NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Duda / Tamat
Popularitas:20.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisy Arbia

"Jika kekasihku selingkuh, seumur hidup aku tidak akan mau menikah dengan pria lajang," - Callista

"Call, jangan sampai lo kemakan dengan omongan sendiri. Kalau nggak nikah dengan pria lajang, lo mau nikah sama siapa?" - Kayana

"Duda tak masalah, asal setia," - Callista

Agaknya omongan sesat yang diucapkan Callista terkabul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mertua gue seperti nenek sihir

"Kay, lo hari ini nggak ada kegiatan, kan?" tanya Callista yang saat ini hanya berdua saja di apartemen bersama sahabatnya.

"Sumpah demi apapun, Call. Gue belum bisa move on sama wajah laki lo yang gantenganya nggak ketulungan itu," canda Kayana. Suami sahabatnya itu memang cakepnya luar biasa. Selain cakep aura wajahnya sangat berkharisma.

"Ish, suami orang tuh," balas Callista dengan tawanya.

"Pantesan lo betah banget tinggal berdua sama doi. Kalau gue jadi elo, gue gak bakalan turun dari ranjang sedetik pun. Gue bakalan bikin doi betah banget buat nyentuh gue," Khayalan Kayana terlalu absurd.

"Ish, tingkat kemesuman lo terlalu over, Kay," ledek Callista.

"Bodo amat, Call. Kenyataannya memang begitu," Kayana tertawa renyah.

"Eh, daripada kita nggak ada kerjaan. Ngemal yuk! Sekarang gue yang traktir elo belanja apapun yang lo mau," Callista menawarkan.

Binar mata Kayana terlihat sangat jelas. "Serius, lo? Lo mau traktir gue apapun itu?"

Callista mengangguk.

Kayana memeluk sahabatnya itu dengan erat sekali. "Thank you, Call. Lo baik bener."

"Ish, lepasin! Kagak bisa napas, gue," pinta Callista.

Kayana dan Callista berangkat ke Mal Sinar Galaxy naik motor Kayana untuk mempercepat agar lekas sampai di sana.

Hari menjelang siang, pengunjung Mal terlihat sangat ramai sekali. Kayana dan Callista tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Keduanya menuju toko baju yang menjual beberapa baju bermerek.

"Call, boleh yah gue beli baju dengan merek Gucci, Prada, Chanel, Versace, Christian Dior, dan Louis Vuitton?" tanya Kayana pada sahabatnya.

"Ck, lo mau beli baju apa mau ngerampok gue? Tu baju semua apa cuman merek aja yang lo hapal?" canda Callista.

Kayana tertawa. Baru pertama kalinya doi masuk ke toko baju yang bermerek seperti ini. Apalagi dia hanya memilih untuk dirinya sendiri. Entahlah, setelah berkeliling di toko tersebut, Kayana menyerah.

"Gue nggak pantes pake yang bermerek kayak gini, Call," keluh Kayana pada sahabatnya.

"Eh, kenapa? Bukannya ini cita-cita elo dari dulu biar bisa beli baju bermerek Dunia?" tanya Callista.

"Nggak pantas karena nggak cocok sama gaji gue," Kayana tertawa. Walaupun saat ini sahabatnya bisa saja membelikan apa yang dia mau, tetapi dia masih sadar diri untuk tidak memanfaatkan kebaikan sahabatnya itu.

"Kita cari ke tempat lain aja, Call. Nggak bermerek tak masalah, asal gue dapet selusin," ajak Kayana.

Callista tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. Keduanya pindah dari toko pakaian bermerek ke tempat yang biasa Kayana kunjungi.

Saat hendak memasuki toko tersebut, dari kejauhan Callista seperti melihat dua orang yang di kenalnya sedang berjalan dengan wanita paruh baya yang belum pernah dilihatnya sama sekali. Callista mencegah Kayana untuk masuk ke toko terlebih dahulu.

Itu sepertinya adik ipar dan mantan istri suami gue. Siapa wanita paruh baya itu? Untuk apa mereka bertiga jalan bersama? Melihat wajah adik ipar seperti tertekan sekali. Ish, ini tidak beres!

"Kay, tunggu!" ucap Callista lirih.

"Ada apa?" Kayana menghentikan langkahnya.

"Kita ikuti ketiga orang itu, yak? Sepertinya ada yang tidak beres. Nanti saja gue ceritakan. Yang penting kita nggak ketinggalan kemana mereka pergi," ajak Callista.

Kedua sahabat ini sudah seperti detektif handal yang mengikuti mereka tanpa diketahui. Mereka berdua tak kehabisan akal, menyelinap dari toko ke toko. Sampai akhirnya tiba di sebuah butik berkelas yang ada di Mal Sinar Galaxy.

Eh, kenapa adik ipar dibawa ke butik? Apa ini ada hubungannya dengan masalah yang dihadapi suami gue?

"Ze, pilihlah gaun yang bagus untuk pertunanganmu besok!" ucap wanita paruh baya itu.

"Mama saja yang pilih. Bukankah Mama yang menginginkan pertunangan ini? Kenapa jadi aku yang repot?" protes Zelene tidak suka pada tindakan Mamanya yang sangat keterlaluan itu.

What? Mama? Jadi itu Mamanya Om Sean? Kenapa beda sekali dengan anak lelakinya?

"Ze, pilihlah sesuai seleramu. Jangan membantah!" perintah Mamanya lagi.

"Enggak, Ma! Seleraku cuman Kak Vigor," balas Zelene. Dia memang sengaja membuat Mamanya marah.

"Ze...," Jika tidak ingat ini tempat umum, mungkin Mama Jelita akan kelepasan menampar anak gadisnya itu.

"Ma, biarkan aku membantunya memilih gaun pertunangan sekaligus gaun pengantin untuk minggu depan," ucap Diana, mantan menantu Mama Jelita.

Hah? Ini gila... Wanita itu membantu adik ipar? Gue ngga salah lihat? Ini sangat gawat... Aku harus segera pergi dari sini sebelum ketahuan.

Callista menyeret tangan Kayana untuk keluar dari butik. Ketiga orang yang berada di dalam butik tidak menyadari jika sejak tadi ada yang mengawasi mereka.

"Eh, sudah selesai main detektifnya? Emang mereka siapa sih, Call?" tanya Kayana yang saat ini berjalan di sampingnya.

"Adik ipar, mantan istri suami gue, dan satunya gue ngga kenal. Tapi kalau dari percakapan mereka yang gue dengar, adik ipar manggil Mama. Dia sepertinya Mama mertuaku, Kay," Callista masih menyembunyikan rasa keterkejutannya. Kenapa ketiga orang itu bisa jalan bareng. Callista sedikit cemburu melihat mantan istri suaminya.

"Hemm, gue boleh berkata jujur nggak, Call?" Kayana sebenarnya takut menyakiti sahabatnya. Mengingat dia juga tidak bisa untuk tidak jujur pada sahabatnya.

"Apa, Kay?"

"Mertua lo kayak nenek Sihir," Kayana melihat wanita paruh baya itu dengan wajahnya yang selalu bersikap aneh. Sepertinya sangat jahat sekali.

Duh, omongan Kayana ngena banget dihati gue. Tapi bener juga sih. Doi tadi sempat ribut sama adik ipar.

"Hais, itu juga Mama suami gue yang katanya lo nggak bisa move on ngelihat wajahnya. Ketemu Mamanya lo langsung berubah," canda Callista. Sebenarnya hatinya berkata persis yang diucapkan Kayana.

Mertua gue seperti nenek sihir.

"Sorry to say, Call. Gue nggak ada maksud nyinggung, yak?" Kayana meminta maaf pada sahabatnya.

"Tak masalah. Yuk cari makanan dulu!" ajak Callista. Dia tidak ingin keberadaannya di Mal ini terendus mantan istri suaminya.

"Oke," Kayana mengikuti kemana Callista berjalan.

Callista sebenarnya ingin makan di tempat yang biasa dia kunjungi bareng suaminya, tetapi hari ini lebih baik dia memilih tempat yang ada di pojok Mal. Yaitu sebuah restoran yang menyuguhkan steak sebagai makanan yang paling terkenal.

"Ini keren, Call. Lo ngajak gue makan di sini?" tanya Kayana yang masih tidak percaya jika saat ini dia berada di restoran yang paling terkenal di Mal Sinar Galaxy.

"Kenapa? Lo nggak suka?"

"Bukan begitu, Call. Gue suka banget... Sering-sering ajak gue ke sini, yak?" canda Kayana.

Callista tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu. Dia lekas memanggil pelayan untuk memesan makanannya.

"Iya, Kak. Mau pesan apa?" tanya pelayan itu.

"Beef steak lada hitam, dua. Air mineral kemasan 600ml, dua. Sudah itu aja, Kak," jawab Callista.

Setelah pelayan itu pergi, dia melihat seseorang yang dikenalnya datang mendekat.

Astaga! Kenapa dia lagi, sih?

1
Linda Liddia
Lo jadi bini jgn bego2 amadlah udh tau ulet bulu masa lalu dtg lg bukan gimana gitu malah masih menye2 aja lo
☠️⃝🖌️M⃤ Muppin🍓: ✨ Halo Sahabat Pembaca! ✨
Aku baru saja merilis cerita terbaru berjudul “SCARLET MEMORIES” 🖤
Kisah tentang Diana— yang diusir oleh orang tuanya, dikhianati, dihancurkan, dan ditinggalkan dalam kondisi hamil.

Saat ia mulai sembuh karena satu pria yang tulus…

lelaki dari masa lalunya kembali,
membawa rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

✨ Baca SCARLET MEMORIES sekarang.
Berani jatuh cinta, berarti siap terluka lagi.
❤️ Like & komentar kalau kamu siap ikut terseret dramanya.
total 1 replies
Ais NSP
seancalista awal cerita yang menegangkan tapi berakhir bucin happy ending semua tokohnya sukses selalu emak othor/Good//Rose//Kiss/
Eni Etiningsih
calista yg nanya ke sean tapi aku yg oleng, jus lemon aku baca jus melon..🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
𝕾𝖊𝖗𝖊𝖓𝖆𝖉𝖊 𝕰𝖚𝖓𝖔𝖎𝖆: semangat. semoga suka🥰
total 1 replies
Eni Etiningsih
benang kusut..
Eni Etiningsih
aamiin.. ma..
Eni Etiningsih
awal yg seru thor..
HADIJAH MALAPO
bagus ceritanya
Ulifatun Nafirotin Nafirotin
Luar biasa
Farida
Lumayan
Anonim
Cerita ini tu kayak masih blm mendalamii cerita,anak polos tp engk nunjuki kepolosannya
Truss si bos yg kaya rayaa berasa engk ada harga dirinya di mata karyawannya
Kurang gemezz thoor
Rika Fitria
Luar biasa
Emy Bareto
bagus, sudah dua kali aku membacanya
Dysha♡💕
terlalu kekanakn,aku pikir si call bakal sedikit dewasa,,,
Dysha♡💕
sat set bener si Sean🤣
Dysha♡💕
mantap si Vigor🤭👍
Chuzaefah Chuzaefah
Luar biasa
Anonim
keren
Devi Handayani
dalam waktu dua hari callista udah jadi nyonyah Sean....mantulll👏👏👏😁😁
Herlina Adhil
Luar biasa
Neneng Tejaningsih
bagus cerita'y sukses trs untuk author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!