NovelToon NovelToon
Secret Marriage

Secret Marriage

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Obsesi / Tamat
Popularitas:239.9k
Nilai: 5
Nama Author: NG STORY

[ VOTE DAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]

Yang tidak pernah terbayangkan oleh Reygan, yaitu perjodohan.

Pernikahan adalah proses pengikatan janji suci antara laki-laki dan juga perempuan yang saling mencintai satu sama lain. Tetapi tidak dengan Reygan, dia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal, wanita itu bernama Nasya.

Rumah tangga mereka berdua sama sekali tidak dibumbui oleh rasa cinta, mereka berdua harus menikah saat mereka menginjak kelas dua SMA.

Awalnya bukan Nasya lah yang seharusnya menikah dengan Reygan, melainkan kakak tirinya. Tapi karena Kakak tirinya enggan untuk menikah muda akhirnya Nasya lah yang harus menggantikannya.

Perasaan Reygan bukan untuk Nasya, melainkan kekasihnya yang bernama Zora. maka dari itu Reygan selalu memperlakukan Nasya dengan tidak baik bahkan ia secara terang-terangan berpacaran dengan Zora tepat di depan mata istrinya.

Nasya tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berdua juga harus merahasiakan pernikahan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NG STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Setelah sepulang sekolah Mami Kala mengajak Chalandra dan juga Nasya ke lokasi syutingnya karena akan ada pemotretan.

Nasya memperhatikan sekitar merasa kagum dengan tempat itu.

"Jadi seperti ini lokasi syuting itu." kata Nasya.

"Benar sekali, ayo ikut Mami."

Mami Kala menghampiri laki-laki paruh baya, disamping laki-laki paruh baya itu ada seorang laki-laki yang seumuran dengan Nasya dan juga Chalandra.

"Nanti kau akan melakukan pemotretan dengan pemain yang lainnya, butuh waktu yang lama untuk pemotretan ini." kata Bima sambil menunjukan selembaran kertas.

"Tidak apa-apa, aku ditemani oleh kedua anakku jadi tidak akan merasa bosan." ucap Mami Kala sambil tersenyum.

"Mami aku ingin ke toilet sebentar." pamit Chalandra lalu diangguki oleh Mami Kala.

"Oh iya sayang, kau bisa menunggu disana, Nendra tolong temani Nasya ya." kata Mami Kala

Laki-laki yang bernama Nendra itu menganggukan kepalanya, dengan wajah tanpa ekspresinya ia mengajak Nasya untuk duduk di kursi yang tidak jauh dengan Mami Kala.

Nasya memperhatikan Nendra dengan lekat, sifatnya sama persis dengan suaminya.

"Dingin seperti Reygan." gumamnya dalam hati.

"Aku tahu wajahku sangat tampan, tapi kau tidak perlu memperhatikanku seperti itu." kata Nendra.

Nasya terkejut lalu membuang muka, gadis itu tidak bermaksud untuk memperhatikan Nendra.

"Kau begitu dekat dengan keluarga tante Kala."

"Ah iya, kebetulan aku sahabat Chalandra jadi aku dekat dengan Mami Kala dan juga Papah Reja." jawab Nasya sambil tersenyum.

Nendra menganggukan kepalanya, ia memperhatikan Nasya dari atas sampai bawah.

"Kau kelas berapa?"

"Sebelas." jawab Nasya cepat

'Ternyata kau seumuran denganku."

Nasya menganggukan kepalanya membenarkan ucapan laki-laki yang ada di sampingnya itu.

"Apakah kau-"

"Iya, aku pemeran utama film ini." potong Nendra sambil membusungkan dada merasa keren.

"Aku tahu." kata Nasya dengan suara yang pelan tetapi masih bisa terdengar oleh Nendra.

Disisi lain Reygan yang selesai mengganti pakaiannya langsung mengambil kunci mobil dan pergi dari rumah untuk menyusul istrinya di lokasi syuting Mami Kala.

***

Satu jam menunggu Mami Kala dan juga Nendra menghampiri Nasya dan juga Chalandra yang dari tadi menunggunya sangat lama.

"Apakah sudah selesai Mami?" tanya Chalandra.

"Belum sayang."

Chalandra menghembuskan nafasnya merasa bosan, Bima yang baru saja melihat hasil dari pemotretan itu langsung datang menghampiri mereka berempat.

"Chalandra kenapa kau tidak memainkan film lagi?" tanya Bima sambil memberikan minuman kaleng kepada Nendra, Nasya dan juga Chalandra.

Mereka bertiga menerima minuman kaleng tersebut. "Aku harus fokus sekolah Paman, lagi pula sepertinya aku tidak berbakat dalam akting." jawab Chalandra.

"Kau bahkan sangat berbakat sekali kenapa berbicara seperti itu? kau juga bisa membagi waktu antara sekolah dan juga syuting, seperti Nendra." kata Bima sambil menunjuk laki-laki yang ada disamping Nasya.

Bima menatap Nasya dan juga Mami Kala secara bergantian, beberapa saat kemudian senyuman muncul di kedua sudut bibirnya.

"Nasya juga sangat cocok untuk menjadi seorang Artis, kenapa kau tidak mengajaknya untuk masuk kedalam dunia akting?" tanya Bima.

Chalandra dan Mami Kala membulatkan matanya dan langsung menatap lekat wajah Nasya.

"Benar juga!" kata Chalandra dan juga Mami Kala secara barengan.

"A-aku?" tanya Nasya sambil menunjuk dirinya sendiri.

Mami Kala, Bima dan juga Chalandra menganggukan kepalanya. "Bagaimana menurutmu?" tanya Bima.

"Iya sayang, kau bisa masuk kedalam agensi Mami dan juga Chalandra." imbuh Mami Kala sambil mengelus kepala menantunya itu.

"Benar, aku ingin memainkan film bersamamu." kata Chalandra begitu bersemangat.

"Aku tidak yakin, tapi aku akan memikirkannya lagi." kata Nasya sambil tersenyum gugup.

"Nice!" ucap Bima memberi dua ibu jari kepada Nasya.

"Oh ya. Kala, Chalandra ayo ikut denganku sebentar." kata Bima lalu diangguki oleh mereka berdua.

"Tunggu sebentar ya, Nendra akan menemanimu." kata Mami Kala lalu pergi mengikuti langkah Bima dari belakang.

Nendra menatap gadis yang ada disampingnya itu, keningnya mengerut saat melihat Nasya membawa sebuah amplop besar.

Laki-laki itu langsung mengambilnya dari Nasya, ia membaca tulisan di luar amplop itu.

'Tanda tangan kepada suami masa depanku.'

Nasya membulatkan matanya dan hendak mengambil amplop itu kembali tetapi Nendra sudah membukanya duluan.

"Ternyata kau penggemarku." kata Nendra sambil terkekeh.

"Bukankah aku terlihat sangat tampan di foto ini?" tanya Nendra sambil menunjukan foto-fotonya.

"Tapi terlihat tambah tampan jika kau melihatnya secara langsung."

"Apakah kau ingin aku menanda tangani foto ini? suami masa depanku." kata Nendra kembali tertawa.

"Itu bukan milikku, tetapi milik sahabatku." kata Nasya merasa malu

Ia lupa jika Sena menitipkan foto itu kepadanya agar bisa di tanda tangani oleh Nendra, idolanya.

"Baiklah aku akan menanda tanganinya, mana pulpen?" tanya Nendra sambil mengulurkan telapak tangannya.

Nasya membuka resleting tasnya dan mengambil pulpennya lalu ia berikan kepada laki-laki yang ada dihadapannya itu.

"Kau jangan salah paham, itu bukan milikku." kata Nasya mengingatkan lagi.

"Walaupun kau tidak mengaku, tapi dengan senang hati aku akan memberikan tanda tanganku." seru Nendra setelah itu memasukan fotonya kedalam amplop dan mengembalikannya lagi kepada Nasya.

"Sudah aku katakan-"

"Nasya!"

Ucapan Nasya terpotong saat mendengar suara suaminya yang memanggil namanya, Reygan berlari kecil untuk menghampiri istrinya.

"Kenapa kau ada disini?" tanya Nasya.

Reygan memberikan papper bag kepada Nasya dengan mata yang fokus menatap dingin Nendra.

"Aku sudah mengambil baj-"

Nasya membekap mulut Reygan dengan cepat lalu ia membawa laki-laki itu pergi menjauhi Nendra.

Nasya menghelakan nafasnya lalu menarik kembali tangannya.

"Tolong pegang dulu tasku, aku akan pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian." kata Nasya memberikan tasnya kepada Reygan lalu pergi menuju kamar mandi.

Beberapa menit menunggu Nasya kembali menghampiri Reygan dengan cermin kecil yang ia bawa di tangannya.

Reygan menarik tangan Nasya untuk duduk dihadapannya, laki-laki itu memberikan membuka tutup minuman kaleng lalu setelah itu memberikannya kepada Nasya.

Nasya meneguk minumannya itu, setelah selesai ia memperhatikan suaminya yang sedang memperhatikannya juga.

"Kau mau?" tanya Nasya.

Tanpa berkata-kata Reygan mengambil minuman kaleng tersebut dan langsung meneguknya sampai habis.

Nasya yang melihatnya langsung membulatkan mata dan kembali mengingat kejadian kemarin saat di pantai.

"I-itu bekasku." kata Nasya dengan gugup.

"Lalu?"

Nasya menghelakan nafasnya laku menbuang muka, gadis itu menatap Nendra yang sedang berbicara dengan seorang perempuan paruh baya.

Reygan yang mengikuti arah pandangan istrinya entah kenapa merasa kesal.

"Kau menyukainya?" tanya Reygan.

Nasya kembali menatap suaminya lalu tak lama ia tersenyum. "Benar, ternyata dia sangat tampan sekali." ucapnya.

"Jauhi dia." kata Reygan

"Jika aku tidak mau?"

"Aku akan menciummu."

"Cih, kau juga pernah melakukannya di pantai-"

Nasya tidak melanjutkan ucapannya, ia mematung menatap suaminya dengan lekat.

Reygan yang mendengarnya terkejut, ia sama-sama terdiam.

Nasya merutuki dirinya sendiri di dalam hati, kenapa bisa dia keceplosan membicarakan hal itu.

"Begini, aku hanya bercanda saja, kau tidak perlu menganggapnya serius." kata Nasya sambil terkekeh.

Reygan yang masih terkejut dengan ucapan istrinya tadi masih terdiam, kenapa ia tidak bisa mengingatnya.

1
Surati
bagus
budak jambi
bagus jgn mau di tindas apapun alasan ny dan siapa pun itu termasuk suami mu nasya si reygan t
budak jambi
bagus nasya dak usah perduli t sm regan..biaarr kn aja tih dia aja jahat dan sombg gt
Raya
ngahuleung
Syahna Amira sy
mulai cemburu tuh si reygan tandanya udah cinta Ama Nasya🤗🤗🤗
nurul nazmi
bagus
Margareta Theo
cukup bagus utk kalangan remaja
Harun Gayam
bagus
Jean Wonga
lawan suamimulah nasya biar dia tau siapa kmu ..yg tdk mdah di injak....trus smga si zora ktahuan selingkuh ato pas ena2 dg pria lain bisr mati mampos reygan
Wirda Wati
Bagusnya Januartha dg naisya aja thort
Wirda Wati
ada berlian di buang demi batu pasir yg ngga berguna...
dasar Reagen lebay
Wirda Wati
aku suka dg karakter Nadya tegas,melawan jika tersakiti...
Wirda Wati
😭😭😭
Wirda Wati
dasar reygen gila
Wirda Wati
sabar Nasya semua akan indah pada waktunya.sekolah yg rajin semoga berhadil
Wirda Wati
ibu kandung dan ayah tiri sama aja .
ngga ada akhlaknya...
Wirda Wati
cantik nasyanya
Wirda Wati
kasihan Nasya..
korban dari orang tua yg selingkuh
Wirda Wati
orang tua kurang kerjaan..
menjodohkan anak yg masih sekolah
Wirda Wati
masih bingung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!