Harapan dalam berumah tangga adalah kebahagiaan,hidup damai dan tenang namun berbeda dengan kisah Nirmala Anindia yang memiliki suami yang sama sekali tak pernah melihat Keberadaannya..
Suatu hari Mala memergoki Jimmi sedang berselingkuh dengan seorang wanita cantik bernama Anita.
Jimmi Mahendara adalah suami Mala,mereke menikah karena di jodohkan dan Mala yang selalu tampil apa adanya membuat Jimmi mencari wanita lain untuk memenuhi hasratnya..
Hingga suatu hari Mala terjatuh hingga membuat Mala hampir kehilangan nyawanya,malang tak dapat di tolak anak yang ada dalam kandungan Mala pun meninggal karena Mala mengalami keguguran..
Bertahun tahun Mala terpuruk dalam dilema hingga suatu hari Mala mulai berfikir untuk membalas dendam terhadap Jimmi dengan bantuan Attala lelaki yang dengan sangat tulus mencintainya akankah Mala kembali lagi pada Jimmi ataukah Mala akan melabuhkan hatinya pada Atta laki laki yang tulus mencintainya..
Simak kisah selengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capture 32
Mala pun menatap kearah Atta yang masih berada di dalam pelukannya..
"Mas awas aku mau mandi!" Mala pun berusaha membuat suaminya minggir namun malah justru mengeraskan pelukannya..
"Udah sayang jangan ganggu aku mau gini aja sampai besok." Atta pun merasa nyaman berada di pelukan Mala..
Mata Mala langsung melotot mendengar bahwa Atta masih ingin berpelukan sampai besok aduh yang benar saja kan pasti Mala akan gak enak sama Ayah dan Bunda..
"Mas tapi gak enak sama Ayah dan Bunda masa kita di dalam kamar terus apa kata mereka nanti." jawab Mala sembari menelan silvanya Mala tak pernah membayangkan mau berapa kali dia di rudal sama Atta..
"Kamu tanang aja sayang Ayah sama Bunda gak di rumah mereka sudah berangkat ke London semalam jadi kamu tenang saja cukup layani aku aja karena aku mau di peluk dan di bikin enak sama kamu." Atta pun langsung menerkam bi*ir Mala dengan rakusnya..
Mala pun kaget saat mendengar bahwa Ayah dan Bunda berangkat ke London malam tadi pantas saja suaminya dengan santainya gak mau bangun..
Mala pun semakin mendesah menikmati setiap sentuhan yang di lakukan Atta tanpa di sadari Mala pun membalas pangutan itu dengan lembut...
Atta pun senang karena mendapatkan lampu hijau dari Mala,Atta pun semakin bringas melahab setiap inci tubuh Mala yang membuatnya begitu menggoda selama ini...
"Kamu nikmati sayang aku akan membuatmu melayang jauh keudara dan aku akan memuaskanmu sepanjang hari." ucap Atta sesaat sebelum melancarkan kembali aksinya...
Mala pun hanya bisa menikmati setiap sentuhan yang di lakukan olah Atta,Mala pun semakin di buat melayang..
Leguhan panjang pun dirasakan keduanya saat mereka sama sama mencari puncaknya..
Atta pun terkulai diatas Mala sedangkan Mala mesih menikmati sisa sisa keindahan yang tengah mereka rasakan..
"Terima kasih ya sayang. Nanti kita tinggal di apartemen aja ya biar kita bisa leluasa berduaan terus aku ingin secepatnya nanti punya anak dari kamu sayang? Apa kamu mau menjadi ibu dari anak anakku kelak?" tanya Atta sembari memeluk Mala dengan hangat..
Mala pun hanya mengangguk dia pun merasakan bahagia yang sesungguhnya dimana dia bisa merasakan kasih sayang yang benar benar tulus dan dimana Mala benar benar menikmati setiap momen bersama Atta..
"Iya Mas tentu saja aku mau,terima kasih ya karena telah menerimaku dengan apa adanya. Mas aku harap kamu selalu seperti ini selalu menjadi sosok laki laki hangat yang menyayangiku dengan seribu kekuranganku jangan pernah lelah untuk mengingatkan jika suatu saat nanti aku melakukan kesalahan ya." ucap Mala sembari membalas pelukan sang suami...
Keduanya pun sama sama terlelap dan kini mereka pun bermimpi..
Di lain tempat..
Pasca bercerai dengan Mala kehidupan Jimmi menjadi hancur dia pun harus hidup sendiri karena sang Bunda lebih memilih untuk tinggal di luar negri daripada menemaninya..
"Mala apakah kini kamu telah bahagia? Apakah kamu sudah melupakan aku? Kenapa kamu gak mau memberiku kesempatan kedua si kenapa? Mungkin benar cinta akan terasa menyakitkan jika kita sudah kehilangan orang yang menyayangi kita dengan setulus hatinya. Aku yang selama ini buta tak pernah menganggap kamu ada,tapi kenapa setelah kamu meninggalkanku terasa begitu pilu hati ini kenapa."
Jimmi pun kini berada di dalam tekanan hidupnya hanya minuman keras yang menemaninya sepanjang waktu...