NovelToon NovelToon
When My Love Bloom

When My Love Bloom

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:149.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kirana Pramudya

Tidak ada yang bisa memaksa bunga-bunga untuk tidak bermekaran, demikian pula tidak ada yang bisa menghentikan tumbuh dan mekarnya perasaan kita kepada seseorang. Sekalipun menahannya, akan ada satu momen di mana kita akan merasa bahwa kita perlu mengutarakan perasaan kita. When My Love Bloom, I never failed to loving you.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pegang Tanganku

Clara memutar bola matanya, terkadang ia merasa jengah dengan perilaku Raffa yang terlewat aneh. Bahkan atasannya itu pernah terang-terangan mengaku untuk mengejarnya.

Lama Clara terdiam, terlintas dalam benaknya setiap ucapan-ucapan aneh yang Raffa ucapkan, tetapi sekali pun bagi Clara ucapan Raffa terasa aneh, tetapi wajahnya sangat serius. Bahkan ketika Raffa baru saja mengatakan ingin sarapan di apartemen Clara untuk menikmati teh seduh racikan Clara dan roti bakar, wajahnya terlihat sangat serius.

"Kenapa kau tiba-tiba diam, Clara?" suara Raffa menyadarkan Clara dari pikirannya.

"Ah, tidak apa-apa Pak." jawab Clara singkat, tetapi sikapnya terlihat salah tingkah.

Raffa hanya tersenyum melihat perangai Clara yang salah tingkah.

Keduanya memilih diam, hingga saatnya pemberitahuan kepada seluruh penumpang untuk masuk ke dalam pesawat berbunyi.

[Diberitahukan kepada seluruh penumpang untuk penerbangan Jakarta menuju Singapura dipersilakan untuk segera memasuki pesawat.]

"Sudah ada pemberitahuan untuk memasuki pesawat, Pak Raffa. Sebaiknya kita segera bergegas." ucap Clara sembari menenteng hand bag nya.

"Hmm, baiklah." Raffa pun turut berdiri dan berjalan mendahului Clara.

Keduanya berjalan dari VIP Lounge menuju Terminal 2 tempat pesawat berada.

"Jangan berlari di belakangku, Clara. Berjalanlah di depanku atau di sampingku. Jika kau berjalan di belakangku orang-orang akan mengira kau adalah bodyguard-ku." Raffa berkata sembari menoleh ke belakang pada Clara yang berjalan di belakangnya.

"Hm-hm, baiklah Pak." Clara pun mempercepat langkah kakinya dan berjalan di samping Raffa.

Mereka berdua terus berjalan hingga memasuki pesawat. Raffa dan Clara memilih kelas penerbangan VIP, walau pun jarak tempuh Jakarta - Singapura kurang lebih hanya 2 jam, tetapi duduk di kelas VIP agaknya cukup nyaman bagi Raffa, terlebih saat keduanya hendak membicarakan tentang pekerjaan juga akan lebih nyaman.

Begitu sampai di tempat duduk mereka, Raffa berdiri terlebih dahulu di tepi tempat duduk.

"Masuklah dulu Clara, duduklah. Di dekat jendela adalah posisi duduk favoritmu kan?"

Clara menundukkan kepalanya dan tersenyum pada Raffa. "Terima kasih Pak." ucapnya sembari mendudukkan dirinya di kursi yang berada di dekat jendela.

Raffa hanya tersenyum dengan tangan kanannya yang seolah mempersilakan Clara untuk duduk terlebih dahulu.

Setelah Clara duduk, barulah Raffa kemudian duduk di sebelah Clara.

"Sebenarnya saya agak tegang, Pak." ucap Clara tiba-tiba.

Raffa segera menghadap kepada Clara, dia ingin mendengar apa yang membuat Clara yang selama ini percaya diri tiba-tiba menjadi tegang. "Kenapa, Hmm?"

Clara sedikit tersenyum, "Saya sebenarnya selalu takut ketika naik pesawat Pak."

Raffa mengerutkan keningnya, selama 5 tahun bekerja dengan Clara bahkan beberapa kali mengunjungi kota-kota di Indonesia dengan menggunakan pesawat, baru kali ini dia tahu bahwa sekretarisnya ternyata takut naik pesawat.

"Jikalau kamu takut, mengapa selama ini kamu tidak pernah menolak saat saya mengajakmu untuk melakukan perjalanan bisnis ke beberapa kota?" tanya Raffa dengan matanya yang menatap Clara.

"Ya saya sebenarnya takut, Pak. Saya hanya berusaha menenangkan diri saya saja." ucap Clara sembari menunduk.

"Apakah sepanjang perjalanan dengan pesawat kamu akan ketakutan?" tanya Raffa.

Clara mengangguk, "Ya, tetapi yang paling membuat saya takut adalah saat pesawat akan take off dan ketika pesawat akan landing." Clara menghela nafasnya sejenak. "Jantung saya rasanya mau copot setiap kali pesawat akan take off atau landing, tetapi ketika pesawat sudah terbang dengan stabil sih saya sudah tidak ketakutan."

Raffa masih menatap Clara sembari mengangguk-anggukkan kepalanya. "Jika kamu bilang sejak dulu, saya mungkin akan menghindari perjalanan dengan pesawat saat mengajakmu melakukan perjalanan bisnis, Clara." ucapnya sembari tangannya mengusap dagunya.

"Tetapi kalau jarak tempuhnya jauh, kan mau tidak mau kita harus menaiki pesawat Pak?" sanggah Clara.

"Kita bisa naik kapal laut, Clara. Ya walau pun membutuhkan berhari-hari untuk sampai ke kota tujuan kita. Tetapi, itu tidak masalah daripada kamu harus ketakutan." ucapnya enteng.

Clara hanya terkekeh mendengar ucapan Raffa. "Anda bisa saja Pak, lagipula saya masih berani bertahan dan melawan ketakutan saya, Pak."

Raffa tersenyum, "Kamu memang hebat, Clara. Sekali pun kau merasa takut tetapi kamu berhasil mengalahkan ketakutanmu."

Clara hanya sedikit tersenyum mendengar ucapan Raffa.

Tidak berselang lama, terdengar pemberitahuan bahwa pesawat akan segera take off, seluruh penumpang diwajibkan mengenakan seat belt.

Mulailah Clara merasakan jantungnya berdegup lebih cepat. Dia hanya bisa melakukan relaksasi dengan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, lalu mengeluarkan perlahan dari mulutnya. Mengulanginya secara terus menerus hingga perasaannya menjadi lebih tenang. Namun, rupanya tiba-tiba tangan Clara menjadi dingin, efek ketakutan yang ia alami.

Begitu pesawat mulai dijalankan, Raffa sedikit melihat kepada Clara yang terlihat sangat tegang. Tangannya menggenggam kencang sisi kursinya.

Dengan tiba-tiba, Raffa memegang tangan Clara, mengisi kekosongan di sela-sela jari jemari Clara dan mengisinya dengan jari jemarinya.

"Jangan takut Clara, pegang tanganku saja." ucap Raffa sembari menggenggam erat tangan Clara.

Clara begitu kaget dengan tindakan Raffa yang selalu saja tiba-tiba. Hingga ia hanya bisa membolakan matanya dan mencoba melepaskan genggaman tangan Raffa di tangannya.

"Jangan dilepas, pegang tanganku saja. Kalau kamu ketakutan nanti boleh kamu mencengkeramnya." ucapnya santai sembari terus menggenggam tangan Clara.

"Eh, tapi... Ini tidak benar, Pak..." ucap Clara yang terlihat gelagapan di depan Raffa.

"Tangan ini akan memberimu kekuatan, Clara. Percayalah padaku." lagi Raffa meyakinkan Clara untuk terus menggenggam tangannya.

Hingga akhirnya pesawat bersiap take off. Pesawat yang semula berjalan normal tiba-tiba berjalan sangat cepat hingga berusaha terbang. Jantung Clara berdegup kencang, sementara satu tangannya yang dipegang Raffa nampak semakin mencengkeram tangan Raffa.

"Jangan takut ya, ada aku." ucap Raffa lembut.

Clara hanya mengangguk kepalanya dan tersenyum melihat Raffa. Setelah pesawat terbang dalam posisi stabil, Clara menyadari bahwa tangannya masih berada dalam genggaman Raffa.

"Bolehkah sekarang saya melepaskan tangan saya, Pak?" tanya Clara sembari menatap Raffa.

"Karena tanganmu masih terasa dingin, jadi biar tetap berada dalam genggaman saya, Clara. Biarkan dulu seperti ini." ucap Raffa santai.

Clara pun akhirnya membiarkan satu tangannya berada dalam genggaman Raffa selama perjalanan udara itu. Hingga akhirnya pesawat yang mereka tumpangi akan melakukan landing di Changi International Airport, di udara sudah terlihat salah satu icon Negara Singapura yaitu Marina Bay Sands yang begitu iconic dengan kapal yang berada di atas gedung yang sangat tinggi.

"Peganganlah yang erat Clara, sekarang kita akan landing. Bagaimana tanganku bisa meredakan ketakutanmu kan?" ucap Raffa dengan penuh percaya diri.

Clara hanya menghela nafasnya, "Tapi ini Pak Raffa sedang tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan kan?"

1
anypuji
akhh seneng
anypuji
kita semua mendukung mu rafa
anypuji
Pepet trusss 😂😂😂😂
anypuji
Rafa terjebak🤭🤭🤭
anypuji
Rafael jatuh cinta claram
anypuji
aaaa Rada
anypuji
pura² jadi pacar entar² jadi suami istri
anypuji
pura² jadi pacar entar² jadi suami istri
anypuji
Rafael Clara ortunya Andrea bukan ya kak
Reni Setia
makasih thor utk karya novelnya
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Mei Rani Wijayaka
gak ada bonus extra part nya thor yang banyak
Sherliana Zuadesi
npa blm up jg thor
Kirana Pramudya: Sementara tidak up dulu Kak..
Fokus ke karya lainnya🙏🏻
total 1 replies
Kirana Pramudya
Ditunggu ya Kak. 🙏🏻
Fauzah Haddad
knp ga up trs yaa...udh bermggu2 loh
Azka Aisyah Kosmetik
mampir thor
Kirana Pramudya: Makasih Kak sudah mau mampir🥰
total 1 replies
ChaManda
Setelah sekian purnama. Akhirnya saya Sampe sini juga❤️😅
Yati Parmin
semoga lancar dan mendapat restu dari kedua orang tua raffa...amin
Yati Parmin
pecat aja tuh si nina biang gosip...
Yati Parmin
come on raff udah dpt lampu ijo dri mama papamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!