Sejatinya pernikahan dilakukan karena adanya rasa cinta dan sayang diantara keduanya . Kamu dan pasanganmu haruslah memiliki ikatan secara batin dan lahir supaya dapat mengarungi rumah tangga dengan kesetiaan , kesabaran dan ketulusan .
Namun apa jadinya jika dua insan di persatukan dalam pernikahan karena adanya kesalah pahaman.
Itulah yang terjadi pada gadis cantik yang bersekolah menengah akhir harus disatukan dalam ikatan pernikahan dengan seorang pria dewasa darinya hanya karena kessalah pahaman.
Aleni Maulik Sifa nama seorang gadis cantik dan manis berumur 17 tahun , gadis sederhana yang tinggal bersama Ayah kandung , Ibu tiri dan kakak tiri yang sangat mengerikan untuk Aleni .
Karena satu kejadian dimana saat pria dewasa itu menolong Aleni yang sedang dalam keadaan yang berbahaya , namun karena fitnah seseorang Aleni dan pria dewasa itu harus terpaksa menikah atas dasar ke salah pahaman.
Apakah pernikahan mereka dapat berjalan langgeng atau sebaliknya ..?
Simak terus yaaa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MedianaNana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Sesak
Aleni mulai membuka matanya saat sayup sayup ia mendengar kumandang azan subuh menggema , Aleni memaksa mata dan tubuhnya yang masih betah berbaring di kasur empuk . Aleni duduk sejenak di ranjang sambil membuka ponselnya yang ternyata terdapat panggilan tak terjawab dari nomor seseorang
yang sangat di rindukan Aleni yaitu Ayah Reza yang mungkin menelpon nya di saat ia sudah tertidur dan seperti nya Ayah nya menelpon karena kemarin saat libur sekolah Aleni tak berkunjung ke rumah malah memilih pergi belanja dengan Papah mertuanya dan pergi ke Panti asuhan yang ternyata membuat Aleni nyaman dan betah berlama lama di sana bahkan Aleni sampai lupa dengan Ayah nya , Dengan segera Aleni pun mendial nomor telpon Ayah Aris .
“ tut tut tut “. Hingga dering ke tiga panggilan nya pun terhubung dengan pria cinta pertama nya .
“ Assalamualaikum Len , kamu baik baik saja kan nak ? , Kamu di perlakukan dengan baik kan nak oleh mereka ?, Kenapa tak pernah menghubungi Ayah , Ayah khawatir .” tanya Ayah Aris beruntun dan Aleni di seberang sana tersenyum mendengar suara Ayah nya yang penuh perhatian .
“ Len , anak Ayah kamu masih dengar Ayah kan ?”. tanya Ayah Aris karena tak mendengar sahutan dari putri nya .
“ Waalaikumsalam Ayah ku tersayang Aleni dari tadi denger ko cuma Aleni memberi waktu buat Ayah nanya sebanyak nya biar Aleni tinggal jawab … hehehe “. Jawab Aleni tertawa kecil .
“ Kamu itu …. “ cicit Ayah Aris .
“ Aleni jawab ya Yah , Disini Aleni baik baik saja Yah … Semua penghuni rumah ini sangat baik sama Aleni mereka menerima Aleni . Jadi Ayah jangan khawatir ya … Maaf kemarin Aleni tak ke rumah karena Papah Adi ajak Aleni jalan jalan sampai sore Yah dan pulang langsung tidur , maaf ya Ayah “. Jawab Aleni menjelaskan pada Ayahnya agar sang Ayah tak khawatir .
“ Syukurlah jika kamu baik baik saja Ayah lega dengar nya , iya tak apa tapi lain kali sering sering hubungi Ayah dan Ibu ya karena biar
pun kamu sudah menikah kamu masih putri kecil Ayah , Leni “.ucap Ayah Aris .
“ Iya Yah , Aleni pun bersyukur … Siap komandan besok lagi bakal sering hubungi “. Jawab Aleni .
“ Nanti kamu sekolahkan ?”. tanya Ayah Aris .
“ Iya dong Yah “. Jawab Aleni sambil mengangguk anggukkan kepala .
“Kamu sudah sholat ?”. tanya Ayah Aris lagi .
“ Hehehe belum Yah kan tadi Aleni baru bangun langsung telpon Ayah saat buka ponsel ada riwayat panggilan tak terjawab dari nomor Ayah
.” Jawab Aleni sambil melihat Arjune yang baru masuk kamar dari ruang kerja nya dengan rambut yang masih acak acakan .
“ Ya sudah kamu sholat gih terus siap siap sekolah nanti telat , Oh ya salam buat nak Arjune kalian baik baik ya . Assalamualaikum “.
Ujar Ayah Aris .
“ Iya Yah , Ayah juga jaga kesehatan ya jangan capek capeknkarena udah gak ada Aleni yang pijitin loh … Daaa Ayah . Waalaikumsalam “. Jawab Aleni mengakhiri panggilan nya dengan sang Ayah .
Aleni melirik pada Arjune yang kembali tertidur di samping nya , Aleni pun menggoyangkan bahu Arjune berniat membangunkan nya .
“ Pak bangun sholat subuh dulu “. Ucap aleni namun tangan Aleni langsung di tepis oleh Arjune dengan mata yang masih tertutup rapat .
“ Eehmz jangan ganggu , saya ngantuk “. Sahut Arjune dengan suara serak khas orang bangun tidur .
Mendengar jawaban Arjune , Aleni pun tak mau ambil pusing dan langsung turun dari kasur berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka ,menggosok gigi setelahnya Aleni berwudhu .
Usai melipat mukenah dan sajadah lalu menyimpan di tempat biasa nya lalu bergegas keluar kamar menuju dapur untuk membantu Mbok Tun menyiapkan sarapan pagi hari namun sampai sana ternyata Mbok Tun sudah menyelesaikan semuanya karena beliau hanya memasak nasi goreng dan telor ceplok sebagai menu sarapan kali ini … Melihat sudah tak ada lagi yang di kerjakan nya Aleni pun kembali masuk ke dalam kamar untuk mandi dan bersiap berangkat ke sekolah .
“ Ceklek “.
Saat Aleni membuka pintu kamar pandangan nya langsung beradu dengan mata hitam pekat milik Suaminya yang sedang duduk bersandar sepertinya baru bangun tidur .
“ Ko cepet balik nya ?”. tanya Arjune pada Aleni .
“ Sudah beres semua , Mbok Tun hanya buat nasi goreng “. Jawab Aleni sembari memeriksa kembali buku buku di dalam tas nya agar tak ada lagi yang tertinggal .
Arjune pun tak lagi bertanya dan mulai turun dari ranjang berniat ke kamar mandi namun Aleni yang melihat Arjune akan masuk kamar mandi dengan cepat langsung berlari mendahului Arjune masuk ke dalam kamar mandi .
“ Brakk “. Aleni membanting pintu kamar mandi dengan keras membuat Arjune melongo atas perilaku istri kecilnya yang ajaib .
“ HEI AL KELUAR SAYA KEBELET NIH “. Teriak Arjune dari luar kamar mandi .
“ BODO AMAT SALAH NYA KALAU KEBELET NGAPAIN DARI TADI MALAH SANTAI DI
KASUR “. Balas Aleni dari dalam kamar mandi membuat Arjune kesal .
“ Tadi belum kerasa tau , udah buruan jangan lama lama “. Pinta Arjune sambil menggedor pintu kamar mandi .
“ Ya suka suka aku lah mau lama atau gak “. Aleni masih menyahut sambil menyelesaikan mandinya .
“ Isshh “. Arjune menahan geram dan rasa kebelet nya secara bersamaan .
Tak lama kemudian pintu mulai terbuka sedikit dan hanya mengeluarkan kepalanya untuk melihat situasi di luar pasalnya dirinya yang tadi menyerebot kamar mandi jadi lupa jika tak membawa pakaian ganti dan hanya memakai sehelai handuk putih yang membalut tubuh nya namun dia terkejut saat Arjune tepat berada d depan nya .
“ Al buruan keluar saya sudah gak tahan ini “. Ucap Arjune .
“ Iya keluar tapi bapak merem dulu “. Jawab Aleni membuat kening Arjune mengkerut .
“ Alah gak usah drama lah saya buru buru Al lagian kamu mau telanjang pun saya gak akan nafsu sama anak kecil kaya kamu , denger “.ucapnArjune membuat Aleni mencebikan bibirnya sehingga ia pun keluar hanya
menggunakan handuk sebatas dada nya .
“ Yakin gak tergoda nih sama body nya anak kecil , Kalau udah tau rasa nya awas ya ketagihan … Ooops saya lupa bapak kan suka nya body yang di obral “. Ujar Aleni berjalan keluar dari dalam kamar mandi dengan
melenggak lenggok menggoda Arjune .
Melihat bahu putih mulus dan setengah paha yang mulus serta rambut yang basah melewatinya dengan santai membuat kelelakian Arjune tak bisa mengelak pemandangan di hadapannya tapi harus berusaha menahannya agar tak menarik handuk dari tubuh putih mulus itu apalagi saat ini pagi hari waktu yang tepat pusat tubuhnya terbangun , takut ketahuan jika tubuhnya sebenarnya tergoda oleh Aleni , Arjune pun buru buru masuk ke dalam kamar mandi dengan mengumpat .
“ DASAR ANAK KECIL MESUM , CEWEK GILA “. Umpat Arjune dan Aleni yang mendengar nya hanya acuh tak menjawab dan langsung bergegas memakai seragam nya sebelum Arjune keluar dari kamar mandi .
Di depan meja rias Aleni memoles wajah cantiknya dengan bedak tipis serta lipstin agar tampak fresh , Saat memegang rambutnya yang ternyata masih setengah basah Aleni bergegas menggunakan hair dryer yang sudah
tersedia di meja rias bersamaan dengan Arjune yang keluar dari ruang ganti dengan dengan menggunakan celana bahan hitam dan kemeja grey yang sangat pas di tubuhnya walau rambutnya masih berantakan karena belum di rapihkan tak mengurangi ketampanan nya dan Aleni hanya melirik dari pantulan cermin di depan nya … Arjune berjalan menuju meja rias yang sedang di gunakan juga oleh Aleni tiba tiba tangan panjang pria itu terulur ke arah meja rias mengambil gel khusus pria .
“ Luka di bahu mu sudah sembuh ?”. tanya Arjune dengan tangan yang sibuk mengaplikasi kan gel ke rambutnya dengan mata yang menatap lurus pada cermin yang sama Aleni tatap .
“ Sudah “. Jawab Aleni singkat sambil beranjak berdiri karena penampilan nya di rasa sudah rapi , Arjune yang mendengarkan nya hanya
manggut manggut sambil terus merapihkan penampilan nya .
Aleni yang akan keluar kamar pun tiba tiba di hentikan oleh Arjune yang sedang memakai jam tangan nya .
“ Hey mau kemana ?”. tanya Arjune yang menghentikan tangan Aleni bersiap membuka pintu .
Aleni menoleh pada Arjune dengan alis yang menyatu “ Ya mau turunlah Pak “. Jawab Aleni .
“ Tolong siapkan tas dan sepatu saya dulu “. Pinta Arjune pada Aleni yang tampak diam sejenak .
Aleni yang sadar akan status nya dan ingat dengan apa yang di lakukan Bu Iva pada Ayahnya pun tanpa banyak bicara langsung mengambilkan apa yang di butuhkan Suaminya .
“ Sekalian kaos kaki nya Al ….” Pinta Arjune lagi saat Aleni masih berada di ruang ganti .
Tak lama Aleni datang mendekat pada Arjune dan meletakkan tas , sepatu bersih lengkap dengan kaos kaki nya dan juga jaket kulit hitam
milik Arjune .
“ Ini udah semua ada lagi yang kurang gak ?”. tanya Aleni dengan nada tak jutek membuat Arjune tersenyum tipis setipis tisu .
“ Sudah lengkap , terimakasih “. Jawab Arjune dan Aleni hanya mengangguk berjalan meninggalkan kamar .
Sampainya di ruang makan ternyata Papah Adi yang sudah rapi dengan pakaian kantornya pun sudah berada di sana dengan Mbok Tun yang sedang menuang air putih ke semua gelas .
“ Pagi Pah “. Sapa Aleni pada Papah Adi dengan tersenyum pada Mbok Tun juga .
“ Pagi nak , oh ya pulang jam berapa semalam nak ?, maaf ya Papah kemarin sudah lelah dan pulang duluan ninggalin kamu “. Jawab Papah Adi .
“ Jam 9 malam Pah … Gak apa apa Pah santai aja , toh Aleni juga betah ko di sana malahan Aleni yang harusnya berterimakasih Papah udah kasih unjuk panti … Oh ya boleh gak Pah kalau Aleni kesana lagi kalau lagi ada waktu ?”. ujar Aleni .
“ Ya boleh dong sekalian tuh ajak Suami mu juga “. Jawab Papah Adi dan di angguki Aleni dengan tangan yang cekatan mengambilkan makan untuk Papah Adi .
Arjune yang baru sampai ke meja makan pun langsung menarik kursi nya dan Aleni langsung mengambilkan makanan untuk pria yang bergelar Suami nya itu dan Arjune hanya memperhatikan nya .
Gerakan tangan nya luwes dan cekatan seolah sudah terbiasa melakukan nya kalau lihat dia gitu gak sebegitu menyebalkan tapi kalau penyakit bar bar nya kumat bikin pengen Hiih aja nih anak “. Gumam Arjune dalam hati .
“ Pakai udang goreng tepung gak Pak ?”. tanya Aleni yang membuyarkan lamunan Arjune .
“ Em nggak saya pakai telur saja “. Jawab Arjune dan di angguki Aleni sambil mengambil telur mata sapi yang di inginkan Arjune setelah
nya Aleni mengisi piringnya sendiri untuk sarapan .
Saat semua sudah selesai dengan sarapan nya Arjune dan Papah Adi tampak berbincang bincang mengenai masalah kantor yang tak di pahami Aleni dan Aleni sibuk dengan gawai nya karena sedang menghubungi ojek online untuk
mengantarkan nya ke sekolah .
“ Ting “ satu pesan masuk ke ponsel Aleni membuat Arjune dan Papah Adi teralih pada Aleni yang tampak bersiap dengan tas nya .
“ Siapa ?”. tanya Arjune .
“ Tukang ojol Pak , Sekalian Aleni pamit ya Pak , Pah “.Jawab Aleni sambil mencium punggung tangan Arjune dan Papah Adi .
“ Loh kamu gak bareng sama Suami mu saja nanti kamu bisa berhenti di suatu tempat gitu “.kata Papah Adi pada Aleni yang tampak melihat sekilas pada Arjune .
Dengan tersenyum Aleni menjawab “ Gak usah Pah Aleni naik ojol aja udah biasa ko lagian cari aman “. Jawab Aleni sambil melirik pada
arjune yang juga menatap nya .
“ Yaudah Aleni pamit ya Assalamualaikum “. Pamit Aleni beranjak keluar dari rumah berjalan menuju luar pagar dimana tukang ojek online
pesanan nya menunggu .
Di sekolahan Nusa Bakti tampak lebih lenggang karena sebagian murid murid sedang mengikuti mata pelajaran ada pula yang sedang praktik olah raga di lapangan sekolah .
Suasana lenggang itu kemudian menjadi riuh saat terdengar suara bel istirahat menggema , semua siswa berhamburan menuju kantin atau pun taman sekolah mereka berjalan bergerombol dengan teman baik mereka , berbeda dengan Aleni yang tampak lesu setelah ia mengecek isi dalam dompet nya yang hanya menyisakan 3 lembar uang 2000 an setelah membayar ongkos ojol tadi pagi
dari rumah mertuanya yang lebih jauh dari rumah nya , ia ingat beberapa hari lalu seharusnya Ayahnya memberikan uang jajan , seperti biasa nya namun karena insiden salah paham yang berakhir dengan dirinya yang menikah jadilah ia dan Ayah nya pun melupakan hal itu hingga Aleni memilih mengabaikan perutnya yang terasa lapar dan haus karena tak mungkin jika harus meminta tolong Rina sahabatnya , Aleni tau uang jajan
gadis itu tak seberapa hanya cukup untuk jajan dan ongkos pulang bahkan selama ini Aleni lah yang sering mentraktir sahabatnya itu .
“ Len ayo ke kantin , diem bae “.ajak Rina pada Aleni yang hanya diam menelungkup kan kepala nya di atas meja .
“ Lo aja gih duluan Rin , gue gak masih kenyang sarapan tadi pagi kebanyakan sekarang gue mau tidur aja “. Kilah Aleni .
“ Lo yakin atau mau gue beliin minum ya ?”. tawar Rina lagi pada Aleni yang kini menyandarkan tubuhnya di kursi sambil melihat teman teman sekelasnya yang mulai meninggalkan kelas .
“ Gak usah ntar gue cari sendiri aja , Oh ya tuh si Reno ngapain liatin kesini mulu “. Tolak Aleni halus dengan melihat pada Rina yang
tampak salah tingkah di singgung Kevin sang ketua kelas .
“. Lo janjian sama dia ?”. tebak Aleni yang tepat sasaran .
“ Em iya “. Jawab Rina pelan .
Aleni melihat Rina dengan mata yang menyipit karena gelagat Rina sahabatnya yang tak biasa “. Lo pacaran ya sama si Reno , sejak kapan ?”.
tebak Aleni bersamaan dengan Reno yang memanggil Rina .
“ Rin jadi ke kantin ga ?”. tanya Reno yang ternyata sudah ada di dekat Aleni dan Rina .
“ Eh jadi Ren “. Jawab Rina pada Reno .
“ Len nanti gue ceritain ya … kalau lo gak ke kantin gue duluan ya bye …. “. Ucap Rina pada Aleni dengan jalan mengikuti langkah Reno si
ketua kelas .
Aleni pun hanya menggeleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang baru pertama kali ia lihat dekat dengan seorang laki laki .
Aleni pun melihat sekeliling kelas ternyata hanya tinggal dirinya seorang , Aleni yang iseng sendiri pun ikut keluar bukan ke kantin melainkan ke taman mengalihkan rasa lapar dan haus nya .
Aleni duduk termenung seorang diri meratapi perut dan tenggorokan nya yang kering sambil bermain game sebagai pengalihan nya berharap waktu akan berjalan cepat , ingat akan menanyakan uang jajan pada Ayahnya
Aleni pun keluar dari aplikasi game anak kucing lari larian mengambil emas dan beralih ke aplikasi hijau dengan gambar ponsel untuk menghubungi Ayah nya .
“ Tut tut tut “
“ Assalamualaikum yah “.
“ Waalaikumsalam Len , kenapa tumben ?”. tanya Ayah di seberang sana .
“ Ayah dimana ko kaya ada suara peringatan penumpang di stasiun kereta .?” tanya Aleni heran .
“ Oh Ayah ini mau pergi ke Cirebon tempat saudara Ibu , nak . Gimana kamu butuh sesuatu ?”. jawab Ayah Aris .
“ Ada acara apa Yah ?”. tanya Aleni .
“ Oh itu anak saudara Ibu ada yang menikah , Oh ya motor mu nanti sore di antar Mas Ari ya sama uang …..” jawab Ayah terhenti .
“ Tut tut tut “.
Aleni melihat ponselnya yang tak bisa menyala “ Oh Tuhan cobaan apa lagi ini , hp lupa di cas semalem kan jadi mati mana tadi Ayah mau
bahas soal uang jajan lagi haduh nasib mu Aleni Aarrrgh “. Keluh Aleni sambil
menyandarkan tubuhnya di bangku taman dengan mata yang terpejam .
Hingga tiba tiba Aleni terlonjak kaget saat merasakan pipi sebelahnya terasa dingin sontak Aleni membuka lebar lebar mata nya dan bersiap akan memaki sang pelaku yang menurut Aleni jail .
“ APAANSI … Eh lo “. Pakik Aleni pada orang yang sedang menatapnya dengan alis yang naik turun serta tersenyum .
“ Ini ambil “. Orang itu menyodorkan satu botol air mineral dan satu bungkus roti sobek coklat keju tepat di depan Aleni .
“ Ambil kalau kelamaan gue kasih ke yang lain nya ya …”. Kata orang itu lagi dengan nada mengancam .
Aleni yang merasakan tenggorokan nya kering dan perut lapar pun langsung mengambil uluran air mineral dan roti dari tangan pria itu .
“ Makasih ya …” ucap Aleni .
“ Iya udah makan ,lo gak keberatan kan gue duduk disini “. Tanya orang itu yang tak lain adalah Bima , pemuda yang diam diam di sukai
Aleni .
“ Iya gak apa apa , gue makan ya “. Jawab Aleni dan mulai membuka botol air mineral yang masih tersegel dan langsung meneguknya hingga tinggal setengah .
“ Gue pikir lo nangis lagi ternyata tidur “. Ucap Bima setelah beberapa menit ia hanya melihat gadis di samping nya memakan roti yang
ia beri .
Aleni menyikut perut Bima dengan bibir yang mengerucut yang terlihat ada bercak coklat .” Siapa bilang tidur , orang lagi nikmatin angin
sepoi sepoi tau “. Jawab Aleni dengan mulut yang penuh roti membuat Bima gemas
melihatnya .
“ Masa …. Itu bibirmu penuh coklat mau di bantu bersihin gak ?”.tanya Bima dengan nada menggoda .
“ Pakai apa ? sapu tangan mu kan masih di gue ?”. tanya Aleni dengan polos nya membuat Bima semakin gencar menggoda nya .
“ Sini maju dikit gue kasih tau …” kata Bima dan aleni pun menurut mendekat menunggu apa yang akan di ucapkan Bima hingga tangan Bima menunjuk pada bibirnya sendiri seketika Aleni yang mulai paham langsung memukul
paha pria itu dengan mendelik .
“ Iiih apaan sih ogah “. Kata Aleni yang menjauh kembali dari Bima yang tertawa lepas melihat keterkejutan Aleni sambil menangkap tangan
Aleni yang memukul paha nya dengan kesal .
“ Hhahahaa haha … Sory sory gue bercanda udah stop mukul nya sakit tau , nih pakai ini bersihin nya “. Ujar Bima sambil mengambil tisu kecil dari saku baju nya setelah melepaskan tangan Aleni bahkan Bima tanpa ragu membersihkan sisa coklat di bibir Aleni membuat Aleni termangu karena tak sempat menolak .
“ Udah diem sini gue bersihin , Oh ya tadi di parkiran gue gak lihat motor lo gue pikir gak masuk “. Ucap Bima lagi karena Aleni berusaha
menolak usapan Bima .
“ Oh lagi gak bawa motor “. Jawab Aleni sambil menggeser duduknya dari Bima .
“ Yaudah nanti pulang sama gue aja , tenang gratis ko “. Ucap Bima .
“Ah gak Bim terimakasih , nanti gue di jemput “. Jawab Aleni beralasan karena ia tak mau ada warga sekolah yang tau tempat tinggalnya yang
sama dengan guru BP nya .
Mengingat guru BP nya yang tak lain Suaminya membuat Aleni tiba tiba menoleh ke kantor Bp yang jaraknya tak jauh dari taman .
Saat Aleni menatap kantor BP tiba tiba pandangan nya terpatri pada mata tajam bak elang yang juga sedang melihat ke arah nya …. Di tatap seperti itu oleh Arjune yang sedang berdiri di depan kantornya seperti sedang
mengawasi siswa siswi yang sedang istirahat seketika membuat detak jantung Aleni berdentum dan bergidik ngeri hingga Aleni tak mendengar Bima berbicara pada nya .
“ Oh gitu yaudah tapi kalau lo gak ada yang jemput , bareng gue aja “. Jawab Bima pada Aleni yang masih fokus pada kantor BP .
“ Hei lo lihat apa sih ?”. tanya Bima yang heran .
“ Ah gak lihat apa apa ko , Em makasih ya minum dan roti nya gue mau masuk ke kelas kaya nya sebentar lagi bel masuk “. Kata Aleni dengan beranjak berdiri dari bangku yang di duduki nya dan diangguki Bima .
“ Huh sok berlaga cewek tomboi nyata nya ganjen sama siapa aja mau Dasar murahan … Ko bisa ya dia sekolah sebagus ini bisa kecolongan murid gak bener kaya dia yang sial nya sekarang tuh cewek Istri sah gue … Sit “. Umpat Arjune setelah melihat sesuatu yang membuat dada nya panas tapi bukan kompor .
~~~~\=\=\=~~~~
Singkat cerita waktu pulang sekolah pun tiba semua siswa berlarian menuju area parkiran kendaraan bagi yang membawa nya dan berjalan menuju gerbang bagi yang menunggu jemputan atau angkutan umum .. Begitu pun
Aleni dan Rina serta Reno yang beriringan keluar kelas .
“ Len , lo pulang sama siapa ?” tanya Rina pada Aleni yang tampak sesekali melirik ke arah kantor BP .
“ Em gue di jemput Rin “. Jawab Aleni berbohong .
“ Sama siapa ?”. tanya Rina lagi .
“ Sama suami budhe ku , kalau lo naik apa pulang nya ?” jawab Aleni berbohong pada Rina sahabatnya hal yang hampir tak pernah di lakukan nya dahulu lain sekarang dan seterusnya .
“ Gue di antar pulang Reno “. Jawab Rina berbisik pada Aleni
.
“ ayo Rin ikut ke parkiran “. Ajak Reno pada Rina .
“ Ah iya sebentar “. Jawab Rina yang menatap Aleni tak enak
.
“ Yaudah sana sama Reno yang pasti lo hutang cerita sama gue, Rina “. Kata Aleni pada Rina yang hanya nyengir .
“ Iya pasti sory ya gue tinggal “. Ucap Rina tak enak dan di angguki Aleni .
‘ Iya yaudah sana , di tinggal nangis lagi tuh “. JawabbAleni .
“ Daadaa Aleni hati hati ya pulang nya “. Ucap Rina sebelum pergi ke parkiran mengekor Reno .
Kini tinggallah Aleni , Aleni tampak celingak celinguk saat berada di depan gerbang sekolah merasa bingung ingin pulang ke rumah orang tua nya untuk mengambil motor tapi takut bertemu dengan Kakak tirinya Irvan , ingin
pulang ke rumah mertuanya bingung bukan hanya uang yang gak ada tapi juga Aleni
yang belum hafal alamat rumah besar itu bahkan ponselnya pun mati jadi tak bisa
melihat stori pesanan ojol nya tadi pagi .
Lama berpikir hingga tanpa sadar kini sekolah sudah mulai sepi , satu satu nya Aleni pulang hanya dengan menunggu Arjune Suaminya namun ia tak bisa jika menunggu pria itu di depan gerbang sekolah yang ada nanti ia
kena marah lagi oleh pria angkuh itu hingga Aleni pun memutuskan berjalan sedikit ke arah rumah mertuanya dan menumpang duduk di warung pinggir jalan yang agak jauh dari lingkungan sekolah yang pasti akan di lewati oleh Arjune untuk ia berhentikan dan ikut menumpang pada Arjune .
“ Numpang duduk dan beli air mineral gelas an ya Bu “. Kata Aleni pada Ibu penjaga warung .
“ Oh iya boleh mbak , ini sedotan nya “. Jawab ibu nya .
“ Terimakasih Bu “. Ujar Aleni menarik kursi plastik keluar sedikit dari tenda warung agar Arjune melihat keberadaan nya .
~~~\=\=\=~~~~~
Satu jam menunggu Aleni belum melihat akan tanda tanda motor yang biasa di gunakan Arjune lewat namun Aleni tetap sabar menunggu karena ia tak punya pilihan lain lagi .
Selang 10 menit aleni yang sedari tadi terus mengawasi jalanan melihat satu motor sport hitam melaju ke arahnya yakin jika itu Arjune
, Aleni langsung keluar dari warung dan berdiri persis di pinggir jalan dengan tangan yang melambai pada motor Arjune yang akan melintas .
“ Pak Pak berhenti Pak “. Sorak Aleni karena takut jika Arjune tak menyadari nya dan syukurnya Arjune pun memberhentikan motornya tepat di depan Aleni .
Dreeemmbbrrrr
Arjune membuka kaca helm nya saat sudah berhenti di depan Aleni dengan pandangan yang tajam saat menatap Aleni .
“ Pak , Saya numpang pulang ya please “. Mohon Aleni pada Arjune namun Arjune masih diam karena masih mengingat apa yang di lakukan gadis di depannya saat berduaan dengan siswa lain yang membuat Arjune tak suka .
“ Ya Pak , saya naik ya “. Ucap Aleni lagi dengan bersiap naik ke motor Arjune .
Namun saat kaki Aleni bersiap naik , Arjune tiba tiba menahan nya dengan tangan nya “ Maaf saya gak bisa kasih tumpangan kamu soalnya
saya gak pulang saya ada kepentingan “. Ucap Arjune dingin .
“ Tapi Pak saya mohon … “
“ Saya gak bisa ngerti gak sih kamu …” sahut Arjune dengan nada membentak membuat Aleni melongo saat akan meminta bantuan untuk di panggilkan ojek online atau meminta uang ongkos , saat akan berucap tiba tiba motor Arjune langsung melesat meninggalkan Aleni yang terdiam tercekat .
“ PAK ARJUNE TUNGGU …. PAK “
"PAK GIMANA DENGAN SAYA "
"PAK ... "
Tubuh itu meluruh duduk di trotoar jalan iingin rasa nya Aleni menangis meraung berteriak agar kesal marah nya sedikit mereda karena bingung memikirkan nasib nya untuk sampai ke rumah mertua nya namun otak nya masih bisa sedikit berfungsi ia tak mau mendadak jadi viral menangis di pinggir jalan karena tak bisa pulang tapi rasa sesak itu sangat menghimpit pernapasan nya …
Rasa sesak itu sangat sakit hingga bulir air mata mulai turun membasahi pipi mulus nya , Aleni masih duduk di pinggir trotoar meratapi nasibnya , membungkam mulutnya berusaha agar suara tangis nya tak mengundang tatapan aneh para pengguna jalan lain nya .
Aleni meratapi nasibnya yang bingung tak bisa pulang ke rumah mertua nya karena tak ada uang dan ponsel yang menyala , Lama dalam keadaan seperti itu hingga tangis nya mulai mereda sehingga rasa sesak itu sedikit
berkurang Aleni mendongakkan kepala nya melihat matahari begitu tinggi terik nya menyinari Bumi hingga bulir keringat sudah membanjiri dahi dan jatuh ke dagu Aleni .
Tak mau mati terpanggang di pinggir jalan , dengan perasaan nelangsa dan dongkol Aleni mengusap kasar air mata nya rasa sakit hati pada pria angkuh yang sialnya adalah suami nya , luka yang di torehkan sangat membekas di hati Aleni … Aleni membuka tas dan melihat isi dompetnya yang tersisa dua lembar uang 2000 an , Aleni mengambil satu lembar 2000 di tangan nya .
“ Gue masih punya kaki walau gue udah gak punya uang … insyaallah gue pasti bisa jalan sampai rumah Papah Adi . Bismillah “. Gumam Aleni menyemangati diri nya sendiri .
“ Bunda jangan sedih ya lihat nasib Aleni , Aleni gak apa apa ko , Aleni baik baik saja “. Aleni menitikkan air mata nya mengingat begitu
susahnya hidup setelah di tinggal pergi sang Bunda untuk selama lama nya .
Aleni kembali masuk ke dalam warung menyodorkan uang 2000 untuk membeli air mineral gelas an yang mendapat 4 buah air mineral gelas an dan langsung ia simpan di tas
sebagai bekal jika di jalan nanti ia lelah dan haus .
Dengan hati yang di haruskan tegar Aleni mulai menyusuri jalanan yang jauh dan panas … Dengan hati yang sakit Aleni berjalan dan
bertahan .
Arjune yang sedang mengendarai motornya merasa gamang dengan perasaan campur aduk setelah menolak membantu Aleni istri kecilnya ada rasa kasihan namun lebih besar rasa marah tak beralasan yang ia rasakan hingga fokusnya teralih saat merasakan getaran di saku celana nya ponselnya berdering .
Arjune segera menepikan motornya untuk mengangkat panggilan yang ternyata dari Ayah Aleni yang tak lain mertuanya .
“ Ya hallo Yah “
……
“Waalaikumsalam gimana Yah “
…..
“ Uang saku Aleni , ponselnya gak aktif ?”.
DEG
“ Iya yah baik nanti Arjune sampaikan pada Aleni kebetulan Aleni tadi pulang duluan Yah . Waalaikumsalam Yah terimakasih infonya “. Jawab arjune dengan nada yang melemah dan detak jantung berdetak kencang .
“ Astaga apa yang udah gue lakuin ke Aleni … Gawat Aleni “. Gumam Arjune dengan frustasi .
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Kok gak UP lagi yaa
penasaran kelanjutannya