NovelToon NovelToon
Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Mafia / Romansa-Teen school
Popularitas:112.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dhilah

Pertama kali pindah ke sekolah sebagai cucu yayasan. Membuat Olive jadi memiliki beban, karena Olive tidak ingin ada yang tahu bahwa dirinya bagian dari keluarga pemegang saham. Olive ingin hidup normal seperti anak-anak yang lainnya, bisa berbaur dengan banyak usia tanpa memandang derajat.

Brukkk!

"Maaf kamu gapapa?" Tanya Pria itu.
"Ng--"
"Heh! Kalo jalan lihat pake mata. Main nabrak aja." Kata Perempuan itu.
"Lu apaan sih Gita, gua yang nabrak bukan dia. Maaf ya." Ujar Pria itu.
"Iya kak, aku gak apa. Permisi." Ucap Olive buru-buru pergi.

Beberapa hari berlalu Olive diam-diam mengamati kegiatan pria itu. Dikantin,

"Ahhh! Kak Alden. Itu tuh." Ujar Salah satu teman Olive.
"Dia siapa?" Tanya Olive.
"Lu lihat dulu deh orangnya gimana, dia cucu yayasan sekolah kita." Jelas Teman Olive yang lain.

Saat Olive melihat orang itu, ia terkejut karena secara kebetulan tatapan mereka bertemu. Alden dan 2 temannya mendatangi meja Olive dkk.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 - Kecelakaan

Olive sudah berlumuran darah. Tiba-tiba hujan turun mengguyur mereka. Alden membuka baju kemeja nya dan menutupi Olive kemudian membawa nya ke mobil.

"Kawal sampe mobil, perhatikan sekitar hutan!" Perintah Alden.

Rafa membantu membukakan pintu, Alden menaruh Olive perlahan kemudian memasangkan sitbelt lalu menutup pintu. Para keluarga yang melihat dari mobil Alden berhasil menyelamatkan Olive langsung meminta segera mengikuti Alden menuju rumah sakit Fausta.

"Mah, Via gapapa kan? Via nggak akan kenapa-napa kan? Oma, iya kan? Via masih hidup kan? Hiks... Via masih hidup kan?" Tangis Phia.

Mama dan Oma hanya bisa memeluk Phia.

"Dek! Kamu harus bangun. Kamu harus bangun, kamu tepatin janji kamu ke kakak. Kakak mohon." Doa Phia di mobilnya.

Dokter Tomi langsung menyambut dengan kasur dorong dan alat pembantu nafas. Olive masih setengah sadar sambil menggenggam tangan Alden erat. Mata nya mulai semakin berat dan pandangannya menjadi gelap serta genggaman itu lepas tapi tidak dengan Alden.

Alden tetap menggenggam dan memanggil nama Olive serta membantu mendorong hingga UGD. Dokter Tomi langsung diberitahu tekanan darah secara lengkap oleh suster.

"Dokter denyut nya menurun!" Ucap suster.

"Siapkan alat pemacu jantung. Shoot!" Ucap Dokter Tomi.

Alden yang mendengar itu ikut gemetar padahal tangan nya pun terluka karena berusaha merusak pintu ambulance lewat kaca tadi. Teman-teman nya berdatangan.

"Gimana kak? Olive udah ada kabar?" Tanya Shakila.

Alden hanya menggeleng sambil menundukkan kepala.

"Siap, 200 Joule! Shoot!" Perintah Dokter Tomi.

Karena tidak ada perubahan dari Olive. Dokter meminta untuk menyiapkan ruang operasi.

"Siapkan ruang operasi, kita bawa sekarang!" Perintah Dokter Tomi.

Alden yang melihat Olive dengan detak jantung yang semakin menurun hanya bisa menggenggam tangan Olive. Shakila Niesha yang melihat Olive berlumuran darah langsung memeluk Rafa Ryan. Tepat saat itu Keluarga nugraha juga melihatnya, mereka terkejut dan merutuki kebodohan mereka mengikuti rencana Olive yang berbahaya.

"Kakak! Kak itu siapa? Tadi it---itu bukan Via kan? Bukan kan kak? Via! Via! Vi! Kak ayo kenapa berhenti? Via pasti ada di sana. Ayo kak!" Ujar Phia yang mengguncang tangan Belden karena berhenti mendorong nya.

"Sayang, dengarin kakak. Via lagi berusaha di dalam sana. Tadi Via sayang." Lirih Belden gemetar.

"Nggak mungkin! Tadi Via nggak gitu kak. Ayo dong kita kesana kak! Kakak pasti salah lihat tadi, ya kan oma? Mah?" Ucap Phia tetap kekeuh.

Keseimbangan mama pun seperti hilang, untung ada papa yang menopang tubuh mama disana. Phia sekarang mengerti jika tadi memang benar Via kembaran nya.

"Kenapa di saat aku terbangun, kamu malah pergi dek? Kamu harus bangun! Kamu harus tepatin janji kamu! Kita punya banyak rencana yang belum kita lakukan! Kamu harus bangun, jangan tinggalin aku sendiri." Harap Phia.

Di dalam, Olive sedang benar-benar di obati setiap luka nya. Olive juga berjuang.

"Tuan, luka-luka tuan sebaiknya di obati dulu. Ayo tuan ikut kami." Ajak suster itu.

"Nak, obati dulu luka mu. Nanti bisa infeksi." Ucap papa.

Alden akhirnya menurut. Dibantu oleh Rafa Ryan menuju pengobatan. Alden tidak merasakan perih pada luka nya, tetapi pada hati nya. Sakit yang tidak bisa di jelaskan dengan kata. Bahkan saat diri nya di tinggal El tidak sesakit ini. Rafa Ryan yang merinding merasa perih padahal yang di obati tidak ada respon.

"B-Bos. Emang nya nggak sakit?" Tanya Ryan.

"Perih lah bodoh. Pasti bos nahan. Iya kan bos?" Ujar Rafa.

Alden menggelengkan kepala dan memegang dada nya.

"Ini yang sakit." Ucap Alden memukul dada nya pelan.

"Sesak, terlebih. Melihatnya tadi berlumuran darah. Rasanya, sakit." Lanjut Alden gemetar.

Kedua teman nya saling menatap.

"Apa bos masih menyangkal ini bukan Cinta? Bos merasakan khawatir, gelisah dan segala macamnya. Apa bos masih ingin menyangkal ini bukan cinta?" Kata Rafa.

"Kita tahu, mungkin terlalu cepat untuk menyimpulkan semua itu. Tapi, bos merasakan itu sendiri kan? Apa ketika bos di tinggal orang yang bos tunggu sampe sekarang atau biasa bos panggil El sesakit ini?" Ucap Ryan.

Alden diam memikirkan itu, bergulat dengan pikiran maupun perasaannya sendiri. Suster memasang infusan di tangan Alden. Lalu keluarga Fausta datang. Delia langsung lari ketika melihat Ryan di ruang UGD.

"Kakak!" Panggil Delia.

"Kok kamu disini?" Tanya Alden.

"Kakak, apa yang terjadi? Kenapa orang disana menangis? Mana kaka cantik? Apa dia sibuk? Dia tidak datang?" Ujar Delia celingak-celinguk sekeliling UGD.

"Kakak Olive sedang di obati di ruangan itu." Jawab Alden.

"Lagi? Maksudku apa yang sebenarnya terjadi? Ini kakak kenapa di perban dan di pasang selang? Apa kakak sakit? Terluka?" Tanya Delia.

Alden hanya memeluk adik nya itu tanpa menjawab. Delia diam, dia mengerti maksud sang kakak yang sedang merasa khawatir gelisah marah semua campur aduk.

"Aku yakin kakak olive akan segera sadar. Kakak olive adalah perempuan yang sangat kuat yang pernah aku kenal. Aku yakin, kak Olive nggak akan ninggalin kita. Sekarang kak Olive butuh semangat dari kita, kita harus semangatin kak Olive dari jauh. Pasti akan tetap tersampaikan. Percayalah kak." Ucap Delia yang berhasil membuat Alden merasa lebih tenang.

"Terima kasih sayang, kamu benar." Sahut Alden.

Jiwa olive menyaksikan itu. Olive seperti keluar dari tubuhnya dan menyaksikan keluarga nya menangis bahkan sahabatnya ikut menangis. Lalu ia melihat Alden, raut wajah nya sangat gelisah khawatir yang tidak bisa di jelaskan. Olive melihat kak Phia yang hanya menatap lurus pintu operasi berharap dokter segera keluar dan memberikan kabar baik.

Olive melihat semua orang yang ia sayangi ada disini menunggu nya, menjadi kekuatan untuk Olive kembali hidup. Olive kembali masuk ke tubuhnya. Seketika detak jatuh yang tadi sangat menurun berubah menjadi stabil. Lampu ruang operasi sudah mati.

Olive sudah berada disana lebih dari empat jam. Ketika pintu terbuka, dokter tomi dan beberapa dokter suster keluar.

"Tuan Besar Nyonya Besar." Hormat para dokter dan suster.

Mendengar itu Alden langsung mencabut paksa infusan dan segera menuju depan pintu ruang operasi.

"Bagaimana?" Tanya Oma Fausta.

"Semua berjalan lancar Nyonya. Tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi. Nona muda kedua Nugraha sudah bisa di pindahkan ke kamar dan menunggu untuk siuman. Paling lama adalah besok." Jelas Dokter tomi.

"Luka nya?" Tanya Papa.

"Untuk luka nya, tidak terlalu parah tuan. Tangan kanan dan kaki kiri nya di gips. Untuk tangan kanan karena itu menjadi pertahanan nona untuk melindungi kepala nya, sedangkan kaki kiri karena sempat terjepit. Ah, satu bagian lagi yaitu leher. Bagian lain hanya perlu di balut perban. Tapi, tidak ada tanda lain lagi. Semua stabil." Jelas Dokter Tomi.

Suster-suster mengeluarkan Olive dari ruang operasi memindahkan nya ke kamar VVIP. Semua merasa tenang melihat Olive benar-benar keluar dalam keadaan selamat. Semua menunggu di dalam kamar rawat Olive. Mereka ingin memastikan sendiri jika Olive benar-benar kembali.

Phia menggenggam tangan kembarannya memberi kekuatan seperti yang dilakukan kembarannya itu pada dirinya selama 3th kemarin.

"Via, bangun sayang. Aku mohon." Pinta lirih Phia.

'Liv, kamu harus hidup. Aku butuh kamu disini.' Bathin Alden.

Tanpa sadar Alden menyadari bathin nya, hatinya dan raga nya membutuhkan Olive. Tapi, fikiran otaknya menolak itu.

Bersambung...

1
Nice story
Oktia Kurnianingrum
sudah kuduga sebelumnya Thor, kalu Vina itu temen kecil yg di tunggu tunggu Alden 😁
lanjut Thor jangan buat Oliv sama Alden berpisah ya cuma gara2 Vina
Oktia Kurnianingrum
kereeenn ceritanya gak sabar ngu Thor up lagi,bikin penasaran 🙂semangat 👍
Zahroni Nur Hafid
hi kk, dpt salam boomlike, bintang 5 dan favorit dari novel [Terlemah yang tak terkalahkan]

Ditunggu feedbacknya kk, trima kasih...
yan
lanjut thor semangat yH buat buat up nya
floufrouu
seandainya kita serumah thor. Mungkin udah aku bantu segala lelahmu supaya aku gak galau nunggu lanjutan wkwk
LisSari 🐬
mampir kk
yan
lanjut thor semangat yH buat buat up nya
pink biru
awalnya aq g yakin cerita ini menarik tapi tetep aq baca ternyata sampai d bab ini cerita semakin menarik. . .
Mata Diam
ayo author semangat terus buat bikin cerita ini lagi ya.aq tunggu.muachhhh會沽
pink biru
makin seru
virshere ads
Authooooor! Aku suka sama ceritanya! Crazy up, please *puppy eyes*
ruby sunn
Thor aku jarang banget nih komen di karya org, tapi aku gregetan mau komen disini soalnya ceritanya bagus dan aku kepo parah sama lanjutannya!!!
seblak dower: hai kak, mampir ya dikarya ku. mana tau tertarik juga.
total 1 replies
SizzlingTeapot
Ya Tuhan, do'aku cuma satu. Semoga authorku sehat terus biar bisa lanjut update dan jalani kegiatan sehari-harinya *piw piw
champagnefabulous
selalu mendukung,majuuuuuu trus
sunshinegyspy
Ampun pala eike pusing mak, menunggu lanjutannya bikin galau‾
Zizi Suartini
Thor, i love you!! Aku mau bilang itu karena cerita ini moodbosterku banget!
moonjuice
Ampun pala eike pusing mak, menunggu lanjutannya bikin galau‾
BeijingBand
yg liat update langsung baca + coment like dong!!!
Taehyung
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!