Dilarang Spam promo!!!
Promo boleh tapi jangan spam...
Diasingkan dan dikurung di bulan oleh Ayah yang dia kira Ayah kandungnya sendiri hanya karena difitnah oleh adik angkatnya membuat hati kecilnya tersakiti.
sampai suatu hari sang Ayah palsu membunuh seorang gadis hanya karena tidak sengaja menggores lengan putri kesayangannya Fedora dengan anak panah, sang kakek dari gadis tersebut mengutuk ayahnya.
Dan dia harus menunggu malam di mana bulan merah di kelilingi tujuh bintang barulah dia bisa keluar dari bulan.
"Aku kembali hanya untuk membuat kalian menderita seperti yang pernah kalian perbuat kepada... Bunda"
-Chiarina Ayla Aezar-
Namun siapa yang tahu perubahan saat di akhir. Yang dia kira adalah kebahagiaan nyatanya hanya kepedihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cute summer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Genit
Hari sudah mulai gelap,hidangan makan malam sudah tersaji didepan kami dan Kaisar kerdil sedang menghabiskan makanannya,semua orang juga disediakan makanan oleh pihak kapal.
"Permisi tuan boleh saya bergabung." tanya seseorang menghampiri meja kami.
"Tentu silahkan duduk."Kaisar kerdil yang menjawabnya.
Pria itu duduk disebelah kiri ku,lalu tanpa diminta dia memperkenalkan dirinya,"tuan namaku adalah Xuan Delira dari Benua Timur."ucapnya memperkenalkan diri.
"Namaku adakah Nathan,ini Bary dan yang kecil ini adalah-"
"Kaisar."potong Kaisar kerdil.
Pria bernama Xuan itu menunjukan ekspresi yang kaget dan tidak percaya,"Kau anggap saja begitu."bisikku.
"Yang rendah ini menyapa Kaisar."ucap Xuan membungkuk.
"Bangkit."perinta Kaisar kerdil.
Wah wah lihatlah bocah ini,dia bahkan sudah bisa meniru gaya seorang Kaisar, sebenarnya dia ini anak siapa.
"Aku pergi ke Benua Barat untuk mengikuti sayembara lalu kalian."tanya Xuan.
"Sayembara apa?."aku balik bertanya.
"Kalian belum tahu!hey putri Kekaisaran sedang mencari suami."jawabnya menepuk pundak ku.
"Kami belum tahu."
"Akan ku beri tahu, putri bernama Violet dia adalah putri ke-dua,dia mengadakan sayembara karena calon suaminya buruk rupa tetapi sangat kuat,bagi yang bisa mengalahkannya akan dia jadikan suami dan aku mau mencobanya."
"Sekuat apa?."tanya Bary.
"Aku tidak tahu persisinya tetapi dia pernah mengalahkan Naga es di Kekaisaran Benua Tengah."
"setahuku naga es hanya ada di Benua Selatan."
"Wah kau ini kurang membaca buku dan berita ya,di Benua Tengah Naganya lebih kuat dibandingkan Naga yang ada di Benua Selatan."
"Masa?."Kaisar kerdil menimpali.
"Menggangu."batin kami bertiga.
Kami mengabaikannya dan melanjutkan pembicaraan,"Wah lalu sekuat apa kau?sampai mau mencoba untuk melawannya."tanyaku.
"ohoho tentu saja lebih kuat darinya."
"Buktikan itu saat kita sudah di arena bertarung kalian nanti."ucapku menantangnya.
"Tentu lihat saja aku yang akan menang."
"Aku juga mau ikut."ucap Kaisar kerdil yang sedang memakan kelengkeng.
"ikut apa?."tanya kami bertiga.
"Sayembara."
Kami bertiga saling pandang,"Hahahaha." lalu tertawa bersama.
Apakah dia waras ingin mengikuti sayembara dan lagi usianya baru tiga tahun tahu apa dia tentang pernikahan,"Jangan meremehkan segala hal."ucap Bary menyentil hidungnya.
"Memangnya kenapa?."
"Hey bocah,saat terjadi penyerangan di desa kau bahkan sangat ketakutan lalu kau ingin melawan orang yang bahkan sudah bisa menaklukkan seekor Naga?."ucapku mengejek.
Sedangkan dia hanya merengut sambil makan,acara bincang-bincang diantara kami terhenti saat seorang wanita datang dengan gaun terbuka dibagian dada dan paha."Tuan adakah diantara kalian yang menginginkan kenikmatan."tanya wanita itu mencondongkan tubuhnya kedepan memperlihatkan buah dadanya.
"Tidak."jawab kami berempat datar.
"Ayolah tuan jangan malu-malu."ucap wanita itu dengan nada menggoda.
Kaisar kerdil segera bangkit dari duduknya dan menyiramkan semangkuk mie panas yang dia taburi bubuk cabai kepada wanita genit,'Byur.'
"Panas perih ah mataku."jerit wanita tadi berlari kesembarang arah dan menabrak beberapa orang.
"Hey wanita tidak tahu malu."
"Berani sekali menabrak tubuhku, bajuku sangat mahal tahu."
"Dasar wanita tidak tahu sopan santun,berani sekali menjatuhkan uhuk tongkatku."kali ini seorang nenek tua yang memaki.
Wanita genit tadi sudah tidak ada ditempat makan kami, sekarang datang lagi dua orang pengganggu."Hey tuan bagi dong koin emasnya."ucap pria genit.
"Kalian pasti menginginkan kami bukan?karena wanita tadi tidak dapat memuaskan kalian."salah satunya mengedipkan matanya.
"Ih jijay."ucapku bergidik ngeri.
"HYAAAA."teriak Kaisar kerdil menerbangkan bubuk cabai kearah dua pria genit.
"Aahhh mataku yang cantik."
Wah aku kagum dengan bocah yang satu ini, ternyata dia bisa membedakan barang bagus dan barang bekas,salut aku salut.
"Keren."ucap kami bertiga.
"Huh tentu saja."
menyesal telah memujinya,setelah melihat wajahnya yang angkuh itu sangat menyebalkan sekali,"Apapun katamu."
****
Disisi lain seorang gadis kecil kini telah berkembang pesat baik itu sihir,jurus,maupun petarungan menggunakan berbagai senjata yang ada didunia ini,rambutnya yang semula hanya sampai pundak bawah sekarang sudah menjuntai hingga kelantai,matanya sering berubah menjadi warna merah kemudian kembali lagi menjadi ungu kristal.
Sebuah perubahan yang mengerikan,yang akan membuat penyesalan dihati orang-orang yang telah menyia-nyiakan dirinya.
"Hihihi sedikit lagi aku akan siap."ucapnya cekikikan.
"Kita akan membalas perbuatan mereka kepada ibumu."timpal seekor kelinci miliknya.
"Akan saya bantu My Lord."kali ini seekor kuda.
"aku akan bebas."
****
Malam telah larut,bulan bersinar terang diatas sana,bintang berkelap-kelip dengan indahnya,semua orang sudah tidur di tempatnya masing-masing, sedangkan aku tidak bisa tidur entah kenapa,perasaan bahagia tiba-tiba menyelimuti seluruh hatiku.
"Ada apa dengan diriku."gumamku dengan senyum mengembang.
"Tuan ini sudah larut apakah anda tidak ingin pergi tidur."ucap Bary menghampiriku dengan sebuah jubah ditangannya.
aku menerima jubah itu,"nanti saja aku belum mengantuk."jawabku sambil memakai jubahku.
Aku menatap laut yang diterpa cahaya bulan,ombak kecil menghiasi laut,secercah cahaya berwarna merah terlihat dari bulan.
"Bary apa kau melihatnya."ucapku menyentuh lengan Bary.
"Ya tuan saya melihatnya."
"Tapi sudah hilang,tadi itu apa."
•bersambung•