Hay semua ketemu lagi sama si Author Garing satu ini.. pantengin ya jangan kemana-mana nanti ketinggalan 😘😘😘
Menceritakan kisah seorang pria berkepribadian ganda yang haus akan kasih sayang..harta berlimpah namun hatinya kosong..tak ada cinta yang bisa masuk kedalam hatinya yang hampa..karena kenangan masa kecil yang pahit Revano menjadi sosok yang bisa begitu hangat tapi juga bisa kejam di saat yang bersamaan.
Ariana gadis 19tahun yang masih mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan..gadis aktif dan tomboy itu seringkali tawuran dan terlibat perkelahian antar mahasiswa.
Ariana sendiri hidup dengan sang papa yang notabenenya adalah pengusaha yang selalu sibuk akan pekerjaan nya hingga tak ada waktu untuk sang putri.
Akankah takdir mempersatukan mereka...?
Takdir seperti apa yang akan mereka lalui..?
Akankah keduanya bisa bersama dan melengkapi cinta di hati masing-masing..?
Mari simak kisahnya di sini 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alina Aprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 29_Gadis Baik
Evan tadinya sudah berada di kamar namun dia tak tenang meninggalkan Ana sendirian bersama ibu dan ayah sambung nya..dia menyusul Ana ke bawah..tak sengaja Evan mendengar percakapan antara Ana dan ibunya..Evan benar-benar di buat geram dengan tingkah mamanya.
"Apa yang kalian bicarakan..?"
Suara Evan mengangetkan Ana yang sedang termangu memikirkan perkataan mama Evan.
"Astaga babe..haishhh kaget tau"
Evan memeluk Ana dari belakang dia ciumi ceruk leher Ana dan sukses membuat Ana meremang.. seperti nya suaminya ini minta jatah lagi.
"Babe..ah..apa..y..yang..k..kka..kau..la..laku..kan..ahmp"
"Do you like it..do you want more or enough..?"
Plak.......
Pukulan pada pundak Evan mendarat sempurna..Ana yang sudah terpancing malah di permainkan.. benar-benar suaminya minta di hajar.
"Ashhh..kenapa memukulku babe..?"
"Kau tanya kenapa aku memukulmu..kau sudah membuatku terangsang dan ingin mempermainkan ku saja begitu..hah"
"Hahah.. baiklah ayo aku akan memuaskan mu"
Evan menggendong Ana naik ke kamar nya..mereka memakai lift agar lebih cepat..di dalam lift Evan tak henti-hentinya menciumi bibir ranum Ana.. benar-benar candu.
Mereka sampai di kamar..Evan masuk dan mengunci pintu agar tidak ada yang mengganggu..Evan membaringkan Ana di atas ranjang.
"Are you ready to play baby..?"
"Ya..do it"
Ana benar-benar sudah terangsang hebat..Evan tak ingin berlama-lama dia segera memainkan gerakan yang bisa membuat Ana mabuk kepayang.
"Oh yeah..baby..kau nikmat sayang..ah"
Evan meracau tak jelas saat hampir sampai pada puncaknya..dia semakin cepat memainkan gerakan senam maju mundur nya.
Ana sudah di buat kepayahan oleh tiang lunak berurat milik Evan.
"Faster babe..ah" ucap Ana yang hampir sampai.
"Bersama baby..aahhh"
"Evan..ahh"
Dan permainan selesai..Evan dan Ana sama-sama terbaring di atas ranjang setelah permainan panas mereka.
"Kau benar-benar membuatku candu baby"
"I don't care babe..Im so tired because of you"
"Haha..ok sleep well baby.. i'll stay with you"
"Hm"
Mereka tertidur dengan sangat nyaman karena membagi panas tubuh satu sama lain..Evan tak bisa jika hanya sekali bermain saja.. sebenarnya dia ingin lagi tapi dia tahan karena tak ingin membuat istrinya sakit.
*
*
Sementara itu di hotel tak jauh dari kediaman Evan..mama Evan dan tuan George tengah duduk..mereka masih sama-sama diam.
"Huhh..apa yang kau bicarakan pada gadis itu ..?"
"Aku..hanya berbincang biasa"
"Jangan pernah membuat Evan semakin marah pada mu sayang..ingat dia adalah wanitanya Evan"
"Aku tau..aku tak suka dengan gadis itu.. terlihat mata duitan..pasti dia hanya memanfaatkan tubuhnya saja untuk menarik perhatian Evan"
"Astaga Lisbet apa yang kau pikirkan hah..aku tak habis pikir kenapa kau bisa berkata seperti itu di saat kau tidak tau hubungan mereka..aku ingatkan satu kali lagi padamu jangan coba-coba mengganggu ketenangan mereka jika kau tak ingin lebih di benci oleh anakmu"
Setelah mengatakan itu tuan George pergi dan menuju kafe bawah hotel..dia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya..bukannya berusaha mendapatkan maaf dari Evan ini malah ingin mengusik ketenangan mereka.
"Semoga kau cepat sadar Lisbet..tidak ada wanita lain yang bisa melunakkan Evan seperti gadis itu..dia begitu bisa menenangkan Evan yang saat itu tengah terperangkap emosi karena mu..huhh semoga kau tak menyesali keputusan mu kelak".