NovelToon NovelToon
Aku Bukan Rahim Pengganti

Aku Bukan Rahim Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Poligami / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Windii Riya FinoLa

Calista Abraham adalah anak angkat dari pasangan Edzar Zeon Abraham dan Pricilla Ivy Alexander.

Terpaksa Calista harus kehilangan sesuatu yang begitu berharga untuk hidup seorang wanita dan harus menepis impian masa depannya akibat kesalahan satu malam ketika dirinya menghadiri acara perpisahan Sekolah Menengah Atas.

Hatinya begitu hancur mengetahui keadaan dirinya tengah mengandung anak dari seorang pria matang yang tak lain teman orang tua angkatnya.

Pria matang itu adalah Carlos Martinez.

Bagaimana kisah Calista dan Carlos?
Apakah Calista rela menjadi yang kedua karena Carlos memiliki istri?
Benarkah Calista menerima menjadi kedua dengan tulus atau ada niat berbeda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windii Riya FinoLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Aku Bukan Rahim Pengganti

Carlos sedari tadi sudah berdiri di depan pekarangan rumah keluarga Abraham yang tak lain adalah keluarga istri muda nya.

Kepalanya menengadah melihat beberapa jendela di lantai dua mencari dimana letak kamar istrinya.

Di buka jas nya, diserahkan pada Bimo, lalu menggulung kemeja hingga ke siku lengan. Ia tahu jika ke keluarga mertuanya telah mengetahui kedatangan nya.

Ia pun melangkahkan kaki menuju teras belakang rumah tersebut karena sudah tahu kebiasaan keluarga mertua nya jika sudah menjelang sore akan menghabiskan waktu bersama di sana.

Langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang di rindukan sedang menyiram bunga Matahari dengan senyuman diwajahnya.

Ah, Mengapa jantung Carlos mendadak berdetak lebih kencang saat melihat Calista dari pada saat akan berhadapan dengan mertuanya?

Matanya beralih menatap perut Calista. "Papi merindukan kalian, sabar ya.. Papi akan menjemput kalian," ucap Carlos pada dirinya sendiri.

...****...

Calista sedang asyik menyiram bunga Matahari tak sengaja melihat sosok yang mirip seperti seseorang yang sangat dirindukan namun belum sepenuhnya dimaafkan.

Calista menoleh ke arah dimana orang tuanya sedang duduk menikmati sore berdua. Ia pun mendekati Carlos.

"Sayang," ucap Carlos ketika Calista sudah berada dihadapan nya.

Calista menatap Carlos seraya menggigit bibir bawahnya karena sangat ingin memeluk suaminya itu.

Begitu juga dengan Carlos merasa ingin sekali memeluk istri kecilnya. Tanpa berkata, Carlos langsung memeluk Calista.

"Akhirnya aku mengerti indahnya cinta, itu semua karena dirimu."

Calista mendongak, bibirnya manyun, lalu memukul dada bidang Carlos. "Bohong. Om jahat sama aku," keluh Calista meneteskan air mata

Percayalah, Calista merasa begitu cengeng bila di depan Carlos.

Carlos mengusap air mata Calista. Jujur saja, mungkin maksud Carlos waktu itu benar. Tetapi caranya yang salah dan melupakan kebiasaan Calista setelah perbuatan nya.

"Maaf, jangan ulangi untuk membahayakan kamu dan anak kita lagi. Kalau kamu marah, datangi aku dan hajar aku sesukamu. Aku begitu takut kehilanganmu dan anak kita," ucap Carlos tulus.

Carlos tahu jika Calista masih muda dan belum bisa sepenuhnya menerima status sebagai istri kedua yang disembunyikan dan mengandung diusia muda.

Calista hanya mengangguk dan menikmati pelukan hangat itu. Bimo hanya bisa diam mematung melihat adegan manis dihadapan nya.

Carlos mengeratkan pelukan seraya mengecup pucuk kepala Calista berulang kali. "Aku merindukan kalian," ucap Carlos membuat Calista mendongak menatapnya lagi.

"Bohong. Buktinya gak pernah datang kesini," cibir Calista.

Carlos menangkup wajah Calista. "Aku mencintaimu."

Kedua bibir itu bertemu kembali setelah sekian lama. Saling berpagut, menyesap, menyalurkan kerinduan yang semakin menuntut.

Tanpa mereka sadari, sedari tadi Ivy telah melihat adegan itu. Masih ada rasa amarah di hati, tetapi tak mungkin membuatnya memisahkan sepasang suami-istri yang saling mencintai tanpa disadari kedua belah pihak.

Mungkin saja, Ivy bisa mengendalikan diri dari amarah. Tetapi tidak dengan suaminya. Itulah sebab nya sedari tadi Ivy tak membiarkan suaminya bergerak dari teras belakang.

...****...

Ciuman mereka semakin intens, bahkan saat kehabisan stok udara di dada dan melepas ciuman itu beberapa saat, kemudian melanjutkan ciuman itu.

Ivy berdiri di belakang Carlos dan menepuk-nepuk bahu pria yang sedang berciuman dengan Calista membuat sepasang suami-istri itu tersentak dengan cepat mengusap air liur menggunakan punggung tangan masing-masing.

Wajah keduanya memerah menahan malu apalagi saat Carlos melirik ke arah Bimo yang tengah berusaha menahan tawa.

"Ikut ke belakang," titah Ivy pergi begitu saja.

Carlos dan Calista menelan saliva dengan kasar menatap punggung Ivy.

"Om pulang saja, ya!" Mendadak Calista menjadi khawatir.

Carlos menoleh ke arah Calista. "Kenapa? apa kamu gak mau pulang bersamaku?"

"Bu-bukan. Aku khawatir sama Om," cicit Calista membuat hati Carlos menghangat.

Jujur saja. Selama menikahi Nadia, tak pernah istri pertama nya itu memperlihatkan kekhawatiran untuknya.

Nadia hanya meminta pengertian nya tetapi tak pernah memberi pengertian. Nadia memang melayaninya, tetapi tak pernah memberi kenyamanan hati untuknya.

Carlos tersenyum sambil mengelus pipi Calista menggunakan ibu jari. "Kita harus hadapi, sayang. Kamu yang tenang, aku gak akan terluka."

Calista mengangguk. Keduanya berjalan menuju teras belakang dengan Carlos merangkul bahu istrinya diikuti Bimo di belakang.

"Kau," pekik Edzard bangkit ingin melayangkan bogeman pada Carlos.

"Papi," pekik Calista terkejut membuat Edzard urung.

"Kita bicarakan dengan kepala dingin. Sekarang, duduklah kak."

Semua orang duduk. Carlos merasa kikuk berhadapan dengan Edzard dan Ivy. Tidak seperti biasa, mungkin karena status yang berbeda.

"Jangan panggil aku kak, Vy. Aneh dengarnya!" ucap Carlos lirih. Percayalah, Bimo rasanya sudah mulai tak kuat menahan tawa.

"Jadi? panggil nak Carlos gitu?"

"Itu lebih menggelikan, Carlos Martinez!" cebik Ivy membuat semua orang tertawa, tawa Bimo lah paling terkeras.

Wajah Carlos memerah apalagi melihat Calista juga menertawakan nya. Seketika merasa sangat tua bila bersanding dengan Calista.

"Sudah-sudah. Kamu pilih pistol atau panah?" tanya Edzard membuat tubuh Carlos menegang sedang Calista menatapnya pias.

"Pi," protes Calista namun Edzard tak menggubris.

"Ah, kenapa kau diam saja. Berarti kau memilih keduanya," ucap Edzard semakin membuat Carlos menegang.

Carlos di paksa untuk ikut ke tempat pelatihan yang ada di belakang rumah mereka.

"Sial. Kenapa harus diikat?" sentak Carlos membuat Edzard menyeringai.

Edzard menjitak kepala Carlos yang tengah diikat Bimo. "Kau diam saja. Atau peluru ini melesat di kepala mu yang pikiran nya hanya dua selang kangan saja," cibir Edzard.

Carlos melengos.

"Aku yakin pasti selang kangan anakku lebih nikmat 'kan?" tanya Edzard seraya mundur mengambil jarak untuk melakukan sesuatu yang di tunggu dan disuka nya.

Carlos yang duduk terikat dan buah nanas di atas kepala terus berontak. Kini, ia berada diantara hidup dan mati. Apalagi saat melirik ke arah Calista yang duduk bersama Ivy tengah menangis.

Tentu saja Carlos tahu jika Edzard tengah menahan amarah untuk nya tetapi di tahan karena masih berada dihadapan dua wanita itu.

"Ed. Kau terlalu jauh ambil jarak. Aku gak mau mati sebelum anakku lahir, heh!" sentak Carlos namun tetap duduk tegak agar nenas di atas kepala tidak jatuh.

Edzard sudah siap membidik buah di atas kepala Carlos. Semua orang ikut tegang.

Hingga peluru itu melesat tepat di buah nenas membuat semua bernafas lega.

Buah berganti menjadi buah apel dan Edzard mengulang kembali hingga buah terkecil, buah jeruk limau.

"Ed. Istriku sudah menangis," ucap Carlos lirih karena tubuhnya sudah lemas akibat ketakutan yang mendera.

Edzard tak menjawab, ia telah siap membidik buah limau yang tersembunyi di rambut Carlos.

"Papi, cukup!" teriak Calista berlari mendekati Carlos dan memeluknya dalam tangisan.

1
Atoen Bumz Bums
makanya Fadil KLO mau pigi itu ngomong dulu mau ketempat Mario JD gak dicariin
Atoen Bumz Bums
entah siapa yg salah...
Atoen Bumz Bums
mario ayahmu 14 disakiti Lo bukan 3 bulan tersiksa batinnya
Atoen Bumz Bums
mending minta tolong sama Calista
Atoen Bumz Bums
apakah Wildan bapaknya Calista
Atoen Bumz Bums
sekali bebas gak diawasi lgsg kejadian yg ditakutkan
Tarwiyah Nasa
mungkin iti karma tuk dewi..
Tarwiyah Nasa
ini berarti Nadia poliandri..
Cicih Sophiana
ayo lah siapin ring... kan seru mertua dan menantu 😂😂😂
Cicih Sophiana
gapapa ya Nit jadi sugar baby jg... asal om Wil nya sebaik om Carlos
Cicih Sophiana
terima aja Dewi mungkin emang itu takdir mu... tau semua setelah menikah
Cicih Sophiana
nama nya jg manusia ada aja hati nya yg rusak...
Cicih Sophiana
kasian jg sih sama Nadia... anak nya yg gak berdosa ikut tersiksa krn ibu nya
Cicih Sophiana
lebih baik kamu jg urusan Fadil tuh Nad... bentar lg mau menikahi perempuan lain... kamu keterlaluan serakah sin Nad perempuan kok mau punya dua suami... kasian kan bayi dlm kandungan nya mau ngaku ayah nya yg mana..
Cicih Sophiana
hebat kamu Nad punya dua suami yg bisa di atur sesuka mu...
Cicih Sophiana
jadi istri ke dua itu pasti sulit... apa lg ini hanya istri yg di sembunyikan
Cicih Sophiana
akhirnya nya Nadia di buang sana sini...🤭😅
Cicih Sophiana
14 thn di bohongin Nadia... Carlos berarti kamu yg bodoh... apa krn terlalu bucin atau apa?
Cicih Sophiana
Fadli suami yg luar biasa sabar dan setia... gak ada suami yg seperti Fadil yg istri nya di pinjemin ke laki laki lain...
Cicih Sophiana
idih Calista kok mau mauan sih satu rumah dgn Nadia...dulu bilang nya cuma mau balas dendam... sekarang jd tergila gila si om Carlos...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!