Alya Safitri gadis berusia 18 tahun itu kini harus menikah dengan laki-laki bernama Ardi Wijaya, laki-laki pilihan sang ibunda yang di gadang-gadang baik dan lemah lembut tutur katanya, mampu mengasihi dan menjaga Alya dengan sepenuh hati.
Alya menyangkal, namun rasa sakit yang ia terima dari ibu orang tercinta nya mendorong nuraninya untuk menerima tawaran ibunda nya. Meski tak ada rasa ia terpaksa mengambil langkah.
Dia mempertaruhkan hidup, cinta dan masa depan nya demi menjujung harga diri yang telah porak poranda.
Tak ayal bahwa terkadang sebuah ucapan memang lebih menyakitkan dari bilahan pisau tajam. Mampukah Alya menerima Ardi dalam kehidupan dan cinta nya? Atau Ardi hanya akan menjadi tameng balas dendam sakit hati nya?
Ini adalah novel pertama ngothor nganu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Sore itu tampak seorang laki-laki yang memakai kaos kasual hitam sedang menyetir mobil dengan ugal-ugalan ditengah jalan. Karena sepertinya ia sedang mabuk, jadi pikiran warasnya terpengaruh oleh minuman haram tersebut.
Ia terus memukul-mukul kemudi, lalu mencercau sesuka hati, ia juga memaki pengendara lain yang lewat didepannya, entah sebab apa. Padahalkan dia yang salah, tapi dia juga yang marah-marah.
"Kau hanya milikku, kau hanya milikku." teriaknya, lalu tiba-tiba dia tertawa.
Sedari tadi hanya kalimat itu yang keluar dari mulutnya, matanya juga terlihat memerah dan basah seperti dia sedang meratapi nasib buruknya.
Bukannya kembali ke rumah pria itu malah mensetir mobilnya berbalik arah, entah ia akan kemana, ia terus saja merancu dengan kalimat yang tidak jelas seperti sedang memarahi orang, tapi di mobil itu bahkan digangan yang dilewatinya tersebut hanya ada dia seorang.
Tak berapa lama kemudian dia memarkirkan mobilnya dihalaman rumah seseorang. Dengan berjalan sempoyongan ia melangkah ingin masuk ke dalam. Tanpa mengucap salam atau basa-basi ia langsung menyelonong, matanya seperti mencari sesuatu, begitu dapat ia langsung melangkah kembali. Dan naasnya pintu yang ia cari sedari tadi tidak terkunci sama sekali oleh penghuninya.
Brakkkkk
Ia membuka pintu dengan kasar, beruntungnya tidak ada orang didalam. Namun samar-samar dia mendengar suara gemericik air dari arah kamar mandi, membuat ia berpikir bahwa orang yang ia cari ada di dalam sana.
Tok tok tok
"Iya sayang sebentar." ucap orang yang ada dalam kamar mandi, ia berpikir yang mengetuk pintu itu adalah suaminya.
Laki-laki itu menyeringai begitu mendengar suara orang yang dicintainya menyahut dari dalam.
Tok tok tok
"Iya sabar ihhh, ini udah," ujarnya.
Lalu dengan tanpa merasa curiga ia membuka pintu kamar mandinya, dengan tanpa mengenakan busana. Ya, ia hanya memakai handuk yang tadi ia bawa.
Ceklek!
Sekali lagi laki-laki itu menyeringai begitu melihat orang yang dicintainya sudah ada dihadapannya. Mata buasnya kini mengarah tepat pada sosok yang selama ini ia sebut namanya dan ia tunggu kehadirannya.
"Mmm... Ma—s." ucap wanita itu dengan terbata.
"Iya sayang ini aku." balas sang pria seraya melangkah mendekati wanitanya.
"Mm... Mas mau apa?" wajahnya kini sudah pucat pasi. Bahkan ia tak bisa walau hanya sekedar menelan ludahnya sendiri.
"Aku menginginkanmu sayang, kemarilah jangan takut." kini tangannya sudah mau meraih wanita didepannya. Namun secepat mungkin wanita itu melangkah mundur dan masuk kembali ke dalam kamar mandi serta mengunci diri.
"Alya BUKA!!!! " teriaknya.
Ya wanita itu adalah Alya, sedangkan pria yang sedang mabuk itu adalah mantan kekasihnya, Arya. entah sejak kapan Arya mengenal apa itu minuman haram, bahkan sebelumnya merokok saja ia tidak pernah. Mungkin karena kekesalan dihatinya lah yang membuat ia jadi salah langkah. Begitu lah cinta, ia memang buta namun jangan sampai kau dibutakan olehnya, yang malah membuatmu jadi rugi sendiri.
Ya Allah, aku takut. gumam Alya.
Alya meremat jari-jarinya, sungguh ia sangat takut kali ini pada Arya, Arya yang ada dihadapannya kini bukan lagi Arya yang dulu ia kenal, bodohnya kenapa juga ia tak membawa baju ganti tadi. Ia takut Arya akan macam-macam karena sepertinya dia sedang kesetanan.
Bug Bug
Terdengar suara pintu sudah ditendang, namun masih dengan kekuatan standar karena Arya sempoyongan.
Mas Ar, cepet pulang Alya takut Mas.
Banjir sudah mata Alya karena menangis ketakutan dibelakang pintu kamar mandi, ia sangat takut akan terjadi sesuatu nanti, karena Ibu Ratih dan Hayrul juga kebetulan tadi pamit untuk pergi.
"Keluarlah sayang, ini Mas." ucap Arya melemah.
Namun karena tidak ada juga sahutan dari Alya, amarahnya kembali memuncak, ia berteriak memaki kembali diluar sana, dan sesekali ia menendang pintu itu dengan sekuat tenaga.
Dan Brakkkkkk
Alya terperanjat kaget, karena pintu kamar mandinya sudah rusak. Karena kakinya begitu gemetar, pikirannya pun sudah tidak karuan, ia berusaha sekuat mungkin untuk lari, tapi ia malah ke pojokkan kamar mandi.
"Sayang kemarilah." ucap Arya dengan mata yang begitu mendamba wanita dihadapannya. Tangannya terulur ingin meraih Alya.
"Mas ku mohon jangan seperti ini, ku mohon." balas Alya sambil memegangi handuknya.
"Ayolah Dek, kau masih mencintai Mas bukan, kemarilah sayang." Arya semakin mendekat, namun dengan cepat Alya meraih gayung.
Dan pletakkk!!
Ia memukul kepala Arya dengan gayung tersebut, membuat Arya meringis dan memegangi kepalanya.
"Alyaaaa!!! Ohh shit!" teriaknya.
Alya segera lari kembali untuk keluar dari kamar mandi, karena Arya kini sedang fokus dengan rasa sakit yang ia terima akibat pukulan Alya.
Bukannya langsung keluar dari kamar Alya malah sibuk mencari ponselnya, karena ingin menghubungi Ardi, dan meminta suaminya itu untuk cepat pulang.
Tapppp ...
Arya menangkap tubuh Alya dari belakang dan mendekapnya erat.
"Kau hanya milikku sayang, tidak akan ada yang bisa memilikimu selain aku." ucapnya berbisik ditelinga Alya.
"Mas ku mohon lepaskan aku, aku sudah menikah."
Alya mencoba memukul-mukul tangan Arya sekuat tenaga, namun nihil Arya malah semakin mengencangkan tangannya yang melingkar diperut Alya.
"Kau hanya akan menikah denganku!!! " bentaknya.
Alya kembali menangis mendengar bentakkan Arya, sesuatu yang belum pernah ia dapatkan selama ini dari orang yang dicintainya.
Mas Ar, ku mohon cepat pulang Mas, Alya takut.
Kali ini Alya benar-benar mengharapkan Ardi segera datang, sebelum Arya bertindak lebih jauh lagi.
Arya mengangkat tubuh Alya, dan menghempaskannya begitu saja diatas ranjang. Lalu dengan tergesa, ia membuka kaos yang masih melekat ditubuhnya dan membuangnya kasar ke sembarang arah.
Air mata Alya makin deras melihat ini semua, ia meremat kain sprei dengan kuat.
"Kau hanya milikku, tidak ada yang bisa memilikku selain aku!!!" ucap Arya seraya tangannya mengelus lembut pipi Alya, namun bukan kelembutan yang Alya rasakan, karena bagi Alya semua itu seperti sayatan pedang yang sedang mengulitinya dengan perlahan.
"B*jingan itu bilang kalau dia sudah menanam benihnya dirahimmu bukan, jadi kalau begitu aku pun akan menanam benih ku juga disini." Arya menunjuk serta mengelus perut Alya yang rata. sedangkan Alya terus menggeleng-gelengkan kepala.
Tubuh Alya membatu ditempatnya, yang ia bisa lakukan hanyalah menangis dan menangis dibawah kungkungan Arya.
Arya meraih kedua tangan Alya lalu ia pindahkan diatas kepala dan mencengkramnya dengan kuat agar Alya tidak lagi menolaknya. Perlahan ia membuka handuk yang sedari tadi masih membungkus tubuh wanitanya namun beruntungnya Alya masih memakai bra dan c*lana dalamnya. Arya menelan salivanya dengan kasar begitu ia melihat lekuk tubuh yang sangat ia inginkan itu, dengan cepat ia ******* bibir merah merekah wanitanya dengan sangat rakus, lidahnya melesak memaksa Alya agar membuka mulutnya, namun Alya tak pasrah begitu saja, ia gigit bibir Arya hingga pria itu menjerit.
"Oh shit!!!!" makinya.
Arya tak menyerah ia kembali me**cumbui Alya, agar gairah wanita itu terpancing olehnya.
Dan BRAKKKKKK !!!!
"B*RENGS*K!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Huhu ikuti terus kelanjutannya yaaa ❤❤❤
Jangan lupa tinggalkan jejak, sehat-sehat kalian semua, big love for you all 😍😍😍