NovelToon NovelToon
Hanya Ingin Di Hargai

Hanya Ingin Di Hargai

Status: tamat
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.8
Nama Author: IPAK MUNTHE

Tidak ada manusia yang ingin gagal dalam membina rumah tangga, begitu pun aku. Ku berikan seluruh cinta ku, perasaan ku pada suami ku.

Namun semua yang ia katakan ternyata hanya iming-iming saja, tanpa ada yang menjadi nyata.

Aku hanyalah manusia biasa, dan perlahan cinta ku hilang terkikis habis oleh setiap air mata yang aku keluarkan karena kecewa. Bahkan pintu hati ku pun sudah ku tutup dengan begitu rapi untuk nya.

Lantas bagaimanakah dengan Devan? karena setelah Hanna menyerah dalam mempertahankan rumah tangga nya ia pergi dengan membawa Derren dan janin yang masih ia kandung.

Akankah Devan bahagia dengan kepergian Hanna? Atau Devan justru berubah menjadi gila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Derren Hilang

"Tuan Derren!!!" seru seorang Art yang biasanya memandikan Derren setiap paginya, ia terus memanggil dan mencari di setiap sudut kamar

Tapi Derren tidak juga bisa di temukan, "Tuan Derren!!!" seru Art itu lagi.

"Kamu kenapa teriak-teriak?!" kesal Diana, karena kamar Derren dan kamarnya bersebelahan. Bahkan ada pintu penghubung antara kamar Derren dan Diana, itu di buat agar memudahkan mereka untuk memantau Derren.

"Nyonya," Art tersebut panik, nafasnya bahkan sudah tidak karuan karena ketakutan.

"Apa!!" kesal Diana, "Kalau ngomong itu yang bener!" omel Diana lagi.

Tangan Art itu mengarah pada ranjang Derren, "Tuan....tuan Derren enggak ada," kata Art itu dengan susah payah.

Diana memutar bola matanya dengan jenuh, "Derren itu masih berusia enam bulan, dia belum bisa meloncat, apa lagi berlari....mungkin Mama yang membawanya," kata Diana dengan kesal, "Mengganggu ketenangan orang sedang tidur saja ini masih terlalu pagi!" bentak Diana, karena matanya masih mengantuk.

Art yang bernama Sumi itu melihat jam dinding, dan ini tidak terlalu pagi karena sudah pukul tujuh. Dan tadi Sarah sedang menyiram bunga anggrek kesayangannya di taman belakang rumah, tidak ada Derren di sana pikir Sumi, "Nyonya, tuan Derren enggak sama Nyonya besar, karena Nyonya besar sedang ada di belakang tadi menyiram tanaman," jelas Sumi lagi dengan panik.

"Alah.....sama Hanna mungkin!" kesal Diana lagi.

"Hanna, tidak ada di kamarnya juga Nyonya," kata Sumi.

"Tidak ada di kamarnya?" tanya Diana.

"Iya Nyonya," Sumi mengangguk.

"Apa pelakor itu sudah pergi? Atau dia benar pergi dan juga dengan membawa Derren? Bagus lah kalau dia pergi apa lagi membawa Derren, Artinya anak ku yang akan menjadi pewaris tunggal," Batin Diana, ia tersenyum dengan begitu bahagia.

"Nyonya," Sumi menyadarkan Diana yang tengah sibuk dengan khayalan nya.

Diana menatap Sumi dengan kesal, "Apa lagi?!" ketus Diana, "Brisik banget sih, aku mau tidur ini masih subuh.... ganggu aja," omel Diana lalu kembali masuk ke kamarnya.

Sumi merasa aneh, ia ketakutan setengah mati karena Derren tidak di temukan. Tapi Diana yang ibu kandungnya sendiri tidak perduli sama sekali, karena itu yang memang mereka tahu tentang Derren adalah anak kandung Diana dan juga Devan.

"Sumi, apa Derren sudah bangun?" tanya Sarah yang ternyata sudah di hadapannya, Sarah masuk ke kamar Derren dan melihat Sumi di sana. Ia langsung mendekati ranjang Derren, tapi ranjang itu kosong. Hingga ia bertanya pada Sumi.

"Tuan Derren tidak ada Nyonya," jawab Sumi dengan ketakutan.

"Tidak ada bagaimana?" tanya Sarah bingung.

"Tuan Derren hilang Nyonya," jelas Sumi dengan gemetaran.

"Jangan bercanda, tidak lucu!' kata Sarah, karena Sumi biasanya memang sangat suka bercanda. Tapi kali ini sepertinya waktunya tidak tepat menurut Sarah.

"Saya serius Nyonya, di kamar Hanna tidak ada, di kamar Nyonya Diana tidak ada, sama Art yang lain juga tidak ada," jelas Sumi semakin panik.

"Sumi kamu cari yang benar dulu, mungkin cucu saya sedang bersama Risa," Sarah pun tidak bisa menutupi kepanikan nya, ia keluar dari kamar dan menuju kamar Diana. Sarah langsung memutar gagang pintu, sangking paniknya ia pun langsung masuk, "Diana, apa Derren sama kamu Nak?" tanya Sarah.

"Emmmm...." Diana merasa tidurnya terusik, padahal baru saja ia tidur dengan nyenyak. Tapi saat menyadari pertanyaan Sarah barusan, ia cepat-cepat duduk dan melihat Sarah, "Enggak Ma," jawab Diana, "Kok Mama kelihatan panik?" tanya Diana seolah ia tidak tahu.

"Derren enggak ada Di," ujar Sarah dengan tubuh gemetaran.

"Enggak ada gimana Ma?" Diana balik bertanya, bahkan ia cepat-cepat turun dari ranjang seolah ia juga sangat panik, "Sama Hanna mungkin Ma," kata Diana yang kini berdiri di hadapan Sarah.

"Iya juga sih," Sarah cepat-cepat keluar dari kamar Diana, ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar Hanna yang terletak di lantai satu. Tidak lupa Diana juga ikut di belakang Sarah.

"Tadi bukannya Nyonya Diana udah tahu ya," gumam Sumi yang ikut berjalan paling belakang, ia merasa bingung dengan exspresi Diana yang sekarang mendadak panik. Sedangkan tadi Diana terlihat tidak peduli.

"Hanna," Sarah langsung membuka pintu, dan kamar Hanna juga kosong. Tidak ada siapa-siapa di sana.

Diana tersenyum sabar, karena ia yakin Hanna benar-benar pergi setelah pertengkaran Devan dan Hanna kemarin hari. Diana sangat bahagia akan hal ini, perlahan Diana membuka almari dan melihat kosong.

"Ma," Diana seolah kaget, karena pakaian Hanna sudah tidak ada. Diana justru menunjukan jika lemari Hanna kosong.

"Apa Hanna pergi?" tanya Sarah bingung, "Apa dia pergi membawa Derren?" tanya Sarah lagi. Sarah memegang dadanya, jantungnya mulai berdetak kencang. Kini ia sangat ketakutan, bukan hanya tentang keadaan Derren, tapi juga tentang bagaimana mengatakan semua ini pada suaminya nanti.

"Mama," Diana memegang Sarah agar tidak terjatuh.

Bersamaan dengan itu Devan pulang, entah ke mana ia semalam yang jelas ia pergi dari rumah setelah pertengkaran nya dengan Hanna. Dan kini Devan ingin melihat Hanna dan bertanya dengan baik-baik. Namun saat di depan pintu kamar Hanna, mata Devan malah melihat Mama Sarah bersama Diana di sana.

"Mama kenapa?" tanya Devan yang perlahan masuk.

"Devan, Hanna pergi membawa Derren...." kata Sarah dengan bibir yang bergetar, "Kenapa dia membawa Derren Devan?" tanya Sarah sambil menangis. Sarah sangat menyayangi Derren, dan ia tidak bisa bila berjauhan dengan Derren.

"Hanna pergi?" tanya Devan.

"Iya sayang, dan dia juga membawa Derren," adu Diana seolah tengah bersedih.

"Kemana Hanna pergi?!" geram Devan.

"Devan, cepat cari Hanna supaya Derren bisa segera di temukan," kata Sarah.

Kini semua sudah duduk di ruang keluarga, kepergian Hanna dengan membawa Derren sudah sampai di telinga Agatha. Tidak ada yang berani berbicara, semua terlihat diam termasuk juga Devan. Tidak lama kemudian Farhan masuk, dan semua mata melihat kearahnya.

"Farhan duduk!" titah Agatha.

Farhan duduk, ia ikut bergabung dengan yang lainnya.

"Apa kau menemukan Hanna?" tanya Devan, ia tidak bisa menahan mulutnya untuk bertanya pikirannya benar-benar kacau sekali.

"Untuk apa mencari Hanna?" tanya Agatha dengan suara datar, ia tidak ingin Farhan yang berbicara hingga dengan cepat ia menimpali.

"Karena Hanna yang menculik Derren Pa," jawab Diana.

"Menculik?" tanya Agatha lagi.

"Iya, Hanna sudah menculik Derren.....mungkin dia sengaja untuk meminta uang tebusan," ujar Diana berusaha membusuk-busukkan Hanna.

"DIAM!!" sergah Agatha, "Apa kau pikir aku bodoh?! Apa kalian pikir aku tidak tahu siapa Hanna?!" kata Agatha dengan suara meninggi.

Semua diam dan tidak ada yang berani berbicara, padahal Agatha sudah menatap satu persatu wajah-wajah orang-orang di sana.

"Katakan kalau Hanna bukan istri Devan?!" kata Agatha.

Deg.

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😁🥰
𝓐𝓻𝓿𝓪
Luar biasa
sherly
rasakan kamu Dev, tp kayaknya Adam hanya bersandiwara deh biar si Dev jujur kalo Hanna tu istrinya juga
sherly
pak dokter tukang gombal juga ga
sherly
Luar biasa
sherly
kapok kamu Diana dan Devan itu balasan atas smua sakit hati hanna
sherly
culik aja anakmu trus kabur
sherly
jahat ya kalian, hrsnya kalian kasi tau dr awal bahwa hanna hanya istri kontrak.. malang betul nasibmu han
Zeus Zera
devan itu lelaki bekas kos. Hana bisa balik lagi. minimal Hana jdi bekas orng lain juga la... jangan seolah2 wanita itu kodratnya menerima lelaki bekas
Mbing
ayo berjuang dong devan
Runik Runma
minggat aja han
samsiah binti beddu Beddu
lanjut
she_cookiez
kok aku ga paham part ini
Mbing
aduh Thor, jantung rasanya kaya roller coaster baca cerita ini. embuh gmn jantung ky roller coaster aku jg gak tau. yg pasti emosi Thor bacanya, tapi seeruuuu 🥰🥰
Fahmi Fahmi
🤣🤣🤣🤣🤣
Meny Djaulu
agatha?ko jadi nama perempuan.kenapa ga mursid sanjaya atau mahmudin sanjaya.
Irtahani Irtahani
lanjut kk
Rahma biyan
Luar biasa
Suyatik
jadi cuma sekian kusahnya adam dan kinan thor.. agak kecewa thor/Pray/
Nani Widia
cerita ya bagus sedih Devan kejem banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!