Tuhan menciptakan setiap orang berpasang-pasangan. Tugas kita adalah Menemukan pasangan yang mencintai kita apa adanya.
Novel ini berisi cerita dari Hendra dan Fraya tentang bagaimana mereka Mememukan Cinta.
Seluruh cerita ini adalah wujud khayalan dengan bumbu kenyataan yang pernah ada disekitarku.
Selamat membaca dan semoga menikmati alur ceritanya sampai akhir ya
❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya Mega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
You're Wonderfull Tonight
# Happy Reading #
Deru nafas teratur terdengar. Hendra yang kelelahan setelah bekerja dan berbelanja ini itu, akhirnya tertidur karena lamanya ia menunggu Fraya di kamar mandi.
Pria bermata elang itu mengistirahatkan netranya. Ia tidur dengan tubuh telentang, kakinya terbuka lebar seolah membentuk huruf V, sementara kedua tangannya memeluk bantal dengan erat di atas dada bidangnya. Wajahnya terlihat damai seperti bayi yang asyik menyelami mimpi indah.
Suara rintik-rintik air yang datang dari shower kamar mandi tak lagi ada. Dalam hitungan menit setelah itu, Fraya keluar dari ruangan lembab yang luasnya hampir seukuran kamar kosnya. Gadis itu menggunakan jubah mandi warna putih dan rambut basahnya yang terbungkus bath towel.
Dibalik jubah mandi yang disediakan Hotel Grand milik Damar itu, Fraya hanya memakai bra dan celana dalam seamless. Untunglah dia membawa dalaman cadangan di tasnya.
Fraya melangkah dengan hati-hati agar bagian tubuh sensitifnya tidak terlihat. Ia juga sudah merapatkan ikatan jubahnya supaya tak mudah lepas. Walaupun dia menganggap Hendra sebagai sahabat, bagaimanapun juga dia tetap seorang lelaki. Yang punya hasrat, gairah juga naluri.
Mata bulat milik Fraya memandang ke sekeliling ruang kamar President Suite. Tak lagi ada bunga mawar berceceran dan lilin aromaterapi yang menyala. Kedua benda itu rupanya telah disingkirkan Hendra. Yang tersisa hanya wangi bunga mawar segar yang teronggok di sudut kamar.
Namun, ada satu pemandangan yang sedari tadi mengusik matanya sejak ia mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. Fraya mendekat untuk melihatnya dengan seksama.
Sebuah gaun panjang berwarna soft pink menjuntai. Tergeletak di sofa dekat tempat tidur. Lalu ada tas mungil dan sepatu berhak tinggi yang diletakkan tak jauh dari baju itu. Ketiga benda itu sangat sepadan karena sama-sama berwarna soft pink.
Wow, ini semua pilihan Hendra? Wah, seleranya lumayanlah. Barang yang dia beli semuanya di atas ekspektasiku. Gaunnya amat bagus, sepatunya juga elegan dan tasnya nggak kalah mewahnya.
Fraya menoleh ke arah ranjang. Ia mendapati sahabatnya tengah terlelap di atas tempat tidur berukuran king size itu. Kemudian ia duduk di sofa yang ada di dekat tempat tidur, bersebelahan dengan gaun pestanya. Sambil melepas handuk yang membungkus rambut setengah basahnya, ia meraih telepon genggam yang tersimpan di tas kerjanya.
Fraya melihat penunjuk waktu yang ada di layar teleponnya. Setelah menatap benda persegi panjang itu, pandangannya beralih pada Hendra yang tepat berada di depan Fraya.
Biarlah dia tidur sebentar lagi. Lagipula pulas banget tidurnya sampai mendengkur gitu. Nanti kalo aku sudah merias wajahku, aku akan membangunkannya.
Ia tak ingin membuat gaduh karena nanti Hendra bisa terbangun. Fraya mengawali aktivitasnya dengan mengikat rambut panjangnya membentuk model ponytail. Dengan cekatan ia mulai berhias. Make up natural dipilihnya agar riasannya serasi dengan baju yang akan ia pakai.
Selesai merias wajahnya, Fraya beranjak dari sofa tempatnya duduk. Ia hendak membangunkan Hendra.
Fraya naik ke tempat tidur sambil merapatkan jubah mandi yang masih dipakainya. Bola mata Fraya menatap paras sahabatnya lekat-lekat. Entah kenapa hati Fraya menyuruhnya membelai wajah rupawan itu.
Namun jemari Fraya ragu untuk berbuat jujur menuruti keinginan hatinya. Sampai akhirnya kedua tangannya hanya mengeratkan balutan handuk yang dipakainya.
"Kenapa kamu bisa sebaik dan setampan ini, sih? Membuat hatiku bergetar dan jantungku berdebar tak karuan," gumam Fraya dengan nada rendahnya.
Fraya masih memandang raut Hendra. Seolah ia terkena candu. Fraya ingin terus menikmati lukisan indah Maha Karya Sang Kuasa.
Manik mata Fraya mengabsen mulai dari alis matanya yang lebat, hidungnya yang mancung, bibir merah kehitaman yang selaras dengan rangkaian bulu halus di atas mulut yang menyatu sampai dagu.
Bibirnya kok bisa semenggoda ini, sih!
Tanpa sadar Fraya menggigit bibir bagian bawahnya sendiri. Terbersit keinginan untuk mengecup, menikmati bagian tubuh yang kenyal itu.
Perlahan Fraya mendekat, sampai ia bisa merasakan hembusan hangat nafas Hendra. Tetapi, sebelum Fraya melakukan cumbuan itu, ia menjauhkan diri. Fraya mengurungkan niatnya setelah menimbang akibat dari perbuatan nakalnya ini.
Bisa-bisa aku nggak punya muka buat hadapin kamu lagi.
Fraya menepuk pipinya sendiri dengan kedua tangannya, "Fraya sadar... sadar... dia sahabatmu. Dia orang baik, jangan sampai hanya karena nafsu kamu kehilangan dia lagi. Kamu hanya perlu membangunkannya dan bersiap ke pesta Lano." Fraya berkata sambil memegang kepalanya untuk membuyarkan niat konyolnya.
Sesudah kewarasannya kembali, ia memikirkan cara terbaik membangunkan Hendra tanpa membuat dia marah. Sebuah ide muncul di sela-sela otak Fraya. Gadis itu mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya ke seluruh paras yang hampir diselimuti bulu itu.
Tiupan nafas Fraya berhasil membuat Hendra terjaga. Lelaki itu membuka matanya lalu menguap selebar-lebarnya. Tak hanya itu, ia juga meregangkan otot-ototnya yang kaku.
"Dih, kebiasaan kamu tuh. Nempel bantal langsung tidur. Nggak ingat apa, kita masih punya acara lain. Liat jam berapa sekarang. Udah buruan mandi sana. Aku sebentar lagi siap," omel Fraya mengingatkan Hendra dengan ketus.
"Kok malah menyalahkan aku. Kamu itu mandi kelamaan, lelah tau menunggu. Sebenarnya kamu mandi apa bertapa, sih!" balas Hendra tak kalah sewot.
Hendra kemudian beranjak dan mengambil kemeja juga celana panjang yang akan dikenakan pada pesta pernikahan temannya. Lalu ia masuk ke kamar mandi.
Fraya berpindah ke arah sofa dan meraih dress panjang berlengan pendek berbahan renda dibagian dadanya sementara bagian yang lain tertutup sutra halus berwarna pink muda dan dilapisi dengan kain chiffon warna senada. Gadis yang berperawakan langsing itu melepas jubah mandinya dan buru-buru memakai gaun yang sudah disiapkan Hendra. Tetapi, Fraya kesusahan saat ia akan menutup ritsleting yang berada di punggungnya.
Biarlah nanti aku minta tolong Hendra saja.
Fraya kembali duduk di sofa dan melepaskan ikatan rambut ponytailnya. Surai panjang yang setengah basah itu tergerai. Fraya menyisir pelan agar rambutnya tak sakit jika tertarik.
Fraya berdiri dan menatap ke jendela yang berada di belakang punggung. Terlihat bayangannya di pantulan kaca. Ia bingung, apa yang akan ia lakukan dengan rambutnya. Fraya tak bisa leluasa memandang penampilannya karena di ruangan itu, cermin besar hanya ada di kamar mandi yang sekarang sedang dipakai Hendra.
Tak berapa lama, laki-laki itu keluar dari kamar mandi sambil menggosok rambut pendeknya dengan handuk. Ia sudah mengenakan baju. Hanya tinggal mengenakan jas, sepatu dan sedikit merapikan rambutnya. Semudah itulah laki-laki berdandan, berbeda dengan perempuan. Fraya masih harus merapikan sana sini.
Hendra melihat Fraya kesusahan menata rambutnya. Kemudian lelaki itu mengambil hair dryer pemberian Damar yang dititipkan melalui housekeeper hotel.
"Sini aku bantu," sahut Hendra lembut sambil membawa pengering rambut di tangannya.
"Tolong ini dulu," pinta Fraya sambil menyibakkan rambutnya sehingga memberi ruang kepada hendra agar bisa melihat ritsletingnya yang masih terbuka.
Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini. Tadi engkau sudah mengujiku dengan penampilan Fraya yang hanya ditutupi dengan jubah mandi saja. Belahan dada dan paha mulusnya masih terus membayang melekat diingatanku. Lalu apalagi ini sekarang aku dipaksa melihat punggungnya yang luar biasa seksi. Oh my God!
Dengan jarak yang sedekat ini, Hendra bisa mencium wangi dari tubuh Fraya. Gairahnya semakin tersulut tapi Hendra menahan nafsunya agar tak meletup.
"Jer, kok bengong, buruan bantu aku. Kita udah telat banget lho," sela Fraya membuyarkan lamunan Hendra.
Hendra tersadar. Ia meletakkan hair dryer di meja dan cepat-cepat menelan saliva yang akan keluar dari mulutnya kemudian memberanikan tangannya untuk menutup ritsleting baju milik Fraya pelan-pelan. Tanpa sengaja kulit tangannya menyentuh punggung gadis yang dicintainya.
Hendra seketika tersentak. Ia seperti tersengat listrik ribuan volt. Dadanya bergejolak. Dengan tangan yang gemetaran, ia kembali menutup ritsleting.
Setelah gaun itu rapat sempurna, barulah Hendra menghela nafas lega. Ia sampai menggelengkan kepalanya seakan mengusir gambaran liar yang ada di otaknya.
Sesudah itu Fraya memberikan lagi pengering rambut kepada wakil direktur perusahan konstruksi itu. Bak pegawai salon yang profesional, hendra mengeringkan rambut Fraya. Kemudian dia memberikan hiasan rambut juga anting yang tadi dibeli agar Fraya memakainya.
Fraya terlihat sempurna. Ia tampak cantik, anggun, elegan juga menawan. Setelah semua siap. Keduanya keluar dari kamar President Suite dan menuju ke Ballroom tempat pesta pernikahan Lano dan Nurul berlangsung.
Cantik, malam ini aku seneng banget. Asal kamu tahu aku tadi mendengar pujianmu saat aku pura-pura menutup mataku. Memang sih aku tadi sempat tidur sebentar tapi saat kamu mendekat ke ranjang, aku sudah terbangun dan tetap menutup mataku. Aku hanya ingin tahu apa yang akan kamu lakukan jika kita dekat seperti tadi. Tak kuduga kamu juga merasakan hal yang sama denganku walaupun hanya sedikit.
❤ To Be Continued ❤
Don't forget to Like, Comment, Rate 5 stars, Share, Vote and give tips for Author.
May God have bless to you all
Semoga harapan Hendra bisa bersama Fraya bisa terwujud ya. Lalu kira-kira Fraya pilih siapa diantara Omar dan Hendra?
Please wait for next chapter 😉❤
sukes iya kak untuk karyanya
jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan lelaki letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
terimakasih 🙏
baca kisahku juga ya
I lOVE YOU
&
HIDUPKU BERSAMA CEO
Semangat for author 😀! Mampir yuk ke novelku📒"Sicupu and Bad Girl"😍😘
Likes👍,Coment💨💥and Vote💪🙇! Terima Kasih😘😆😀.
Kutunggu...
Author tercinta aku kembali ~~💗😘
5LIKE & RAT5 seperti biasa
Mampir kembali yu
🌸~REINKARNASI~🌸
MANGATS 😘🌈
yuk dukung karyaku, baru lulus kontrak looo,
ILMU YANG BERMANFAAT
LIKE dan KOMEN serta VOTE
sangat membatu loo...
Rate 5 bintang pula yaaaa..
terima kasih
Jangan lupa mampir ya ke ceritaku I LIKE YOU dan Awas Jatuh Cinta 🤗