Apa jadinya jika dua saudara kembar yang terpisah selama bertahun-tahun bertemu?
Dewi Hana Saputri dan Clarissa Hani Widjaya, keduanya memiliki sifat dan karakter yang berbeda, tapi keduanya sama-sama mencintai satu pria yang sama.
Siapakah yang di pilih pria itu?
'Ada berbagai macam manusia yang lahir didunia ini, seseorang mengatakan tidak ada satupun manusia yang telahir semuanya sama walaupun fisik mereka mirip tapi karakternya pasti berbeda.'
Ini novel pertamaku, mohon dukungannya dan tolong jangan menjatuhkan autho ya 😄 Terima kasih banyak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31 "Gagal"
Matahari sudah tenggelam beberapa menit lalu , warna kekuningan di langit sudah berubah menjadi lebih gelap. Angin malam juga mulai berhembus ketika Hani dan Satya jalan menuju sebuah tempat yang asing.
“Masuklah” Di depan sebuah rumah, Satya menghentikan langkah nya ia mengantar Hani sampai ke rumah Hana
“iya, kau bisa pulang duluan” Hani tersenyum ia tidak mungkin masuk ke rumah itu sebelum Satya pergi.
“Baiklah, ah iya sekali lagi aku sangat minta maaf soal waktu itu. Aku sungguh sungguh minta maaf” Satya menunjukan wajah seriusnya, Ia tak ingin hubungan nya dengan Hana menjadi renggang hanya karena masalah di depan kantor polisi waktu itu.
“tidak apa, dan juga terimakasih untuk hari ini” Hani menunjukan senyuman nya lagi dan membuat Satya merasa semakin heran .
“Wow, kau tidak pernah berterimakasih padaku seperti ini. Aneh sekali! Kau pasti bukan Hana?!” Hani diam, saat Satya memicingkan matanya dan menatapnya dari jarak yang dekat ia bahkan tak bisa mengatakan apapun.
“Hahaha , sudahlah . Cepat masuk ke dalam aku pulang dulu, bye” Sebelum pergi Satya mengacak rambut Hani dan tersenyum.
Semua hal itu membuat Hani semakin ingin lebih dekat dengan Satya, ia bahkan tidak berani untuk mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya. Perlahan langkah Satya semakin jauh dari pandangan nya, Hani kemudian menatap ke arah rumah yang ada di depan nya. Ia mendengar suara Tv dari dalam rumah, lampu halaman depan yang menyala dan juga pintu yang terkunci .
“Jadi ini rumah orang yang bernama Hana itu?” Hani masih mematung disana, ia segera menggelengkan kepalanya dan tak mungkin untuk melangkah masuk ke dalam. Pandangan mata Hani kembali melihat dimana Satya hilang.
"Jika aku mengatakan yang sebenarnya apakah aku bisa dekat dengannya? Hana siapa kamu? kenapa semua orang menganggapku sebagai kamu? apa hubunganmu dengan Satya? dan Arka?"
Hani menghela nafas panjang sekarang Arka muncul dibenaknya. Satya dan Arka dia orang yang menganggap nya sebagai Hana. Setelah lama berpikir Hani memutuskan untuk kembali ke rumah aslinya sebelum siapapun dari dalam rumah itu memergoki dirinya.
🌺🌺🌺🌺🌺
Berulang kali Arka menggerakan kakinya , berjalan kesana kemari dan mengganti posisinya dalam menunggu. Rumah Hani masih terlihat sepi dengan pintu gerbang yang tertutup rapat. Setelah 3 jam menanti akhirnya Hani terlihat turun dari taksi yang berhenti tepat di depan rumahnya.
"Han! Darimana saja?” Hani terkejut ketika Arka berjalan menghampirinya.
“Pak manager, kenapa kau ada disini?”
“Kenapa kau tidak menjawab pesan teks ku?” Arka malah kembali menyerang Hani dengan pertanyaan nya .
“Apa? aaah ponselku mati" Hani menunjukkan ponsel yang yang menunjukkan layar hitam. "ada perlu apa berdiri di depan rumah ku?” lanjut Hani dengan heran, apalagi ini hari libur sehingga mereka tidak punya urusan dalam pekerjaan. Arka menatapi Hani dan mendekatkan langkahnya.
“Ada yang ingin aku tanyakan” Ucap Arka.
“tunggu! Aaiish gerbangnya di kunci, mommy pasti membawa kuncinya bagaimana ini—“ Mata Hani tertuju pada gerbang yang terlihat tertutup rapat Ia bahkan mengabaikan Arka yang sedari tadi membuang waktu untuk menunggu. Hani sibuk menggerutu di depan gerbang nya, ia bahkan tak bisa menghubungi siapapun untuk dimintai tolong karena ponselnya kehabisan daya.
“Kemana orang tua mu?” Arka bersender di gerbang dan melihat ke arah Hani yang sibuk sendiri.
“paris, aku tidak bisa ikut karena ada urusan, bagaimana ini apa aku harus tidur di hotel saja?”
“Ayo” Arka menarik tangan Hani dan membawanya kembali berjalan untuk mencari taksi yang akan membawa mereka pergi.
.
Di Hotel milik Arka.
“Tidurlah disini , sebenarnya aku benci menggunakan fasilitas yang diberikan Mommy, tapi untuk kali ini tidak apalah” jelas Arka.
Hani menggelengkan kepalanya ia tak bisa berhenti menatapi furniture yang ada di dalam ruangan suite hotel MoonBlue. Arka membawa Hani masuk ke ruangan yang hanya bisa diakses oleh orang orang tertentu ini.
“Whoaaa keren sekali!” Hani duduk di kasurnya yang empuk dan beberapa kali menggoyangkan tubuhnya disana. Arka hanya tertawa kecil melihat tingkah laku Hani.
“hmm apa ini gratis?” Tanya Hani sedikit penasaran, Ia takut Jika Arka memiliki niatan tertentu pada dirinya.
“tidak ada yang gratis di dunia ini” Jawaban Arka membuat Hani kehilangan senyumnya . Ia lalu menjauh dari kasur yang empuk itu dan menghampiri Arka.
“Kalau begitu aku mau tidur di tempat lain saja”
“Kau tidak tahu di tempat lain bisa saja lebih berbahaya, ini sudah tengah malam bahaya keluar lagi, dan kau mau digoda om-om ketika berjalan sendirian, aku tidak akan mau mengantarmu ke tempat lain, jadi bagaimana keputusanmu?” Tatapan Arka dan nada bicaranya membuat Hani sedikit ketakutan lagipula Hani memang tak memiliki keberanian untuk itu.
“Kalau begitu—“
“Kau bisa tinggal disini sampai orang tua mu pulang. Ah! Ada yang ingin aku tanyakan”
“Soal apa?”
“Apa kau benar-benar tidak tahu soal—“
“Maaf, aku ingin mandi dulu sebentar tubuhku rasanya lengket . Kau bisa menunggu’kan?” Hani memotong kalimat pertanyaan yang akan diajukan oleh Arka. Ia lalu mengangguk dan membiarkan Hani untuk masuk ke dalam kamar mandi. Suara percikan air terdengar dari dalam kamar mandi, Arka menatap ke arah pintunya dengan segala pikiran nya.
“Auugh kenapa panas sekali disini” Arka berjalan mencari remot AC dan membuat suhu nya menjadi lebih dingin. 20 menit sudah berlalu dan Arka masih menunggu Hani di sofa panjang ruangan suite itu.
"Pak manager!" Suara Hani dari balik pintu kamar mandi.
Arka segera menoleh, dilihatnya Hani hanya mengeluarkan kepalanya didekat pintu "Apa bapak punya baju yang agak besar? seperti kaos atau kemeja?"
Arka heran kenapa Hani meminta nya baju.
"Itu, bajuku tadi tidak sengaja jatuh dan basah" mendengar penjelasan Hani, Arka segera pergi ke ruangannya lebih tepatnya kantor tempat dia bekerja, seingat Arka dia mempunyai beberapa kemeja dan kaos.
Tidak lama Arka membawa sebuah kaos, celana, dan kemeja. Arka mengetuk pintu kamar mandi, untuk memberi tahu jika dia sudah sampai.
"ini, aku tidak punya yang ukuran kecil" Arka berkata sambil menghadapkan mukanya kearah lain.
"tidak apa" Hani mengeluarkan tangannya sambil mengambil baju yang dibawa Arka.
.
"Terima kasih untuk bajunya" Hani keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan Kaos dan kemeja Arka yang tampak kebesaran di badannya. melihat itu Arka Hanya bisa meneguk saliva nya.
Hani duduk dihadapan Arka dengan meletakkan handuk yang tadi digunakannya untuk menutupi pahanya yang terekspos, karena celana Arka tidak bisa dia pakai.
Hani dan Arka tampak canggung, keduanya masih dalam keheningan.
“Apa yang ingin kau tanyakan?” suara Hani memecah keheningan.
🌺🌺🌺🌺🌺
tetap semangat thor 💪