekap mulutnya, dan tubuhnya di seret ke belakang toilet.

"Emph..lepas..!!"

Napas Elga memburu dengan jantung yang berdebar kencang. Matanya melotot melihat seseorang yang membekap mulutnya.

"Kau..!" Elga menatap tajam Edgar dengan wajah menahan marah. "Kau seperti penculik yang membuatku takut." Deru napas Elga masih memburu, meskipun sudah tahu siapa yang melakukan.

"Kau takut." Tangan Edgar ingin menyentuh wajah Elga tapi langsung ditepis oleh gadis itu.

"Menyebalkan." Elga mendorong dada Edgar agar menyingkir, tapi pria itu bergeming. "Minggir Uncle aku ingin pergi." Katanya dengan kesal.

Grep

Punggung Elga merapat pada Diding ketika Edgar mendekatkan wajahnya dan tangannya mengunci di samping wajah Elga.

"U-uncle mau apa." Suara Elga tercekat saat wajah Edgar begitu dekat dengannya. Bahkan hidung Edgar hampir menempel pada hidungnya.

Jantung keduanya saling berdetak cepat, keduanya sama-sama merasakan gejolak dalam diri masing-masing.

Edgar semakin mendekatkan wajahnya, Elga yang tahu apa yang akan Edgar lalukan tiba-tiba menutup mulutnya.

Cup

Punggung tangan Elga menjadi sasaran bibir Edgar.

Edgar tersenyum melihat reaksi gadisnya. "Bagus, jika ada yang menciummu maka kau harus melindungi diri sendiri." Katanya sambil menoel hidung Elga.

Edgar mengusap kepala Elga, dan pria itu mundur satu langkah.

Elga menyingkirkan tanganya dan bernapas lega. "Kenapa Uncle bisa ada di sini?" Tanya Elga dengan tangan bersedakep dan tubuhnya yang bersandar di dinding.

"Kamu, apa lagi."

Elga mengerutkan keningnya. "Aku?" Katanya sambil menunjuk diri sendiri.

"Ya, karena kamu seperti magnet untuk diriku. Rasanya aku tidak ingin jauh darimu, apalagi melihat mu di kerumuni banyak pria ingusan membuatku rasanya ingin mencolok kedua mata mereka." Tutur Edgar dengan nada geram.

Elga berdecak mendengar apa yang Edgar katakan. "Memangnya kenapa? aku tidak memiliki ikatan pada siapapun dan aku bebas. Lain dengan Uncle yang seharusnya ingat jika sudah menikah dan punya istri, seharunya Uncle tidak ada di sini." Elga menatap Edgar dengan senyum culas.

"Elga kau-"

"Seharusnya yang sadar itu Uncle, sadar jika sudah menikah. Dan aku tidak mau menjadi orang ketiga yang akan disalahkan karena merusak rumah tangga orang. Jadi aku harap Uncle tidak menemui ku lagi, karena aku tidak mau disebut pelakor ataupun gadis gatal."

Elga menatap Edgar dengan tatapan yang susah di artikan. "Aku harap Uncle tidak akan menemui ku, selama Uncle masih memiliki keluarga." Elga tersenyum.

Gadis itu berjinjit dan memajukan wajahnya pada Edgar yang berdiri diam didepan wajahnya.

Cup

Elga megencup pipi Edgar dengan lembut, membuat Edgar diam mematung.

"Terima kasih Uncle sudah menemani perjalanan ku, aku senang." Katanya dengan senyum manis.

Dan Elga meninggalkan Edgar yang masih diam mematung menatap kepergian Elga.

Tanganya terangkat untuk menyentuh pipinya yang mendapat ciuman dari Elga, meskipun kata-kata Elga di awal membuatnya merasa kesal. Tapi tindakan terakhir Elga membuat Edgar berbunga.

"Aku pastikan kau hanya mencium ku, little lady." Katanya dengan bibir tersenyum bahagia.

.

.

LIKE, KOMEN JANGAN LUPA SAYANG 😘😘😘

1
Irmayanti Oppo
ceritanya bagus dan menarik
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
happy ending.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
yuuhhuuuu menuju bahagia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmmm semoga saja pria itu Edgar...🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
semangat berjuang Ed untuk perusahaanmu dan cintamu dengan Elga.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm kan kelihatan aslinya cuma butuh kekayaan doang dengan numpang tanpa mau cape
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
emang sampah susah kalau sudah di pungut malah ga sadar saking ke enakan sudah hidup enak tanpa inget kalau dia berasal dari mana.... Chelsea kamu sama ibu mu sama saja.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kesalahan kamu karna masih jd suami orang Edgar makanya Mario melakukan itu lah... mana ada ortu biarkan anaknya di dekati sama suami orang
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
wkwkwk Mario musuh yerbesarmu adalah anakmu sendiri Elga melawanmu karna kesalahanmu juga makanya dia nekat.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
buruan bertindak singkirkan hama di rumahmu dan kehidupanmu Edgar selanjutnya kamu bisa atasi juga masalah perusahaanmu
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kurang asem Mario kurang kerjaan ngerjain Edgar... hadeuuhh gitu amat pak.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dasar siluman hama cuma numpang hidup tp ga nyadar diri di kasih hidup enak malah ngerusuh juga kehidupan anak tiri demi obsesi
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Woooww mengejutkan, pantes Alice kekeh menikahkan Edgar dengan Chelsea ternyata tidak lebih karna tahta... hanya ibu tiri yg ingin anak kandungnya hidup nyaman dengan alasan agar Chelsea anaknya ga menderita tp dia menderitakan Edgar anak tirinya, dasar licik.
pak Andres kenapa juga anda telat bertindak paakk... kalau anakmu Edgar ga bahagia di atur Alice ibu tirinya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aduuhhh Elga kamu cukup berani juga... ngomong ga mau di sebut pelakor tapi sikapmu menunjukan itu.🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tradisi turun menurun nikah beda usia ya pak Nathan sampe ke cucu pun sekarang jd ikutan.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
apa foto yg di dapat Edgar tentang Chelsea ya, apakah foto Chelsea dengan laki² lain.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuuhhhh... apa baik² saja kah.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kamu ngeyel Edgar perceraianmu saja belum jelas masih saja berulah... mikirlah dampak buruknya sama Elga nanti di cap buruk oleh orang² kalau tau
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Edgar kurang tegas dan ibunya juga ga mikir apa kalau anda egois lebih suka menyakiti anaknya sendiri dan menyenangkan Chelsea.. hadeuuhhh ortu kayak gini yg bikin anak tertekan dan depresi
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah loh gimana tuh Chelsea, Egdar minta cerai... bunktikan kalau kamu memang serius ingin menceraikan Chelsea dan hadapi dramanya begitu juga ibu mu yg egois memaksakan anaknya yg hilang ingatan dengan menikahkan kamu demi persahabatan tanpa memikirkan perasaan anaknya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!