NovelToon NovelToon
The Antagonist

The Antagonist

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / TimeTravel / Fantasi Timur / Transmigrasi ke Dalam Novel / Chicklit
Popularitas:69.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vernon Gae

Li Jian Mei seorang adalah seorang guru tk, ia sangat menyukai anak-anak. Sayangnya ia dipecat karena tak sengaja membuat salah satu muridnya terluka, untuk menghilangkan kesedihannya ia membaca sebuah novel online yang berjudul "Pembalasan Yuan Zi Lan". Sayangnya saat sudah terbawa perasaan, novel itu belum update bab terbaru, Jian Mei pun mengirim pesan spam kepada penulisnya, ia mengkritik karena tak suka dengan nasib salah satu tokoh bernama "Wei Lian" yang amat tragis.

Karena kelelahan menangisi nasib tokoh tersebut, Jian Mei pun tertidur pulas dan bertransmigrasi ke dalam novel yang ia baca.

Bagaimanakah kehidupan Jian Mei di novel tersebut ? Akankah ia mengikuti alur sesungguhnya atau merubah ceritanya seperti yang ia mau ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vernon Gae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 : Berjumpa Kembali

Bersujudlah ia dihadapan dewa, sangat tinggi harapan agar keinginannya itu dikabulkan.

Dari belakang seorang lelaki berjubah hitam memandangnya dengan tersenyum manis.

Diperdekatlah jarak diantara mereka dengan berjalan kearah Wei Lian.

"Apa yang kau inginkan Lian'er ? Hingga membuatmu datang ke kuil yang cukup jauh." Tanya lelaki itu.

Suaranya membuat Wei Lian yang tengah khusyu' berdoa menjadi kaget, dan membuatnya lupa dengan apa harusnya ia ucapkan dalam doanya tadi.

Diputarnya sedikit kepalanya itu, pupil matanya membesar ketika mengetahui lelaki itu adalah Xu Ye Han.

Ia pun segera bangkit dan menyapa Xu Ye Han dengan anggun.

"Tuan Muda Kedua Xu." Sapanya.

"Kenapa sekarang kau menjadi terlalu formal padaku ? Itu tak mengasyikkan Wei Lian." Ucap Ye Han.

Ditatapnya wajah Xu Ye Han itu, ia juga melirik Jin Ling yang ada disampinya.

"Nyonya Wei Lian." Sapa Jin Ling.

Dianggukanlah kepalanya itu menjawab sapaan Jin Ling.

"Mengapa kau berada disini Tuan Muda Kedua Xu ?" Tanya Wei Lian.

"Tentu saja untuk berdoa, apalagi tujuan orang ke kuil selain untuk berdoa Lian'er." Ucap Ye Han sembari menahan tawanya.

Wei Lian pun berusaha mengkondisikan raut mukanya itu, ia tak ingin marah-marah didepan dewa.

Ia bukanlah Wei Lian asli yang mengutuk dewa karena membuat hidupnya sengsara. Jikalau ia ikut mengutuk dewa, sudah dipastikan dewa tak akan membantunya agar tetap hidup kali ini.

"Aku juga tahu itu, yang aku maksudkan adalah mengapa kau masih berada di kota ini Tuan Muda, bukankah kau kembali dengan rombongan sekte Xu ?" Tanya Wei Lian dengan ditekankan di kalimat terakhirnya.

"Memang, tapi aku kembali karena ingin melihat wajahmu lagi." Ucap Ye Han.

Ucapannya itu membuat Jin Ling melongo, sisi apalagi yang ditunjukkan Tuannya ini ? Ia benar-benar ingin muntah saat ini.

"Jaga ucapanmu di kuil Tuan." Ucap Wei Lian.

"Baiklah maafkan aku, maukah kau menungguku sebentar Wei Lian ? Aku tak akan lama saat berdoa." Ucap Xu Ye Han.

Wei Lian pun menolak, ia masih harus melakukan sesuatu, kalau ia mengiyakan pastilah lelaki ini akan mengajak ia bermain.

"Maafkan aku Tuan Muda Xu, aku masih ada urusan." Jawab Wei Lian.

Terlihat Xu Ye Han memincingkan alisnya, sejak kapan wanita didepannya ini punya hal yang harus dilakukan.

Setaunya Wei Lian hanya akan melamun setiap hari.

"Urusan apa Lian'er ? Kalau kau kesusahan, aku bisa membantumu." Ucap Ye Han.

"Aku tak begitu kesulitan, namun terima kasih atas niat baikmu Tuan Muda Xu Ye Han." Ucap Wei Lian.

Akhirnya Wei Lian pun berpamitan pergi, setelah wanita itu menghilang dari pandangannya. Matanya itu langsung menatap Jin Ling.

Jin Ling yang sudah paham dengan isyarat itu pun langsung pergi mengikuti Wei Lian.

......................

Jin Ling terus memperhatikan Wei Lian dan Liuli yang tengah berlatih pedang.

Ia tak menyangka kalau Wei Lian akan berubah secepat ini, meskipun begitu Jin Ling juga merasa heran saat melihatnya.

Dia adalah anak dari pendekar hebat, tentunya ia juga berlatih beladiri. Namun saat ini yang ia lihat hanyalah seperti anak kecil yang tengah bermain pedang-pedangan saja.

"Saat melawan Lu Meixi ia tak seperti ini, ada apa dengan gerakan tubuhnya itu ?" Gumam Jin Ling.

Tak berapa lama Xu Ye Han sudah tiba ditempat Jin Ling bersembunyi.

"Tuan, kau sudah datang." Ucap Jin Ling seraya menatap Xu Ye Han.

"Apa yang kau dapati dari tadi Jin Ling ?" Tanya Ye Han.

"Sejak tadi yang mereka lakukan hanya berlatih Tuan t-tapi...." Jin Ling sangat ragu untuk mengucapkannya.

"Tapi apa ?" Tanya Xu Ye Han penasaran.

"Perhatikanlah sendiri Tuan." Ucap Jin Ling.

Xu Ye Han hanya menggelengkan kepalanya pelan, ia pun langsung menatap kebawah, ia dengan jelas melihat Wei Lian dan Liuli tengah berlatih.

Ia juga sama terkejutnya dengan Jin Ling, mengapa Liuli lebih luwes dengan pedangnya ?

Merasa sudah cukup memperhatikan mereka berdua berlatih, Xu Ye Han pun terbang menghampiri dan diikuti oleh Jin Ling.

"Kalian berdua sangat bersemangat sekali." Ucap Ye Han.

Lagi-lagi kedatangannya membuat fokus Wei Lian terpecah. Ia pun langsung menyeka keringat yang bercucuran di dahinya.

"Liuli apa tujuanmu berlatih pedang dan kultivasi ?" Tanya Xu Ye Han seraya menatap Liuli.

Meskipun terkejut karena Xu Ye Han tiba-tiba bertanya padanya, Liuli tetap menjawabnya dengan mantap.

"Aku ingin lebih kuat agar bisa melindungi Nyonya dan tentunya melindungi diriku juga." Jawabnya.

"Kalau kau Lian'er ?" anya Xu Ye Han.

"Tentu saja sama seperti Liuli, dan juga bukankah wajar bagiku untuk berlatih ? Ayahku adalah pendekar hebat, begitu juga dengan suamiku." Jawab Wei Lian.

Xu Ye Han pun tersenyum mendengarnya.

Saat melihat Liuli menjawabnya ia tahu dari tatapan matanya yang sangat bersungguh-sungguh.

Sedangkan pada Wei Lian ia tak menemukan kesungguhan itu.

"Sepertinya kau masih belum menemukan alasan yang tepat Lian'er." Ucap Ye Han.

Wei Lian langsung mengerutkan keningnya, ia bingung dengan ucapan Ye Han.

Apa menurut lelaki ini dia tak bersungguh-sungguh dalam berlatih ? Kalau dia tak bersungguh-sungguh mana mungkin ia berlatih dengan sembunyi-sembunyi begini.

"Saat kau sudah menemukan alasan yang tepat pasti kemampuanmu akan meningkat pesat Lian'er." Ucap Ye Han.

Meskipun masih tak paham dengan ucapannya, Wei Lian tetap mengangguk, ia tak ingin berdebat dengan lelaki ini.

"Kemarikan pedangmu Jin Ling." Ucap Ye Han.

Jin Ling pun memberikan pedang ditangannya itu pada Xu Ye Han.

Begitu pedang sudah berada ditangannya, Xu Ye Han langsung memperagakan gerakan-gerakan bela diri dihadapan Wei Lian dan juga Liuli.

Wei Lian dan Liuli sangat kagum melihat kemampuan Xu Ye Han, gerakannya sangat tajam dan indah.

Namun Wei Lian merasa gerakan yang ia lihat ini sangat familiar.

Ye Han pun tersenyum menatap Wei Lian dan Liuli yang melongo.

"Ini adalah gerakan bela diri sekte Wei." Ucap Ye Han.

Pantas saja dirinya merasa sangat familiar.

"Perhatikan lalu ikutilah gerakanku." Ucap Ye Han.

Mereka berdua pun akhirnya mengikuti instruksi dari Xu Ye Han.

"Terlihat lebih mudah saat ada seseorang yang mengajari langsung." Ucap Liuli.

"Kau benar Liuli." ucap Wei Lian.

"Saat berlatih jangan banyak bicara, kalian harus fokus." Ucap Ye Han.

Seolah takut dimarahi oleh guru, mereka berdua langsung menutup mulut dan kembali fokus.

"Tanganmu terlalu tinggi Lian'er, langkahmu juga terlalu lebar."

"Kau sudah bagus Liuli."

Wei Lian merasa sangat kesal, daritadi hanya dirinya yang mendapat teguran dari Xu Ye Han.

Padahal ia sudah benar-benar memperagakannya sesuai dengan arahan Xu Ye Han.

1
Deni Siska
Wei lian yg asli bodoh...naaahhh yg gantiin malah janda jablay pula...malah makin bodoh... sampai sini aja 👋🏻👋🏻
Amazing Grace
lebih cocok si Wei lian ini mati,karakternya terlalu naif dan menye menye, seperti bukan orang yang bertransmigrasi dari zaman modern,pikirannya bahkan lebih kolot dan tolol
Neni Nuraeni
Luar biasa
Widya Wati
perempuan naif...jadi malas
Widya Wati
makin kacau
Widya Wati
semoga zi lan Dapat karma ....jadi geram liat Wei Lian ditindas trs
nuke
malah ngarep perhatian zi lan hadehhh
Widya Wati
naif
Widya Wati
punya suami kok kayak anjing...maaf Thor.. esmosi jiwa
Sribundanya Gifran
lanjut
Rina Christina
terlalu klasik banget, merebutkan hati suami. hadeh.
Kartika Lina
orang plin plan seperti zi lan memang ta cocok jadi pemimpin
Kartika Lina
pelayan bodoh,, nyari masalah buat majikannya sendiri 😡
Kartika Lina
padahal wei lan pakai cara menjauh untuk menarik perhatian zi lan,, kalau kita terlalu nerima nantinya yang ada malah melunjak laki2 seperti zi lan itu
Zhivana anindia Lestari
bagus ceritanya semangat kak
Zhivana anindia Lestari
hadir ya ka
• リムル・テンペスト • Bisa panggil Am
merenungi nasib wei lian dan Jian Mei(⁠〒⁠﹏⁠〒⁠)
cindi28
disini tuh seharusnya pemeran antagonisnya menjadi kuat dan tak terkalahkan bukan malah jadi wanita bodoh dan lemah gimana sih tor,, kalau aku jadi jian mei udah gue bunur tu dua orng tak berguna tuh
Ria Kotamala
dari mana antagonisnya? yang ada hanya wanita bodoh dan rapuh
Dede Adit
semangat update trs 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!