Renata menatap dingin dua sejoli yang berdansa mesra di depannya sambil meneguk minuman dinginnya.
Joandra, tunangannya seakan ngga mempedulikannya dan terus saja berdansa dengan Saraswati, model di perussahaan mereka.
Renata dan Joandra dijodohkan kedua orang tua mereka demi perjanjian bisnis keluarga. Tepatnya orang tua Renata berhutang cukup besar pada keluarga Joandra.
Tapi jauh sebelum itu Renata dan Joandra sudah saling mengenal. Joandra bahkan sempat menyatakan sukanya pada Renata lewat teman dekat Renata. Tapi karena sesuatu hal, Renata teepaksa menolak.
Tapi takdir mempermainkan mereka. Mereka kembali disatukan lewat perjodohan bisnis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan Berbohong
Joandra mencoba ngga terpengaruh oleh kata kata Diana. Karena dia yakin Renata memang ada sana karena memang sudah jadi hobinya. Dia tetap bersikap santai sambil menyesap alkoholnya.
"Jangan fitnah, Renata ada di rumah, kok. Mau kak Bisma buktikan?" ucap Bisma tenang sambil memgeluarkan ponselnya.
Wajah Diana terlihat pucat. Ngga menyangka Bisma akan menyangkal.dengan begitu yakin. Sedangkan Joandra menatap dalam wajah Bisma. Dia merasa Bisma sudah mengetahui sesuatu yang tidak dia ketahui.
"Coba kamu telpon. Video call aja. Pasti ketahuan Renata ada dimana."
SKAK MAT
Wajah Diana semakin pucat. Sementara ketiga temannya menatapnya bingung dan penasaran. Tapi tetap diam ngga ikut campur.
Kali ini Joandra mengalihkan tatapannya pada Diana. Hatinya tergelitik. Dia menatap tajam.
Setahunya Diana cukup dekat dengan Renata.
"Kak Bisma aja yang telpon ya?" ucap Bisma sambil menekan nomer Renata karena ngga mendengar tanggapan Diana. Untung Susan tadi memberikannya nomer ponsel Renata.
Diana semakin gugup.
"Mung mungkin a aku salah lihat, kak," katanya dengan suara gemetar.
Bisma.ngga menjawab, tapi telpon itu sudah diangkat Renata.
Bisma sengaja memperlihatkan layarnya pada Joandra.
Joandra dengan jelas melihat suasana kamar Renata demgan wajah Renata yang tetlihat jutek memandangnya.
"Ada apa?" suaranya ngga ramah.
Joandra terdiam, ngga sanggup bicara, kaget mendengar bentakan Renata. Juga kaget karena praduganya yang salah tentang keberadaan Renata malam ini.
Saat itu juga terlihat adik perempuan Renata yang melambaikan tangan padanya dengan senyum lebar khas anak smp. Sangat ramah.
"Hai kak?" sapa Shiren membuat Joandra tanpa sadar balas melambaikan tangannya. Bibirnya pun membalas senyum Shiren. Anak perenpyan yang sudah dinyatakan sembuh oleh dokter.
Cuma sampai di situ saja kemudian sambungan telpon itu diputus Renata.
Joandra tau Renata pasti masih marah akan sikapnya tadi di kantor.
"Jangan suka bohong, Diana," sarkas Bisma menyindir sambil menyimpan ponselnya dalam saku jasnya. Tapi raut wajah Bisma tetap tenang. Tapi matanya mengawasi Diana dengan tajam.
"Maaf, kak. Mungkin tadi aku salah lihat. Ta tapi Renata udah dari dulu pelanggan VIP.di sini," ralatnya tetap keukeh berbohong.
Bisma tertawa kecil. Terdengar mengejek di telinga Diana.
"Kamu, kan, yang VIP di sini. Kak Bisma kenal, kok, pemilik tenpat ini. Mau kakak panggilkan?" tantang Bisma santai. Padahal dalammhati udah gredek banget mendengar kengeyelan Diana yang seperti sengaja menjelekkan Renata di depan Joandra.
Tanpa sepatah kata pun dengan wajah sangat merah menahan malu, Diana pergi meninggalkan Bisma.dan Joandra. Ketiga temannya pun mengikutinya penuh tanya.
Padahal awalnya Diana membual kalo mengenal kedua laki laki sangat tampan itu dan dia akan mengenalkannya pada mereka. Tentu saja mereka mau mengikuti Diana.
"Kamu kenal dengan pemilik club ini?" tanya Joandra juga penasaran, ingin membuktikan apakah benar kalo Renata pelanggan VIP di club ini.
"Kenal. Ikut aku. Aku juga ingin tau omongan Diana benar apa engga," ucap Bisma sambil bangkit berdiri dan menarik tangan Joandra dan masuk lebih dalam lagi dari ruangan yang luas itu.
Saat hampir sampai di depan pintu sebuah ruangan yang tertutup, tiga orang pengawal berbadan tinggi besar menghadang mereka.
"Katakan kalo Bisma Pamungkas ingin bertemu," ucapnya langsung sebelum di tanya.
"Oke bos," ucap pengawal itu patuh dan segera masuk ke dalan ruangan itu. Dua lainnya mengawasi mereka.
Ngga lama kemudian pengawal itu keluar dan memberi isyarat pada kedua temannya agar menjauh.
"Bos menunggu tuan muda," sahutnya lebih sopan. Kedua temannya juga ikut menundukkan kepala.
Joandra menahan senyumnya saat mendengar panggilan tuan muda tersemat untuk Bisma.
Kamu sudah masuk anggota gengster? batinnya ngga percaya.
Keduanya pun masuk dan Joandra terkejut melihat siapa yang dipanggil bos. Ternyata Om Arkam, adik papa Bisma yang dulunya kepala geng motor harley.
"Ada Joanda juga," sapanya ramah.
"Kapan pulang? Udah selesai kuliahnya?" sambungnya lagi bertanya.
"Beberapa bulan yang lalu, Om. Sukses bisnisnya, Om," balas Joandra sopan sambil duduk di sebelah Bisma.
"Begitulah. Jangan bilang papa mu, ya, nanti dia ketagihan ke sini," tawa Om Arkam. Joandra dan Bisma juga tergelak.
"Tumben Bisma mau nemuin Om. Pasti sangat penting, ya," tebak Om Arkam setelah tawanya reda.
"Om tau aja," seloroh Bisma sambil cengar cengir.
"Dari orok om kenal kamu," kekeh Om Arkam.
Joandra dan Bisma terkekeh juga.
"Om, kita mau lihat daftar pelanggan VIP," kata Bisma setelah tawa mereka reda.
Kening Om Arkam berkerut. Dia sangat menjamin kerahasiaan data pelanggan VIP.
Tau kalo omnya pasti keberatan, Bisma pun bercerita kenapa dia sampai ingin melihatnya.
"Oooh, begitu. Ya, ya, ya," sahut Om Arkam mulai paham.
Dasar anak muda. Ada ada saja tingkahnya.
"Tapi kunci mulut kalian rapat rapat, ya. Ini terlalu privat " tambahnya lagi.
"Siap, Om," sahut Bisma lega.
Untung dibolehin.
"Bentar," ucapnya sambil berdiri kemudian mengambil laptopnya yang ada di meja kerja kemudian menaruhnya di tempat Joandra dan Bisma berada.
"Lihat lah," ucapnya santai, seolah memberi kebebasan pada keduanya.
Untung ngga cukup banyak pelanggan VIP, karena pendaftarannya memerlukan biaya yang sangat besar. Club ini sangat ekslusif.
Mata Joandra dan Bisma saling pandang mengetahui ada foto Diana. Bahkan dia sudah sangat lama menjadj pelanggan VIP. Kalo Joandra dan Bisma ngga salah menghitung, pendaftaran sebagai awal mulai sebagai anggota VIP adalah saat Diana masih SMA.
Sampai dua kali Joandra dan Bisma mengecek, tapi nama dan wajah Renata ngga ada di sana.
"Oke, Om, sudah," kata Bisma setelah mendapat kode dari Joandra.
"Sudah ketemu yang kalian cari," kekeh Om Arkam sambil mengambil laptopnya dan menaruhnya di meja kerjanya.
Keduanya hanya nyengir. Tapi dalam hati Joandra mulai terasa ada yang mengganjal.
Apa dia salah? Tapi siapa laki laki di foto itu? batinnya mulai ngga tenang.
"Kita pulang dulu, Om," pamit Bisma setelah melirik wajah resah Joandra.
"Oke. Jangan sering ke sini," larang Om Arkam kemudian tertawa.
Joandra hanya tersenyum, sedangkan Bisma tergelak mendengarnya.
Sejak istrinya meninggal dunia sepuluh tahun yang lalu, club ini adalah hiburannya. Bahkan fotonya bersama almarhum istrinya masih terpajang. Begitu juga dengan foto putri tunggalnya yang merupakan sepupu Bisma.
Joandra mengikuti langkah Bisma dalam diam.
Ketika keduanya sampai di mobil masing masing, Joandra menghentikan langkahnya dan menatap Bisma.
"Apa yang kamu tau?"
Bisma tersenyum.
"Kamu bisa mulai nyelidiki siapa Renata dan siapa Diana," sahut Bisma lugas.
Padahal Bisma masih punya list foto yang belum dia tunjukkan ke Joandra.
Bisma tau, dia ngga bisa ngasih tau semuanya yang dia tau saat ini.
Joandra akan berpikir kalo dirinya sedang dimanipulasi seseorang.
Tapi nanti kalo Joandra sudah mentok, akan dia beberkan list foto yang dikirim Susan padanya.
Begitu isi pikiran Bisma.
"Oke. Aku pulang dulu, ya," ucap Joandra sambil masuk ke dalam mobilnya.
Bisma hanya tersenyum.
Kenapa otak mu tumpul jika menyangkut Renata, bro.
selesaikan dulu lah cewek" itu
biar gampang kesannya
jgn ngomong doank buktiin lah
ya seenggaknya buat hari ini
esok
liat aja besok,masih semanis ini ga
semangat....
tukang celap celup bahaya ga tu🤣🤣
padahal kau yg menyakiti
ehh bisa jadi judul drama ini🤣🤣