Prasetya Ramadhan menikahi Anisha wanita bercadar namun ia tak pernah melihat wajah dibalik cadar itu dan ia menyimpan perasaan pada wanita yang entah dimana keberadaanya .
Dihari pernikahan.....
"gua gak akan nyentuh lo sedikit pun, jangan mimpi lo".
Namun Pras menyentuhnya karena obat perangsang dan membuat Anisha hamil.
Bagaimanakah kisah mereka apakah harus berakhir buruk atau kah baik dan dimanakah sebenarnya wanita yang dicintai oleh Pras....
Dan siapakah Anisha itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulva rivana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 31
" Kenapa?,Nis?". Tanya tante Pene padanya.
" Gak ada em.... tante tapi Nisa gak mau lepas cadar ini!,".
" Gak usah di lepas, gak ada juga yang berani ngatain bos ". Ucap tante Pene padanya.
Anisha pun segera bersiap dan menganti baju yang telah di bawakan tante Pene untuknya ia pun sedikit mempercantik matanya yang besar itu dengan maskara dan celak.
Setelah selesai bersiap Anisha pun turun kebawah dan di sana tante Pene sudah menunggunya, Ia terkesima melihat tantenya yang masih awet muda dan cantik serta lekuk tubuh yang indah itu.
Anisha tidak bisa untuk tidak memujinya.
" Ya Allah, tante cantik banget!".
" Ah masa sih, kamu lebos cantik sayang, Ayo berangkat sudah siapkan?".
" Iya tan!".
Saat di dalam mobil, Anisha terus saja berpikir apakah dirinya layak mewarisinya, sedangkan dia tak memiliki kualifikasi dan pengetahuan tentang apapun dalam urusan kantor, ia sangat merasa ragu dengan keputusan tantenya yang akan memberikan tanggung jawab padanya.
" Tante, Nisa ragu karena selama ini nisa belum pernah belajar apapun dalam mengelola perusahaan, bahkan sekarang kepercayaan diri Nisa sudah menghilang setelah kepergian kedua orang tua Nisa".
" Nisa, kamu jangan terlalu di pikirkan dan terpuruk terus, mereka sudah tenang di sana kamu seharusnya pandang masa depan, masalah kamu yang gak pernah belajar itu urusan nanti, tante akan mengurus semuanya kamu tau posisi Direktur selama ini dibiarkan kosong hanya untukmu tante sudah menghubungi kantor nanti di sana kita akan disambut, kamu jangan terlalu tegang yah".
Mendengar hal itu Anisha sedikit merasa lega dan iapun berterima kasih pada tantenya itu, ia pun berpelukan dengan tante Pene, tanpa sadar mobil sudah terhenti begitu saja pintu mobil sudah di bukakan oleh bodiguard yang sedari tadi mengikuti dari belakang, Mereka disambut dengan hormat dan sopan.
Untuk pertama kalinya ia melihat perusahaan yang di dirikan oleh papanya dari bawah dan saat ini berkembang pesat dibawah pegangan tantenya, Ia sangat kagum ketika memasuki kantor tersebut, tempatnya sangat luar dan bersih serta pegawainya yang ramah, disana ia berkeliling melihat-lihat karyawan yang sedang bekerja dan mereka sangat sopan kepadanya.
Dan yang terakhir ia pun memasuki ruangannya, disana ia di sambut oleh seorang sekertaris yang bernama Adam.
" Silahkan duduk Nyonya Alexander, perkenalkan nama saya Adam Darmawansyah, panggil saya Adam Nyonya, saya adalah seorang sekertaris jika ada yang perlu anda bisa panggil saya, saya permisi Nyonya".
Anisha tak tau harus berkata apa ia hanya mempersilahkan keluar dengan isyarat tangan, Anisha tak menyangka bahwa setelah itu ada rumor bahwa ia merupakan seorang yang dingin, ia tak mempermasalahkan hal itu sebab ada manfaatnya jika ia dikenal dingin agar ia tak di rendahkan.
Tak terasa sudah seminggu ia menangani perusahaanya itu Anisha dan ia pun mulai memahami cara kerja perusahaan nya, dan ia mulai terbiasa dengan kerjaan tersebut, akan tetapi ia merasa gelisah ia melupakan satu hal yang harus ia lakukan yaitu sebagai seorang istri dan ibu.
Mengingat ia memiliki keluarga ia pun meminta tantenya dan sekertaris Adam untuk mengurus kantor selama ia kembali kekeluarganya tersebut, sesampainya di rumah Pras ia terkejut karena ada bendera kuning di gerbang pintu rumah Pras.
Anisha pun berlari masuk kedalam melewati banyaknya orang yang mengenakan baju hitam semua, saat di depan pintu rumahnya ia melihat ada seorang bertubuh mungil yang sedang terbaring dan kain menutupi wajahnya.
" Siapa yang meninggal?". Tanya Anisha yang menangis duluan.
" Kak Anisha?, kemana saja seminggu ini?, kak Pras mencari kakak dan kami kira kakak diculik".
" Itu..., Aku mau tau siapa yang meninggal?". Tubuh Anisha gemetar melihat mayat itu.
" Aurel kak...hiks...hiks..., selama kakak gak ada Aurel sakit dan memanggil mommy nya terus".
Anisha terduduk seketika tubuhnya gemetar air matanya mengalir deras sehingga membasahi cadarnya, namun ia tak berani mendekat karena traumanya terhadap mayat, ia menahan agar tangisannya tidak begitu keras namun semua tau bahwa Anisha lah yang paling terpukul saat ini, air mata Anisha terus mengalir hingga wajahnya pucat .
Tiba-tiba saja kesadaran Anisha mulai memudar dan akhirnya ia pingsan di sana, melihat itu seluruh orang yang berada di sana terkejut dan berbondong membantu membawa Anisha kekamar, saat itu Pras masih di jalan karena macet Pras menangis mengetahui putri satu-satunya itu meninggal, di situasi tersebut hujan tutun seakan ikut berduka.
Belum lagi Pras masih mengira istrinya itu sedang di culik karena sudah seminggu ia tak pulang, sebab seingatnya saat kejadian malam seminggu lalu tubuhnya ia merasa seorang menyerangnya dari belakang dan tak bisa melihat jelas.
Akhirnya mobilnya bisa berjalan dengan tenang ia pun mengambil jalur cepat , sesampainya di halaman rumah ia langsung keluar tanpa peduli lagi pada dirinya yang akan basah kuyup akibat hujan deras, melihat itu Diana Anjasmara mamanya Pras merasa khawatir dan segera meminta pelayan untuk mengambilkan handuk.
" Pras ya ampun, kamu basah kuyup begini?, kamu kan alergi hujan nanti kamu demam loh seharusnya kamu jaga kesehatan mu dalam keadaan apapun".
" Tapi.... anak ku mah, belum lagi Nisa istriku hilang... gimana Aku bisa hidup".
" Shhhht.... ini cobaan nak kita sebagai manusia hanya bisa istirja, dan istrimu sedang di kamar sayang ganti baju dulu, temani istrimu sayang".
" Nisa?".
Pras berlari menuju kamarnya dan langsung mencium kening istrinya tersebut dan menggengamnya, ia terus berdoa agar istrinya tidak kenapa-napa.
banyak novel yg sdh saya baca tp crt novel ini yg pling parah paling gak jls dan gak nyambung berantakan bener bener hancur ceritanya kemana jadi gk mutu... 🙏🙏