NovelToon NovelToon
Jangan Bedakan Aku

Jangan Bedakan Aku

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:503.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yenita wati

Menjadi anak yang dibedakan oleh ayah kandung sendiri memang sangat menyakitkan. Itulah yang terjadi pada Anisa, gadis cantik dan baik hati yang dibedakan dengan adiknya hanya karena pepatah kuno. Tak hanya itu, adiknya yang bernama Salsa sangat membencinya karena selalu dipuji tetangga karena rajin dan ramah.

Anisa yang selalu mendapatkan perlakuan berbeda pun hanya diam dan menerima apapun keputusan sang ayah. Hingga akhirnya, ketika seorang pengusaha kaya ingin melamarnya, lagi-lagi dia harus mengalah pada adiknya yang menyukai pria itu. Dia menggunakan cara berbeda agar pria itu mau menerima adiknya, yaitu menikahi pria sopir angkot yang menyukainya selama ini.

Namun, bagaimana jadinya jika ternyata sopir angkot itu adalah seorang CEO yang sedang menyamar? Dan apa yang terjadi saat Anisa melihat bahwa suami adiknya malah melakukan KDRT dan menjadikan Salsa pembantu di rumahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah perbedaan

Pagi menjelang, matahari sudah mulai menampakkan sinarnya ke bumi. Menyusup ke sela-sela tirai jendela kamar yang masih tertutup.

Byurrrr! Suara air pun terdengar di dalam kamar besar di rumah itu. Salsa terbangun dan gelagapan karena baru saja disiram seember air di tengah tidur nyenyaknya.

"Bangun, kamu! Ngapain tiduran di sini!" Bagas melotot tajam saat melihat Salsa tertidur di sofa ruang tamu. Ya, sepertinya dia ketiduran Saat tengah membersihkan ruang tamu itu. Terlihat sampah dan sampah masih ada di dekat sofa tersebut.

"Kamu belum siap ngebersihin rumah ini, ha?" Bagas menjambak rambut Salsa sambil menatap geram.

"Sakit, Mas, ampun," rintih Salsa. Membuat Bagas langsung melepaskan rambutnya dengan kasar.

"Aduh, apa sih pagi-pagi udah ribut!" Giska datang sambil menguap lebar karena baru saja terbangun dari tidurnya.

"Ini, Ma, disuruh ngebersihin rumah malah ketiduran di sofa!" Bagas menunjuk Salsa yang saat ini tengah menangis tersedu-sedu.

"Kamu ini, ya, Sa, benar-benar menantu nggak tahu diri! Udah ngabisin duit banyak, sekarang malah enak-enak tidur!" Bukannya membela, Giska malah ikut memarahi Salsa.

"Maaf, Ma, Salsa kecape'an. Tadi malem Salsa tidur jam tiga pagi soalnya pakaian dan piring banyak banget yang menumpuk."

"Halah, udahlah, alasan aja, kamu! Sekarang pergi ke dapur dan siapkan sarapan untuk kami!" Bagas menarik Salsa dan mendorongnya kasar hingga terjungkal ke lantai.

Bagas dan ibunya tidak memperdulikannya yang sedang meringis kesakitan. Mereka malah pergi ke kamar masing-masing untuk kembali bersantai. Sedangkan Salsa mulai memasak sarapan dengan semua menu serta resep yang tertempel di dinding. Dia harus memasak semuanya dengan hati-hati karena kalau tidak, dia akan mendapatkan perlakuan kasar lagi seperti tadi.

"Apa salahku? Mengapa aku harus mengalami semua penderitaan ini?" Salsa menangis tersedu-sedu sambil terus mengerjakan pekerjaannya. Dia memang harus berpacu dengan waktu. Karena, setelah memasak, dia harus melanjutkan membersihkan rumah, mengepel, menyiram bunga, menyapu halaman, menyetrika, dan masih banyak lagi pekerjaan lain yang harus dikerjakannya.

Sementara itu.

Adit yang sudah bangun duluan langsung memasak untuk sarapan mereka. Dia membiarkan Anisa tidur sampai puas karena tadi malam mereka bertempur sangat lama. Dan setelah sholat subuh, Adit kembali meminta sehingga Anisa kelelahan dan tertidur.

Setelah sarapan selesai, Adit pun mulai menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya agar sang istri tidak perlu melakukannya. Dia rela melakukan semua itu dengan tangannya karena ingin membuat tatapan kebanggaan Anisa atas pekerjaannya, bukan pekerjaan orang lain.

Tepat satu jam setelahnya, Anisa pun terbangun dan langsung mensucikan dirinya di kamar mandi. Dia pun keluar kamar dengan rambut yang masih terlilit handuk. Tidak apa jika dia memperlihatkan rambutnya di depan suaminya.

"Mas, kamu yang masak semua ini?" tanya Anisa dengan tatapan mata berbinar-binar.

"Mas?" Adit mengernyitkan dahinya karena panggilan Anisa yang berubah.

"Iya, mulai sekarang aku panggil Mas aja, ya, soalnya aku lebih suka manggil kayak gitu," ucap Anisa malu-malu.

"Iya, Sayang, nggak papa. Oh ya, ini semua aku yang masak. Tenang aja, bisa dimakan kok soalnya aku masaknya pakai resep."

"Iya, Mas, ini pasti enak banget. Yuk, kita sarapan," ucap Anisa sambil mendudukkan dirinya ke kursi makan.

Dia mengambilkan makanan untuk Adit dan mereka pun sarapan bersama.

"Oh ya, Minggu depan kita pergi ke pesta, ya," ucap Adit.

"Pesta siapa, Mas?" tanya Anisa heran.

"Ada deh, pokoknya kamu ikut aja."

Anisa hanya mengangguk saja menuruti ucapan suaminya. Dia hanya tidak tahu bahwa Adit akan memperkenalkannya ke orang tuanya di pesta ulang tahun perusahaan mereka.

1
Yusmaniar
bagus kisah nya, untuk bisa di ambil inti cerita nya. bahwa sebagai ortu jangan lh kita pilih kasih terhadap anak" kita. 👍👍👍
Misaza Sumiati
ada yah ayah seperti Ramli
Kessie Juteks
Luar biasa
Isayanti Hernanur
good ceritanya terbaik
Anisah
Luar biasa
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
🌹🪴eiv🪴🌹
wes lah Bu Dewi,pegatan AE Karo pak Ramli
marai sutris 😵😵😵
🌹🪴eiv🪴🌹
eh.masih ngarep uang oprasi ya
astoge 🤧
🌹🪴eiv🪴🌹
ho ho ho keblondrok pemirsah 🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
orang inceranya Anisa sampe belain bayar utang ratusan juta
malah nggak dapat , itung-itung an lah 🤭🤣
falea sezi
kapok. kau ramly
Ibrahim Efendi
cukup bagus dan menarik untuk dibaca. baik alur cerita dan bahasa, cukup baik.
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya nya
karya sungguh baik dan bisa memberikan pelajaran..
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
makasih banyak kak thor buat karya nya.. sungguh mantap sekali 👍👍
Yunerty Blessa
maka nya Ramli kalo bicara tu hati² nah sekarang apa dah jadi....
Yunerty Blessa
kena kau Ramli..
Yunerty Blessa
menyesal pun dah tak berguna... Salsa
Yunerty Blessa
rasakan itu Ramli..kalo buat lagi suruh Dewi letak banyak² lada... biar kapok itu mulut
Yunerty Blessa
kurang ajar memang kau Ramli... Adit tampar saja mertua mu.. terlalu kelewatan
Yunerty Blessa
rasakan Bagas balasan buat mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!