NovelToon NovelToon
THE QUEEN'S OF?

THE QUEEN'S OF?

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Identitas Tersembunyi / Teen School/College / Tamat
Popularitas:149.4k
Nilai: 5
Nama Author: PINNKYBUBBLE

Tentang Shaqueena Azzaella Georgie kerap disapa Queen ini, mencari tahu kebenaran yang tersimpan selama ini.

Teka-teki dan teror sudah biasa menghiasi kehidupan Queen. Namun dia harus mencari tau dalang dari kekacauan yang terjadi selama ini.

Pertemunya dengan cowok bernama Arshaka Davendra Bratadikta yang ternyata seorang ketua Ravenska geng yang memiliki sejuta rahasia membuat dirinya dalam masalah yang besar.

Satu persatu masalah datang kedalam hidupnya. Teror demi teror semakin bertambah, dan juga dendam seseorang yang semakin mendarah daging.

***
"Lo itu cuman orang baru yang gak tau apa-apa! Lo juga gak tau kan, siapa dia sebenarnya? Jadi jangan sok tau lo!" ucap Queen.

Gue tau siapa dia sebenarnya Queen! batin Arshaka lagi.

"Kalau Lo tau siapa dia! Gak usah dibela g*blok!" ucap Queen sangat emosi.
***

Mampukah Queen bertahan dan dapat menyelesaikan semua teror serta teka-teki dihidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PINNKYBUBBLE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 32. APA YANG SEBENARNYA TERJADI 2

...Hallo guys?...

...Kembali lagi dengan Pinnky disini....

...Gimana kabar kalian?...

...Semoga baik-baik saja ya....

...Dari pada banyak basa-basi mending cus langsung baca aja....

...Jangan lupa like, komen, share, favorit and vote....

...Gak suka skip! No plagiat!...

...Happy reading dan semoga suka....

...*...

...*...

...*...

...***...

Malam telah berganti pagi, sang mentari telah muncul dan menyambut semua mahluk hidup didalam semesta ini. Termasuk dua anak remaja yang tengah memperdebatkan sesuata hal yang mungkin tak begitu penting bagi kita.

Siapa lagi kalau bukan Arshaka dan Queen? Mereka tengah berdebat karena Arshaka yang tak kunjung mau memakan sarapannya.

“Makan! Habis itu minum obat!” ucap Queen yang tengah berusaha membujuk Arshaka untuk makan.

“Gak! Gue gak mau!” tolak Arshaka, selanjutnya membekap mulutnya.

“Makan Arshaka! Lo mau sakit terus, hah?” tanya Queen

.

“Gak mau!” jawab Arshaka.

“Ya udah kalau gak mau makan!” bujuk Queen.

“Gue gak mau makan itu! Rasanya gak enak!” ucap Arshaka.

“Terus lo mau makan apa?” tanya Queen.

“Gue mau makan masakan lo!” jawab Arshaka.

“Masakan gue? Kenapa harus masakan gue?” tanya Queen.

“Oh, gue tau jangan-jangan lo terngiang-ngiang ya sama masakan gue! Makanya lo minta gue masakan lagi?” tanya Queen.

“Gak usah kepedean deh lo!” ucap Arshaka.

“Gue gak kepedean tapi gue memang pede,” ucap Queen.

“Cih, pede banget lo!” sindir Arshaka.

“Biarin!” ucap Queen.

“Udah sana buruan masak!” suruh Arshaka.

“Dih, nyuruh lo!” ucap Queen.

“Gak mau lo? Gue bilangin Mama nih!” ancam Arshaka.

“Dih, ngancem lo!” ucap Queen.

“Dih, biarin!” ucap Arshaka.

“Assalamualaikum? Lagi debat apa sih? Debat capresnya masih lama loh,” ucap Mama Li.

“Waalaikumsalam,” jawab mereka.

“Kita gak lagi debat capres Ma, tapi debat masakan,” ucap Queen.

“Masakan apa?” tanya Mama Li.

“Masakan Queen Ma,” jawab Queen.

“Kenapa sama masakan kamu? Pasti Shaka minta dimasakin lagi ya sama kamu?” tebak Mama Li.

“Iya Ma,” jawab Queen.

“Katanya kemarin gak enak masakannya Queen. Tapi kok minta dimasakin lagi ya?” sindir Mama Li.

“Iya kan Ma, tau tuh anak Mama gengsian parah,” ucap Queen.

“Gengsian kaya Papanya tuh Queen!” ucap Mama Li.

"Iya kah Ma?” tanya Queen tak percaya.

“Iya Queen! Bahkan Shaka lebih gengsian dari Papanya,” ucap Mama Li.

“Ngobrol aja terus! Shaka udah laper loh ini!” protes Arshaka.

“Ya ampun Mama sampai lupa kasih makan bayi besar satu ini. Udah laper ya?” tanya Mama Li.

“Banget Ma!” jawab Arshaka.

“Ya udah Ma kalau gitu Queen coba izin ke chef disini siapa tau bisa masak di kantin rumah sakit,” ucap Queen.

“Gak ngerepotin kamu Queen?” tanya Mama Li.

“Enggak kok Ma,” jawab Queen.

“Gak bakal repot Ma, kan Uncle nya Queen pemilik rumah sakit ini,” ucap Arshaka.

“Iya kah Queen?” tanya Mama Li.

“Iya Ma,” jawab Queen.

“Mama jadi makin gak enak deh sama kamu,” ucap Mama Li.

“Kalau gak enak di kasih garem atau gula aja Ma,” ucap Arshaka.

“Kamu ini udah sakit masih aja bercanda!” ucap Mama Li.

“Kan Shaka cuma sakit Ma bukan mati!” ucap Arshaka.

“Hus, gak boleh ngomong gitu! Pamali tau!” ucap Mama Li.

“Iya Ma maaf,” ucap Arshaka.

“Ya udah ya Ma, Queen pergi dulu,” ucap Queen lalu melenggang keluar.

“Ma?” panggil Arshaka.

“Apa?” tanya Mama Li.

“Laper!” rengek Arshaka.

“Sabar! Lagi dimasakin tuh sama Queen!” ucap Mama Li.

“Lama Ma! Shaka udah laper!” rengeknya lagi.

“Ya udah makan buah dulu ya?” tanya Mama Li.

“Oke deh. Mau pisang aja Ma,” ucap Arshaka lalu sang Mama menyuapinya pisang.

Disisi lain Queen sedang berada di dapur kantin rumah sakit, dirinya sudah mendapat izin dari chef rumah sakit. Sebenarnya mau izin atau tidak pihak rumah sakit pun sudah mengizinkan Queen untuk masak disana.

“Semua bahan untuk sup nya sudah siap Nona,” ucap Chef Andri.

“Makasih Chef. Kalau gitu Queen masak dulu,” pamit Queen lalu melangkah masuk ke dalam dapur.

Terlihat dari pintu masuk jika ada seseorang wanita yang sedang memasak disana juga. Dan Queen sangat tau siapa wanita itu.

“Masak buat Uncle ya Kak?” tanya Queen membuat sang empu berbalik dan menatapnya kaget.

“Eh, Queen. Iya nih Uncle kamu ada-ada aja! Minta dimasakin sup buatan Kakak,” jawab Kak Marsica.

“Tanda-tanda tuh!” ucap Queen.

“Tanda-tanda apa?” tanya Kak Marsica tak paham.

“Tanda-tanda bakal sebar undangan tuh!” ucap Queen.

“Kamu ini apa-apaan sih! Gak ada yang bakal sebar undangan Queen!” ucap Kak Marsica.

“Ada Kak, tapi nanti,” ucap Queen.

“Udah ah Queen mau masak dulu!” ucap Queen lalu memulai acara masaknya untuk cowok nyebelin bin gengsian itu.

“Buat Arshaka?” tanya Kak Marsica.

“Iya Kak. Siapa lagi kalau bukan dia? Kan kalau Uncle udah ada calon istrinya yang masak!” ucap Queen.

“Terserah kamu lah Queen. Kakak pergi dulu ya? Jangan lupa nanti jenguk Uncle kamu!” ucap Kak Marsica.

“Oke Kak, nanti Queen kesana kok,” ucap Queen lalu lanjut memasak.

Setelah 30 menit sibuk memasak akhirnya masakan Queen siap dan sekarang dirinya hanya perlu memberikan masakannya ini untuk cowok nyebelin bin gengsian yang sudah menunggunnya lama.

“Mama mana?” tanya Queen saat sampai diruangan Arshaka dan tak melihat Mama Li disana.

“Pergi sebentar ke butik buat cek laporan sama cek bahan,” jawab Arshaka.

“Oh. Ya udah tuh makan!” ucap Queen.

“Suapi!” ucap Arshaka.

“Manja lo!” sindir Queen namun mau menyuapi Arshaka.

“Biarin manja sama calon pacar gak ada salahnya kan?!” tanya Arshaka membuat Queen menatapnya tajam.

“Udah buruan suapin gue! Gue udah laper nih!” protes Arshaka.

“Sabar! Masih panas nih! Lo mau lidah lo kebakar apa?” tanya Queen.

Setelah selesai menyuapi Arshaka, Queen berpamitan ke ruangan Uncle nya sebentar untuk mengecek kondisi sang Uncle.

“Assalamualaikum, Uncle, Kak Marsica?” salam Queen.

“Waalaikumsalam,” jawab Uncle Draco dan Kak Marsica.

“Tumben salam dulu! Biasanya langsung nyelonong masuk!” ucap Uncle Draco.

“Hehehe, takut ganggu yang lagi berduaan disini,” ucap Queen.

“Kita gak lagi berduaan Queen. Tapi bertigaan Queen,” ucap Kak Marsica.

“Ya itukan sekarang Kak bukan tadi!” ucap Queen.

“Gimana keadaan Arshaka sekarang Queen? Udah sadar dia?” tanya Uncle Draco.

“Udah sadar dari semalem,” jawab Queen.

Uncle nya ini sudah tau kabar mengenai Arshaka dan anggota geng nya. Tentu saja tau masalah ini dari Queen. Semalam setelah mengabari Papanya Queen pergi ke ruangan Uncle nya untuk memberi kabar itu juga.

“Bagus lah. Terus bagaimana soal orang itu?” tanya Uncle Draco.

“Aman dia udah ada disana sama Sasya, Mysha dan Alula,” jawab Queen.

“Syukurlah. Nanti setelah Uncle boleh pulang biar Uncle urus dia,” ucap Uncle Draco.

“Oke deh, kalau gitu Queen pergi dulu,” ucap Queen.

“Pergi kemana? Disini aja Queen!” ucap Uncle Draco.

“Gak ah. Disini jadi obat nyamuk aja. Mending pergi,” ucap Queen lalu melangkah pergi.

Queen kembali ke ruangan Arshaka karena dia sedikit cemas dengan Arshaka. Namun, saat dirinya sampai di depan pintu ruang rawat Arshaka, Queen mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam setelah mendengar Arshaka dan anggota-anggotannya mengobrol.

Dirinya memberikan ruang untuk Arshaka mengobrol dengan anggota-anggotanya. Dan memilih pergi jalan-jalan mengelilingi rumah sakit.

Di dalam ruang rawat Arshaka terdapat anggota anak kelas 10 yang pingsan tadi serta anggota inti Ravenska geng yang sedang membicarakan masalah yang terjadi di markas bagian timur milik mereka.

Sedangkan anggota kelas 11 masih mencari keberadaan Levian yang dari semalam tak muncul batang hidungnya.

“Jadi apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Arshaka kepada Rehan dan Iqbal.

“Jadi…waktu kita masih jagain orang itu tiba-tiba ada banyak orang yang pakai topeng terobos masuk markas kita Bang,” ucap Rehan.

“Dan mereka langsung hajar kita sampai babak belur Bang habis itu kita pingsan dan tiba-tiba sadar waktu markas udah berantakan dan dibakar sama mereka Bang,” sambung Rehan.

“Terus di Vian dimana? Kenapa dia gak ada di markas?” tanya Byan.

“Gue juga gak tau Bang,” jawab Rehan.

“Gue juga gak tau Bang. Tapi seinget gue Bang Vian coba kejar mereka tapi sampai saat ini Bang Vian gak ada kabar,” ucap Iqbal.

“Lo udah cek cctv?” tanya Arshaka kepada Ray yang sibuk dengan laptopnya.

“Sialnya cctv nya mati,” ucap Ray.

“Ck. Kok bisa?” tanya Byan emosi.

“Pasti ada yang dengan sengaja matiin cctv,” ucap Ray.

“Siapa yang matiin cctv?” tanya Byan.

“Yang jelas orang itu sangat tau tentang markas kita dan dia tau seluk beluk markas kita,” ucap Quelez membuat semua anggota Ravenska geng yang ada disana memandangnya penuh tanya.

“Lo tau darimana?” tanya Byan.

“Lo lihat dia bisa sabotase cctv sedangkan untuk masuk ke ruang cctv harus ada kartu tanda anggota dan sidik jari. Jadi gak mungkin kalau orang luar masuk markas kita,” ucap Quelez.

“Berarti ada penghianat di geng kita?!” ucap Arshaka yang dari tadi hanya diam.

“Lo tau siapa orangnya?” tanya Arshaka.

“Saat ini belum,” ucap Quelez.

“Kalau dia bisa masuk ruang cctv pasti dia juga punya kartu akses kita dong?” tanya Ray.

“Ya iya lah! Kalau gak punya mana bisa dia masuk!” jawab Zayden ngegas.

“Santai aja kalik! Gue kan cuma tanya!” ucap Ray tak kalah ngegas.

“Udah gak usah ribut! Mending kita fokus sama kesembuhan yang lain. Habis itu baru kita cari tau siapa penghianat di Ravenska geng,” ucap Arshaka.

“Setuju!” seru mereka.

BRAK!

Pintu dibuka dengan keras membuat mereka semua terlonjok kaget. Termasuk Zayden yang akan memakan pisang yang ia dapat dari makanan Arshaka.

“Anj*ng!” umpat Zayden kaget bahkan pisang yang akan dia makan pun ikut terloncat sampai ke laptop Ray.

“Njir! Laptop gue!” ucap Ray panik karena laptop kesayangannya itu terkena buah pisang.

“Kalau buka pintu biasa aja kali! Pisang gue sampai loncat nih!” ucap Zayden mencari-cari kemana loncatnya si pisang.

“Mana lagi nih pisang?” tanya Zayden.

“Nih di laptop gue!” ucap Ray.

“Eh iya. Sorry-sorry. Salahin tuh si buku Atlas! Ngapain buka pintu kenceng-kenceng kan jadi kaget gue!” ucap Zayden menyalahkan Altaska, anggota kelas 11 yang datang membuka pintu dengan keras.

“Sorry Bang,” ucap Altaska ngos-ngosan karena berlari dari koridor sampai ruangan Arshaka.

Altaska Xaverius Bramasta, anggota kelas 11 yang sangat humble dan periang dia juga mood booster sama seperti Ray dan Zayden. Namun bedanya Altaska sedikit kang gosting. Kemarin saja anak kelas 10 dia gosting sampai-sampai Bapaknya anak itu melabrak Altaska di Warco (Warung Cogan).

“Ada apa? Kenapa lo ngos-ngosan gitu?” tanya Byan.

“Itu Bang, anu… ituu,” ucap Altaska masih ngos-ngosan.

“Anu-anu. Anu lo sakit?” tanya Ray.

“Bukan Bang! Itu loh anuu…” ucap Altaska.

“Anu apa sih?! Kalau ngomong yang bener napa!” sentak Ray kesal.

“Pelan-pelan! Tarik nafas, buang. Tarik nafas…” ucap Zayden menuntun Altaska agar tenang.

“Ini kapan lepasnya Bang? Gue udah gak kuat lagi!” ucap Altaska yang masih menahan nafasnya sampai-sampai hampir kehabisan nafas.

“Ya udah ya udah boleh buang sekarang!” ucap Zayden.

“Jadi?” tanya Arshaka.

“Vian udah ditemuin Bang! Sekarang dia ada di ruang tindakan karena kecelakaan,” ucap Altaska membuat Ray yang sedang minum menyeburkan minumannya.

“Dih! Jorok amat lo!” kesal Zayden yang tersembur air minum Ray.

“Karma tuh! Salah siapa buat laptop gue kotor!” ucap Ray.

“Oh, jadi lo dendam sama gue?! Tadi kan gue udah bilang lo salahin aja tuh si Atlas! Di kan yang buat gue kaget sampai pisang gue loncat ke laptop lo!” ucap Zayden.

“Iya gue dendam. Masalah buat lo?!” tanya Ray.

“Iya masalah buat gue! Kenapa gak suka lo?!” tanya balik Zayden.

“Udah stop! Gak usah pada berantem napa!” lerai Byan.

“Terus gimana keadaan Vian sekarang?” tanya Arshaka.

“Kalau itu gue gak tau Bang. Yang gue tau tadi lagi diperiksa sama Dokter,” ucap Altaska.

“Ya udah kita kesana aja,” ucap Arshaka.

“Lo belum pulih! Lebih baik lo istirahat aja disini!” ucap Quelez.

“Iya bener tuh Bang! Nanti kalau lo makin parah yang ada ayang lo sedih,” ucap Altaska.

“Iya Bang! Nanti bu ketu sedih loh!” ucap Gaga yang datang bersama Roni.

“Apaan sih lo semua?! Gak ada bu ketu-ketuan!” ucap Arshaka.

“Oh iya deng kan masih calon bu ketu,” ucap Gaga.

“Makanya Bang buruan tembak! Keburu di embat orang loh!” ucap Roni.

“Udah deh udah! Buruan pergi sana!” ucap Arshaka.

“Ya elah Bang gak usah ngusir juga kita mau pergi kok,” ucap Gaga.

“Mau pergi kemana lo?!” tanya Ray.

“Ikut kalian lah Bang,” jawab Gaga.

“Gak! Lo disini aja jagain si bos!” ucap Ray.

“Yah, Bang gue kan mau ikut juga!” rengek Gaga.

“Gak! Lo tuh belum sembuh! Luka tusuk lo juga belum kering sepenuhnya!” ucap Ray.

“Yah, ya udah deh gue disini aja,” final Gaga.

Ray dan anggota inti lainnya pun segera pergi keruang tindakan karena ingin mengecek kondisi Levian sekaligus menanyakan kejadian semalam kepadanya.

Karena mereka belum sempat menanyakan kejadian semalam kepada Lean yang sampai sekarang masih belum sadar.

Sedangkan sisi lain, Queen tengah menelepon seseorang untuk membantunya mencari tau sesuatu.

“Cari tau soal kejadian semalam. Jangan sampai terlewatkan satu hal apapun!” ucap Queen dengan seseorang dibalik sana.

“Baik, Queen Sha.”

...To be continued....

...Terima kasih telah membaca....

...Siapa sebenarnya penghianat itu? Kenapa Quelez mengetahui jika ada penghianat di geng mereka? Apakah memang dia sudah tau siapa penghianat itu?...

...Kenapa Levian bisa kecelakaan? Apakah ulah anak-anak Rachaloca geng? Atau memang murni kecelakaan?...

...Queen menelepon siapa di akhir chapter itu? Dan kenapa orang yang ditelepon Queen memanggilnya dengan sebutan “Queen Sha”?...

...Lalu Queen meminta tolong soal semalam apa? Apakah soal markas Ravenska geng? Atau ada hal lainnya yang dia cari tau kebenarannya? Sampai-sampai tak boleh terlewatkan satu hal apapun....

...Komen pendapat kalian tentang chapter ini....

...Jangan lupa untuk like, komen, share, favorit and vote ya?!...

...See you di next chapter....

1
Authophille09
mantannya queen atau musuhnya Shaka tuh?
Authophille09
beruntung banget warga yang tinggal di RT nya pak Ari, lah kalo d tempat saya orang jatoh di ramein dulu baru di tolongin.
🌸Triya Rahma🌸
aq mampir, ceritanya bagus kk
mbiel
bagus ceritanya, alurnya juga bagus, tokoh-tokoh nya pada blasteran semua, ada yang badas, ada yang pick me, ada yang bucin, ada yang judes campur aduk deh
gabiel
bagus ceritanya suka deh sama si Queen yang badas gak mudah di tindas, semangat terus nulisnya kak
karany
bagus ceritanya suka sama karakter nya Queen yang strong dan gak mudah ditindas ❤️🤩
sinta
bagus ceritanya semangat terus nulisnya kak Pinnky ❤️
keira
bagus, semangat terus nulisnya kak Pinnky
clara
bagus ceritanya, semangat terus nulisnya kak Pinnky
ziolax
iya lah siapa lagi yang iri selain lo?
ziolax
iri dong Queen masa enggak sih🤭
aurora
seru, suka banget sama Queen dia berani dan gak mudah ditindas! apalagi temen-temennya yang beda-beda sifatnya, semangat terus nulisnya kak Pinnky ❤️
ziolax
emangnya masalah ya buat lo? suka-suka Queen dong mau pake jaket siapa aja bukan urusan lo! gak heran deh gue selalu aja gitu!
ziolax
wah mau ngomong affah tuh? apakah mau menyatakan perasaan atau apa nih🤭
ziolax
gak jadi di warco kah?
ziolax
bisa lah masa gak bisa dong🤭
ziolax
wah si kol goreng udah ngamuk aja nih
calista
minta maaf nya kek gak ikhlas gitu ya, dasar si kol goreng! kesel gue!
calista
astaghfirullah, pikiran ku ternodai 🤧
calista
tuh kan bener dugaan ku pasti Queen yang kecebur dan pasti Kei dengan sengaja kepleset tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!