Dari bab awal akan banyak revisi kata ya. Maafkan author yang masih sering typo dalam penulisan. Jangan lupa untuk terus dukung author dengan memberikan like, komentar, dan jadikan novel "Cinta Terpendam" sebagai favorite agar kalian tidak ketinggalan update episode terbarunya. Eiittsss jangan lupa kasi vote buat author ya, biar author tambah semangat.
Ini adalah kisah tentang sepasang sahabat yang diam-diam saling menyimpan rasa. Ya, mereka adalah Hutama dan Ayu. Mereka adalah sepasang sahabat yang bisa dikatakan cukup dekat, hampir seperti sepasang kekasih. Tetapi di antara mereka tidak pernah terlontar ucapan cinta, hanya dari perbuatan saja. Ikuti terus kisah Hutama dan Ayu.
ig : whyelok
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon why_elok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Tama dan Ayu sudah sampai di depan cafe yang dimaksud April. Mereka berdua masuk ke dalam dan mengedarkan pandangannya untuk mencari April. Setelah melihat keberadaan April, mereka berjalan menuju meja April. April yang tengah bermain ponselnya, tak menyadari kedatangan Ayu dan Tama.
"Hai Pril, udah lama nunggunya ya? Maaf tadi jalanan macet." Sapa Tama membuyarkan pandangan April pada ponselnya.
April menoleh dengan cepat dan membuka mulutnya karena kaget Tama datang bersama Ayu, wanita yang dianggapnya perebut Tama.
"Hai juga, gak lama kok, baru 30 menit aku nunggu kalian. Ayo duduk dulu" April mempersilahkan Ayu dan Tama duduk. Tama dan Ayu duduk berdampingan, dan itu menambah panas mata serta hati April.
Ngapain sih pakai ngajak istrinya? Tadi kan aku udah bilang datang sendiri aja. Ngapain juga mereka berdua duduk mesra kayak gitu. Harusnya aku yang duduk di dekat Tama, dan harusnya aku juga yang jadi istri Tama. Aku harus cari cara biar bisa duduk deket Tama. Gerutu April dalam hatinya.
"Bih, kamu mau pesen apa sayang?" Tanya Tama pada istri kesayangannya itu.
"Aku pengen lalapan bebek aja deh pah, minumnya es teh ya" Jawab Ayu sembari melihat buku menu.
"Kamu mau pesen apa Pril" Tanya Tama pada April.
"Mmmhh aku udah pesen tadi, mungkin bentar lagi pesenanku datang" Jawab April dengan gugup. Bagaimana tidak gugup, dari tadi pikirannya dipenuhi dengan rasa kesal karena melihat pemandangan di depan matanya.
Setelah memesan makanan yang di pilih, Ayu pamit ke kamar mandi. Dan April juga ijin ke kamar mandi.
"Sayang, aku ke toilet sebentar ya, nitip tas" Ijin Ayu pada suaminya.
"Mau aku anter mah?" Balas Tama.
"Gak usah sayang, kan toiletnya deket situ."
"Ya udah, jangan lama-lama"
"Aku juga mau ke toilet Yu, ayo bareng aku aja" Ucap April dengan santai agar Tama tidak curiga.
Mereka berdua jalan beriringan menuju kamar mandi. Ayu dan April masuk ke toilet, April sebenarnya tidak ingin ke toilet, itu hanya akal-akalannya saja. Setelah melihat Ayu masuk ke dalam toilet, April langsung kembali ke meja mereka dan duduk di samping Tama, tempat duduk Ayu sebelumnya.
"Loh, istriku mana Pril?" Tanya Tama keheranan karena tidak melihat istrinya.
"Emm mungkin masih di toilet, aku kirain Ayu udah kesini duluan. Udah lah, nanti juga balik sendiri."
"Terus kamu ngapain duduk di sini? Ini kan tempat duduk Ayu?" Tanya Tama dengan datar, sejak menyetujui keinginan April untuk ketemu di cafe, Tama memang sudah punya feeling gak enak.
"Kenapa? Emang aku gak boleh duduk di sini? Nanti biar Ayu duduk di situ" Jawab April enteng dengan menunjuk kursi yang dia gunakan untuk duduk sebelumnya.
Tak lama kemudian, Ayu berjalan menuju meja mereka tadi. Dari kejauhan Ayu melihat April berusaha mendekati Tama dengan bergelayut manja di lengan Tama. Tapi Ayu juga melihat bahwa Tama berusaha menghindar dengan melepaskan tangan April.
"Ekhemm..." Deheman Ayu membuat April melepaskan tangannya di lengan Tama. Ayu duduk di kursi April sebelumnya, dan tanpa babibu, Tama langsung pindah duduk di samping Ayu.
"Kamu kenapa lama banget bih? Terus ini kok kringeten gini?" Tanya Tama sembari menyeka keringat dikening istrinya.
"Gapapa sayang, tadi aku cuma mual dikit."
"Tapi ini keringet kamu kayak gini loh. Apa kita pulang aja? Atau kita ke dokter Vena?" Tama semakin terlihat panik melihat keringat Ayu bercucuran. "Udah kita pulang aja mah, makananya biar di bungkus, trus kita ke dokter Vena." Ajak Tama pada istrinya.
"Gak usah sayang, aku gapapa, gak enak sama April kalau kita tinggal di sini." Bisik Ayu lirih di telinga suaminya.
"April udah gede, dia gapapa meskipun kita tinggal, yang penting sekarang kesehatan kamu dan anak kita." Jawab Tama dengan sedikit mengeraskan suaranya agar di dengar April. Dan benar, April langsung membelalakan matanya mendengar kata anak kita.
Haiii readers ku tersayang, Cinta Terpendam hadir lagi dengan episode baru nih, maaf ya beberapa hari kemarin author gak sempet update karena kesibukan author yang tidak bisa ditinggalin. Jangan lupa like, komen, vote dan jadikan novel Cinta Terpendam ini sebagai favorit yaa. Biar author semakin semangat nulisnya ^.^
kayak mimpi dapet notif darimu😘😘
abisnya lucu
ga ditanggepin masiiiih aja ga tau diri
ga kaya di tempet lain
malah di ladenin sm pemeran cowonya jadiiii aja berantem Mulu