Baru mulai menulis dan ini cerita pertama saya, mohon dukungannya 💙
18+
Marsya seorang mahasiswi yg cerdas, cantik, tinggi semampai dia tidak suka memakai pakaian terbuka walau belum berhijab tapi pakaiannya selalu tertutup di tempat umum, bertemu dengan Malik seorang bodyguard yang kaku, cuek dan berwajah datar namun tampan di gemari banyak wanita, mereka jatuh cinta di saat Marsya hilang kesuciannya
"Sya mau kah kau menjadi bagiaan dari hidup ku"
"Kau sempurna untuk aku dan menjadikan hidup ku penuh warna" Malik berucap memegang tangan Marsya
"Pantaskah aku bersanding dengannya" Marysa berkata dalam hati
Akankah keadaan Marsya menghalangi cinta mereka
ataukah cinta mereka akan bertahan dengan rintangan yang akan mereka hadapi.
Yuukk selanjutnya baca jangan lupa dukungannya Vote, Like, Favorite dan komennya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Helikopter
Pagi hari marsya sedang merapikan kamarnya dan ponsel marsya berdering
drrt
drrtt
drrt
"halo sya lagi apa" tanya denis menelepon marsya
"hai denis, aku lagi beresin kamar" ucap marsya
"ganggu ga" ucap denis
"engga udah beres kok, kenapa" ucap marsya
"ketemuaan yuu, aku nanti mau ke bandung aku udah libur kuliah nya" ucap denis
"minggu kedua aja ya soalnya minggu pertama libur aku mau ke bali bareng temen temen aku" ucap marsya
"wah asik dong, aku boleh nyusul ga" tanya denis
"jangan dong ini kan acara cewek cewek" ucap marsya
"tapi bener ya nanti anter aku keliling bandung" ucap denis alesan saja padahal denis sering main ke kota bandung
"ya nanti aku temenin,lagian kamu pasti lebih tau bandung di banding aku" ucap marsya
"ya sih tapi kan rasanya beda kalau di temani kamu" ucap denis
"sama pacar kamu kan" ucap marsya
"iya lah pasti" ucap denis berbohong supaya marsya tidak menolak ajakannya
"oke sampai nanti ya" kata marsya lalu menutup telponnya
marsya dekat dengan denis melalui hubungan telpon saja dan marsya baik tehadap denis karena denis selalu sopan kalau sedang berbicara di telpon jadi membuat marsya nyaman berbicara dengan denis
marsya keluar kamar dan mengambil minuman di lemari es lalu marsya dan linda pun melanjutkan membersihkan apartemennya, linda bertanya tentang liburan
"eh kita libur mau kemana nih dua minggu loh lama" ucap linda
"aku mau ngajak kaliaan ke bali" ucap marsya
"mau dong ke bali....." ucap linda sambil teriak senang
"nanti kita obrolin lagi pas novi dan tika datang ya" ucap marsya
tak lama tika dan novi pun datang ke apartemen marsya, linda membukakan pintu lalu berbicara
"eh marsya mau ngajak kita liburan ke bali loh" ucap linda
"ah serius sya" kata novi senang
"ikut dong tapi gue ga ada uang" kata tika cemberut
"tenang aja semua aku yang bayar" kata marsya
"asiikkk...."kata linda, novi dan tika
linda,tika dan novi senang dan mereka menjadwalkan ke bali di minggu pertama liburan setelah ke bali mereka merencanakan pulang ke kota nya masing masing, tiket sudah di pesan villa pun sudah di booking semuanya sudah siap tinggal berangkat besok
pagi hari mereka pun berangkat ke bali sampai di bali dan menuju ke villa marsya menyewa villa di bali supaya lebih private bersama teman temannya, ponsel marsya pun berbunyi
drrt
drrt
drrt
marsya mendapat telpon dari malik
"halo malik" ucap marsya
"kamu udah libur" tanya malik
"udah, aku lagi di bali bareng linda, novi dan tika" ucap marsya
"bali...." kata malik kaget langsung berdiri menegang
"ya bali" kata marsya
"kamu gimana sih, kalau ketemu angga gimana" ucap malik
"oh ya malik....aku lupa....gimana dong" tiba tiba marsya panik ingat kejadiaan di bali
marsya terlalu senang pergi berlibur dengan teman temannya sampai melupakan kejadiaan di bali, marsya seperti keluar dari kandang macan namun masuk kembali ke kandangnya
"kamu kenapa ga bilang ke aku dulu" ucap malik
"ya lupa lagiaan kamu kan bukan pacar aku jadi ngapain aku ijin" ucap marsya manja
"oh jadi kita harus pacaran dulu baru kamu ijin sama aku" ucap malik kesal ingin sekali meremas wajah marsya yang menggemaskan itu
"ih malik ngomong apa sih,udah ah aku mau pulang lagi takut ketemu angga" ucap marsya
"nanti aku susul kamu, dua hari lagi, kamu bawa ikat rambut dari aku ga" tanya malik
"bawa lagi aku pake nih, apa hubungannya" ucap marsya
"pokonnya pake bawa kemana aja,sekali pun ke kamar mandi" ucap malik menutup telponnya
marsya merasa aneh apa hubungannya dengan ikat rambut dan melihat ikat rambut dari malik
malik rencana menyusul dua hari lagi karena masih ada tugas di kampusnya,sedangkan marsya jadi tidak enak perasaan mengingat angga pasti lagi di bali juga
"sya kok ngelamun" tanya linda
"ya aku lupa angga suka liburan ke bali jadi takut" ucap marsya
"tenang sya kan ada kita, aman" ungkap tika
"ya sih malik juga dua hari lagi katanya mau ke sini" ucap marsya
"yah kita jadi nyamuk dong" kata novi tertawa
"kok nyamuk bukan nya lalat ha ha ha" kata marsya menggoda teman temannya mereka pun tertawa
mereka tertawa senang berada di bali, mereka sedang berenang sore rencana mau jalan menuju ke beach club dan besok mau ke tempat wisata lainnya yang ada di bali
hari kedua di bali mereka mendatangi beach club terkenal dan di sana banyak orang dan benar saja marsya ketemu angga yang sedang bersenang senang dengan teman temannya juga ada gisel di sebelahnya
marsya pun takut melihat angga dan mengajak teman temannya pergi dari tempat itu tapi terlambat angga sudah melihatnya, angga pun memanggil riki dan menjauh dari gisel
"ki ikuti marsya, kalau ada kesempatan bawa ke hotel" perintah angga berbisik
"siap bos" ucap riki
riki pun mengikuti marsya tetapi marsya tidak tahu riki mengikutinya, malam hari mereka berempat sedang berbincang tertawa makan cemilan ada yang mengetuk pintu villa, tika membukanya lalu teriak karena riki membawa tiga pengawal, marsya pun berlari ke kamarnya mengunci kamar tetapi riki tak kehilangan akal
"nona marsya kalau tidak keluar teman teman anda akan saya sakiti" ucap riki mengancam
"jangan keluar sya, diam aja kunci pintunya dasar riki bajingan lu" pekik tika
tika pun dan yang lainnya di tutup mulutnya oleh para pengawal angga
"di hitung sampai tiga kalau ga keluar saya akan pukul tika" ucap riki mengancam
marsya gugup takut tidak tau harus melakukan apa, marsya menelepon malik tapi tidak tersambung
"tiga" ucap riki
"oke aku bakalan keluar jangan pukul tika" pekik marsya
akhir nya marsya keluar dan melihat teman teman nya sedang di ikat dan mulutnya di tutup lakban oleh pengawal angga
"bos angga hanya ingin bertemu dengan nona" ucap riki
"baik saya akan ikut tapi lepaskan dulu teman teman saya" ucap marsya
pengawal angga langsung membawa marsya dengan paksa
"lepasin saya bakalan jalan sendiri" ucap marsya emosi
marsya di lepas dan masuk ke mobil dengan pasrah
"jangan lapor polisi kalau teman kaliaan mau selamat" ucap riki mengancam tika,novi dan linda
mereka bertiga pun di lepas riki sedangkan marsya di bawa ke hotel
marsya di jaga dua pengawal satu di pintu luar dan satu di pintu dalam kamar hotel
"gimana dong marsya ya ampun kita harus apa" ucap linda khawatir memikirkan marsya
"tau itu riki gue ga akan buka" ucap tika menangis
"kita harus berpikir cara bebasin marsya" ucap novi takut
"lu tau marsya di bawa kemana" tanya linda
"engga" ucap novi
mereka bertiga pun menangis takut dan bingung lalu ponsel marsya berbunyi
"itu kan hape marsya yang bunyi" ucap linda
"oh ya dimana hape nya" ucap tika
novi pun mencari ke kamar dan menerima panggilan ponsel marsya dan ternyata dari malik
"halo ka malik cepet ke bali marsya di culik sama angga" ucap novi panik dan menangis
malik tidak mengangkat telpon dari marsya karena sedang bermain basket selesai bermain basket melihat ponselnya ada sambungan tak terjawab dari marsya dan langsung menghubungi kembali
malik pun panik dan langsung menutup telponya, pulang ke rumah lalu mencari penerbangan malam ternyata tidak ada penerbangan dari bandung, dari jakarta terlalu jauh memakan waktu lama, akhirnya malik mencari papihnya di ruang kerja untuk meminta bantuaan
tok
tok
tok
"masuk" ucap papih malik
"papih, bisa bantu malik" ucap malik
"tumben kamu minta sesuatu, mau minta mobil atau apa" ucap papih nya malik
"malik minjam helikopter" ucap malik
"mau kemana" tanya papih
"ke bali temuin teman teman" ucap malik menutupi kebenrannya tidak mau membuat orang tuanya khawatir
"ya sudah sebentar" ucap papi
papih malik pun menelpon seseorang untuk menyiapkan helikopter untuk ke bali, beberapa jam datang lah di atas atap rumah malik, rumah malik memang di siapkan untuk lepas landas helikopter untuk keadaan darurat
"makasih pih" ucap malik memeluk papihnya
"hati hati nak" ucap papih
papihnya malik tidak banyak bertanya karena malik anak yang tidak pernah banyak minta dia mandiri dan papihnya berpikir mungkin hanya ingin berlibur karena kuliah malik pun sudah selesai ujiaannya