NovelToon NovelToon
Adakah Cinta ?

Adakah Cinta ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Romansa-Percintaan bebas
Popularitas:63.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ralia Imutz

Menyakitkan jika mengingatnya, menyedihkan saat menjalaninya, mengecewakan saat melihatnya, itulah cinta.

"Naura ?" ucap orang tersebut memastikan orang dihadapannya ini

"Siapa ? hiks,,, hikss,,," tanyaku tidak mengenali orang yang mengajakku bicara

"Kamu Naurakan ? yang bermain bersamaku saat di panti asuhan ?" tanya anak itu lagi

"Deg !" Bayangan itu muncul, potongan mimpi yang terasa nyata itu hadir. Rasa sakit saat dipukuli oleh wanita yang ku anggap ibu, rasa menyalahkan diri karna tidak patuh, rasa yang menyesakkan dada

"Tidak, aku tidak bermain ke panti asuhan. Aku bukan anak yang nakal... hiks,,, hiks,,, " ucapku sambil menahan sakit diperut, ada perban dikepala menutupi luka yang cukup dalam dan besar serta beberapa lebam yang nyeri diwajahku

Itu semua ku dapatkan dari orang yang ku anggap tulus ternyata palsu, dari seorang yang ku anggap pelindung ternyata penjahat, Cinta dari segala bentuk itu menyedihkan Bukan ? Adakah Cinta yang tulus di dunia ini ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31_ Canggung

Beberapa saat berlalu setekah makan, piring masing-masing dari mereka nampak sudah bersih.

“Hm, Naura mau tambah ?” tawar Aydin akhirnya tidak tahan, karena kebiasaan dikeluarga mereka selalu menawari tambah jika ada yang makan yang sudah habis

“Tidak” jawab Naura sambil menggeleng

“Kalau Prof. mau tambah Prof ?” Tanya Aydin

“He, kamu tau saja jika ini masih belum cukup. Tolong ya” ucap Prof. dengan sedikit sungkan memberikan piringnya pada Aydin, usia yang sudah senja ini membuatnya kesulitan bergerak dan menjangkau sesuatu yang jauh

“Mau yang mana Prof ?” Tanya Aydin

“Ayamnya satu dan sayur itu” ucap Prof

“Ini Prof. silahkan” ucap Aydin mengembalikan piring yang sudah dia isi

“Nak Aydin jika ingin tambah silahkan diambil, jangan sungkan” ucap Prof. kemudian mulai makan sesi keduanya

“Terimakasih Prof. Alhamdulilla saya sudah kenyang” ucap Aydin

Kemudian hening kembali tercipta, Aydin kebingungan harus mencari topic apa lagi. Pasalnya dirinya saat ini hanya diam dan tidak tau harus apa sambil menunggu Prof. menyelesaikan makannya. Nampak Naura dikursi sebrang juga kebingungan dia hanya mengalihkan pandangannya mengamati sesuatu.

“Em,,,, Nau”

“Ay…” ucap mereka tanpa sengaja di timing yang bersamaan

“Hehehe, silahkan kamu duluan saja Nau” ucap Aydin

“Em, ya, anu, Kenapa Bunda kamu menjadi malaikat dalam mimpiku ? apa aku sedekat itu dengan beliau ?” Tanya Naura

“Aku juga ingin menanyakan itu, padahal ketika aku bersama Bunda, Bunda hanya beberapa kali kesana dan itupun bertemu kamu hanya dua kali saja. Tidak tau sebelum aku bertemu Bunda apakah kalian sering bertemu atau tidak” ucap Aydin menjelaskan

“Oooh, seseorang itu bakalan mengingat bagaimana pertama kali bertemu dengan seseorang, Mungkin itulah kesan yang melekat dipikiranku tentang bundamu” ucap Naura

“Ya aku setuju dengan itu, mungkin ketika pertama bertemu Bunda. Bunda menjadi bidadari untuk kamu, menjadi penyelamat untuk kamu sehingga kamu mengenangnya seperti itu” ucap Aydin sambil tersenyum

“Ya” jawab Naura mengangguk kemudian menunduk

“Hm,,, kalau sosok aku bagaiamana kamu mengingatnya Nau ?” Tanya Aydin penasaran

“Aku tidak mengingat wajahmu atau namamu secara lengkap. Yang ku ingat hanya kejadian itu” ucap Naura

“Oooh, ternyata aku dikalahkan oleh Bundaku sendiri” gumam Aydin

“Kenapa Ay ? kau berkata sesuatu ?” Tanya Naura

“AH, tidak aku hanya ingin bilang kau cantik, eh bukan maksudku Bundaku dilukisanmu. Hehhe” ucap Aydin sambil memegang lehernya

“Uhuuuhkkk…” Prof. Dwi sedikit tersedak saat mendengarnya sedangkan Naura malah menunduk malu dengan wajah yang memerah

“Maaf, maaf Prof. silahkan minum” ucap Aydin segera membantu menyiapkan minum

“Uhuuhkkk,,, te,,, terimakasih” ucap Prof. Dwi segera minum

Aydinpun kembali duduk ke tempatnya, dia sedikit menciut karena menggoda anak orang tidak pada tempatnya.

“Saya sudah selesai, kamu jangan hanya mearayu tapi buktikan dengan tindakan” ucap Prof. Dwi berdiri dari kursinya

“Ba, baik Prof.” ucap Aydin gugup

“Ya, rapikan kembali bekas makannya” ucap Prof. Dwi kemudian pergi

“Hah ? saya, anu saya gak bisa nyuci piring” ucap Aydin dengan pelan

“Biar ku bantu” ucap Naura mulai mengambil piring kotor

“Ah, terimakasih banyak Nau” ucap Aydin juga ikut mengambil piring kotor dan membawanya

“Ya…” ucap Naura mulai megusap piring kotor dengan spons

“Ada yang bisa ku bantu ?” Tanya Aydin

“Hm, kau bisa mengeringkan pringnya dengan lap itu” ucap Naura

“Baiklah” ucap Aydin menunggu dengan lap dibahunya, dirinya menatap Naura dengan intes membayangkan betapa kuatnya wanita dihadapannya ini melewati masa lalu yang begitu menyedihkan.

“Siapa yang teganya menyiksa anak kecil se imut Naura dulu” batin Aydin sambil terus memandang Naura

“Em, anu Ay. Kenapa kau menatapku ?” ucap Naura sedikit grogi

“Ah, benarkah. Maaf” ucap Aydin segera menunduk, beberapa saat kemudian kepalanya menegak kembali dan matanya menatap Naura lagi

“Ay, kau masih menatapku” ucap Naura

“Ah, iya. Em… kalau begitu aku ke meja, mau melap meja” ucap Aydin kikuk dengan situasi ini

“Ya” ucap Naura mengangguk sambil menahan tawa karena tingkah Aydin yang banyak gerak saat kebingungan

Setelah beberapa saat Aydin kembali mendekati Naura dengan lap dibahunya.

“Nau, sini ku bantu” ucap Aydin mengambil piring ditangan Naura

“Berdua bisa lebih cepat Ay” ucap Naura mengambil piring basah kembali

“Ya. Hm… bagaimana jika besok malam kau makan dirumahku” ucap Aydin

“Hm…” Naura berpikir sejenak menyesuaikan dengan jadwal shiftnya

“Kau besok pulang siangkan ? aku juga siang” ucap Aydin

“Ya, sepertinya bisa” ucap Naura

“Sepakat ya besok malam” ucap Aydin senang

“Ya” jawab Naura sambil melihat satu piring yang tersisa dan bergegas mengambilnya

“Deg…” mereka berdua menoleh

(Dan sound lagu berkumandang dihati mereka)

Matamu melemahkanku…

Saat pertama kali ku lihatmu…

Jujur, ku tak pernah merasa…

Ku tak pernah merasa begini….

Tangan mereka menyatu diatas piring, dihiasi dengan tatapan intesn yang terhantarkan sampai tangan membuatnya semakin lengket dan lengket. Tangan mereka siap dihidangkan untuk menjadi sepasang kekasih yang selalu bergandeng tangan.

“Ekheeem. Air putih mana ya ?” ucap suara baritone yang mmebuyarkan semuanya

“Prof !” ucap keduanya segera menoleh dan melepaskan tangan masing-masing

“Nah ini dia air putihnya” ucap Prof. Dwi acuh dengan yang dilihatnya kemudian kembali keatas untuk menikmati bacaannya

.

.

.

See you next episode ya 😉~~~

Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣

Thanks All ✨✨✨, maaf kemaren gak up karena fokus ke IWB 😅😅😅

1
NOVIA
aku lupa cerita.a😂
Nurul Indarti
lah kok mandek lagi thor....
Puspa Dewi kusumaningrum
aduh thooor,aq lupa2 ingat jln critanya ini🤦
Puspa Dewi kusumaningrum: 💪💪💪💪💪
total 2 replies
kavena ayunda
lanjut donk thor
Puspa Dewi kusumaningrum
gk dilanjut lg thor
💕 istri mas hanif💕
dinda nikah sm siapa thor
Riza Maulanan
kenapa nggk lanjut tor
Syasee See
kak adakah cinta kapan update nya kak?
Akubolomu
Kpan dilanjut?
Syasee See
lanjut thor
Ssaeda Aditia
apa derya lupa sama naura kan pernh ktmu dirumah sakit kenalan lagi
Kirana di Nabastala
smungut up .. Thor...
tak enteni iki🤭
meski menanti sedikit membuat hati galau😬
Peni Khairunnisa
lanjutt
olizfarida olizfarida89@gmail.com
lanjut thorrrr💪💪💪
ꪶꫝNOVI HI
lanjut
ꪶꫝNOVI HI: sama..
total 4 replies
Akubolomu
Yeay
Akhirnya
NOVIA
makin seru.... lanjut thor
Syasee See
lanjjt thor,pinisirin ini.gk sabar nunggh lanjutannya
olizfarida olizfarida89@gmail.com
good job bunda naya ayo selesaikan msalahnya biar kelar😍😍😍
Puspa Dewi kusumaningrum
😅😅😅😅😅😅😅
sama2 tua kekanak kanakkan sumua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!