NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 - Burung Gagak Hitam

Di waktu bersamaan juga Fathan dan Alea pada akhirnya di nikahkan dan Pak Rahmat bersedia menjadi wali nikah Alea. Ada getaran dalam dada saat ijab qobul mulai terucap.

"Saya terima nikah dan kawinnya Azalea Calista dengan mas kawin tersebut, tunai!" balas Fathan tak kalah lantang salam satu kali tarikan nafas.

"SAH!"

Dan kata sah menggema dalam ruangan sederhana disaksikan warga serta keluarga dekatnya. Fathan tak percaya kini dia kembali menjadi suami Alea, wanita yang pernah menjadi mantan istri dan sekarang sudah kembali jadi istri.

Pun dengan Alea, pada akhirnya mereka benar-benar menikah dan yang menjadi wali nikahnya ayah kandungnya sendiri. Setetes air mata jatuh membasahi pipi putihnya, tidak menyangka ini akan terjadi lagi dengan orang yang sama.

Doa pun di pimpin sama ustadz dan dilanjutkan dengan Alea mencium tangan Fathan lalu Fathan mengecup pucuk kepala Alea berdoa untuk kebaikan mereka.

"Makasih udah mau balikan sama aku," bisiknya mesra setelah mengecup Alea. Pipi wanita itu merona, menunduk menyembunyikan rona merah di wajahnya.

"Alhamdulillah sekarang kalian sudah sah jadi suami istri, tinggal kalian mengesahkan pernikahan kalian di negara," ucap Ustadz berdoa untuk kebaikan keduanya.

"Makasih ustadz udah mau saya repotkan," kata Gavin lega acara yang telah ia siapkan tanpa ada yang tahu berjalan lancar meski ada keributan.

Satu persatu para warga mulai meninggalkan rumah Rahmat dan memberi ucapan selamat pada pengantin, bahkan Gavin juga membagikan beberapa lembar uang merah sebagai pengganti prasmanan.

"Kalian sudah selesai 'kan? Tidak ada lagi yang harus kita lakukan maka sekarang kalian semua pergi dari sini! Pergi!" ujar Yuni mengusir mereka semua.

"Tak perlu di usir pun kita akan pergi sekarang juga," sahut Gavin berdiri dari duduknya.

"Ayo pelgi, banyak hantu di cini," kata Azka dalam gendongan Fathan.

"Hantunya mana sih? Papa gak lihat loh."

"Itu hantu, ihh celem." Tangan Azka menunjuk Yuni seraya muka berpaling tak ingin melihat wajahnya.

Yuni melotot. "Kurang ajar! Bocah edan! Saya bukan hantu!"

"Diam! Mas bawa Fathan keluar dari sini, dari tadi dia terus mendengar perkataan tak sepantasnya." Fathan mengangguk kemudian keluar.

"Oh iya, makasih sudah mau menjadi wali nikah Alea, Pak. Sekarang tahu kan kalau ibu tidak pernah berkhianat, kami permisi dulu." Alea keluar mengikuti Fathan.

Gavin tersenyum sinis pada Yuni. "Sayangnya pelet ajian nurut gak mempan di kita," ucapnya pelan pada Yuni lalu keluar juga.

"Brengsek kalian semua! Gak tahu malu! Bikin keributan di rumah orang, awas saja, aku akan buat kalian mati seperti Karina," ucap Yuni dalam hati mengepalkan tangan marah tidak bisa berbuat apapun takut semua rahasia yang dia sembunyikan di ketahui banyak orang.

Mereka sudah keluar semua dan bersiap pergi tapi perhatian kita teralihkan oleh keributan yang ada di jalan.

"Ada apa sih teriak maling-maling segala?" tanya Alea.

"Mana kita tahu, coba kita ke depan," balas Vale lalu semuanya kesana, dan alangkah kagetnya melihat banyak orang saling kejar dan saling salah-menyalahkan.

"Ini drama apaan? Aldi juga ikut-ikutan?" ucap Fathan tercengang.

"Ini mah demo dadakan, apakah ada aksi kejar maling?" sahut Ayumi mendengar teriakan maling.

Makin diperhatikan makin ramai dan makin saling menunjuk.

"Ya ampun temen kamu emang kagak ada kerjaan ya, dia datang bawa orang banyak, habis darimana sih?" tanya Pak Danang heran juga.

"Mana saya tahu Pak, kalaupun tahu juga pasti kita tahu," balas Fathan.

Gavin geleng kepala sama drama dadakan.

Bu Rima ikut kesal Aldi malah ikutan berpartisipasi dalam perkumpulan dadakan ini.

"HENTIKAN! BERHENTI KALIAN!" Pekik Bu Rima mendekat pada mereka.

Seketika mereka kompak berhenti dan menoleh bersamaan kepada Bu Rima.

"Aldi, kamu ngapain bawa banyak orang kesini hah? Mau tawuran? Mau ngajak kerja kelompok? Sudah gak hadir dalam acara nikahan Fathan eh datang malah bawa rombongan, ngapain kamu?" pekik Bu Rima bertolak pinggang.

"Tuh semua gara-gara cewek ini, Bu. Dia duluan bawa kabur mobilku tanpa izin," jawab Aldi menunjuk Euis.

"Kok jadi ke saya, Kang? Saya tadi izin sama akang mau minjem mobilnya, kalau gak ke pepet gak akan mau atuh," balas Euis.

"Kamu juga salah udah ngambil angkot saya."

"Akang ini juga salah ngambil bentor saya tanpa izin."

"Apa lagi akang yang ini udah bawa kabur motor saya," timpal pemilik motor saat tadi sedang kencing di balik pohon tanpa disadari lupa mengancingkan lagi celananya, dia berlari sambil memegang celana.

"Om Celananya melolot, ada Bulung bulu hitam menggantung itu," celetuk Azka cukup keras meski suara anak kecil seraya menunjuk pemilik motor yang ikut mengejar. Mata polosnya terus memperhatikan kehebohan sekitar sampai mata polosnya terus memperhatikan celana salah satu dari mereka.

Hah.

Mereka sontak ikut menoleh pada satu orang.

"TIDAKK!!"

"Aakkkhhh!!"

"Burung kutilang!!" pekik Ayumi mengerjapkan mata.

Sedangkan Vale langsung berbalik dan kebetulan ada Gavin di sampingnya langsung menghadap Gavin memejamkan mata. "Itu apa? Mata suciku ternoda tuhan, mata suciku gak polos lagi," gumamnya bisa di dengar Gavin.

"Akkhhh!! Burung hitam berdiri!" Bu Rima melotot tak berkedip.

Grep.

Pak Danang tiba-tiba menutup mata Bu Rima. "Kaget sih kaget tapi gak usah di pelototin juga Rim," ucapnya kesal.

Grep.

Dan Fathan langsung memeluk Alea menyembunyikan wajahnya di dada. "Jangan lihat Yank, punyaku lebih menggoda."

"Ish, apaan sih Mas, aku belum lihat loh soalnya terhalang orang." Rona merah menghiasi pipinya, ia jadi teringat masa-masa berdua tanpa busana dengan Fathan.

Bibir Fathan tersenyum tipis, matanya menunduk memperhatikan perubahan wajah Alea. "Lagi ingat kita ya?" godanya makin gak sabar.

"Mas, apaan sih." Nada manja mendayu merdu malah makin membuat Fathan gak sabar memakan istrinya.

"AKHHHH GAK SABAR MALAM PERTAMA!" pekik Fathan secara tiba-tiba berbarengan dengan teriakan pemilik motor.

Pria itu menunduk. "AKKHHHH GAGAK HITAM BERDIRI TEGAK!" Dia berlari terbirit-birit seraya memegangi celananya.

"BERISIK KALIAN!" sentak Yuni keluar dari dalam rumah dengan penampilan berantakan dan rambut terurai ke depan menyerupai hantu kunkun.

"AKKHHH SETANNNN!"

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!