NovelToon NovelToon
Exorcimus : Lux In Tenebris

Exorcimus : Lux In Tenebris

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bintang Hamal

Lucky Wayland, awalnya hanya exorcist biasa yang bekerja sebagai pemburu dan pengusir hantu. Ia yang merupakan seorang exorcist handal tiba-tiba harus dipertemukan dengan dua iblis penggoda yang membuat kekacauan di tempatnya tinggal. Lucky dengan ditemani kedua rekannya, yaitu Jane dan Peter, berusaha untuk mengirim kembali iblis tersebut ke tempat yang seharusnya.

Namun, hal itu membuat Lucky secara tidak sengaja mengingat potongan ingatan kehidupannya yang sebelumnya. Potongan ingatan sebelum ia terlahir kembali sebagai seorang exorcist.

Disinilah rasa penasaran mulai hadir, ketika tanya dalam dirinya muncul mengenai siapa orangtua dan bagaimana ia bisa hidup sebagai seorang exorcist. Lucky akhirnya berusaha untuk mencari tahu semua masa lalunya dengan dibantu oleh Jane dan Peter.

Lalu…
Akankah usaha mereka membuahkan hasil? Apakah Lucky bisa kembali mengingat semuanya? Dan bisakah Lucky mengirim dua iblis tersebut kembali ke tempat yang seharusnya?

Temukan jawabannya di "Exorcimus: Lux In Tenebris."

Story by: Bintang Hamal
Illustration by: Pinterest

🚫Warning🚫
Hanya cerita fiktif belaka! Semua kejadian, tokoh, dan tempat hanya karangan semata.

Follow author on Instagram @hamalbinbin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Hamal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31 | Dia kembali…

...****************...

"Menyebalkan! Benar-benar seenaknya. Jika saja dia bukan bos ku aku sudah menghajarnya sejak lama, berani-beraninya dia berbuat seenaknya seperti ini. Sudah tahu kerjaanku saja belum selesai sepenuhnya dan sekarang dengan enaknya dia memintaku untuk membelikan sesuatu untuknya, yang benar saja! Memangnya aku ini asistennya apa?! Yang ada juga seharusnya Linda yang di suruh seperti ini, dia kan sekertaris nya. Atau kalau tidak kan bisa suruh salah satu office boy untuk membelinya. Kenapa harus aku?!" Elvina menggerutu seraya terus berjalan, sejak keluar dari kantornya tadi, ia tidak henti-hentinya mengucapkan sumpah serapah itu pada bosnya yang benar-benar menyebalkan.

Bagaimana tidak menyebalkan coba, Elvina yang bekerja di management keuangan harus pergi ke luar jauh-jauh dan meninggalkan semua pekerjaan nya hanya untuk membelikan beberapa barang untuk bosnya, padahal sudah jelas-jelas dia tidak ada hubungannya sama sekali dengan hal itu.

"Mentang-mentang dia bos jadi bisa seenaknya memintaku untuk melakukan apapun yang ia perintahkan, benar-benar menyebalkan!" Ucap Elvina sebal, ia terus berjalan. Namun langkahnya terhenti di sebuah lampu lalulintas. Ia hendak menyeberang ke sana untuk bisa sampai di tempat yang ia tuju.

Elvina menatap lampu lalulintas yang kini berwarna hijau itu, sesekali ia menghentak-hantakkan kakinya pelan menunggumu lampu itu berubah warna, tetapi rasanya benar-benar lama. Elvina melirik jam di tangannya, jam itu kini menujukan pukul sebelas lebih—hampir jam setengah dua belas.

"Astaga, lama sekali!" Gerutu Elvina sebal, hal ini malah semakin memperlambat proses nya dan mengulur waktu kerjanya. Perhatiannya teralih ketika menyadari jarum jam di tangannya itu berhenti bergerak.

"Lho, kenapa berhenti? Apakah jam ku rusak?" Tutur Elvina yang kemudian menepuk-nepuk pelan kaca jam nya itu berharap bergerak lagi seperti semula, tetapi tidak berhasil.

"Astaga tampaknya hari ini aku benar-benar sedang tidak berun—" ucapan Elvina terpotong ketika dirinya mendongak dan mendapati keadaan di sekitarnya membeku dalam keadaan seperti itu.

"P-poros waktunya…" Elvina bersiaga, matanya waspada menyapukan pandangannya ke arah sekeliling dan bersiap untuk serangan apapun yang akan tiba-tiba menyerang nya. Elvina tahu diri nya saat ini dengan dalam keadaan yang tidak baik. "Joe… ini pasti ulahnya, aku harus bersiap," ucapnya dalam hati.

CTARRRR

Petir itu menyambar tepat ke arah lampu lalulintas yang berada di dekat Elvina membuat lampu itu dalam seketika rusak. Elvina yang menyadari hal itu lantas mendongak dan menatap ke arah Joe yang kini berada tepat di belakang nya, pria itu melayang di udara seperti sebelumnya. Dan kedua mata nya itu menatap Elvina tajam.

"Joe!" Kata Elvina dengan raut wajah terkejut.

"Halo! Lama tak jumpa ya, Elvina!" Tuturnya yang kini melayang menghampiri posisi Elvina berdiri saat ini, ia kemudian mendarat berjarak beberapa meter dari arah Elvina berdiri sekarang.

Elvina mengeluarkan seringai nya. "Ternyata kau masih hidup, ku kira kau sudah tidak ada lagi di dunia ini!" Ujar Elvina, yang kini raut wajah nya berubah.

"Kenapa? Apakah kau terkejut? Ataukah, kau rindu padaku?"

"Rindu?" Wanita itu mengeluarkan smirk-nya lagi. "Jangan bermimpi di siang bolong seperti ini! Kau tidak ada, justru hidupku lebih tenang! Padahal sejak pertarungan terakhir kita aku berharap kita tidak akan pernah bertemu lagi untuk selamanya!"

"Tapi sayang, tampaka nya harapan mu itu hanya akan menjadi angan saja!" Joe spontan menyerang Elvina, wanita itu menghindar. Joe menyerang nya lagi dan terus menerus tanpa henti, menyamarkan kekuatan petir nya pada Elvina. Sementara wanita itu terus menghindar, sesekali Elvina menggunakan kekuatan Medan gaya nya untuk melindungi diri, tetapi hal itu tidak membuat Joe berhenti dan malah semakin bersemangat untuk menyerang Elvina.

"Menyerah lah dan ikut aku kembali bertemu dengan profesor!"

"Aku tidak akan pernah menyerah! Dan aku tidak akan pernah kembali ke tempat itu sampai kapan pun juga!" Teriak Elvina.

"Kau masih saja keras kepala!!!" Joe kembali menyerang Elvina, tapi Elvina berhasil menangkis nya dengan kekuatan Medan gaya nya. Ia melindungi diri dengan perisai energi nya.

"Aku tidak boleh terus seperti ini, aku harus pergi. Jika terus melawan nya, yang ada energi ku habis dan bisa-bisa aku kehilangan kesadaran ku!" Elvina membatin, ia saat ini berusaha untuk mencari ide untuk bisa melarikan diri dari Joe. Energi nya sudah hampir habis, apalagi sepanjang pagi ini diri nya banyak menghabiskan energi nya dengan bekerja dan banyak menggunakan kekuatan evol perhitungan cepatnya untuk bekerja.

"Sial! Kemampuan nya berkembang sangat pesat, aku bahkan hampir tidak memiliki celah untuk bisa menyerang nya," ucap Elvina dalam hati. Ia tidak boleh menyerah, dan bagaimana pun cara nya ia harus bisa lari. Sementara itu di sana, Joe terus menyerang Elvina dan perlahan mulai berjalan menghampiri nya. Elvina yang baru saja menyadari Joe semakin dekat ke arah nya bergegas mencari celah agar bisa menyerangnya, dan dalam satu kali serangan Elvina berhasil membuat perhatian Joe teralih. Elvina kini berlari dengan sisa tenaga yang ia miliki.

...****************...

"Hanya tinggal dua pelajaran lagi sebelum istirahat kedua," ucap Heru yang sejak tadi terus saja menatap jam di tangan nya. Lelaki itu sedari tadi tidak tenang, perutnya yang baru di isi beberapa jam yang lalu kini mulai meronta lagi ingin di isi itu karena pelajaran yang ia ikuti membuat diri nya bosan hingga merasa lapar.

Sementara itu Rei yang duduk tepat di sebelah nya hanya diam bersandar di kursi nya dengan mata terpejam, jam kosong seperti ini membuat nya bosan apalagi jika tidak ada yang di perbolehkan keluar kelas sama sekali di tambah lagi dengan penjagaan kelas super ketat membuat semua siswa yang ada di sana, mau tidak mau harus tetap berada di dalam kelas dan mengerjakan tugas yang telah di berikan.

Rei yang terpejam di sana terlihat begitu tenang, di meja lain, Lucia sejak tadi terus saja memandangi wajah tampan lelaki itu.

Elvina yang baru saja menyadari Joe semakin dekat ke arah nya bergegas mencari celah agar bisa menyerangnya, dan dalam satu kali serangan Elvina berhasil membuat perhatian Joe teralih. Elvina kini berlari dengan sisa tenaga yang ia miliki.

Rei membuka kedua mata nya spontan ketika dirinya tiba-tiba saja bermimpi tentang Elvina yang tengah berhadapan dengan Joe. Jantung nya berdebar tak karuan dan rasa cemas mulai menghampiri dirinya.

"Fiasat ku buruk, aku khawatir. Apa yang akan terjadi dengan Elvina?" Rei membatin. Heru yang menyadari pergerakan aneh dari Rei lantas menoleh ke arahnya dengan raut wajah bingung.

"Kau kenapa?" Tanya nya.

...****************...

1
Nurul Aeni123
.
I am Back
silahkan mampir bang Reinkarnasi Dewa Waktu
Dinda Natalisa
Hai author aku mampir nih kasih like jangan lupa mampir di novel ku "menyimpan perasaan" mari saling mendukung.
Chandra Kurniawan
gua kesini gara gara sampul nya
Luky Staylook
kesedihan itu bisa datang dari mnh ajh
Stareqq
Nitip jejak dulu
sai akutod
p
Mohamad Agung
hah..yang bisa aku katakan maaf dan terimakasih... selalu semangat min..
Hary Zeen
👍👍
Ana Savitri Ali
fgtshubxvbywkunvdyejfbejtjdsghfhejs BBC v bgcnz kg dry kg egg hc, 65/djehdfhfu
Prince of Hell
bsbsnd
Susanti Susanti
y
Bobby Von Belpois
belum baca sih, tapi kayaknya bagus.

oh, ya. mampir di novelku, judulnya "Stay Stand". Walau tak sempurna sih, tapi aku bilang itu novel terbaikku.
IG: gabriella_mgd
Halo thorr 🤗

Ijin promosi, yuk ke NATHANIEL X KLARA

Jgn lupa klik like, komen, vote dan follow yaa

Makasihh 🙏🏻😊
Sejahtera
Kak Ijin promosi sebentar,yaaa. Kakak-kakak silahkan mampir bentar ke novelku yang berjudul Stuck in Vedio Games World
Swag131
Bagus thor ...!!!


Bagi yang berkenan, Yuk singgah ke MHK "Mutant Holder Katana."
Rhey Dzykla
p
Loli bunting
ku mampir untuk memberi like yang tertinggal
Loli bunting
kok pendek bgt min?
Loli bunting
singkat amat min?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!