NovelToon NovelToon
Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: ainuncepenis

Sebelum membaca novel ini dipersilahkan dulu membaca novel yang berjudul sahabatku menghancurkan hidupku dalam 1malam.

Kalian akan mengetahui kisahnya dari sana terlebih dahulu.

Raihan merupakan anak dari CEO Perusahaan Adbver E-Group. Raihan akan memimpin Perusahaan itu setelah lama tinggal di Luar Negri.

Karena paksaan dari mamanya. Raihan akan kembali ke Indonesia dan memimpin Perusahaan dengan peraturan yang baru. Dengan keangkuhannya dan sifatnya yang Arogant.

Lalu bagaimana menjalani hidupnya di perusahaan dan akan sering bertemu dengan Nayra masa lalunya. Wanita yang selalu di hindarinya.

Kita akan melihat perjalanan cinta Raihan dan Nayra yang sangat rumit dan banyak cobaan.

Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 32

Setelah mendapat pesan dari Raihan. Nayra pun langsung menuju ke lokasi yang di berikan Raihan. Nayra turun dari taxi. Nayra bingung melihat tempat yang di berikan Raihan kepadanya.

Dari luar terlihat kelap-kelip lampu. Dan juga suara musik yang keras.

" Di mana ini, apa alamatnya tidak salah," gumamnya bingung dan melihat di sekitarnya. Nayra melihat mobil Raihan.

" Apa lagi yang di inginkannya," gumamnya kesal melangkahkan kakinya memasuki Club tersebut.

" Kak Raihan jangan minum terus," ujar Andini yang terus melarang Raihan yang sudah mabok berat.

" Biarin aja Andini," sahut Sony.

Nayra memasuki rumah tersebut, Nayra berdiri di depan pintu dan melihat kearah perkumpulan itu yang beberapa orang sangat di kenalnya.

Andini yang terus mencegah Raihan untuk tidak minum. Matanya tiba-tiba mengarah pada pintu dan melihat Nayra berdiri di depan pintu.

" Nayra," gumam Andini. Raihan dan Angga yang mendengar Andini menyebut nama Nayra. Langsung menoleh.

Raihan menyeriangi senyumnya melihat Nayra yang akhirnya datang. Angga langsung melihat ke arah Raihan.

Andini langsung berdiri dan menghampiri Nayra.

" Nay kamu ngapain di sini?" tanya Andini memegang lengan Nayra.

" Aku....,"

" Aku yang menyuruhnya datang," sahut Raihan langsung berdiri dan menghampiri Nayra dan Andini.

" Kak, Raihan untuk apa?" tanya Andini. Raihan tidak menjawab dan melempar kunci mobil pada Nayra. Dengan sigap Nayra langsung menangkap kunci mobil yang hampir mengenai wajahnya.

" Bawa mobil ku!" perintah Raihan.

Angga langsung berdiri dan menghampiri Raihan, Angga, Nayra, dan Andini. Della, Cecil, Luci Sony, dan dara saling melihat.

" Kau tidak bisa menyuruhnya seenaknya," ujar Angga langsung mencegah tindakan Raihan, " kembalikan kunci mobil itu kepadanya!" ujar Angga.

" Siapa kau, melarangnya, kau kekasihnya atau selingkuhannya," sahut Angga dengan sinis.

Nayra yang mendengarnya menjadi resah, lagi dan lagi Raihan terus saja mengatakan hal itu kepadanya. Sementara Andini sudah mulai merasa panik. Apalagi Raihan sedang mabok dan akan bicara jauh lebih buruk.

" Kak sudah cukup, Nayra sudah kamu pulang sama aku," ujar Andini mencegah keributan.

" Dia akan pulang bersama ku, aku yang menyuruhnya kemari," sahut Raihan.

" Ini bukan jam kantor, kau tidak bisa melakukan sesukamu," sahut Angga mencegah lagi.

" Kenapa sih, Angga harus terus menahan Nayra," batin Della yang mulai kesal.

" Apapun itu, itu bukan urusanmu," ujar Raihan.

Nayra menarik napasnya, dia sungguh tidak ingin ribut.

" Ayo aku akan mengantarmu. Ini sudah malam," ujar Nayra mengambil keputusan langsung pergi terlebih dahulu. Raihan mendengus melihat suasana itu.

Raihan menepuk bahu Angga dan pergi menyusul Nayra. Angga mengepal ke-2 tangannya. Lagi dan lagi Raihan menang darinya.

Della yang melihat situasi itu langsung duduk, di sofa. Della menyisir rambutnya kebelakang dengan 5 jarinya. Dia bisa melihat bagaimana Raihan dan Angga yang sepertinya sama-sama menyukai wanita yang sama.

Langkah Nayra begitu cepat mendekati mobil Raihan. Dia sungguh lelah jika harus ribut terus dengan Raihan apalagi di depan Angga.

" Apa kau tidak bisa memelankan langkahmu," teriak Raihan di belakang Nayra berjalan. Nayra tidak peduli dan tetap melanjutkan langkahnya langsung memasuki mobil Raihan.

Brakkk bantingan pintu cukup keras. Nayra langsung memakai seat beltnya. Raihan juga sudah memasuki mobilnya dan duduk di samping Nayra.

" Jika mobilku rusak. Seumur hidup kau kerja di Adverb tidak akan cukup untuk menggantinya," ujar Raihan sinis.

" Jika atasannya masih orang sepertimu mungkin itu benar," sahut Nayra tidak kalah sinis tanpa mengarah kepada Raihan.

" Kau benar-benar pintar melawan," ujar Raihan mulai kesal. Nayra tidak peduli langsung menarik gas dan menyetir dengan kelajuan sedang.

" Semoga saja Nayra dan kak Raihan tidak terjadi apa-apa," batin Andini melihat kepergian mobil kakak sepupunya dari depan Villa.

Nayra terus menyetir di jalan raya, sementara Raihan sudah tertidur di disampingnya. Mungkin Raihan benar-benar mabok.

" Kita mau kemana?" tanya Nayra yang fokus menyetir ke depan, Nayra menoleh kesamping karena tidak mendapat jawaban.

" Dia malah tidur. Seenaknya sudah mengaganggu orang, sekarang malah tidur tanpa tau kemana," gerutunya mulai kesal.

Karena tidak tau kemana Nayra pun menghentikan mobil yang di kendarainya di pinggir pantai.

Nayra tidak mungkin membawa Raihan pulang. Nayra tau Zira sangat tidak suka melihat Raihan mabok. Dari pada Nayra menyetir menunggu Raihan bangun. Lebih baik dia menghentikan mobilnya.

Raihan menggerakkan tubuhnya. Raihan memijat kepalanya yang sangat berat akibat terlalu banyak minum alkohol. Raihan membuka matanya perlahan dan melihat di mana keberadaannya.

Raihan melihat pantai, Raihan melihat Nayra yang masih duduk santai di tempat pengemudi.

" Kenapa kita ada di sini?" tanya Raihan.

" Lalu aku harus kemana, membawamu pulang," sahut Nayra dengan datar.

" Jam berapa sekarang?" tanya Raihan.

" Apa dia tidak bisa melihat sendiri," gumam Nayra.

" Apa susahnya menjawab," sahut Raihan kesal.

" Apa kau tidak bisa lihat sendiri, tanganmu memakai jam," sahut Nayra sedikit berteriak, dia sungguh lelah dengan hari ini. Raihan sedetik terdiam melihat kemarahan Nayra. Wajah itu memang menunjukkan lelah.

" Turun!" titah Raihan. Nayra langsung menoleh kearah Raihan.

" Kau akan meninggalkanku di sini?" tanya Nayra memastikan.

" Aku bilang turun!" ujar Raihan sekali lagi. Nayra merapatkan giginya, dengan napasnya yang naik turun menahan amarah. Nayrapun langsung turun.

Brakkkk Nayra kembali membanting pintu mobil Raihan.

" Brengsek," umpat Nayra kesal.

Raihan pun turun dari mobilnya, Nayra akan berjalan melewatinya, Raihan menahan tangannya dan mendorongnya masuk kedalam mobilnya.

" He apa yang kau lakukan," teriak Nayra yang sudah berada di dalam mobil, dan melihat Raihan yang sudah duduk di kursi pengemudi, Yang adanya mereka bertukar posisi.

" Kau," desis Nayra.

" Sekali lagi kau berani, membanting pintu mobilku, jangan harap gajimu akan keluar," ancam Raihan. Nayra hanya diam Raihan memang selalu mengancamnya dengan sesuaknya.

Raihan langsung melajukan mobilnya. Nayra kembali meredakan napasnya yang masih naik turun akibat terlalu emosi dengan Raihan yang terus sesukanya.

Sekarang gantian Raihan yang menyetir mobil. Raihan masih pusing tetapi memaksakan menyetir. Karena dia juga tau sepertinya Nayra juga sangat lelah. Raihan melihat arlojinya ternyata sudah jam 1 pagi.

Raihan memberhentikan mobilnya di parkiran Apartemen Nayra. Nayra melihat di sekelilingnya dia mengetahui bahwa itu tempatnya. Raihan langsung turun tidak mempedulikan Nayra.

" He kau mau kemana?" teriak Nayra yang melihat Raihan mematikan mobilnya dan sudah berjalan cepat. Dengan cepat Nayra langsung keluar dari mobil dan berlari menyusul Raihan.

Nayra kalah cepat dengan Raihan. Raihan sudah berada di depan pintu Apartemen Nayra dan menekan tombol sandinya. Raihan tersenyum melihat sandi Apartemen itu masih tetap sama.

Nayra baru tiba ketika Apartemen itu sudah terbuka. Dan Raihan sudah masuk.

" Apa dia pikir ini rumahnya," gerutu Nayra kesal dan ikut masuk. Raihan langsung duduk di sofa.

" Apa yang kau lakukan, kenapa harus pulang kerumahku, apa kau tidak punya rumah," oceh Nayra yang kesal berdiri didepan Raihan. Raihan terus memijit kepalanya yang masih pusing.

" Apa kau tidak bisa diam," sahut Raihan dengan suara seraknya.

Raihan berdiri dan berjalan dengan sempoyongan Raihan hampir jatuh, Nayra langsung berdiri dan menahan tubuh Raihan yang membuat Raihan dan Nayra jatuh bersama ke sofa.

Nayra sekarang sudah berada di atas tubuh Raihan. Tidak sengaja Nayra memegang tangan Raihan yang begitu panas.

" Kau sakit?" tanya Nayra melihat ke arah Raihan yang sangat pucat.

" Aku juga akan mati, jika terus mendengar ocehanmu," sahut Raihan dengan sinis.

Nayra hanya bisa menelan ludahnya. Sudah dalam keadaan seperti itu Raihan masih terus berbicara sesukanya.

" Akan aku panggil Dokter," ujar Nayra mencoba berdiri. Raihan menahannya.

" Tidak perlu," sahut Raihan.

" Lalu?" tanya Nayra bingung.

" Kau diam saja itu sudah membuat lebih baik," ujar Raihan.

" Kalau begitu lepaskan tanganmu, aku tidak mungkin berada di sini terus," ujar Nayra yang melihat posisinya masih berada di atas tubuh Raihan. Raihan pun melihat apa yang di lakukan ha dan melepaskan Nayra. Nayra pun beralih dari tempatnya.

...Bersambung..........

1
Dyah Oktina
hah...tegang.. hampir dara ada yg nemukan.. eh.. ngak jadi.. kasihan dara.. 😢
Dyah Oktina
emang perutnya ngak sakit ...kan baru brp hari oprasi pasca d tusuk bertubi sama c keran.. 🤭
Dyah Oktina
ada yg ketembak kah???itu bunyi nya doooorrrrrr... kla meledak duaaaarrrrrrrrr 🤭
Dyah Oktina
iya lah..udah pasti..kamu menyakiti hati anakmu della....dah tahu angga punya pacar..apa pun kelakuan pacarnya angga.. juga status rahasianya
Dyah Oktina
kesintingan...maksutnya...????🤔
Dyah Oktina
vira...kamu ya...bener2 orang ngak tahu diri.. dah banyak d bantu sm dara d tampung d apartemen nya..masih aja jahat ke dara..hanya krn dara sm sony masih saling cinta.. walau kamu emang jd korban sony juga mama angkatmu.. ikhlas aja ..kenapa sih...dasar ..emang didikan mamah mu yg jahat jd jahat terus..
Dyah Oktina
pakai bingung kan dah tahu mamamu ngak suka sama karen..kamu juga lagi pdkt lagi sm della..ngapain mau ngajak karen.. dasar plinplan....aneh
Dyah Oktina
mendorong atau menjalankan kursi rodanya nih thor...kla mendorong berarti della sdh bisa jalan
Dyah Oktina
hah...diki...anaknya dion?????
Dyah Oktina
nah kan ketempuhan.. kla nnt dah nikah ngak bahagia kamu juga yg d salahkan loh dara..
Dyah Oktina
wah....kamu jahat ternyata ya...karen!!!
Dyah Oktina
iya ...emang kamu bodoh sony.. makanya ngak berjodoh dgn dara ..yg cinta nya tulus padamu...emang jodohmu cocoknya dgn vira sama2 kacau ...😁
Dyah Oktina
akhir nya. ... adem bacanya.. mudah2an bahagia terus ya carey..
Dyah Oktina
ngigau sampe carey panas... apa vira yg d igau dion...wah emang parah ya ..dion cinta sm vira...sampe sigitunya kalian ber2
Dyah Oktina
blm boleh berhubungan intim ya.. harus tunggu 40hr
Dyah Oktina
icu apa igd nih...atau juga ruang operasi?
Dyah Oktina
kok ponakan sih thor... kan amira cucunya zira... 😁😁😁
Dyah Oktina
kla d bilang sakit... kok jauh banget ya typo mu.. jd kasir thor.. 🤭😁😁
Dyah Oktina
iya dara sibuk ngurusin orang.. kapan ngurus dirimu sendiri.. lagian apa kamu ngak kerja.. ngak ada d singgung kegiatan dara thor
Dyah Oktina
iya ...istri mana yg ngak cemburu kla suaminya terus memikirkan wanita lain.. kenapa ngak nikah aja sama wanita itu.. jd ikut kesel sama dion ..ngak punya rasa empati bener sama istrinya...kasihan carey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!