Elina gadis biasa dan lugu dari keluarga kurang mampu. Memutuskan untuk menjadi TKW di Negara Hongkong untuk memperbaiki ekonomi keluarganya. Siapa sangka, majikannya seorang ketua gangster yang di takuti, kejam dan tidak memiliki belas kasih.
Dalam sebuah pembicaraan di antara dua gangster yang sedang bertikai, Elina mendengar perbincangan mereka tentang rahasia besar aksi kejahatan yang akan mereka lakukan.
Elina hanya punya dua pilihan
1. Dia ikut terlibat
2. atau di lenyapkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SO 31
Sejak kepergian Rayden tadi pagi. Elina terlihat santai dan cuek. Ia memilih membantu Lastri bekerja membereskan rumah. Canda tawa terus mengalir di bibir Elina, membuat sahabatnya itu tertawa terbahak bahak mendengar celotehan Elina.
"Kuda apa yang berjalan sendirian!" seru Elina memberikan tebak tebakan pada Lastri di sela sela membersihkan meja.
"Kuda yang ketinggalan dari gerombolannya!" sahut Lastri tertawa lebar.
"Salah!"
"Terus?" tanya Lastri menghentikan pekerjaannya menatap ke arah Elina.
"Aku juga tidak tahu Mbak!" sahut Elina tertawa kecil.
"Elina!" pekik Lastri melemparkan kain lap ke arah tubuh Elina.
"Hahaha!"
"Elina! Awas kau ya!"
Lastri berjalan mendekati Elina hendak mencubit tangan gadis itu, namun pergerakan Lastri tertahan mendengar kegaduhan di halaman rumah.
"El, sepertinya ada penjahat."
"Kau benar, Mbak!"
"Brakk!"
Pintu dapur di buka paksa dari luar, nampak Mei Shin dan dua pria kekar di ambang pintu lalu berjalan mendekati mereka berdua.
"Apa kabarmu, Elina." Mei Shin menyapa dengan senyum seringai.
"Elina mundur!" Lastri menarik tangan Elina mundur ke belakang.
"So jagoan," cibir Mei Shin menatap ke arah Lastri.
"Mau apa kau kemari?" tanya Lastri setengah memberanikan diri.
Mei Shin tertawa lebar lalu menarik kerah baju Lastri dan menghempaskannya ke samping.
"Duk!"
Kening Lastri terantuk sisi meja, darah segar mengalir deras. Elina menjerit berlari ke arah Lastri.
"Mbak Lastri!"
Elina mengangkat tubuh Lastri, membantunya untuk berdiri. Menatap wajah Lastri yang terkena noda darah. Pandangannya beralih menatap ke arah Mei Shin yang tertawa.
"Seorang sahabat, bagian dari nyawaku! pekik Elina. Berlari menubruk tubuh Mei Shin, mencengkram kerah baju wanita itu. " Aku tidak tahu apa masalahmu denganku!"
Mei Shin menarik tangan Elina lalu menghempaskannya ke bawah, tangan kiri ia angkat hendak menampar wajah Elina yang selama ini ia anggap bodoh. Namun sebelum tangan Mei Shin menyentuh wajah Elina. Dengan sigap Elina mengepalkan tinju tepat di hidung wanita itu.
"Buk!
"Ini untuk sahabatku!"
Mei Shin terhuyung ke belakang, sembari menangkup wajahnya sendiri. Darah segar mengalir di hidung wanita itu.
"Elina!!" pekiknya. Lalu ia memerintahkan dua anak buahnya untuk meringkus Elina.
Tanpa aba aba lagi, dua pria tersebut berjalan ke arah Elina. Namun di sambut dengan tendangan kaki kanan dan kaki kiri Elina secara bergantian.
"Buk! Buk!"
Kedua pria itu terhuyung ke belakang, menatap tajam sesaat ke arah Elina. Kemudian berlari menerjang Elina. Gadis itu naik ke atas meja, kembali melayangkan tendangan kaki kanannya ke wajah dua pria itu sekaligus.
"Buk! Buk!"
Kembali kedua pria itu terhuyung ke belakang, namun salah satu pria itu kembali maju mengangkat meja yang Elina tempati hingga tubuh mungil Elina terjungkal ke belakang menimpa tempat penyimpanan barang barang pecah.
"Brakkk!! Prankkk!"
Piring dan alat alat lainnya terjatuh menimpa tubuh Elina dan pecah berserakan di lantai. Belum sempat Elina berdiri, pria itu menyeret tubuh Elina, hingga pecahan piring dan gelas ikut terseret dan menancap di kaki Elina.
"Elina!" jerit Lastri berlari ke arah pria yang tengah menyeret tubuh Elina. Namun Mei Shin menghalanginya dengan menendang perut Lastri hingga terjungkal dan jatuh pingsan.
"Mbak Lastri!" seru Elina menatap ke arah sahabatnya. Ia tengadahkan wajah ke arah pria yang menyeret tubuhnya. kaki kanan ia angkat lalu ia tendang wajah pria itu hingga tersungkur. Elina langsung bangkit, di sambut terjangan pria satunya lagi, menedang punggung Elina hingga tersungkur ke lantai. Elina membalikkan tubuhnya, menendang kaki pria itu sekuat tenaganya hingga terjungkal ke samping. Elina mencoba bangkit kembali meski kakinya terasa sangat sakit dan perih terkena pecahan piring.
"Mbak Lastri," ucapnga pelan.
"Gadis sialan, bodoh!"
"Buk!!"
Kaki kanan Mei Shin menendang pinggang Elina. Untuk kesekian kalinya kembali tubuh Elina tersungkur, lalu Mei Shin menarik kerah baju Elina dan menyeret paksa tubuhnya keluar dari ruangan menuju pintu keluar.
Elina masih bisa melihat dengan jelas, bagaimana situasi di luar rumah. Nampak Hiroshi dan anak buah Rayden yang lainnya tengah menghadapi musuh yang tak terhitung jumlahnya.
"Ya Tuhan, semoga mbak Lastri baik baik saja," ucap Elina dalam hati.
Sementara Mei Shin terus menyeret tubuh Elina. Dan memasukkannya ke dalam mobil, setengah sadar Elina masih bisa mendengar suara Hiroshi memanggil namanya. Setelah itu ia tidak ingat apa apa lagi.
semisalnya suami kasar pada mu tapi lembut pada wanita lain, suami pergi dengan pria lain tampa meperdulikan kau yang menderita
apakah kau masih mau menerima nya begitu saja
jawaban ada pada mu thor
dan kau nilai sendiri sikap mu dalam novel ini
😂😂
untung nya elina cuma ada di novel
sekareep muu deehh elina