NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Satu Malam

Terjerat Cinta Satu Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Kisah berawal saat Sagara, yang tak sengaja berkenalan dengan seorang gadis di sebuah diskotik. Gadis itu bernama Hila, karena sama-sama frustasi, mereka mabuk berat, hingga mereka berakhir dengan cinta satu malam. Padahal, Hila akan dijodohkan oleh orang tuanya. Hila pun menghilang dari kehidupan Gara setelah cinta satu malam tersebut.

Lelaki yang dijodohkan dengan Hila, akankah bisa menerima Hila yang ternyata sudah pernah tidur dengan lelaki lain? Bagaimanakah nasib Hila selanjutnya?
Apakah Gara akan mencari Hila yang menghilang setelah satu malam mereka berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. As you wish

Tiga hari berlalu ....

Keluarga Davian telah mengabari keluarga Hila secara pribadi. Davian menghubungi Pak Tio, tapi tak ada respon. Sekretaris pribadinya pun tak menanggapi. Entah mengapa keluarga Hila menutup diri mendengar kabar sang anak.

Keyza yang merasa iba, mengajak Hila untuk tinggal bersamanya. Keyza merasa, Hila butuh dukungan secara moril dan materil juga tentunya. Dokter menyebut, setelah kepergian bayinya, Hila mengidap PTSD atau postpartum post-traumatic stress disorder. PTSD adalah sebuah kondisi ketika seseorang mengalami ketakutan dan stres akibat kejadian traumatis sebelumnya, yaitu trauma dalam hal persalinan.

Akhir-akhir ini, Hila sering merasa cemas dan ketakutan berlebihan, Hila juga sering menangis sendiri. Kondisinya sangat memprihatinkan. Hila bisa dibilang stres pasca melahirkan saat kehilangan bayinya. Ia sering tiba-tiba berteriak, dan memanggil-manggil bayinya. Ia juga terkadang menyakiti dirinya, dan terus-menerus menyalahkan dirinya.

Keyza selalu siaga menjaga Hila. Keyza tahu, bagaimana penderitaan Hila sejak hamil muda dulu. Andai saja Keyza tahu, bahwa janin yang dulu Hila kandung adalah keponakannya, mungkin saja saat itu juga Keyza akan merawatnya. Tapi, semua itu percuma, karena bayi mungil itu telah pergi, dan Keyza hanya bisa membawa penyesalan seumur hidupnya.

Ketika aku melihat Hila, hatiku sakit. Aku yang pertama bertemu dengannya. Aku yang melihat ia pingsan di kantorku. Aku menyesal, membiarkannya sendiri. Walau kehamilan itu karena kesalahan mereka, tapi bayi itu juga punya berhak hidup. Kesalahan ada pada Gara dan Hila,

tapi tentu saja bayinya tidak. Mereka harus menebus kesalahannya. Aku yakin, Hila sangat butuh perlindungan saat ini. Aku janji, aku akan membuat Gara dan Hila bersatu. Walau aku tahu, Hila pasti kesulitan menerima Gara karena rasa traumanya. Tapi, aku tak akan membiarkan adikku terluka, membawa penyesalan seumur hidupnya. Gara harus tetap bersama Hila. Batin Keyza.

Hila dijaga oleh dua perawat. Sementara Keyza pergi, ia menitipkan Hila pada perawatnya. Keyza akan menemui Davian dan Ayahnya. Rumah pribadi Keyza tak jauh dari rumah Davian. Hanya berjarak 1 km saja. Keyza pun bergegas menuju rumah Davian, untuk mengutarakan keinginannya. Karena kasus Hila saat ini, Keyza memutuskan untuk stay di Indonesia, sampai keadaan membaik. Anak dan suaminya tetap berada di USA.

Gara saat ini sedang sibuk mengurus perusahaan. Bukan hal mudah bagi Gara, disaat hatinya terluka ingin bersama Hila, tapi ia juga tak bisa diam saja, karena perusahaannya dan masa depannya harus tetap ia kerjakan. Karena sebentar lagi, pengangkatan jabatan Gara akan dilaksanakan, oleh karena itu, Gara harus tetap fokus, sambil ia juga menyembuhkan rasa trauma Hila.

Ditambah lagi, satu masalah belum selesai. Yaitu Bianca, tunangan Gara yang meminta Gara untuk segera menikahinya. Apalagi, sebentar lagi pengangkatan jabatan untuk Gara akan dilaksanakan. Bianca ingin, dikenalkan pada umum saat pengangkatan tersebut. Gara ingin mengakhiri hubungan dengan Bianca, tapi Gara bingung bagaimana caranya. Ia sama sekali tak berniat untuk menjalin kisah dengan Bianca.

...❤❤❤❤❤...

Rumah Davian ....

Keyza telah berada di rumah Davian. Di sana, sudah ada Rangga, Tira, dan juga Arini. Keyza akan memberanikan diri berbicara pada mereka semua, mengenai nasib Hila, dan hubungannya dengan adik pertamanya, Sagara.

"Bagaimana kondisi Hila, Key?" tanya Arini.

"Masih terlihat trauma dan ia sering menangis sendiri. Aku tak tega melihatnya." Jawab Keyza.

"Rangga, bagaimana dengan keluarga Bianca?" tanya Davian tiba-tiba.

"Demi kebahagiaan anakku, aku telah membatalkan pertunangan dengan mereka. Sebagai gantinya, aku telah menyerahkan salah satu perusahaan anak cabang ku yang ada di Swiss. Mungkin itu akan cukup, sebagai kompensasi batalnya pernikahan Gara dan putri mereka." Ujar Rangga.

"Apa? Jadi Ayah akan membatalkan pertunangan dengan mereka? Dan akan menyetujui Gara dengan Hila, begitu?" Keyza terlihat senang.

Tira angkat bicara, "Kami sudah merundingkan semuanya. Gara memang memilih Bianca sebelum kehadiran Hila, namun setelah Hila hadir, mungkin hatinya mulai kembali pada Hila. Apalagi, Hila mengandung darah daging Gara. Bunda sadar, yang paling membutuhkan Gara untuk berada disisinya adalah Hila. Hila sangat terpuruk karena kehilangan anaknya, yang juga merupakan cucuku. Harusnya, kita mengetahui semua ini dari dulu. Mungkin, Bunda bisa memaafkan mereka, karena keterpurukan Hila. Jadi, Bunda putuskan, untuk membiarkan Ayah melepas salah satu perusahaannya. Dan kami sudah menghubungi keluarga Bianca."

"Bunda, Bunda serius?" air mata Keyza berkaca-kaca.

"Terlebih lagi, anak perusahaan itu pasti lebih menguntungkan bagi keluarga Bianca, daripada Gara. Mereka telah menyetujuinya. Keyza, tugasmu sekarang adalah, hibur Hila, tenangkan hatinya, agar ia bisa menerima Gara perlahan-lahan. Karena ku dengar, karena rasa traumanya, Hila jadi terkesan benci pada Gara. Bukan begitu?" tanya Davian.

"Iya, karena mungkin rasa kecewa dan sakit hati, Hila belum bisa mengobati dirinya sendiri. Tapi, percayalah Om, aku akan membantu Hila untuk kembali tegar menerima kenyataan, dan pasrah dengan apa yang telah digariskan oleh Tuhan. Sebelumnya, aku sangat berterima kasih pada Ayah dan Bunda, juga pada Om dan Aunty. Karena telah mempertimbangkan semuanya. Aku bersyukur, kalian begitu baik pada adikku. Aku ingin Gara dan Hila bahagia, karena aku begitu menyayangi Hila. Dulu, dia adalah karyawan ku yang rajin dan tekun, hingga sekretarisku sepertinya menaruh simpati padanya. Aku tak tahu, jika dia mengandung keponakanku. Aku cukup menyesalinya. Walau mereka berdosa, tapi aku bisa memaafkannya karena itu kecelakaan, bukan disengaja." Jelas Keyza.

"Ayah bisa mengerti hal itu. Mereka kecelakaan, bukan karena disengaja. Biar aku kerugian sedikit, tapi tak apa. Karena kebahagiaan Gara hanyalah bersama Hila. Namun, ada satu masalah yang kurasa aku sulit untuk menghentikannya," ujar Rangga.

"Apa itu, Ga?" Davian penasaran.

"Bianca. Bianca tak mau pertunangan ini batal. Padahal, orang tuanya sudah setuju perihal pembatalan dengan negosiasi perusahaan kita. Tapi, Bianca sulit sekali untuk di luluhkan. Aku akan meminta Gara, agar berbicara pada Bianca secara baik-baik." Ujar Rangga.

"Apa kalian akan mengenalkan Hila saat acara peresmian Gara?" tebak Keyza.

Davian dan Rangga mengangguk. Mereka tak mau membuat masalah lebih panjang. Rangga pun merasa, bahwa jatuh cinta itu sulit dipisahkan. Ia paham betul, bagaimana rasanya jatuh cinta, tapi cinta itu tak terbalaskan, sakit sekali rasanya. Karena itu, ia tak ingin membuat Gara menahan rasa cintanya pada Hila, walaupun semua ini berawal dari kesalahan.

"Ayah akan meminta Gara mengenalkan Hila secepatnya. Karena Ayah ingin, luka di hati mereka segera pulih jika mereka bersama. Semoga saja, semuanya lancar. Ayah ingin yang terbaik untuk Gara," ucap Rangga penuh kehangatan.

Keyza pun memeluk Rangga, ia tak menyangka Rangga akan sehangat itu Rangga ternyata mengertikan perasaan anaknya, dan tak egois. Mereka semua berharap, Gara akan segera menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.

...❤❤❤...

Setelah dari kantor, Gara segera pulang ke rumah Keyza. Gara ingin melihat kondisi Hila. Gara tak diizinkan tinggal di rumah Keyza, Gara hanya diizinkan untuk datang menjenguk saja. Ia pun segera masuk dan menuju kamar Hila. Ia meminta izin pada dua perawat yang mengurus Hila.

"Selamat sore, Hil ..." Gara masuk perlahan-lahan.

Hila yang sedang duduk di ranjangnya berbalik, ketika namanya disebut. Gara berjalan mendekati Hila, ia segera mengambil kursi di meja rias, dan duduk didepan Hila yang terlihat melamun menatap ke jendela. Hila semakin sedih, setelah kepergian bayinya. Kini semakin terasa, rasanya kehilangan bayi yang sangat ia nantikan kehadirannya.

"Kamu sudah makan, Hil?" tanya Gara lagi.

Hila mengangguk,

"Kamu kenapa? Cerita sama aku, aku siap mendengar semua keluh kesahmu," Gara mencoba tersenyum.

"Aku melihat bayiku tidur di sampingku," ucap Hila dengan tatapan kosong.

"Apa? Kamu berhalusinasi, Hila. Kamu harus banyak istighfar, kamu jangan sering melamun." Gara sedikit khawatir.

"Aku bersungguh-sungguh. Dia mengajakku untuk pulang, ikut bersamanya. Aku ingin pulang, dan mengikutinya," masih dengan tatapan kosong.

"Hila! Tak mungkin!" Gara mendekat, dan duduk di samping Hila mendekatinya di ranjang.

"Dia memintaku, aku tak bisa menolak keinginannya,"

"Hila, sadar ... tak mungkin bayimu menginginkan seperti itu. Justru dia ingin kamu sehat, Hila! Dia ingin kamu sembuh seperti sedia kala." Gara menenangkan Hila.

"Kasihan dia, dia sendiri di sana, tak ada yang mengurus dia dan tak ada yang memeluknya. Aku ingin menemani dia," tiba-tiba air mata mengalir di pelupuk mata Hila.

Gara menatap Hila yang menangis. Ia segera meraih Hila dan meletakkan kepalanya di dadanya. Gara memeluk Hila dengan segala rasa cemas dan khawatir akan kondisinya yang kadang-kadang berubah. Gara tak tega, melihat Hila terus-menerus terpuruk seperti ini.

"Hila, perbanyak istighfar, tidak seperti itu, sayang ... bayi kita pasti bahagia melihat kita sehat dan bahagia. Siapa bilang dia tam ada hang mengurus? Siapa bilang dia tak ada yang menemani? Bayi kiya banyak yang menemani, sayang. Ada malaikat-malaikat baik hati yang menjaganya dan membuatnya tersenyum. Ada Allah yang memberikan surga terindah untuknya. Dia jelas bahagia di sana, sayang. Kamu banyak sholawat, kamu banyak berdoa, agar pikiran kamu tenang dan agar kamu tak terus berhalusinasi tentang bayi kita," ucap Gara.

"Apa mungkin begitu?" Hila sedikit ceria.

Gara mengangguk, ia ingin Hila tenang di pangkuannya. Ia tak ingin Hila terus terbebani karena kepergian anaknya. Karena hidup harus terus berjalan, walau keadaan begitu menyakitkan.

"Tapi, karena dia pergi, aku juga ingin pergi menyusulnya. Izinkan aku pergi untuk menemuinya, Gara. Aku sangat merindukannya."

"Hila, berhenti. Jangan lagi berkata begitu. Aku tak ingin mendengar kata-kata itu lagi."

"Akan ada saatnya, aku pergi untuk menyusulnya. Aku sangat merindukannya. Percuma aku hidup di dunia, jika jantung hatiku telah mati. Lebih baik aku menyusulnya, agar aku bisa bersamanya, dan bahagia di sana.' Lagi-lagi, Hila. berkata dengan tatapan kosong.

" HILA! Tak bisakah kau melihat aku yang mencintaimu? Kumohon, jangan katakan pergi lagi. Kita harus tetap melanjutkan hidup kita! Tak ingin kah kau bersamaku? Tak ingin kah kau merajut hubungan kembali denganku? Tak ingin kah kau menikah denganku? Tak ingin kah kau memiliki anak lagi denganku? Aku ingin hidup denganmu, Hila! Kumohon jangan ucapkan kata-kata yang menyedihkan!" Gara memegang bahu Hila.

Penyakit trauma Hila hidup lagi, ketika Gara berkata barusan. Hila pun mengamuk lagi. Karena ia benci mendengar kata-kata menikah dan hamil. Rasa traumanya begitu membuat sifat Hila jadi aneh dan tak bisa ditebak apa maunya.

"AARRGGGHHHHHTTTT, jangan katakan pernikahan dan kehamilan di depanku! Aku tak ingin mendengarnya! Apalagi melakukannya. Arrggghht! Aku benci hidupku ..." Hila emosi, ia terus mengacak-acak rambutnya.

Ya Tuhan ... apa aku salah bicara? Hila, maafkan aku. Aku baru ingat, kau mengalami trauma yang begitu berat. Maaf, maafkan aku. Batin Gara.

Gara yang baru sadar segera memeluk Hila dan mengusap-usap pundaknya. Gara lupa, bahwa perasaan dan hati Hila saat ini mudah tersinggung dan mudah berubah-ubah.

"Maafkan aku, Hila. Maafkan aku. Aku janji, aku akan mengobati luka di hatimu secepatnya," mata Gara berkaca-kaca, melihat betapa hancurnya Hila, tak mudah untuk diobati.

*Bersambung*

1
falea sezi
g rela jalang Bianca dpet gata
falea sezi
males deh di bkin mati anaknya/Shame/
falea sezi
hmmmm emank murahan klo g murahan g bsa hamil uda jalang sombongnya
Nur Aini
Luar biasa
Nur Aini
Lumayan
Sovi Yana
keren ceritanya lanjutan elang
Pitri Minarti
duh gara kata katanya menyejukkan banget👍💚
Pitri Minarti
sedih banget😭😭😭
Eka Rauf Ginting
capek capek baca bayinya meninggal.. alur ceritanya jga bertele tele..
ningnong
😭😭😭😭😭
SR.Yuni
Demi nama besar rela korbankan kebahagiaan anak, anak akhirnya cari jalan keluar yg salah dan fatal akibatnya. Mendidik anak bukan berarti menentukan jalan hidup anak.
Sri Widjiastuti
indahnya pengorbanan!!
Sri Widjiastuti
Aamiin.... setuju calista
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
kluarga gara sama jg dng keluarga sahila lebih mementingkn harta
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
aq kok kasihan sama sahila ya
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
dasar pengecut sagara, gue benci laki2 kek bgtu, pengen ku bejet2
Ernawati
iiihhh davian kok gitu sih
Ernawati
semoga gata dapat wanita yg baik karna dia sulit jtuh cinta
Chandra-Jelita
author nya ternyata termasuk gemar nonton sinetron, sampai jadi referensi di ceritanya 🤔🤣🤣🤣🤪
Kadek Bella
gimana lanjutannya Calista sama elang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!