NovelToon NovelToon
Tak Seindah Mutiara

Tak Seindah Mutiara

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:861.2k
Nilai: 5
Nama Author: meliani

"Siapa bilang Mutiara selalu indah berkilau?
Tidak, aku menggeleng. Mutiara yang kumiliki menyakitkan. Bahkan dalam keadaan tak tersentuh sekalipun. Apalagi seandainya bila aku menyentuhnya? Pasti kilauannya membuat kedua mataku buta." Jimmy~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pecahan kaca

Setelah satu judul selesai, berlanjut lagi lagu lainnya. Pesanan pun mulai berdatangan. Kegelisahan Mutia semakin menjadi, apalagi saat seorang laki-laki berpostur tubuh tinggi keluar dengan sorot mata menatapnya! Ya, sekilas dia tersenyum manis dan menatapnya!!

Ji-Jimmy! Batin Mutia memekik.

Dia menaiki panggung kecil dan duduk di sebelah perempuan tadi. Laki-laki itu, membenarkan tata letak mike agar memudahkannya dalam bernyanyi. Ya, Jimmy akan bernyanyi. Si perempuan yang baru saja menyumbangkan lagu Hello itu kemudian menyerahkan gitarnya.

"Gila!! Ganteng banget sumpah!! Itu senyumnya ada lesung pipitnya. Ada lesung pipitnya! Oh my God!!"

Mutia tidak pernah melihat Rina se-histeris itu saat memuji seorang laki-laki.

Suasana mendadak hening saat Jimmy mulai memetik gitarnya.

Masa berlalu

Tanpa 'ku menyadari

Percintaan yang kita bina

Hampir selesai

"Gilaaaaa....sudah ganteng, suaranya bagus lagi, ya ampun keren banget!" seru Rina.

Apa salahku

Kau buat 'ku begini

Dalam dilema

Di antara jalan derita

Tidak pernah kuduga

Ini semua terjadi

O-o-o-oh ...

Janganlah engkau

Menghancurkan segala

Setelah lama

Kita mengarungi bersama

Usah biarkan

Cinta kita yang suci

Dilambung ombak

Karam di lautan berduri

Hanya satu pintaku

Moga kau perbaiki

O-o-o-oh ...

Semua ini

Telah banyak yang kuberi

Sejak dulu lagi

Pengorbanan tiada pernah jemu

Hanyalah Tuhan saja

Bisa menentukan semua

Kesabaran daku menantimu

O-o-o-oh ...

Kutetap memaafkan

Dan berdoa kau kembali

Sebelum diri melangkah pergi

Telah banyak yang kuberi

Sejak dulu lagi

Pengorbanan tiada pernah jemu

Hanyalah Tuhan saja

Bisa menentukan semua

Kesabaran daku menantimu

O-o-o-oh ...

Kutetap memaafkan

Dan berdoa kau kembali

Sebelum diri melangkah pergi

Hanyalah Tuhan saja

Bisa menentukan semua

Kesabaran daku menantimu

O-o-o-oh ...

Kutetap memaafkan

Dan berdoa kau kembali

Sebelum diri melangkah pergi

Sebelum diri melangkah pergi

(Terry di persimpangan dilema)

.......

"Mari kita beri tepuk tangan untuk suara merdu saudara Jiimmy!!" Teriak MC di cafe Luby disertai tepuk tangan para pengunjung. Hari ini malam minggu, jelas cafe lebih ramai daripada biasanya. Dengan suka rela Jimmy menyumbangkan lagu.

Sedikit menganggukkan badan sebagai gestur hormat kepada semua penonton yang telah bersedia mendengar suaranya. 

Berbeda dengan pengunjung lain, justru wanita cantik yang satu ini duduk mengeluh tak nyaman. Merasa ada yang berbeda dengan hatinya. 

"Kenapa hatiku merasa sakit," gumam Mutia.

"Iyalah, suaranya sangat bagus, menjiwai banget ... atau memang ini yang sedang dialami olehnya, mungkin?" Sahut Rina.

"Sudah ah ayo kita pulang, lagian ngapain sih ngajak aku ke cafe ini. Cafe jelek." Mutia berdiri lalu menjinjing hand bagnya.

"Biasanya juga kita sering kesini, aneh banget kamu deh Mut, ini kan cafe favorit kamu dulu biasa mojok."

"Nggak, pokoknya aku mau pulang sekarang!" jawab Mutia semakin sewot saja.

"Ya ampun Mut, ini malam minggu... mau ngapain jam segini pulang. Ini makanan juga baru di pesan. Aku sih mau jatuh cinta sama yang nyanyi itu, hehe..."

"Kamu aja sendiri deh, aku mau pulang!" Jawab Mutia masih dengan suara ketus. Lalu pergi begitu saja meninggalkan Rina tanpa memperdulikan dengan apa temannya pulang nanti.

"Ya udah sana, aku masih mau disini. Hati-hati ya!" Seru Rina. Dia tampak senang sekali dan sangat menikmati musik yang sedang di suguhkan.

Di mobil.

"Sial, kenapa hatiku merasa sakit. Apa memang aku.... aargh! Nggak mungkin, aku punya Frans, aku hanya cinta sama Frans...."

Merasa tidak konsentrasi menyetir, Mutiara sempat menepikan mobilnya ke tempat yang lumayan sepi. Sungguh Mutiara tak mengerti apa yang dia rasakan saat ini. Benar-benar tak percaya hanya karena lagu itu hatinya merasa tersayat-sayat.

Apa benar dia telah jatuh cinta kepada Jimmy?

Melamun, Mutia hanya melamun berkali-kali dia menggeleng. Memastikan bahwa perasaannya salah. Tidak mungkin kan? Dia mencintai Jimmy?

Jimmy hanya penghalang untuknya!

Mutia tidak mungkin mencintai seorang pelayan cafe!!

Mutia hanya milik Frans!!

Tok tok tok.

Mutiara membuka sedikit kaca mobilnya ketika ada seseorang bapak-bapak tua berseragam security yang mengetuk.

"Permisi Nona, sebaiknya anda tidak berhenti disini. Daerah ini berbahaya, apalagi anda sendirian."

"Terimakasih sudah memberitahu saya Pak, saya akan segera melanjutkan perjalanan."

Pak tua itu terlihat sedikit menganggukkan kepalanya sebelum Mutia berlalu.

Sesampainya di rumah, Mutia langsung menuju ke ke ruang tamu. Dia berhenti sejenak lalu mendongak ke dinding, mengamati foto pernikahan mereka. Kebencian mencuat di dadanya. Dan entah sampai kapan rasa benci itu akan hilang dari dalam hatinya.

Mutia berjinjit lalu meraih foto itu, kemudian membantingnya ke lantai keras-keras.

BRAKKKK!! PRANG!!

"Ini adalah pernikahan bohongan!" Ucap Mutia berapi-api sambil menginjak fotonya yang bergambar wajah dirinya dan Jimmy. Tak peduli bagaimana respon Jimmy nanti kalau dia melihatnya. Mutia masuk ke dalam kamar.

Beberapa puluh menit berlalu~

Tepat jam dua belas.

Derap langkah kaki Jimmy terhenti saat pandangannya tertunduk ke bawah. Hatinya terasa diremas dan ditarik paksa dari tubuhnya.

Mata Jimmy berkaca saat dia Foto cantik nan manis dan gagah dirinya mengenakan tuksedo warna putih tersenyum menghadap kamera telah hancur berkeping-keping di lantai.

Dia berjongkok dan meraih foto itu. Sedikit mengaduh saat dia membereskan pecahan kaca. Tangannya terluka, darah merah mengalir pucuk jarinya. Tapi itu tak seberapa dibandingkan dengan hatinya saat ini. Dipungutnya selembaran foto itu dan ia peluk di dadanya. Tanpa disadari airmata sudah terjun begitu saja. Jimmy merasakan hati yang amat terluka.

1
Ibelmizzel
dasar pelacur laknat.
Edah J
Ceritanya bagus tidak berbelit Belit karena sdh end jd bacanya cuma 2hari
thank author novelnya kereeeeen 👍👍👍
sukses terus yaa😊
Edah J
Emang sih firasat ibu terkadang lebih tajam
Edah J
ohh begitu yaa
Edah J
nyesel kan Lo😏
Edah J
Apa frans akan dendam
Edah J
So mut mut
Edah J
Istri yang g ada akhlak 😁😁😁
Edah J
Agaknya sedikit rese nie si mut mut🙁
Edah J
like ahh👍
Edah J
Aku engap,sesek nie napas 🙁
Edah J
Hadirr☝️☝️☝️
tp sdh ada yg nyesek didada🙁
ibah
Candu bangaat baca karya othor yg satu ini,😘
sayangya aku baru Nemu novel ini..Sukses terus Kaka othor 😍
Ana_: terima kasih kak❤😙
total 1 replies
Hera sasuwe
suka ceritanya ngena banget tuh
Hera sasuwe
suka critanya
Hera sasuwe
sedih lo dengerin penyesalan mutia nyesek banget bgitu mutia berusaha buat ikhlas
Ekawati Hani
Sosok Jimmy👍👍👍
tidak mau membahas masa lalu.
Ekawati Hani
Ini hukuman buat mutia belum selesai.
Ekawati Hani
Karma buat mutia
Ekawati Hani
Akhirnya Jimmy bersikap tegas👍
nyesek berada diposisi Jimmy😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!