NovelToon NovelToon
Berlian & Kepala Casper

Berlian & Kepala Casper

Status: tamat
Genre:Komedi / Horor / Contest / Kumpulan Cerita Horror / Tamat
Popularitas:82.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novi Artikasari

Tidak akan pernah ada yang mengira, jika sebuah aplikasi menulis dan membaca online bisa menjadi aplikasi paling horor sejagat raya.

Aplikasi apakah itu?

Ya, benar sekali. Aplikasi N.O.V.E.L.T.O.O.N.

Bagaimana jika aplikasi tersebut menjadi sarang beberapa sosok aneh yang bisa membuat seorang penulis bergidik ngeri?

Apakah gerangan penyebabnya? Mengapa mereka berkeliaran di dalam aplikasi tersebut? Benarkah mereka semenakutkan itu? Atau malah ... membuat rongga mulutmu kering karena kehabisan stok gelak tawa?

Jawabannya hanya ada di dalam novel ini. Novel yang mengisahkan tentang seorang gadis cupu, yang bercita-cita menjadi seorang penulis populer di masa yang akan datang. Akankah melalui aplikasi yang menurutnya horor itu, bisa mewujudkan impian kecilnya?

Penasaran? Penasaran tidak? Penasaran ya? Penasaran dong!

Simak kisah lengkapnya👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Artikasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelecehan Karya Sendiri

Seperti biasa, Angin disibukkan dengan pekerjaan kantornya. Hari ini ia ingin semuanya terselesaikan dalam waktu yang sudah direncanakan, karena ia tidak ingin melewatkan momen indah nanti malam.

Setelah memimpin pertemuan dengan staf penerbitan, ia dan Awan segera menuju Galery. Ada peluncuran buku barunya di sana. Tentu saja, dia'lah bintang utamanya.

Sesampainya di Galery, sudah banyak awak media yang mengerumuni ruangan lebar yang terletak di lantai satu itu. Angin dan Awan mengambil posisinya masing-masing, pada kursi yang telah di sediakan. Banyak juga tamu undangan dan para pemburu jendela dunia, menyaksikan ceremonial tersebut karena tidak ingin ketinggalan berita.

Setelah memberikan sambutan dan mengupas sedikit tentang garis besar dari karyanya, Angin lantas dikagetkan dengan kedatangan Rindu yang tiba-tiba membuat kehebohan seantero ruangan. Semuanya tampak senyap, seolah terhipnotis dengan hadirnya gadis yang selalu sukses menjadi pusat perhatian itu.

Angin melirik ke arah Awan, dan memberinya isyarat agar bertindak. Pria bermata sipit itu tentu saja memahami maksud dari keinginan sang atasan. Ia tak bergeming, lalu membawa Rindu keluar dari sana.

Setelah dirasa cukup aman, Awan lantas melepaskan cekalannya terhadap Rindu.

"Apaan, sih? Emangnya aku maling apa, pake diseret-seret segala?" cebik gadis yang bernama lengkap Cahaya Rindu itu.

Awan yang menyadari bahwa adanya ikatan kekerabatan antara Rindu dan atasannya, tidak bisa berbuat banyak. "Maaf, Nona. Seperti yang diinginkan oleh Angin, Nona tidak boleh menghadiri acara ini," tutur Awan dengan hati-hati. Khawatir jika Rindu akan tersinggung.

"Kenapa?" desak Rindu dengan nada setengah berteriak. "Aku ini juga Penulis tau, kalian kira aku ke sini mau ngemis apa?" bentaknya lagi dengan emosi yang mulai tersulut.

Tak sadar diri!

Awan hanya bisa membatu. Meladeni Rindu sama saja dengan meladeni emak-emak komplek yang lambe-nya terbilang turah. Jadi, sangat susah sekali untuk menyela, apalagi membantah. Sama saja dengan mencari masalah. Lebih baik diam sajalah.

Beberapa detik kemudian, Awan terbebas dari mode jengahnya, ketika Angin tampak mendekat dan mengambil alih perannya. "Kamu tunggu aku di mobil aja, Wan!" Tanpa penolakan sama sekali, tentu saja Awan dengan senang hati melenggang dari sana.

"Sebenarnya apa maumu, Rindu?" Bukankah kamu sudah menjadi Penulis terkenal di N.O.V.E.L.T.O.O.N? Apalagi yang kurang coba?" Seakan sudah bisa menebak tujuan dari datangnya adik sepupunya itu, Angin langsung saja kepada intinya. Seperti biasa, ia paling tidak suka budaya basa-basi.

Horang tampan mah bebas!

Rindu perlahan memasang tampang sok memilukannya. Lalu menunduk sejadi-jadinya. "Tapi 'kan, karyaku belum ada yang terbit, Mas." Meremasi jari-jemarinya yang memiliki kuku dengan sejuta warna. Sepertinya gadis ini juga salah satu fans fanatik artis K*rea. Angin masih mendengarkan, dengan kedua tangan terselip gagah pada kedua saku celananya. Namun, tentu saja dengan pandangan yang sengaja di buang ke sembarang arah.

"Tolong dong, sekali aja, Mas. Aku akan sangat berterima kasih sama kamu. Jika perlu aku bisa menukarnya dengan tubuhku," tutur Rindu, yang membuat Angin naik pitam. Pasalnya, gadis itu mengatakannya dengan penuh kesadaran. Tidak ada tanda-tanda bahwa ia sedang mabuk daratan. Apalagi mabuk lautan, atau mungkin mabuk kepayang?

Ah, sudahlah, lupakan!

Mending kita lanjutkan!

"Kamu ini bicara apa, sih?" Angin mendelik tidak suka ke arah kerabatnya itu. Ia tak habis pikir jika Rindu bisa berbuat senekat itu hanya demi ketenaran.

Ketenaran yang bahkan hanya singgah untuk sesaat. Dengan sekejap, hal itu akan tertelan habis berboncengan dengan waktu yang kian bergulir.

Teruntuk kamu yang suka melecehkan karya sendiri demi angka popularitas, siap-siap saja terhempas kembali layaknya barang bekas!

Karena sesuatu yang didapatkan dengan cara instan, maka tak akan pernah bertahan hingga akhir zaman.

Jauh syekallee!

"Iiiih, Mas Angin tuh mikirnya kemana, sih?" Rindu menautkan kedua alisnya, curiga. Sementara Angin pun, sama curiganya.

"Lah, tadi kamu bilang begitu." Pria itu mencibir.

"Maksud aku tuh, aku bisa jadi Penulis kontrak di perusahaannya Mas Angin, gitu ...." Rindu bersungut masam ketika ia menangkap pikiran kotor dari kakak sepupunya itu.

Angin meraup oksigen semaunya, lalu menghembuskannya kembali tanpa beban. "Akan aku pertimbangkan lagi, jika ... karyamu bermutu tinggi," tuturnya kemudian.

"Benarkah begitu, Mas? Berarti aku ada harapan nih? Asik ... asik ... asik ...." Rindu terlihat begitu semangat. Karena saking senangnya, ia hampir saja memeluk tubuh Angin. Beruntung, pria itu cepat menghindar. Kemudian bergerak menjauh secara perlahan.

Tidak semudah itu, Esmeraldah. Angin masih sempat membatin di sela-sela langkah lebarnya.

...💎💎💎...

Penulis Singa.co sedang memperbaiki sistem pemidainya. Mereka curiga kalau-kalau ada yang salah dengan mesin tersebut.

"Kamu yakin ini bakalan berhasil, Sayang?" Senja melayangkan pertanyaannya pada sang kekasih yang masih sibuk dengan gawainya. Sepuluh jarinya tampak menari di atas layar dua kali dua meter itu.

"Gue gak percaya kalo orang mati bisa idup lagi. Pake acara mengirilisin novel anyar lagi," ujar Jibril tanpa mengalihkan pandangannya. Alat itu masih dalam proses penyetelan ulang, alat yang mereka gunakan untuk memonitor seluruh karya tim.

Kenma yang sedari tadi turut andil dalam proses perbaikan, lantas bersuara, "Gua gak ikut-ikutan kalo masalah hantu."

"Emang kenapa?" Jibril tampak menaikkan sebelah alisnya ke arah Kenma. Seandainya jawaban Kenma hanyalah berisi konten sampah belaka, ia sudah siap siaga dengan bogeman terbaiknya.

"Gua gak mao berurusan ama Angkasa," jawab Kenma masih dalam mode bermain teka-teki.

Kali ini Senja yang berbunyi, "Masa' ia elu cemburu ama hantu?" Lelaki berambut sepunggung ini, kalau berbicara ... suka nyakat.

"Ah, elu ... jan nyakat gua lu. Tuh, pacar lu kemarin nangis-nangis ama Authornya, karena gak terima kalo Angkasa dimampusin," terang Kenma dengan mulut pedasnya yang memasuki level lima belas.

Bon Cabe keles pake level segala!

Senja sontak menatap curiga ke arah Jibril. Diikuti bekapan mulut dengan tangannya sendiri, wanita itu merasa sedang dikerjai.

Dengan telepati yang kuat, seakan faham dengan tatapan Senja, Jibril pun membela diri, "Mana ada, Sayang. Kalo elu percaya Kenma, berarti elu termasuk golongan yang tersesat."

"Ah, elah, napa sekarang gua yang jadi setan?" Kenma tidak terima.

"Lah, bukannya yang suka menggoda dan mempengaruhi manusia itu emang setan?

Mendengar pertanyaan itu Kenma membatu. Mungkin setelah ini ia akan pundung atau mungkin melayu.

Ah, tapi tidak mungkin. Karena ia menyatakan bahwa dirinya sudah bertaubat dan tidak akan kembali ke dalam mode Kang Ghosting.

Semoga aja bukan taubat sambal ya, Gengs!

...💎💎💎...

Berlian perlahan mendekat. Bisa tertangkap oleh lensa bulatnya bahwa sosok yang ingin menemuinya itu adalah seorang wanita.

"Selamat pagi menjelang siang, Nona." Gadis yang berusia tidak jauh dari Berlian itu, berucap sambil berdiri dengan sopannya.

"Iya, selamat pagi." Berlian membalas, lalu meminta tamunya untuk duduk kembali.

"Nona pasti bertanya-tanya tentang siapa saya sebenarnya?" tuturnya lagi seakan bisa membaca air muka Berlian yang masih tampak kebingungan.

"Perkenalkan nama saya ... Pelangi. Saya ditugaskan untuk menemani Nona berbelanja hari ini."

1
💞 Lily Biru 💞
Kaka... aku juga pengen ngelamar ini😭😭
Ria Diana Santi
Menarik dan unik ... Yuk baca! 😍👍🏻🥰 Semangat kakakku. 😘🤗
Ria Diana Santi: Masama Kakakku sayang. 🥰 🤗
total 2 replies
Ria Diana Santi
Aduhhhhh ngenak banget nih paragraf nya kak. 🙃👍🏻
Ria Diana Santi
Setan aplikasi?🙃 behhh emang ngerinya setannya kak.
Ria Diana Santi
Pedas nih sindiran. Btw, aku dulu sering dapat ucapan 'Like kakak', 'Hadir kak', semangat kakak' dll. Rasanya cuma bisa ngelus dada. Dan aku pun balas dengan hal serupa. 🤦🏻‍♀️
Ria Diana Santi: Alhamdulillah... 😁
total 4 replies
Ria Diana Santi
Banyak amat tuh makhluk halus nya. 🤐
Ria Diana Santi
Bener banget!!!👍🏻🥰
Ria Diana Santi
Setujuuuuu... 🥰👍🏻
Najwa Aini
saya ngakak
Najwa Aini
Benar sekali, Berlian. kamu mewakiliku.
makasih ya
Najwa Aini
perasaan mengatakan, cerita ini bukan hanya bagus. tapi mengandung "sesuatu" lanjut baca. tapi nyicil dulu.
karena tak mengesampingkan kesibukan di dunia nyata
NA_SaRi: wkwkwkwk, jangan menyesal ya kak
total 3 replies
Najwa Aini
Banget. Se7
Najwa Aini
Ini saya banget
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
habis tanda seru or tanya... dialog tag tetep make huruf kecil kaka
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑: iya Kaka... semangat revisinya....
total 2 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
suka aku mah kalau kek gini... serasa baca buku yg naskahnya ga awut2an
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑: ngeh... sami2
total 2 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
ini artist lokal yaa... siapa?
NA_SaRi: Saya lupa namanya, Kak
total 3 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
nahh bener... disekeliling bnyak banget yg menganggap introver tuh pemalu or g bisa gaul... bnyak yg salah pengertian
NA_SaRi: Betul, Kak
total 1 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
berasa baca Wikipedia aku
NA_SaRi: Wkwkwkwk
total 1 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
buang aja Bu itu suamimu
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑: kalau gitu dikendalikan saja
total 2 replies
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑
Kaka nopp... dulu anak bahasa kah? atau emg mempelajari kepenulisan.... tulisan kk itu pasti ku suka... rapiii... aku suka banget yg kek gini.... menarik aja gitu buat dipandang
👑Nara 👩‍❤️‍💋‍👨 Hansen👑: wkwkw... gua gitu lohh🤠😎
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!