ketika cowo cuek jadi kang bucin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fransiska simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#32
"bagaimana pah?? siapa yang terpilih??" bu Rini, Ibu Rafa yang melihat Pak Marco berjalan menuju meja makan, langsung sumringah. "dimana Rafa dan calon mantu ku?? kenapa kamu nggak ajak calon mantuku kesini? aku sudah menyiapkan makanan untuk merayakannya..banyak lo ini pah" oceh ibu Rafa yang membuat Marco semakin lesu.
Marco menggeleng..
"kenapa pah?'' tanya Nyonya Rini bingung melihat wajah lesu sang suami.
"Rafa itu gay bu.. tidak mungkin untuk kita bisa memiliki cucu secepatnya" ucap Marco sangat kecewa.
"apa? papa jangan main-main" bu Rini masih menyuguhkan senyumannya, karena menganggap itu hanya lelucon.
"apa kamu melihat lelucon di wajahku ini?"
nyonya Rini menggeleng. " jadi itu benar pak?" tanyanya meyakinkan.
"Hm."
"dimana Rafa?"
" di kamarnya.''
'' mungkin itu cuman alasannya pah, supaya kita tidak minta cucu terus sama dia" keluh Rini.
"tidak buu.. saya melihatnya menangis dan berkeringat, dan saya tau air mata itu bukan dibuat- buat." mendengar itu Rini langsung berlari menuju kamar Rafa.
pas ingin menaiki tangga, dia mendengar suara ribut-ribut dari ruang utama.
Iya melangkah menuju ruangan itu dan betapa terkejutnya ia melihat ruangan itu sudah seperti pasar akibat ulah para wanita-wanita berdandan menor itu, dia melihat Reynaldi yang menjerit-jerit tetapi tidak satupun yang mendengarkan. "PULANG!!" teriak nyonya Rini yang membuat semua pengisi ruangan itu terdiam seketika, "KALIAN BOLEH PULANG SEKARANG." bentaknya lagi yang langsung dituruti para wanita-wanita itu.
Nyonya Rini kemudian melanjutkan melangkah ke kamar Rafa.
tok. tok. tok
Rini mengetuk pintu kamar Rafa yang langsung dibukakan oleh sipemilik kamar.
"ibu ngapain?" tanya Rafa dengan rambut yang acak-acakan dan wajah yang masih sembab akibat ia menangis tadi.
"Rafa..jelasin sama ibu.. " ucap Rini sambil mendudukkan tubuhnya sofa yang ada di kamar Rafa.
"jelasin apa bu?."
"apa kamu benar gay?" sambung Rini tanpa melihat lawan bicaranya, air matanya sudah menetes membasahi pipi berharganya.
ibu mana yang terima mendengar anaknya gay.
mendengar itu Rafa sedikit terkejut, ia melangkah menuju ibunya yang tak kunjung mau menatapnya, tangannya terulur menyeka air mata ibunya. " Kenapa Ibu ngomong seperti itu??'' tanyanya sambil mendudukkan dirinya di samping ibunya.
" Ayah kamu yang bilang'' jawab Rini jutek. buktinya.. Kenapa kau menangis tadi?? Ibu sudah kenal kamu dari kecil Rafa, kamu tidak mungkin mengeluarkan air mata dengan semudah itu.
''buktinya? Rafa udah punya pacar."
"kamu mau akalin ibu? kamu mau bayar wanita agar dia mau jadi pacar bohonganmu, lalu kamu kenalin wanita bayaran mu itu kepadaku?? itukah rencanamu Rafa?? saya bukan anak kecil Rafa.. dan saya tidak bodoh.''
''segitu tidak percayanya kah ibu sama Rafa? Pernahkah Rafa membohongi ibu?'' tanya Rafa
Nyonya Rini menggeleng.
''itulah.. Rafa tidak mungkin berbohong sama ibu.''
" kalau memang benar, Tunjukkan perempuan mana yang bikin kamu pura-pura menangis hanya untuk membatalkan perjodohan ini, Jika dia baik dan cocok untukmu, maka Ibu tidak akan memaksamu karena kebahagiaanmu yang terpenting.'' ujar ibunya lembut.
"kapan-kapan bu.. Rafa akan bawa ke sini.'' ucap berapa bersemangat.
" oke.. Ibu tunggu, sekarang kita turun untuk makan siang.''
''hm.. Rafa makan di luar aja bu.. sekalian Rafa mau jemput pacar pulang sekolah.'' ucap Rafa yang mulai pamer pacar.
'' kenapa nggak sekalian aja kamu bawa ke sini? kenalin sama ibu.''
"kalau orangnya mau bu.."
'' Ya udah deh tapi pokoknya kamu harus kenalin sama saya,"
yuk semangt yuk up nya kak