Zoya adalah gadis yang hidup di abad ke 21, terkenal sebagai bos mafia yang kejam
"Mereka memang pantas mati, orang yg menjijikan dan tak tau diri." ucap Zoya yang kemudian menarik pelatuk pistolnya
Dorrr
Bukan mangsanya yg terbunuh tapi dia, dia tak tau bahwa ada yg mengincar nyawanya.
Untung saja dewaa masih berbaik hati padanya hingga dia terlempar ke dunia anta branta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PUSPARINI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Bukan Tandinganmu
Kali ini Xiao Ziya benar benar membuat syok anggota Klan Xiao dan Klan Yue. Mereka semua berfikir sehebat apa gadis ini hingga bisa membuat konstribusi besar untuk kekaisaran.
"Apa yang telah dilakukan anak ini hingga kekaisaran mengirim seorang pendekar hebat untuk melindunginya." fikir pemimpin Klan Yue yang masih tidak percaya. Walau dia tau Xiao Ziya memiliki kekuatan yang hebat namun untuk mengurus pemberontakan butuh rencana yang hebat.
Yue Sui memandang Xiao Ziya dengan benci, dia benar benar tak ingin tersaingi gadis yang ada di hadapannya itu. Semua keuntungan yang ia dapat ketika ada di Klan Xiao tak bisa lenyap begitu saja.
"Tetap dengan statusmu di Kekaisaran Qiyu, aku tak akan pernah pergi dari Xlan Xiao yang sangat ku cintai ini." ucap Yue Sui, dia berfikir dengan begini mungkin saja dia akan bisa mempertahankan diri.
"Hah.. Klan Xiao yang kau cintai? apa aku tak salah dengar. Lucu sekali ucapanmu itu, bilang saja kau tak ingin kehilangan kedudukanmu di sini." jawab Xiao Ziya dengan sinis. Dia benar benar tak suka dengan kehadiran Yue Sui di dalam Klannya. Bukan karna Xiao Ziya sombong, tapi sifat gadis itu sangat memuakkan.
"Dia adalah putri angkatku sudah sewajarnya dia tetap tinggal di sini." ucap Xiao Yuza yang seperti ingin mempertahankan keberadaan Yue Sui di dalam Klan Xiao.
"Tapi paman Yuza, nona Yue Sui punya marga sendiri, dia juga punya klannya sendiri. Bukankah mereka lebih berhak atasnya." ucap Xiao Ziya yang semakin memojokkan Yue Sui.
"Berani kau seperti itu padaku, kau tak berhak mengusirku." triak Yue Sui kemudian mendorong Xiao Ziya hingga jatuh tersungkur.
Melihat orang yang seharusnya ia lindungi terluka membuat Zean merasa kesal sekaligus marah, diapun menarik pedang yang ia bawa dan menodongkannya ke leher Yue Sui.
"Kau!! wanita tak tau malu sepertimu berani beraninya menyakiti nona Ziya, apa kau ingin diusir dari Kekaisaran Qiyu." pekik Zean sambil terus menodongkan pedangnya.
Melihat salah satu anggota klannya terancam membuat Yue Anzi segera menolong Yue Sui.
"Mohon maaf untuk perlakuan tak sopan dari Yue Sui, saya harap nona Ziya bisa memaafkannya. Dan malam ini juga saya akan membawanya pulang ke Klan Yue." ucap Yue Anzi kemudian menarik tangan Yue Sui dengan paksa.
Akhirnya rombongan Klan Yue pergi, kini tinggal anggota Klan Xiao yang sedang menatap Xiao Ziya seperti ingin meminta penjelasan tentang apa yang terjadi dan bagaimana dia memiliki konstribusi pada kekaisaran.
Sedangkan saat ini rombongan Klan Yue tengah berhenti di salah satu restoran yang masih ada di dekat Klan Xiao.
"Mengapa pemimpin klan membawaku dengan paksa. Aku sangat suka saat berada di sana." ucap Yue Sui yang tak terima dengan perlakuan pemimpin klan yang seenaknya.
"Apa kau ingin mati di sana? apa kau tak melihat betapa bersinarnya Xiao Ziya? Sebenarnya kau bukanlah tandingan gadis itu." ucap pemimpin Klan yang sudah curiga saat ia tak bisa mengukur kekuatan Xiao Ziya.
"Apa apaan pemimpin!! gadis itu sangat lemah seperti sampah. Bila bukan karna bantuan pendekar itu, dia pasti akan mati." ucap Yue Sui yang memang meremehkan kekuatan Xiao Ziya.
Tiba tiba saja saat mereka sedang mengobrol ada sebuah anak panah yang melesat dan hampir mengenai Yue Sui, namun panah itu tertancap di dinding restoran. Di panah itu terikat sepucuk kertas.
"Siapa yang berani menyerangku seperti ini, keluar kau kalau berani." ucap Yue Sui. Kemudian dia mengambil sepucuk surat tersebut. Dan isi suratnya adalah......
"Kau sedang menghinaku? Kau menganggapku lemah? bila aku mau malam ini kau sudah tak bernyawa. Dan ingat aku selalu mengawasimu." itu sekiranya isi sepucuk kertas yang ada di tangan Yue Sui.
Seketika keringat bercucuran dari kening Yue Sui, bagaimana bisa Xiao Ziya tau kalau dia sedang membicarakannya.
"Bukankah sudah ku bilang kau bukan apa apa dibandingkan dengan dia." ucap Yue Anzi kemudian pergi meninggalkan restoran.
Hy guys maaf ya baru bisa up sekarang
jangan lupa vote, komen, rate, dan like ya guys.
mungkin kamu sudah lupa pernah bikin cerita ini tapi kami tidakkk😇