NovelToon NovelToon
Penguasa Menara Langit

Penguasa Menara Langit

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:193k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosemarry_21

Dengan Pedang di tangan, aku memberantas segala kejahatan.
Dengan Api di tangan, aku membakar semua kemungkaran.
Dengan Kuas di tangan, aku menghapuskan sejarah kelam.
Dengan Tempa di tangan, aku menghancurkan iblis yang kejam.
Dengan Menara Langit di tangan, aku mendaki menuju puncak dengan kekuatan.

Dengan Pedang di tangan, aku menjadi pendekar pedang iblis.
Dengan Api di tangan, aku menjadi Tabib misterius.
Dengan Kuas di tangan, aku menjadi master array.
Dengan Tempa di tangan, aku menjadi Dewa penempa.
Dengan Menara langit di tangan, aku menjadi penguasa dunia.

Namaku Hao Feng, aku mati di usia yang masih sangat muda dan bereinkarnasi ke tubuh tuan muda sampah keluarga Gu, Gu Lang.
Aku akan mengubah takdir, meniti puncak menara kiltivasi, menjadi yang terkuat dan menguasai dunia.

Belum tamat.
Super slow update.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemarry_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

"Kau ingin tau berada di tingkatan apa bejana ilahi ini?" tanya senior itu, seolah bisa membaca pikiran Gu Lang. "Bejana ini berada di level Semesta, jauh di atas level dewa."

Gu Lang sangat terkejut mendengarnya, bejana dengan level dewa saja dia belum pernah melihatnya karena memang bejana level dewa adalah benda yabg sangat langka.

Tapi bejana di hadapannya ini justru berada di level yang jauh dari level dewa? Yang benar saja. Kalau ada alchemist yang mengetahui keberadaan bejana ini, sudah pasti dirinya akan menjadi target buruan.

Akhirnya senior itu pun mulai menunjukkan cara membuat pil obat, pada Gu Lang. Senior itu menggunakan api yang berwarna biru terang.

Cara dia mengontrol api sangatlah baik, dan sepertinya senior itu adalah seorang alchemist di tingkatan yang tinggi.

Gu Lang memperhatikan dengan seksama, bagaimana cara senior itu memasukkan bahan obat, mengontrol api, dan mengkonsentrasikan pil.

Hingga akhirnya bau pil obat menyeruak keluar dan menusuk Indera penciuman, bau obat yang sangat kental dan belum pernah Gu Lang temui sebelumnya.

"Nama pil ini adalah pil penguat. Pil ini berfungsi untuk menguatkan dasar kultivasi. Jika di gunakan bersamaan dengan pelatihan dasar kultivasi, maka hasil pelatihannya akan berlipat ganda."

Senior itu mengeluarkan satu butir pil yang sudah jadi itu, dan memberikannya pada Gu Lang.

Hal itu membuatnya Gu Lang tercengang, karena ada lima garis di pil itu yang menandakan jika pil itu adalah pil level lima.

"Sekarang cobalah. Setidaknya kau harus bisa membuat pil penguat level satu, untuk menjadi seorang alchemist. Tapi dilihat dari bakatmu, kau mungkin bisa membuat pil level dua atau bahkan level tiga."

Mendengar penjelasan senior itu, Gu Lang pun segera memulai pelatihan alchemist pertamanya.

Dia mengarahkan telapak tangannya ke bejana itu, dan mengalirkan api iblis di dalam tubuhnya.

Api berwarna hitam itu, berkobar dengan ganasnya karena Gu Lang belum bisa mengendalikan api itu.

Api itu seolah memiliki pemikiran sendiri, dan membuat Gu Lang kewalahan mengaturnya.

Saat Gu Lang memasukkan bahan obat ke dalam bejana, ledakan pun terjadi dan membuat bahan obat itu menjadi abu.

Untungnya bejana itu berada di level yang tinggi, karena jika bejana itu level rendah maka bisa dipastikan jika dengan ledakan tadi bejana itu akan hancur berkeping-keping.

"Tenangkan pikiranmu dulu, fokuskan hatimu pada api iblis. Dia adalah temanmu, bukan musuhmu. Buat dia menuruti keinginanmu." Petuah sang senior yang di jawab anggukan kepala oleh Gu Lang.

Gu Lang pun mencoba memfokuskan hati dan pikirannya pada api iblis. Namun tiba-tiba saja, dia berada di tempat yang sangat gelap ssat dirinya membuka mata.

Tempat itu benar-benar gelap, dan tempat itu sangat lembab. Bahkan tempat Gu Lang berpijak saat ini pun, adalah air yang setinggi mata kakinya.

"Dimana ini?"

Gu Lang mencoba berjalan dan mencari jalan keluar. Suara air yang tercipta akibat gerakan Gu Lang terdengar menggema dan memnuhi ruangan itu.

Setelah berjalan beberapa lama, Gu Lang tetap saja tak melihat secercah pun cahaya yang bisa membawanya keluar dari tempat itu.

Hingga sebuah suara mengagetkan dirinya.

"Cih! Dasar bodoh."

"Siapa itu?" Gu Lang mengedarkan pandangannya ke segala arah, mencari asal suara itu.

Sebuah obor kecil dengan api berwarna hitam di atasnya pun menyala, dan memberikan sedikit penerangan di kegelapan itu.

Gu Lang terkejut saat melihat sebuah sangkar emas yang begitu besar dj tengah-tengah ruangan gelap itu.

Namun yang lebih mengejutkan lagi, adalah sesuatu yang ada di dalam sangkar itu. Sesuatu yang dia kenal dan ketahui, yaitu Black Shadow.

Benar, itu akar spiritualnya. Tapi kenapa dia terkurung dalam sangkar emas? Itulah yang belum Gu Lang ketahui.

"Apa kau menginginkan api iblis?" tanya sosok itu dengan nada meremehkan pada Gu Lang.

Namun Gu Lang tidak merasa takut sama sekali. Dia menganggukkan kepalanya dan menatap lekat pada sosok mengerikan di hadapannya itu.

"Sia-sia saja orang bodoh sepertimu mendapatkan api iblis, itu hanya akan menyia-nyiakan barang bagus." Dengan nada meremehkan, dia mengejek Gu Lang.

Namun Gu Lang tidak marah, dia tetap berdiri di sana dengan tekad kuat untuk membuat api iblis itu tunduk padanya.

Dia harus bisa melakukannya, jika dia ingin membalaskan dendam keluarganya.

"Aku harus mendapatkannya. Aku harus membalaskan dendam keluargaku, menghancurkan siapapun yang berani mengusikku."

Mendengar hal itu, sosok itu pun tersenyum dengan senyum yang mengerikan. Dia menyeringai ke arah Gu Lang, kemudian menyuruh Gu Lang mendekat padanya.

"Mendekatlah. Akan kuberikan api iblis ini padamu."

Tanpa ragu, Gu Lang pun mendekat ke arah sosok itu. Dia berdiri tepat di hadapan sangkar emas itu, dan menunggu apa yang akan sosok itu lakukan selanjutnya.

"Pegang tanganku dan kau akan mendapatkan apa yang kau mau."

Sosok itu mengulurkan tangannya pada Gu Lang, dan Gu Lang pun juga begitu. Dia mengulurkan tangannya dan menyentuh tangan sosok itu, yang hanya seperti bayangan tapi ternyata dapat dia sentuh.

Tiba-tiba saja aura yang begitu menggila berkecamuk di tubuh Gu Lang. Bahkan Gu Lang sampai berteriak histeris karenanya, kobaran aura itu seolah ingin membakar habis tubuh Gu Lang saat itu juga.

Aura itu sepertinya berusaha untuk menguasai tubuh Gu Lang, menjadikan tubuh itu sebagai miliknya, mengendalikan tubuh Gu Lang sesuai keinginannya.

Sosok itu pun tertawa dengan keras, melihat kebodohan Gu Lang.

Namun tiba-tiba saja, sebuah cahaya putih melesat masuk ke dalam tubuh Gu Lang, membuat situasi berbalik.

Aura yang tadinya berkecamuk di tubuh Gu Lang, kini justru berkecamuk di tubuh Sosok itu.

Sosok itu meraung kesakitan. Suara raungan yang begitu memilukan, dan itu membuat Gu Lang terkejut.

Namun di sisi lain dia bersyukur, tubuhnya tidak dikuasai oleh sosok itu karena adanya cahaya putih yang tadi tiba-tiba melesat masuk ke dalam tubuhnya.

"Sialan! Kalau saja tidak ada sangkar sialan ini, aku pasti akan menghancurkanmu!" Raungan sosok itu yang terdengar begitu mengerikan, bahkan membuat tubuh Gu Lang sempat bergetar ketakutan.

Namun Gu Lang terus menguatkan tekad dan keberaniannya. Dia harus bisa melawan sosok itu, dan membuat api iblis tunduk padanya.

Gu Lang pun melihat ke arag obor kecil dengan api hitam di atasnya. Dan kini sepertinya dia mengerti, jika api itulah api iblis yang sebenarnya.

"Apa mungkin itu api iblis yang asli?" Gu Lang berjalan mendekati obor itu.

Dia mengabaikan raungan sosok yang masih dibakar oleh aura yang seolah mengamuk itu, tatapannya hanya tertuju pada obor emas dan api hitam di hadapannya.

1
Kang Raehan
apakah zonk lagi seperti yg lainya
hanya menunggu dan menunggu... yg akhirx kecewa krena cerita tampa akhir alias mandek di tengah jalan
Abi
Biasa
Abi
Buruk
Adril Piliang
cerita yg menarik...
Jaidin Tanoi
bagus
Ahmad Syafe'i
gantung
imam mawardi
lha ora istirahat..po Yora lelah??? PO Yo Ra keno anemia sebab kurang turu LAN kurange mangan.....???
choro2
MC dan teman2nya pd bodoh, kl mati mah wajar soalnya kl dpt pencerahan hrsnya cr tempat tersembunyi dan aman bkn sembarang tempat.
Arif wijaya
gu lang yg sok,suruh jaga temen yg dapat pencerahan malah ditinggal meditasi.kalau mentingin diri sendiri jgn berteman gu lang.wkwkwk.
AGUS GUNARTO
lumayan menghibur
Haikal Akbar
Lanjut
Haikal Akbar
Up
Amy
lanjut
Exe
beban bawa anying mawa cewe
Exe
beban anying ah
Haikal Akbar
Lanjut
Haikal Akbar
Mantap
Dhe K
aku kira sudah akan putus ditengah thor
Rossemarry: enggak kak, mohon maaf kemarin sempet hiatus. tapi ayah dan adiknya author udah sembuh, jadi bisa lanjut lagi.😄
total 1 replies
Haikal Akbar
Lanjut
Haikal Akbar
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!