NovelToon NovelToon
Lembah Hijau

Lembah Hijau

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hijau Daun

Pram adalah tentara muda, tubuhnya tinggi tegap dengan wajah rupawan. Namun ketampanannya tidak serta merta menjadikan kisah masa remajanya berjalan lancar, nyatanya ia menemui banyak liku-liku percintaan hingga akhirnya menemukan tambatan hatinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijau Daun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episod 31

Sudah sebulan sejak pertemuan hasil rencana para orang tua namun Pram belum juga menghubungi Atikah.

IB Minggu ini Pram memilih pulang, tapi bukan hari Sabtu melainkan Minggu pagi. Pram tidur di barak karena dia masih ada pekerjaan yang belum selesai. Pram sudah tiba di rumahnya dan sedang tiduran di kamar.

Tok...tok...tok....

"Pram! Lagi apa Nak? Ibu boleh masuk?" panggil ibu dari luar kamar Pram.

"Iya Bu, silahkan pintunya ga Pram kunci." balas Pram dari dalam kamar.

Ibu masuk dan duduk di tepi ranjang Pram sambil mengusap punggung anaknya itu.

"Ada apa bu?" tanya Pram bangun dari tidurnya dan duduk disamping ibunya.

"Tidak apa-apa Nak, ibu hanya mau tanya. Bagaimana persiapan pernikahanmu? Waktu semakin berlalu, ini sudah bulan April Nak." ibu menanyakan persiapan pernikahan yang sama sekali belum Pram urus.

"Maaf Bu, Pram belum menghubungi Atikah. Pram bingung bu mau menghubungi dia bagaimana? Nanti kesannya Pram yang maksa dia buat mau nikah sama Pram lagi." jawab Pram menatap jauh ke depan.

"Nak, cepat temui Atikah kalau perlu sekarang. Kamu harus gantle Pram. Masak sih ngajak wanita yang baik nikah aja masih pake mikir?" nasehat ibunya.

"Sekarang Bu?" tanya Pram tak percaya jika hari ini juga diminta menemui calon istrinya itu.

"Iya Nak, kapan lagi? Cepat sana kamu ke rumah dia mumpung masih siang." perintah ibunya.

"Tapi bu? Pram malu." rengek Pram seperti anak kecil pada ibunya.

"Kamu tuh Pram dulu pacaran ga malu. Sekarang ngajak nikah kok malah malu sih." ibu Pram malah mengungkit masa lalu Pram yang membuatnya malu sendiri.

"Baiklah Bu, Pram telepon dulu siapa tau Atikah sedang sibuk." akhirnya Pram mengalah.

"Ya sudah telepon sekarang juga di hadapan ibu." perintah ibunya.

Pram segera mengambil HP yang di letakkan di meja samping ranjangnya.

Dia mencari kontak Atikah dan segera memencet tombol gambar telepon.

Panggilan terhubung dan tak berapa lama diangkat pemilik nomor.

"Hallo assalamualaikum." sapa Atikah diseberang sana.

"Waalaikumusalam, Atikah." balas Pram.

"Iya Mas, ada apa ya tumben telepon." tanya Atikah maksud Pram menelepon dirinya.

"Atikah sibuk kah hari ini? Mas mau ke rumah Atikah untuk mempersiapkan berkas kita nanti, boleh?" terang Pram maksudnya menelepon.

"Oh, engga Mas, Tikah dirumah aja kok. Mas mau kesini kapan?" tanya Atikah ramah diluar dugaan Pram.

"Sekarang mau berangkat dari rumah bapak Dek, mungkin satu jam lagi datang." jawab Pram dengan senyuman mengembang di bibirnya.

"Oh, iya Mas, Tikah tunggu. Hati-hati dijalan." jawab Atikah.

"Iya Dek, terima kasih assalamualaikum." tutup Pram.

"Waalaikumusalam." tut sambungan terputus.

Pram tersenyum pada ibunya.

"Terima kasih Bu, doakan anakmu ini supaya mendapat jodoh terbaik." ucap Pram menatap ibunya.

"Selalu Nak, sudah sana siap-siaplah. Pakai baju yang rapi Pram." perintah ibunya.

Pram mengganti bajunya dengan baju kasual yang rapih. Sebenarnya Pram memang sudah tampan, mau pakai baju apapun ya tetap saja tampan.

Pram pamitan kepada ibu dan bapaknya yang sedang ada di teras.

"Pak, Bu, Pram berangkat dulu." Pram menyalami kedua orang tuanya.

"Ia Pram hati-hati, salam untuk Atikah." jawab bapaknya.

"Assalamualaikum..." Pram mengeluarkan motornya.

"Waalaikumusalam..." jawab bapak ibunya serentak.

Pram sudah melajukan motornya meninggalkan rumah menuju rumah Atikah. Ada rasa deg-degan yang menyelimuti hatinya.

Pram sudah sampai di komplek Atikah, dia berhenti sebentar Menarik nafas dan menata hatinya. Lalu melajukan kembali motornya menuju rumah warna biru langit.

Pram membuka gerbang rumah yang tidak di kunci, memarkir motornya dan melangkah ke rumah mungil itu.

Tok...tok..tok...

"Assalamualaikum..." ucap Pram menyalami penghuni rumah.

Beberapa detik hening, belum ada jawaban.

"Assalamualaikum..." ucapnya kembali.

"Waalaikumusalam... Iya sebentar." jawab suara Atikah dari dalam.

"Maaf mas ga kedengeran hehe, sudah lama ya? Mari masuk." ajak Atikah

"Disini aja Dek, di rumah kan ga ada orang." Pram sudah duduk di teras depan.

"Oh iya Mas, Tikah ambilkan minum dulu ya. Mau minum apa?" tanya Atikah.

"Air putih aja, makasih Dek." jawab Pram.

"Iya Mas, sebentar ya." Atikah masuk ke dalam rumah mengambil minum dan cemilan untuk Pram.

Atikah sudah kembali membawa dua botol air mineral dingin dan dua toples cemilan.

"Mas diminum dulu, pasti haus kan perjalanan jauh." kata Atikah sambil meletakkan botol dan toples di meja kecil.

"Makasih Dek," Pram tersenyum.

Atikah segera mengalihkan pandangan karena malu. Ia lalu duduk di kursi depan Pram.

"Mas minum ya Dek?" Atikah hanya mengangguk, Pram membuka satu botol minum dan meminum isinya hingga hampir setengah.

"Alhamdulillah, segar." gumannya pelan.

Atikah masih diam di tempat duduknya, begitupun Pram.

"Adek yakin sudah siap dengan pernikahan ini?" tanya Pram tanpa basa-basi.

"Menurut Mas bagaimana?" Atikah malah balik bertanya.

"Mas suka sama Adek." hanya itu yang keluar dari mulut Pram. Membuat Atikah tertegun.

Atikah salah tingkah, Pram melanjutkan lagi "Kalau Adek belum punya seseorang yang Adek sukai ayo kita menikah. Insya Allah mudah-mudahan mas bisa menjadi suami yang baik buat Adek." entah dapat kekuatan dari mana Pram bisa mengucapkan kalimat itu. Pram sendiri tidak pernah menyusun kata-kata itu sebelumnya, tapi setelah melihat Atikah hari ini hatinya mantab.

"Atikah belum punya pacar Mas, makanya mamah sama papah keukeuh mau Tikah menikah. Kalau Mas Pram sudah yakin Atikah ikut, mudah-mudahan Atikah bisa menjadi istri yang mas Pram harapkan." jawab Atikah pelan sambil tertunduk.

"Terima kasih ya Dek, mas yakin pilihan ibu ini wanita terbaik." senyum Pram tulus.

"Kita mulai siapkan berkasnya ya, besok mas mulai menghadap untuk pengajuan nikah. Sementara Adek siapkan akte sama ijazah terakhir Adek dulu." Pram menjelaskan.

"Iya Mas, nanti Tikah siapkan." Atikah mengangguk.

Walaupun masih canggung akhirnya mereka ngobrol juga.

"Satu hal yang harus Adek tahu, walaupun gaji mas tidak seberapa, apalagi dibandingkan dengan gaji Adek, tapi mulai dari persiapan sampai nanti saat sudah menjadi istri tuntutannya banyak sekali. Apa Adek siap?" tanya Pram meyakinkan kembali.

"Insya Allah Mas," Atikah tersenyum tulus.

"Mas pasti tidak akan membuat Adek dalam kesulitan, tapi ada beberapa hal yang mas juga tidak bisa kendalikan. Setidaknya nanti setelah menikah, selain sibuk bekerja Adek harus mengurus rumah dan masih ikut kegiatan Persit. Mas bukan menakuti Adek, Mas pasti bantu tapi Mas mohon lakukan semuanya dengan senang supaya Adek tidak akan terbebani. Mudah-mudahan Adek mengerti dengan keadaan Mas ya?" Pram sudah menjelaskan sedikit tentang apa yang akan dilalui Atikah nanti.

Atikah mendengarkan Pram dengan serius.

"Insya Allah Mas, kita lewati bersama. Tikah sudah sedikit banyak mencari tahu tentang istri tentara. Walaupun sangat berbeda dengan istri biasa, mudah-mudahan Tikah bisa ya." jawab Atikah dengan senyuman lembutnya.

Pram kaget tidak menyangka bahwa Atikah sampai sudah mencari tahu, setidaknya itu sudah meyakinkan dirinya bahwa Atikah memang mau menjadi istrinya.

1
Lendra malayu
sangat menarik,, udah ada lanjutannya blm thorr?
NURHIDA MUJUR
Thor bikin ank2 mereka dong
Rasya Putrawansyah
keren Thor
Nishie Tastra
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Thor kenapa aku ngos ngosan baca persiapan pernikahan mereka?? Mmg nya kalo nikah dgn tentara harus seribet itu ya? Bikin kepala ku makin puyeng, Maaf soalnya gak pernah tau kalo nikah sama tentara harus seribet itu..🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Qaisaa Nazarudin
Ribet juga iya ternyata nikah sama tentara,..
Qaisaa Nazarudin
Udah diputusin juga, ngapain ngejar2 lagi, kek cewek murahan ngejar2 cowok..
Qaisaa Nazarudin
pengen 🤮🤮🤮🤮 aku dengernya…
Qaisaa Nazarudin
Nah kan Hendri dan Dika sama2 Tegasnya..Tau dr awal langsung ditinggal, Pram yg jadi penampungan cewek Matre 😆😆😜😜
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk kan ku bilang juga apa, Jangan menilai buku dr sampulnya 😆😆😆
Qaisaa Nazarudin
KARMA buat Pram, Niatnya mau main2 ama cewek, Sekarang malah Pram yg di permainkan…🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk 11 12 sama Sherly, Mending langsung tinggalin aja nih cewek..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kan udah keluar tuh sikap sebenarnya Linda, Yg dulu malu2 sekarang malu maluin…
Qaisaa Nazarudin
Jangan menilai buku dari sampulnya, Jangan menilai orang dari luarannya, Menurut novel2 yg sudah ku baca, sopan pakaiannya tapi perilaku nya gak sesopan pakaiannya, tapi malah ada yg lbih parah, Semoga yg ini benar2 cewek baik2 ya..😬
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk mampos loe..Dasar matre,, Sebagai perempuan aku malu dgn sikap loe Sher, Harusnya loe jaga hubungan loe dgn Pram, Orang setia dan juga serius, Eh malah loe yg gak suka org seriusin loe, itu namanya BEGO ,,
Qaisaa Nazarudin
Nah kan, Apa ku bilang, Dika gak serius niatnya cuman pacaran doang, Dan Ternyata Sherly emang Matre, Jadi Pram harus tegas dgn perasaan nya, Sekarang udah tau kan kalo dia Matre dan tukang selingkuh dan gak setia org nya,ngapain juga mau diperjuangin lgi,,
Qaisaa Nazarudin
Ku pastiin Dika gak taunkalo Pram pacarnya Sherly, Percaya deh ,
Qaisaa Nazarudin
Nah itu paling benar 👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Waah nih cewek ternyata Matre, Menurut ku mending Pram tinggalin cewek kel gini, Pram bisa cari yg lain, kita liat gimana akhirnya kisah Sherly dgn Dika, Apa Dika juga serius atau hanya niatnya cuman utk pacaran doang, Biar tau rasa nih cewek, Berlagu banget, Kesel aku,,,
Qaisaa Nazarudin
Gila nih cewek mainin perasaan cowok, Katanya cuman Pram doang,,🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!