NovelToon NovelToon
°

°

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Poligami
Popularitas:139.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ollane

Adli Aplosso suami dari Almara memutuskan menikah lagi karena nyaris lima tahun pernikahan mereka tidak dikaruniakan anak.

Saat frustrasi tidak disentuh lebih dari tiga bulan oleh suaminya sendiri yang sibuk dengan istri keduanya Alma tidak sengaja memiliki hubungan skandal dengan sepupu suaminya.

Sean Aplosso, yang selalu menganggap dirinya sebagai pemerkosa karena sudah menodai Alma.

Seharusnya itu menjadi hal yang buruk. Saat Sean menawarkan penjara, hukum, polisi dan jaksa kepada Alma, agar Sean dipenjara, Alma menolak karena berpikir ini bukan salah Sean, tapi kesalahan di kedua pihak jadi saya tidak perlu menjebloskan diri sendiri ke penjara. Alma tidak mau berurusan dengan hukum apalagi suaminya. Toh tak ada bayi yang akan dikandung karena dia mandul.

Tapi saat terbukti sebagai perempuan sempurna yang tidak mandul, Alma ternyata hamil. Dan Sean memaksa untuk bertanggungjawab untuk menikahi Alma, suami dari Alma dan Ayah dari bayi itu. Meskipun Sean akan menjadi Ayah dan Suami dari penjara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32: Kenangan Di Dalam Bathub

"Tidak bisa nanti, harus sekarang." Adli terus menceracau, lelaki mabuk itu banyak menangis dan bicara.

"Harus sekarang?" Alma terlihat ragu. Pandangannya masih mengedar ke sekitar, Aldo pasti tengah mengawasi mereka. Pasti. Tubuh Alma gemetar. Apa tidak apa-apa membiarkan Aldo merekam dan melihat apa yang terjadi?

"Harus sekarang," Adli memeluk Alma seerat mungkin. "Tak boleh nanti. Cuma ciuman, kenapa harus ditunda?"

"Baiklah," Alma menjawab ragu. Saat wajah Adli mendekat, Alma mendorongnya perlahan. Adli terlihat kecewa. Nyaris kembali menceracau Alma merangkul lengan Adli lalu menyeretnya ke suatu tempat. Mata Alma berkelana, mencari ruang sempit yang ada kemungkinan kamera atau apapun tidak banyak diletakkan di sana. Pilihan Alma jatuh pada ruang sempit yang lama tak digunakan, kecuali jika Aldo begitu waspada, di ruang sempit itu pasti tidak ada kamera. Kalaupun ada, menurut Alma di sana lebih baik.

Adli terlihat tidak sabar, tatapannya terus mengarah ke satu titik. Bibir Alma yang melengkung menggodanya. Tangan besar Adli mengusap pipi Alma yang ranum, nyaris Adli memiringkan wajah Alma sudah membentangkan sebuah kain untuk menutupi wajah dan akitivitas mereka yang Alma temukan tergantung di dinding. Awalnya ruangan diterangi lampu yang berkedip-kedip redup, mendadak semua terlihat gelap gulita di mata Adli. Sedikit bingung karena ulah Alma yang menutupi kedua wajah mereka dengan kain, Adli hanya fokus pada satu tujuan, menyesap semua rasa manis yang dia temukan dari bibir ranum impiannya.

Saat Adli hanya fokus dengan hal itu, Alma selalu waspada untuk menaikkan kembali kain yang surut untuk menutupi kedua kepala mereka. Aldo yang 'melihat' tentu saja tahu apa yang terjadi di balik kain itu, tapi asalkan semuanya terlihat tidak jelas, itu lebih baik bagi Alma. Semenit berlalu, Adli cegukan saat melepaskan bibirnya dari wajah Alma. Tubuh lelaki itu roboh, Alma yang sigap langsung menangkap tubuhnya. Adli nyaris tak sadarkan diri dalam dekapannya karena pengaruh alcohol.

Keduanya jatuh di lantai, Alma yang memeluk Adli yang menenggelamkan kepalanya di dada Alma. Kepala Adli menggesek nyaman di sela-sela leher Alma. Alma menyisiri rambut Adli, mengecup keningnya lalu membuang kain yang ikut jatuh ke lantai. "Kita ke kamar, ya?" Dengan sangat kesusahan, Alma berusaha berdiri sambil menyeret Adli. Awalnya Adli susah dibujuk, seperti ingin bermalam di ruang sempit barusan. Setelah Alma memberikannya sekali lagi kecupan di pipi, akhirnya Adli meringankan tubuh, Alma dengan mudah memapahnya ke kamar.

Alma menjatuhkan tubuh Adli yang lemas ke ranjang. Alma segera menyelimuti suaminya. Adli masih menggeliat dengan gumaman tidak jelas. Alma melepaskan sepatu dan kaus kaki suaminya, lalu menarik kemejanya hingga terlepas bersisakan kaus dalaman. "Kakiku dingin, Alma ...." Adli mengeluh, kesepuluh jemari kakinya menggeliat kedinginan. Alma mengambil air hangat dan membasuhnya ke kaki Adli yang seperti beku. Alma meraih tangan Adli dan ikut mengusapnya dengan kain yang basah oleh air hangat. Meraba ke sekujur tubuh yang lain, Alma mengusap bahu dan leher Adli yang ikut dingin.

Alma membuka kaus dalaman Adli, dada bidang suaminya dia usap dengan handuk yang basah oleh air hangat. Adli menggeliat nyaman, ditariknya kepala Alma mendekat, diciuminya kening istrinya berkali-kali, lalu ditangkapnya dan dilemparnya ke sebelah tubuhnya. Setelah pinggang Alma dijerat, Adli mengajaknya tidur. Alma meraba pipi dingin Adli, kasihan melihat suaminya yang masih beku, Alma mengusapkan kain basah yang hangat ke pipi dan kening suaminya. Adli yang sempat tertidur sebentar membuka mata, bibirnya meringis.

"Kuperbaiki lagi kemejamu, ya?" Alma mengaitkan setiap kancing kemeja Adli ke lubangnya.

Adli masih memerhatikan Alma dengan tatapan yang begitu intens. Tangan Alma yang hangat membelai kening indah Adli, Alma sedikit canggung saat suaminya yang setengah mabuk itu tidak berhenti memandanginya. Alma melambaikan tangan di depan mata Adli, menyuruhnya terlelap. Mata Adli langsung tertutup, dengkurannya menyusul. Sangat mudah membuatnya tertidur. Alma tersenyum, Adli selalu berhasil membuat pikirannya teralihkan dari Aldo yang dia anggap sebagai 'halusinasi'. Entah kenapa, Alma sangat waspada dan ketakutan oleh sosok itu.

"Alma," Adli mengigau. Suara Adli meleburkan lamunan Alma. "Alma," Adli merapatkan tubuh, memasukkan kepala ke sela leher Alma yang tidak bisa bergerak.

>><<

"Tidak buruk," gumam Sean saat Dex mengantarnya ke rumah barunya. Sean mengagumi setiap sudut rumah yang menurutnya tidak akan sakit mata saat memandangnya, ditolehnya Dex yang menahan senyum. Pujian tuannya selalu berhasil memanjakan telinganya. "Kolam renang ada?" Saat Sean bertanya, Dex dengan riang berjalan menuju halaman belakang. Dibukanya pintu kaca, kedua sisinya diseret hingga membentuk ruang dan memperlihatkan kolam renang yang jernih. "Tentu saja ada, Tuan!"

Sean tersenyum. Melihatnya hati Dex begitu berbunga-bunga. Pujiankah yang akan dia terima?

Sean mendekat lalu memasukkan tangannya ke dalam air jernih, yang Dex sendiri yang membersihkan kolam renang ini sebelumnya baru diisi dengan air bersih agar hasilnya lebih memuaskan.

Tangan Sean melambai-lambai membelah genangan air, diangkatnya telapak tangannya yang meneteskan puluhan tetesan air. Sean terlihat senang, kini kepalanya asyik mengkhayal.

Abaikan saja wajah menjijikkan Sean yang tengah mengkhayal. Sean tidak bersabar akan mengulang kenangan di dalam kolam renang bersama Alma, andai khayalannya menikah dengan Alma sebagai bentuk tanggung jawab paksa benar-benar terwujud. "Di setiap kamar mandi ada bathub?" Sean menoleh lagi ke Dex yang mengangguk antusias.

"Tentu saja, Tuan!" Dex mengiakan semangat. Dia berlari ke kamar utama, Sean mengikutinya dengan langkah santai. Dex membukakan pintu kamar mandi, ada bathub jumbo di sana. Bahkan bisa muat 10 orang di dalam sana. Ukuran kamar mandi saja nyaris separuh kamar utama. Inilah cara Dex yang mati-matian ingin memuaskan tuannya. Dex bukan mengharapkan imbalan lain, dia hanya ingin tuannya tersenyum dan memuji pekerjaannya. Bagi Dex mereka bukan terikat oleh uang yang Dex terima perminggu, tapi mereka terikat oleh ikatan batin yang benar-benar kokoh. Sekalipun Sean tidak menganggap serius hal itu.

Masih dengan pakaian lengkap, Sean masuk ke dalam bathub. Dihidupkannya keran hingga airnya keluar banyak. Jatuh dan menggenang ke dalam bak hingga butuh satu jam kemudian, baru air menutupi bahu Sean dan lehernya. Dex tanpa diminta mematikan keran, memerhatikan tuannya yang tersenyum dalam genangan air, tidak perduli masih berpakaian lengkap, Sean merasa samudera tengah memeluknya.

Sean menenggelamkan kepala, mengangkat tangannya ke udara agar Dex tak perlu cemas. Sean bukan ingin bunuh diri tapi mengkhayal di dalam air. Napasnya sudah tersumbat, perlahan-lahan Sean membuka mati saat dadanya semakin menyempit. Semua arah pandangnya biru, Sean kembali melambungkan kepalanya ke udara. Sedikit terbatuk, akhirnya senyum lelaki itu surut.

Akibat efek alcohol, Sean tidak ingat jelas apa yang terjadi antaranya dengan Alma. Yang Sean ingat hanyalah, dia 'memerkosa' Alma dalam bathub. Selama ini Sean hanya bisa menerka-nerka, awalnya merasa bersalah tapi kali ini dia mengkhayal sambil bahagia. Tapi menahan napas dalam 20 detik di dalam air membuat ingatan Sean kembali. Oh tidak ... dia benar-benar bejat saat itu. Tangisan Alma terngiang di kepalanya, wanita itu terisak sambil memukul-mukuli dadanya. Sekalipun akhirnya perempuan itu diam, tapi matanya masih basah. Wanita itu menatap jijik ke arahnya, sekalipun tubuhnya sudah tidak berdaya melawan.

Mengingatnya dengan jelas, betapa bejatnya dia dan betapa tidak pantasnya Sean hidup, Sean mencekram kepalanya sendiri. Bibirnya mengerang samar, Sean mengantuk-antukkan kepalanya ke pinggiran bathub. Mengabaikan Dex yang memekik khawatir.

>><<

1
katerina
lanjutkan karya bagus ini
Eka Pengestu
padahal bgus loh...knpa slalu buat cerita yg gantung gini sih thor kek di PHP in..😫
cinta pertama
ditunggu updatenya Thor
cinta pertama
yah... penasaran deh? lanjutkan Thor
cinta pertama
benar-benar menguras emosi dan bikin penasaran. semangat kak ollane... author favoritq
NandhiniAnak Babeh
author kemana ya.. sudah 2 bulan ga ada kabarnya lagi nih 🤔🤔🤔
Rika Jhon
ahaha sean bnr2 udh gila bkn stres lg..tpi aq suka n mendukung itu😀
Rika Jhon
ahaha sean stres🤣
Rika Jhon
ahaha ngakak bgt sm kelakuan ny sean
Rika Jhon
ahaha sean menghayal alma hamil dan dy akn memiliki anak dr alma
Rika Jhon
do'a mu aq dukung sean..dan akan di kabulkan olh otor ny😁
Rika Jhon
wuih sean udh mulai fall in love sm alma tpi dy tdk menyadarinya
NandhiniAnak Babeh
author where are you
NandhiniAnak Babeh
author Cepat bangun dan up lagi.. aku begitu setia dengan Karyamu sampai² slalu mengintip ke lapak mu di setiap waktu nya
NandhiniAnak Babeh
author dimanakah dirimu.. jangan bikin reader jadi tergantung seperti ini 😩😩😩😩😩
Vinna_hot mommy
wew....msh blom up jga c othor....
sampe lumutan akoh...
sampe2 ai selingkuh sama tetangga sebelah,eh ..pas ngintip ksni msh blom2 jga ..
ande
up up up up😊😊😊😊
Lenabid Daeng Lumang
udh gk up lg y Thor😁SDH terlalu lama diriku menunggu🤭
Lenabid Daeng Lumang
kadang geram jg sma si Alma,,kan jadi kasihan sma Sean

semangat y Sean aku ad d pihakmu kok💪😊
Indah Tuk Di Kenang
up dong thorrr...semangat💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻ada aku yang menunggu😭😭walau berat😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!