NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua

Status: tamat
Genre:Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:495.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Riana, gadis manis dan baik hati, merasa bahagia karena menikah dengan seorang pria yang dia sangka memiliki sifat yang sama dengan sang papa. Bertanggung jawab, penyayang dan terutama setia. Pernikahan yang awalnya dia anggap akan mendatangkan kebahagiaan baginya ternyata menjadi awal dari penderitaan baginya. Riana tidak pernah tahu, kalau ternyata Bisma suaminya, ternyata telah menikah sebelumnya.
sanggupkah Riana bertahan menghadapi fitnahan demi fitnahan dari istri pertama Bisma?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan sentuh anak itu!

Suara tangisan bayi dari arah ruangan, seketika menghentikan perdebatan yang terjadi di antara Farrel dan Bisma. Mereka berdua sama-sama menghambur ke arah pintu sambil sesekali saling mendorong, membuat Farah berdecak kesal.

"Kalian berdua tolong jaga sikap! ini rumah sakit, jadi jangan ada yang bertingkah aneh." ucap Farah, kesal.

"Anak anda yang memulai duluan. Kalau dia tidak menantangku, hal seperti ini tidak mungkin akan terjadi." sahut Bisma dengan angkuhnya membuat Farah jengah.

"Sebenarnya, kamu yang menggangu, Tuan Bisma yang terhormat. Kenapa anda bisa ada di sini? anda menganggap yang di dalam adalah anak anda? apa kamu sudah lupa ingatan, kalau anda tidak mengakuinya dari dulu? Jadi berhentilah playing victim!"

Ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Farah mamanya Farrel, membuat Bisma seakan tertohok, hingga membuat pria itu terdiam tidak berani untuk membantah. Apalagi mengingat kalau mamanya Farrel lah yang membantu pengobatan mamanya. Dia merasa seperti anak yang kurang ajar kalau membantah sedangkan mengucapkan kata terima kasih saja belum.

Handle pintu berputar, pertanda kalau ada yang akan keluar, yang Farrel dan Bisma yakini adalah dokter yang menolong persalinan Riana.

"Dok, bagaimana keadaan Riana?" tanya Farrel begitu dokter itu muncul di depan pintu.

"Selamat ya, Pak Farrell anak anda lahir dengan selamat tidak kurang satu apapun, dan jenis kelaminnya, sesuai hasil USG, laki-laki." terang dokter itu, dengan senyuman lebar di bibirnya.

"Hei, itu an__"

"Kamu bisa diam gak sih?" Farah dengan cepat memotong ucapan Bisma sebelum pria itu keceplosan mengatakan kalau anak itu anaknya.

Bisma terdiam, tapi hatinya tidak terima, ketika dokter itu mengungkapkan kata 'selamat' pada Farrel, bukan pada dirinya.

"Apa aku boleh melihatnya, Dok?" tanya Farrel tidak peduli dengan wajah tidak senang yang ditunjukkan oleh Bisma.

"Nanti ya, Pam Farrel. Ibu Riana sedang dibersihkan dulu, bayinya juga. Nanti kalau Ibu Riana sudah dipindahkan ke ruang perawatan, anda bisa melihatnya." jelas dokter itu dan Farrel menganggukkan kepalanya, mengiyakan.

"Aku permisi dulu, Pak, Bu!" Dokter itu langsung berlalu pergi, begitu ketiga orang yang ada di sana, menganggukkan kepala.

"Kenapa anda menyela ucapanku tadi, yang ingin mengatakan kalau anak itu anakku bukan anaknya putra anda ini," protes Bisma saat tubuh dokter itu sudah menjauh.

Farah menatap Bisma dengan jengah, sekaligus kesal.

"Apa kamu sadar, kalau itu bisa menimbulkan tanda tanya pada dokter tadi? selama ini yang menemani Riana periksa ke rumah sakit siapa? yang menjaga Riana selama dia hamil siapa? yang memenuhi ngidamnya Riana siapa? anak saya ini kan? enak saja kamu mengakui anak itu sekarang. Kamu mau enaknya aja. Kalau kamu tadi mengakuinya di depan dokter tadi, itu sama saja kamu mempermalukan Riana. Seakan dia wanita murahan yang bisa bergonta-ganti pasangan. Jadi, please kamu jangan ganggu kehidupan Riana lagi! biarkan dia hidup bahagia!" ucap Farrah tegas tapi mengandung permohonan.

"Aku tidak menggangu kehidupan Riana, Nyonya. Aku justru ingin membuat anak kami mempunyai keluarga yang utuh. Ada mama dan papa. Aku akan mengajukan perceraianku dengan Dania," jelas Bisma, membuat Farrel merasa sedikit khawatir, kalau-kalau Riana berubah pikiran dan kembali lagi pada Bisma, mengingat pria itu akan bercerai.

"Tanpa kamu, anak itu sudah memiliki orang tua yang lengkap. Ada Riana mamanya, dan Farrel papanya. Anak itu mulai dari kandungan sudah terbiasa mengenal suara Farrel sebagai papanya. Jadi kamu jangan khawatir tentang itu!" ujar Farah dengan nada yang sangat dingin.

"Tapi, aku ini papa kandungannya, bukan Farrel. Jadi bagaimanapun, anak itu pasti akan lebih bahagia kalau dia hidup bersama dengan kedua orang tua kandungnya," Bisma tidak mau kalah.

"Kamu memang papa kandungannya, tapi ingat, kamu hanya menanamkan benihnya saj. Seumpama kamu menanam benih cabai, atau apapun itu, tapi kamu tidak merawatnya sama sekali. Kamu pasti tahu, bagaimana tanaman yang tidak dirawat. Seperti itu juga anak yang dikandung oleh Riana. Kalau tidak ada aku yang menjaganya, apa kamu yakin kalau bayi itu masih bisa lahir ke dunia ini? apa kamu tahu, dia begitu depresi karena kehilangan papanya? dan itu semua karena dirimu. Semua tetangga mengatakan dia wanita murahan dan pembawa sial, apa kami tahu itu, hah?!" Farrel buka suara dengan suara yang meninggi, merasa geram dengan sikap Bisma yang menurutnya sangat tidak tahu malu.

Bisma tercenung, tidak bisa membantah ucapan Farrel, karena yang dikatakan oleh pria itu benar adanya. Seketika dia merasa dirinya sangat buruk, membayangkan bila seandainya Farrel dan keluarganya tidak ada, entah bagaimana nasib Riana. Mungkin saja wanita itu depresi dan kemungkinan besar anak yang baru saja dilahirkan oleh wanita itu tidak akan ada hari ini.

"Pak, Bu, Ibu Riana sudah dipindahkan ke ruang perawatan di sebelah sana. kalian semua bisa melihatnya." Tiba-tiba seorang perawat muncul dan mencairkan suasana tegang yang sempat tercipta.

Farrel dengan wajah yang berbinar, langsung mengikuti perawat itu menuju ruang perawatan Riana. Demikian juga dengan Farah mamanya. Bisma juga tidak mau ketinggalan, dia sampai melupakan Mirna yang sedang diperiksa tadi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Riana bagaimana keadaanmu? apa kamu sudah merasa baikan?" Farrel langsung menghambur ke arah Riana dan Riana menyambutnya dengan senyuman.

"Aku baik-baik saja, Mas. Justru aku sangat bahagia sekarang." sahut Riana sambil tersenyum manis dengan wajah yang masih terlihat sedikit pucat.

"Syukurlah!" ucap Farrel, lega.

"Terima kasih ya, Mas, sudah mengkhawatirkan aku. Terima kasih juga sudah menjagaku dan anak kita selama ini." ucap Riana tulus. Dan di saat bersamaan Bisma masuk dan mendengar Riana mengatakan anak kita pada Farrel.

"Riana, dia anakku, bukan anak Farrel," ucap Bisma lirih.

"Anak kamu? sejak kapan kamu mengakuinya anak kamu?" tanya Riana dengan nada yang sinis, membuat perasaan Bisma tidak nyaman.

"Maafkan aku! aku salah tidak mempercayaimu. Sekarang aku sudah tahu segalanya, dan aku sudah mengajukan cerai pada Dania. Aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi, aku berjanji akan menjaga dan membahagiakan kamu dan anak-anak kita kelak." Ucap Bisma dengan memperlihatkan wajah sendu penuh penyesalan.

"Maaf, aku tidak bisa! kamu tolong keluar dari sini! bukannya aku sudah bilang kalau aku tidak ingin melihat wajahmu lagi? kalau kamu bisa mengembalikan papaku hidup lagi, aku akan memberikan kesempatan lagi padamu." Ucap Riana tanpa melihat ke arah Bisma dan air mata wanita itu kini sudah merembes membasahi pipinya.

Di saat bersamaan, seorang perawat masuk dengan membawa bayi di tangannya. Bisma dengan sigap ingin menggendong anak itu. Akan tetapi dia mengurungkan niatnya, begitu mendengar suara Riana.

"Jangan sentuh anak itu! bukannya aku pernah berkata, kalau suatu saat kamu menyesal dan tahu kebenarannya, aku tidak akan mengizinkan kamu untuk menyentuh anakku walau seujung kuku? jadi jangan kamu berani menyentuhnya!" ucap Riana, dingin.

"Mas, Farrel, tolong kamu bawa anak kita ke sini, Mas!" ucap Riana dengan lembut, sangat berbeda dengan nada bicaranya pada Bisma tadi.

Tbc

Jangan lupa buat tetap meninggalkan jejak ya guys. Like, vote dan komen. Biar aku semakin semangat buat upnya. 🙏🏻🤗

1
Surati
bagus
harwanti unyil
Bisma yg bodoh 😂😂
Gadis Puspa Kartika
Luar biasa
Wanti Suswanti
yah gak terasa udah tamat aja keren thor..tetap semangat..
Wanti Suswanti
Bisma menang banyak kalau sama Mirna semua istrinya perawan sedang Cakra kalau sama Dania mantan istri Bisma begitu pun farel dapat jandanya Bisma..
Wanti Suswanti
sesal yg sudah terlambat...
Wanti Suswanti
jeng jeng kejutan buat Bisma...
Wanti Suswanti
semoga Riana bisa menerima farel dan membuka hatinya buat farel..
Wanti Suswanti
mikir Bisma Gresek...
Wanti Suswanti
aku tdk sudi kalau nantinya Riana balik lagi sama Bisma...
Wanti Suswanti
harusnya Riana jujur gimanapun dia itu papahmu..
Wanti Suswanti
farel keren tapi aku akan kecewa sama Riana kalau dia nanti balik lagi sama Bisma setelah Bisma tau surat itu palsu dan meminta maaf sama Riana...
Wanti Suswanti
hamil nanti dituduh selingkuh lagi karna katanya Bisma gak subur...
Wanti Suswanti
makan tuh menantu idaman...
Andi Fitri
dasar bisma lelaki buaya buntung..
Helena
Luar biasa
Icha Puput
alurnya simpel dan gampang di pahami
Lienda nasution
pria aneh gak waras lagi sudah istri keduanya difitnah habis habisan ibunya diperlakukan dgn tidak manusia dan dia sendiri dibodohi kok masih memaafkan istri pertama nya dapat harta Gono gini lagi nah Riana hanya dapat pegel hati saja. benar benar novel yang alur ceritanya tidak bisa menjadi contoh ini Thor maaf
Lienda nasution
wing Riana edan banyak sekali yang disembunyikan dengan dalih untuk kebaikan malah membuat papanya sendiri sekarat gak jelas kebijakannya
Dewi Habibah
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!