Mimpi itu kembali lagi datang.
Setiap malam mimpi yg sama,
selalu terlihat seorang laki laki yang menggandeng tangan seorang gadis melewati malam yang gelap dan di kelilingi rasi bintang.Tapi entah kenapa aku yakin gadis itu aku.
.....Apakah reinkarnasi itu ada...
.....Kenapa kami terpisah....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. NASGOR
"Kamu ingin makan apa"? Sky menoleh mendengar pertanyaan istrinya.
"Nasgor mau tidak"? tanya Almira
"Mau".
"Tapi aku mau buat sendiri di dapur". terang Almira
"Biar Bik Jum saja yang buatkan".
"Kamu takut bikinanku tidak enak". Almira mengerucutkan bibirnya.
"Tidak, sayang hanya saja aku takut kamu beri racun". goda Sky
Almira membelalakkan matanya tak percaya yang diucapkan suaminya. Tanpa berkata apapun gadis itu ngelonyor pergi meninggalkan suaminya menuju ke dapur.
"Maaf, Non. Biar Bibi saja yang memasak, Non tidak usah merepotkan diri".
"Enggak apa - apa, Bibi bisa kerjakan pekerjaan lainnya" . Dengan setengah memaksa akhirnya Bik Jum mengiyakan permintaan Almira.
Gadis itu mulai mencari bahan di kulkas yang bisa dimasak untuk membuat nasi goreng. Dia mulai mengiris daun bawang dan menyiapkan telurnya. Mengupas bawang merah, bawang putih, mencuci cabenya kemudian menguleg bumbunya jadi satu dan menambahkan sedikit penyedap masakan.
Tiba - tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Iapun menoleh tatapan mereka sangat dekat. Sesaat dia menyadari kalau tangannya memegang spatula menggoreng telur ceplok.
"...Ah..telurnya bisa gosong".jerit Almira
"Sky mengambil alih memegang spatulanya dengan lincah dia membolak balikkan telurnya. Kemudian dilanjutkan memasak nasgor dengan cekatan.
"Bagaimana kau bisa melakukan semua ini". Almira keheranan
"Dulu aku sering ikut membantu mamahku membuat nasgor didapur rasanya menyenangkan bisa sambil bercerita".
"Nah, ini sudah jadi". Sky mengambil piring dan menata nasi gorengnya diatas piring. Almira membantu membawa piring yang berisi nasi goreng itu ke meja makan. Kemudian menyiapkan gelas air minum dan mengisi gelasnya dengan air putih.
"Aku jadi malu, malah kamu yang bikinkan nasgor untukku".
"Apa karena kamu takut aku beri racun". Almira mengerucutkan bibirnya.
"Tentu saja tidak sayang, aku hanya tidak ingin kamu terlalu repot menjadi istriku".
"Terimakasih". ucap Almira tertegun
"Sebentar". Sky menumpuk dua piring nasi menjadi satu piring". Almira heran melihat tingkah suaminya.
"Aku ingin di suapi". pinta Sky manja
"Tidak ..tidak aku tidak terbiasa makan sepiring berdua". tolak Almira malu
"Ayolah, aku sudah membuatkanmu nasgor dengan susah payah". bujuk Sky
Almira menggeser kursinya dekat dengan tempat duduk Sky. Iapun mulai menyuapi suaminya, dan Sky bergantian menyuapi dirinya.
"Ehmmm...enak nasgornya"!! celetuk Almira tiba - tiba.
"Makasih, Ya". Almira menowel pipinya Sky.
"Kalau kamu ingin menciumku...cium saja". goda Sky
"Iih..Ge - er banget sih".
"Waah, anak mama mesra banget...". Tiba tiba seorang wanita cantik datang menghampiri mereka.
"Eh, kapan mama datang". Almira terkesiap kaget.
"Kok, gak telepon tadi".
"Memang mamah pingin buat kejutan, sayang". Kata Mamah Almira sambil meletakkan bingkisan oleh - oleh di atas meja makan. Kemudian mengecup kedua pipi Almira bergantian. Sky mencium punggung tangan mertuanya dengan hormat.
"Papah mana Mah".
"Ada dibelakang, sebentar lagi kesini".
"Oh, Ya mamah sudah makan belum".
"Sudah, kok. Kalian lanjutkan saja sarapannya mamah mau liat - liat rumah.
"Bolehkan, sayang". Sambil melirik menantunya.
"Tentu Saja, silahkan Mah". Sky membalas senyuman ibu mertuanya.
"Apa perlu Almira antar, Mah".
"Tidak usah sayang, kamu temani suamimu dulu sarapan".
"Baik, Ma". Almira memang gadis penurut ketika dulu orang tuanya menyuruhnya menikah muda karena perjanjian ia tidak tega menolaknya. Walaupun saat itu tidak dilandasi dengan rasa cinta. Lambat laun perlakuan Sky yang lembut padanya membuatnya nyaman. Tidak tahu apakah dia sudah mencintai suaminya atau tidak.
Mamah Almira mulai berjalan kearah taman menikmati landscape taman buatan di sekeliling rumah Sky.
"Hebat anak ini, di usianya yang muda dia sudah mapan".
Sky memang anak orang kaya raya akan tetapi dia juga mempunyai usaha sendiri berkat kejeniusannya. Mungkin banyak gadis - gadis yang iri jika tahu dia sudah menikah.
Orang yang tidak mengenalnya menganggap dia seorang laki - laki yang dingin dan cuek.
Siapa sangka di usia mudanya dia memilih menikah lebih awal daripada harus melewati masa pacaran.
"Pah". Almira langsung menghamburkan tubuhnya memeluk Papah tercintanya. Sky tersenyum menyambut mertuanya, diciumnya punggung tangan Pak Hermawan dengan hormat.
"Sayang, bilang ke Bik Jum buatkan minuman sama camilannya jangan lupa". kata Sky lembut pada istrinya.
Almira mengangguk kemudian melangkah menuju ke dapur menemui Bik Jum yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Bagaimana, kabarmu nak"? tanya Pak Hermawan pada menantunya
"Baik, Pah". sahut Sky tersenyum tipis
"Almira sepertinya sudah kerasan tinggal disini".
"Alhamdulillah, Pah dia sudah lebih baik sekarang".
"Bagaimana usahamu"? Tidak mengganggu sekolahmu kan"? Sky menggeleng mendengar pertanyaan mertuanya.
"Sama sekali, tidak Pah. Sudah ada orang kepercayaan yang membantu".terang Sky
"Baguslah, kalau begitu".
Almira datang membawakan senampan minuman bersama dengan camilan. Diletakkannya gelas minuman itu satu persatu di atas meja.
"Makasih sayang, kok tidak Bik Jum yang mengantar". tanya Sky
"Kasihan, dia masih banyak pekerjaan". ungkap Almira
"Kamu baik sekali, sayang".
"Silahkan diminum, Pah". kata Sky mempersilahkan mertuanya terlebih dahulu.
Mereka bertiga pun asyik dengan obrolannya, tak lama kemudian Mamah Almira datang dan ikut bergabung menambah suasana makin hangat. Sesekali mereka bercanda bercerita tentang masa mudanya ketika masih pedekate. Berulangkali Sky dibuatnya tertawa mendengar gurauan mertuanya.
"Sudah sore, Pah".Kita pulang, yuk".
"Lho, memangnya Mamah Papah tidak menginap"? tanya Almira
"Tidak sayang, besok Mamah sama Papahmu ada pekerjaan yang harus di selesaikan". Kita sudah ada janji sama klien". terang Mamah Almira
"Yaa..ah, ...". Almira cemberut wajahnya memendam perasaan kecewa.
"Lain kali sayang, udah jadi istri jangan kekanakan gitu". Ada suamimu disini yang selalu menjaga dan menyayangimu". tutur Mamahnya Almira lembut mengusap rambut anaknya.
Keduanya pun mengantar mereka sampe depan carport mobil. Sky membukakan pintu mobil untuk mertuanya.
"Terimakasih, nak". Jaga Almira, ya. Sayangi dan lindungilah dia".
"Mamah, Papah pamit dulu".
Merekapun berpelukan bergantian tak terasa airmata Almira menetes mengantarkan kepergian kedua orang yang dikasihinya.
Perlahan mobil hitam mewah itu meninggalkan carport dan menghilang dari pandangan.
"Masuk, yuk".
Almira mengangguk menuruti kata suaminya. Sky merangkul pinggang istrinya menuju ke arah taman. Mata Almira takjub melihat taman didepannya, meskipun dia nyonya di rumah itu akan tetapi entah mengapa dia sendiri tidak mengetahui ada taman seindah ini di rumahnya.
Sky mendudukkan istrinya di kursi taman lalu dia duduk disamping istrinya.
"Kau tidak usah sedih, ada aku di sini yang akan selalu menemanimu". terang Sky
"Boleh, aku menanyakan sesuatu"?
Sky mengangguk menatap mata istrinya dengan lembut.
"Apa hubunganmu dengan Dera"? Sky tersenyum mendengar pertanyaan istrinya.
"Dera adalah prajurit Rasi Bintang yang dikirim untuk mencari kita". terang Sky
"Rexa, siapa dia"? tanya Almira lagi
"Dia juga sama dengan Dera, kenapa kau tanyakam itu"?
"Apa kamu cemburu pada Dera"?
"Sedikit". jawab Almira menutupi kegengsiannya
"Apakah mimpiku kemarin benar adanya, Raja Iblis menginginkanku jadi istrinya"?
"Iya sayang, itu semua nyata".terang Sky
"Terus untuk apa dia membutuhkan cermin waktu"?
"Aku tidak tahu dengan pasti apa tujuannya, hanya saja jika cermin waktu digabung dengan kekuatan Teratai ajaib bisa membuat orang lain lupa akan masa lalunya".
"Aku takut kehilanganmu". ucap Sky lirih
-
-
-
-
-
-
Bantu PROMOOO"!!
JANGAN LUPA KLIK LIKE KALAU SUDAH BACA😘😘KOMENTAR DAN VOTE NYA JANGAN LUPA SOBAT READERS"!!
klo lom habis lanjutin sampai tamat biar gak kecewain yang sudah relain waktu buat baca
bukan sebagian anak manusia dengan dewi
Aron berada di langit sampai saat ini
dan Adisty di bulan....yg jauh jaraknya dengan bintang