SEBELUM MEMBACA, JANGAN LUPA FOLLOW AKUN AUTHOR!
Raina seorang gadis miskin, ia baru saja berumur 17 tahun. Ibunya bekerja di sebuah rumah megah. Pemilik rumah megah itu adalah seorang pengusaha sukses di Indonesia.
Suatu hari Rian Wijayanto--anak majikan ibu Raina, akan melangsungkan pernikahan nan mewah, tamu-tamu saja dari kalangan berada dan teman-teman bisnisnya. Tempat pesta pernikahan sudah disiapkan, para tamu undangan mulai hadir satu persatu.
Ternyata dikabarkan bahwa calon pengantin wanita sudah melarikan diri. Mereka tidak mungkin membatalkan pernikahan tersebut, karena nama mereka yang dipertaruhkan. Akhirnya majikan ibu Raina, meminta Raina untuk menikah dengan Rian.
Bagaimana kisah mereka berdua?
Kuy, baca ceritanya segera, biar gak bikin penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31
*****
Rian dan Raina sedang berjalan menuruni tangga satu persatu. Beberapa pelayan yang dilewati mereka, menyapa dengan ramah dan sopan. Sapaan mereka dibalas dengan senyuman oleh kedua suami istri.
Rian dan Raina kembali berhenti saat sudah berada di meja makan. Yang ternyata sudah ada Arkan dan Surya di sana. Arkan langsung tersenyum kepada Raina, dan senyuman itu dibalas oleh Raina. Mereka seakan sudah melupakan kejadian kemarin, tidak ada yang membahas tentang itu lagi.
"Ayo duduk," ajak Rian seraya menarik kursi dan membiarkan Raina duduk di kursi itu.
"Ibu, mana?" tanya Raina dengan menatap ke arah Arkan dan Surya.
"Mungkin lagi di dapur," jawab Surya dengan lembut.
"Kalau gitu Raina panggil Ibu dulu," ucap Raina yang kembali bangun dari duduknya.
"Sudah 12 tahun, tapi ingatan Aina belum juga kembali. Aku berharap ingatan Aina segera kembali, tapi aku juga merasa khawatir saat ingatannya kembali," guman Arkan.
"Bukankah bagus kalau ingatan Aina tidak kembali, dia tidak perlu lagi mengingat kejadian 12 tahun lalu. Lagi pula, kalian berdua tetap dekat, walau ingatan Aina tidak kembali, 'kan?" timpal Rian.
"Entahlah. Terkadang aku berfikir, Aina tidak perlu lagi mengingat kejadian 12 tahun. Tapi, aku juga berfikir, kalau Aina harus mengingat kejadian 12 tahun lalu. Dia punya keluarga yang tak harus dilupakan," jawab Arkan yang terlihat sangat sedih.
"Sudahlah. Aina sekarang sudah besar. Ketika ingatannya kembali suatu hari nanti, dia pasti bisa menghadapinya," ucap Surya dengan tersenyum. Obrolan mereka langsung berhenti, ketika Raina kembali bersama dengan Darmi.
"Aina, bagaimana kalau hari ini kita pergi jalan-jalan? Mumpun akhir pekan," ucap Arkan setelah terdiam cukup lama.
"Hmm ...," Raina menoleh ke arah Rian, untuk meminta pendapat dari Rian.
"Bukan kita berdua kok, tapi Rian juga ikut, gimana?" sambung Arkan lagi.
"Aina mau," jawab Raina dengan mengaguk senang.
"Baiklah. Setelah sarapan, kita pergi jalan-jalan," ucap Arkan yang senang.
"Iya," jawab Raina yang terlihat sangat senang. Ia langsung makan dengan lahap. Entah kenapa, dia begitu senang saat Arkan mengajaknya pergi jalan-jalan. Jika, kemarin tidak ada Serlin, mungkin dia langsung berlari ke arah Arkan dan memeluk Arkan setelah lama tidak bertemu. Tapi, khayalan tidak sesuai dengan ekspektasi. Bukan karena Raina memiliki perasaan terhadap Arkan, tapi berada di dekat Arkan begitu nyaman dan hangat. Ia merasa ada sesuatu hubungan yang terikat antara mereka berdua, tapi apa?
*****
Arkan mengajak Raina pergi ke sebuah tempat wahana permainan, karena hanya tempat itu yang disukai Raina. Raina berjalan di antara Rian dan Arkan, dengan mengandeng tangan mereka masing-masing.
"Ayo main permainan yang di sana," ajak Arkan seraya menunjuk sebuah permainan tebak-tebakan.
"Ayo!" jawab Raina dengan senang.
Rian dan Arkan masing-masing membayar uang untuk membeli peluru, lalu menebak sasaran yang mereka mau.
Rian menghela nafas beratnya. "Kamu tau, kalau aku bukan ahli menembak seperti kamu," ucap Rian dengan menatap ke arah Arkan yang sudah bersiap-siap akan menembak.
"Kamu takut, ya?" jawab Arkan dengan tersenyum.
"Siapa bilang aku takut? Kali ini akan kubuktikan, kalau aku bisa menembak," ucap Rian.
"Hmmm. Jangan banyak omong lagi, silahkan kamu yang menembak duluan," jawab Arkan.
"Baik." Rian menyipitkan kedua matanya, menatap dalam-dalam sasaran yang ingin dia inginkan. Beberapa detik terdiam, Rian menarik pelatuknya dengan perlahan dan ....
Tuk!
Rian hampir saja mengenai sasaran, tapi sayangnya dia melesat. Arkan tersenyum mengejek menatap kekalahan Rian. Sementara Rian hanya menghela nafas beratnya, seraya beralih menatap Raina yang juga tersenyum.
"Baiklah. Aku akan mendapatkan hadiah paling besar untuk Adikku, Aina," ucap Arkan yang bersiap-siap akan menembak.
Tuk!
Arkan berhasil mengenai sasaran. Membuat beberapa orang yang berada di sana kagum dengan Arkan. Ia mendapatkan hadiah utama, yaitu boneka beruang yang lumayan besar. Boneka itu bernuansa pink dan sangat cocok untuk Raina.
"Terimah kasih, Kak Arkan," ucap Raina yang terlihat sangat senang.
"Sama-sama. Ayo kita main permainan lain."
"Aku bisa membelikan boneka yang paling besar dari itu," ucap Rian dengan nada kesal.
"Dibeli dan berjuang itu akan berbeda hasilnya, Rian. Uang bukan segalanya," timpal Arkan dengan tersenyum.
Rian melongos tak percaya. Kalau bukan Kakak Iparnya, mungkin Rian sudah mengajak Arkan baku hatam sedari tadi. 'Sabar, Rian. Orang sabar di sayang Allah,' batin Rian dengan menghela nafas kasarnya.
"Baiklah. Kita main permainan lain, tapi aku yang menentukan permainannya," ucap Rian.
"Terserah kamu," jawab Arkan dengan tersenyum mengejek ke arah Rian.
'Awas saja kamu, Arkan!' batin Rian dengan menatap tajam ke arah Arkan dan Arkan hanya tersenyum manis.
Berbagai macam permainan yang dilakukan oleh dua pria tampan itu, demi menunjukkan siapa yang paling hebat. Tapi, tetap saja Rian kalah dalam berbagai hal permainan.
"Sudahlah, Rian. Sebaiknya kita akhiri pertarungan ini. Kasihan Adikku yang sudah lelah mengikuti kita berdua," ucap Arkan seraya menatap ke arah Raina.
"Baru ingat ada Aina di sini, ya?" ketus Raina yang kesal. Rian dan Arkan serentak menunjukkan senyuman mereka.
"Aina mau makan icream. Jadi, kalian berdua yang bawa ini," ucap Raina seraya memberikan hadiah yang didapat oleh Rian dan Arkan tadi.
Bersambung ....
Aku kalo baca novel akan baca sinopsisnya dan komentar2 para Tiders dibawahnya terlebih dahulu,Kalo alurnya berat aku skip aja,cari yg lain,Aku baca novel utk hiburan,gak mau yg alurnya berat2,karena hidup ku hari2 udah berat..🙏🏻🙏🏻😁
bukan REHABILITASI...tetapi Ruang TERAPI gitu kak ...kalau rehabilitasi itu kyk dia make aj...