NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Modern / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Park alra

Bagaimana jika dua orang yang saling membenci malah terikat hubungan pernikahan?

Itulah yang terjadi pada Isvara dan Gerald. Karna suatu alasan mereka terpaksa untuk menikah.

Gerald sangat membenci Isvara begitu pun sebaliknya, hingga hubungan mereka tak bisa di selamatkan, sang nenek malah memberikan mereka waktu enam bulan untuk mengenal satu sama lain.

"Isvara dan Gerald, nenek kasih waktu kalian selama enam bulan untuk tinggal bersama, jika selama itu tidak ada cinta di antara kalian berdua, maka kalian bebas menentukan takdir masing-masing."

Bagaimana kisah cinta mereka berdua? Lalu, Apa saja yang akan di hadapi Isvara selama tinggal di kediaman wirasena? Ikuti ceritanya.

Note: cerita ini mengandung kata-kata kasar, dan akan membuat kalian naik darah,jika tak sanggup berhenti tapi jika kalian penasaran?

Kisah ini juga akan membuat kalian senyum-senyum sendiri sampai di kata orang gila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park alra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 : Awal yang baik?

Gerald yang saat ini berjalan santai menuju pantry, di buat penasaran oleh bayangan seseorang yang tiba-tiba berkelebat.

Gerald memicingkan mata, untuk melihat jelas, dari bentuk tubuhnya yang mungil sudah di pastikan dia adalah wanita. Namun karna posisi membelakanginya dan wanita itu memakai selendang dia tidak bisa melihat wajahnya.

"Apa jangan-jangan dia penyusup," gumam Gerald. Lalu ia berinisiatif untuk mengikuti langkahnya.

Namun saat hendak menuju keluar, seseorang mengagetkannya dari belakang.

"Kak," Brinda menepuk pundaknya. Gerald menoleh dengan terkejut.

"Oh, ada apa Bri?" Perhatian Gerald jadi tak fokus. Wanita itu sudah menghilang dari pandangannya.

"Harusnya aku yang nanya gitu,kakak ngapain di sini?"

"Kakak abis ngambil air, gak sengaja liat bayangan orang, jadi kakak ikutin," ucap Gerald.

Brinda mengikuti arah pandang Gerald, namun ia tidak menemukan siapa-siapa.

"Kakak ngelantur ih, gak ada orang kok," ucap Brinda.ntah kenapa tengkuknya jadi merinding.

Gerald mengangguk-angguk. " Mungkin, sepertinya kakak terlalu kelelahan."

Brinda mengangguk, mengiyakan. Lalu ia mulai ingat untuk membicarakan tentang pesta yang akan Gerald datangi.

"Kak, eum ... tentang pesta kolega om Arya, pak Subroto, eum ... Bri boleh ikut juga gak?"

Pandangan Gerald kini fokus pada Brinda. "Kamu mau ikut?"

Brinda mengangguk. "Lagian kan ini pesta ulang tahun anak pak Subroto, kebetulan dia itu temannya Brinda juga,boleh ya kak."

Gerald tampak berfikir sejenak. "Oke," katanya.

"Asal jangan sampai berbuat aneh-aneh yang sampai mempermalukan perusahaan."

Brinda berteriak riang. "Horeee, makasih kak."

"Oh ya, buat partner nanti kakak bakal ngajak kak Laura kan? gak mungkin dong kalo kakak ngajak si gadis kampungan itu?"

Gerald tampak diam, ia tidak tau harus menjawab, pun tidak terpikirkan untuk mengajak Laura. namun dia hanya mengangguk saja.

Isvara atau Laura? siapa yang akan dia pilih untuk ia ajak ke pesta?

***

Sementara kini Isvara sudah tiba di halaman belakang, sudah ada Brandon yang menunggunya di sebuah paviliun kecil yang ada di sana.

"Lo datang juga." Brandon tampak sumringah.

"Aku hanya mengikuti kata hatiku saja."

Senyum Brandon semakin lebar. "Itu bagus."

"Jadi apa keputusan lo?"

Isvara diam sejenak, mengeratkan genggamannya pada selendang di kepala.

"Sebelumnya aku ingin bertanya, kenapa kamu sampai sebegini nya ingin membantuku? kenapa kamu terkesan sangat perduli padaku?"

"Perduli? gak Isvara,no,no lo salah." pria itu terkekeh Membuat dahi Isvara mengkerut dalam.

"Realistis aja, gue ngebantu Lo, gue juga dapat imbalan,yaitu jadi pacar lo, seimbang bukan?"

"Lagian ada satu hal yang gue takut kan, yaitu Gerald yang udah mulai suka sama lo."

"Suka denganku? itu gak mungkin," ucap Isvara tidak percaya.

"Gue tau Gerald bahkan sejak orok Isvara, dia gak akan sebegitu perduli nya sama wanita kecuali kalo emang dia tertarik."

"Ingat, pas dia pulang dalam keadaan mabuk sama si Samuel, asistennya itu?"

Isvara mengangguk. ia masih ingat jelas saat Samuel mengantar Gerald yang mabuk berat.

"Itu semua karna lo. gue gak pernah ngeliat dia sebegitu putus asanya, dan semua itu karna lo."

Isvara masih tidak percaya. itu tidak mungkin, bisa saja kan dia Putus asa karena tidak bisa menikahi kekasihnya?

"Oke, gue bukanlah pria yang suka basa-basi, jadi Isvara apa keputusan lo?"

"Anu, begini beri aku waktu," ucapnya Membuat Brandon mendesah pelan.

"Kalo emang lo gak mau gak apa-apa, tapi gue sampai segininya sama lo karna murni pengen mempertemukan lo sama ayah lo."

Brandon adalah pria yang manipulatif, dia akan berpura-pura seakan tidak perduli atau menyerah, tapi sebenarnya tidak. ini hanyalah intrik.

"Tidak, aku juga ingin bertemu dengan ayahku, tapi ini semua sangat mendadak untukku, beri aku setidaknya waktu seminggu untuk berfikir."

Berhasil, Isvara memberikan jawaban yang dia inginkan, dengan begini gadis itu tidak akan bisa lari darinya.

"Baiklah, demi bisa buat lo Percaya dengan kesungguhan gue, seminggu bukan masalah."

Isvara tersenyum, hal yang tidak pernah Brandon liat sebelumnya.

"Damn it, wanita ini mempunyai senyum yang cantik."

"Oke, setelah seminggu, gue harap lo bisa memberikan kepastian buat gue."

Brandon akan masuk ke dalam hati Isvara secara perlahan-lahan.

***

Sesaat sudah Isvara pergi, ponsel Brandon berdering, ia mengangkatnya.

"Gimana, lo udah bikin gadis itu percaya?" suara seorang wanita di sebrang telepon.

"Belom,lo pikir mudah, dia gadis yang cerdik," ucap Brandon berbisik,agar tidak kedengaran.

"B*go kok gitu aja Lo gak bisa, gue gak mau tau pokoknya lo harus bikin gadis itu jatuh cinta sama lo dan menjauh dari Gerald," ucap wanita di sebrang telepon.

"Bacot, lo pikir gampang, duit seratus juta lo itu gak ada apa-apanya sama kepercayaan gadis itu," ucap Brandon kesal.

Hening sejenak, lalu terdengar kembali suara sang wanita.

"Oke, oke, gue bakal tambahin seratus juta lagi, asal lo bisa ngejauhin Isvara dari Gerald."

Brandon menyeringai. "Nah begitu dong, kirim ke rekening gue malam ini, gue pastiin Isvara bakal tergila-gila sama gue."

Tutt! sambungan telepon terputus sepihak. Brandon memandangi ponselnya.

"Wanita, wanita, masalah percintaan tolol aja harus nyusahin gue," desisnya lalu melenggang pergi.

Siapa kira-kira wanita itu?

***

Pagi tiba, Gerald sudah keluar dari kamarnya dengan pakaian casual rapi, hari ini libur dan dia akan menggunakan waktu santai berharga nya untuk mengajak seseorang ke pusat perbelanjaan.

Siapa lagi, jika bukan gadis itu, yup, Isvara. Gerald sudah memutuskan untuk mengajak Isvara sebagai pasangannya di pesta nanti.

Apakah ini awal yang baik untuk keduanya?

Gerald berjalan menuruni tangga dengan kacamata hitam yang bergelantung di kerah bajunya, jam rolex keluaran terbaru tak tertinggal menjadikan aura tuan mudanya sangat kental terasa.

Gerald sampai di depan pintu kamar Isvara, lalu pria itu mengetuk pelan, agar si empunya keluar.

Satu ketukan, dua ketukan, tidak ada yang menyahut. lalu karna kesal Gerald mengetuk pintunya sangat keras sambil meneriaki nama gadis itu.

"Isvara!!" kali ini Gerald benar-benar marah. dia tidak suka menunggu.

Lalu pintu terbuka Membuat Gerald berjengit, pria itu berusaha menormalkan raut wajahnya.

"Lo budek beneran apa gimana sih?!" bentaknya Membuat nyali Isvara ciut seketika.

"Maaf, gak kedengaran, ada apa emangnya?"

Mendadak Gerald menjadi grogi, bagaimana ya mengatakannya? tidak mungkin kan dia langsung to the point mengajak gadis itu pergi.

Saat dengan Laura dulu Gerald tidak sampai susah seperti ini, malahan terkadang wanita itu yang lebih dulu mengajaknya keluar.

Haruskah ia belajar dari Samuel sang Cassanova? Ah, jangan-jangan, bisa-bisa makin ancur.

"Eeee ... itu apaya? oh Iyah, ayo ikut denganku."

"Kemana?"

Benar, kemana ya? Aduh, kenapa dia mendadak menjadi grogi begini?

"Aduh, tenanglah jantung." gumamnya memegang dada sendiri.

Tuan muda yang satu ini memang gampang meleyot.

Isvara merasa ada yang aneh, ada apa dengan wajah Gerald yang memerah itu?

"Gerald?" Isvara melambaikan tangannya di depan wajah Gerald.

"Isvara, ayo kita berbelanja," ucapnya begitu lantang, Membuat Isvara juga ikut terkejut.

Gerald membalikkan tubuhnya, merasa malu. "Bodoh, bodoh apa yang lo lakuin?" rutuknya pada diri sendiri.

Sementara Isvara yang mengerti situasi, langsung terkekeh seketika.

"Oke, gue tunggu lo 10 menit buat siap-siap, awas jangan lama-lama, gue gak suka nunggu," ucap Gerald lalu berlari pergi.

Isvara tak bisa menyembunyikan tawanya. ia terbahak kencang.

"Apa tuan muda itu sedang salting?"

1
Anonim
Buwt yg menantang mbak … perempuan yg kuat biar Gerald bertekuk lutut
*jie_sung8513^ω^*
laura gue cincang juga ya lu..
makin di cuekkin makin menjadi jadi.......😠👊
*jie_sung8513^ω^*
bagus banget ceritanya..
*jie_sung8513^ω^*
jangan lupa mampir di cerita ku ya..
stevily.
kayra raka aja deh
Shifa Burhan
novel egois dan munafik

gerard intraksi dengan wanita lain kalian hujat dengan laknat

tapi

istana bebas berinteraksi dengan lelaki lain, bebas kontaknya fisik dengan lelaki lain, membela lelaki lain, mempermalukan suami didalam lelaki lain dan banyak orang dengan menampar nya, membela lelaki lain, bebas berduaan dengan lelaki lain, bebas curhat dengan lelaki lain, bebas mengumbar aib rumah tangga dan suami pada lelaki lain dan novel membenarkan semua kelakuan istana

memang gerald melakukan kesalahan tapi istana lebih menjijikan dari gerald dan mirisnya novel membenarkan itu

novel membuat wanita isvara tegas tapi gerard dibuat jodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermalukan didepan lelaki lain

novel munafik yang membenarkan semua kelakuan menjijikan pemeran utama wanita (cerminan diri author) dan novel merendah suami

saat pola pikir wanita egois jadi novel egois yang wanita menjijikan tapi semua kelakuannya dibenarkan

mungkin author suka mempermalukan suaminya didepan lelaki lain, atau author juga mau saja dijadikan pacar pura2 pria lain dan mau saja disentuh pria lain jadi semua dia tuangkan dalam novel
Chacha Unyil18: heii kak kamu kenapaa.. ini hanya novel.. isinya juga khayalan bukan dunia nyata .. kok baper sampe segitunya sih.. kalo ga suka gausah dibaca.. kalo mau kasi saran setidaknya gunakan bahasa yg baik bukan memaki, kamu juga belum tentu bisa nyusun karya sperti author nya.. setidaknya hargai usaha nya.. baca komen mu yg baper parah begini malah menunjukkan kalo karya ini bener" hidup karakternya dan bisa masuk ke hati pembaca.. susah loh nyusun karya yg bisa nembus hati pembaca.. buat author semangat yaa karyanya bagus banget... terus berkarya 💪
total 4 replies
Shifa Burhan
kenapa aku jijik dengan lelaki kayak dira yang sok baik pada istri orang yang akhirnya membuat salah paham yang lebih miris lagi begitu wanita2 jablay yang suka dengan sosok lelaki lain yang sok baik, ketahuilah saat wanita merespon dan tergoda dengan kebaikan lelaki lain saat itu lah harga dirimu sebagai istri sudah tidak ada lagi

ingat karya dan komentar mu adalah cerminan kataktermu
Ni Putu Kasihlini
Lanjut
Ningsih Yani
pasti andini
Ana As
aju suka
Beauty JK
😍
Dewie Ratna
konflik nya terlalu banyak Thor kapan happy nya
Itha Fitra
lebih baik si grandong mati aja lah dr pd hidup ny nyusahin orang trus
Itha Fitra
pantas sj grandong sllu jahat,emak ny aja lebih gila
Itha Fitra
melihara iblis,jd otak ny gk ada
Itha Fitra
emang bpk ny grandong kmn sih? kok bs mreka tinggl 1atap ama kluarga gerald?
Itha Fitra
mahesa 2x patah hati,ini yg ketiga s'moga jodoh
Itha Fitra
s'moga ada keajaiban
Itha Fitra
s'moga nela berjodoh ama si grandong
Itha Fitra
yes,,mahesa ttap dpt jodoh cewek sederhana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!