NovelToon NovelToon
To Be New Yiyi

To Be New Yiyi

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:184.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virgi

Sinopsis

Pernah tidak kepikiran kalau saja kalian punya ilmu yang tiada tanding di alam lain? Ya... kita mungkin tidak pernah kepikiran sampai ke sana, tapi ini beda dengan yang di alami oleh Tan Xiao Yi. Di kehidupannya saat ini dia adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak dan sebagai istri dari seorang pengusaha yang cukup sukses.
Hingga suatu ketika pada saat malam tiba, dia langsung pindah ke dimensi alam lain yaitu era 700 masehi masa Dinasti Tang. Disanalah dia memasuki ke dalam tubuh seorang gadis cantik bernama Yiyi.
Bagaimana kehidupan dia disana sebagai Yiyi? Apakah dia bisa kembali ke alam nyatanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Acara pernikahan Mo Yan dan Liu Shi

Saat berada di pesta....

Aku duduk di tempatku yang sedikit mundur dan berjarak beberapa jengkal dari Mo Yan, karena aku takut terjadi suatu hal yang tidak diinginkan nantinya. Acaranya dimulai dengan meriah sekali. Banyak atraksi ekstrim yang di tampilkan di sini.

Jing Che yang berada di seberang mengalihkan pandanganku dan mengajakku bersulang dengan satu gelas arak kecil. Aku pun menyambutnya dengan meminum segelas arakku. Sedangkan Mo Yan sibuk dengan ketertarikkannya pada atraksi yang berlangsung.

Setelah beberapa atraksi sudah tampil, pangeran Yu Tian bangkit dari tempat duduknya dan di temani oleh adik kesayangannya, Liu Shi.

"Aku sangat berterima kasih atas kehadiran para pangeran dan pejabat tinggi dari berbagai kawasan wilayah dalam pesta perkenalan yang ku selenggarakan hari ini. Demi persatuan antar wilayah, mari kita bersulang!" serunya sambil mengangkat cawannya.

"Mari bersulang!" jawab para tamu berbarengan dan sudah berdiri dari tempat duduknya sambil minum arak mereka masing-masing.

Hal yang sama dilakukan olehku juga saat itu demi menghargai pangeran Yu Tian.

"Ada satu hal penting yang akan ku umumkan malam ini di depan tamu-tamu yang terhormat bahwa...." ucapnya terhenti sambil memandang Liu Shi dengan senyum bangganya. "Bahwa adik perempuan saya Liu Shi akan segera menikah esok hari dengan pangeran Mo Yan dari kerajaan Lim," lanjutnya sambil mengarahkan tangan kanannya ke arah Mo Yan.

Mo Yan langsung memberikan hormat kepada para tamu semua sambil tersenyum. Sedangkan Jing Che menatapku dengan wajah penuh tanda tanya. Aku hanya bisa membalasnya dengan tersenyum saja.

"Berita bagus!" kata seseorang dengan suara lantangnya sambil memberikan tepuk tangannya yang meriah yang kemudian disusul juga tepuk tangan lainnya sehingga suasana menjadi sangat meriah dan mereka semua menerima dengan baik kabar pernikahan Mo Yan dan Liu Shi.

"Mari kita bersulang demi kelancaran acara pernikahan mereka esok hari!" seru pangeran Yu Tian sambil mengajak bersulang kembali.

Para tamu bersulang kembali dengan pangeran Yu Tian dan Mo Yan, kecuali aku. Aku belum menyetujuinya, hanya dipaksakan untuk setuju. Wajah Liu Shi yang sangat tidak sabar terlihat jelas di wajahnya dan Mo Yan juga seperti tidak bisa menolak apapun yang telah terjadi. Disaat mereka sibuk berpesta, aku mengajak Ruyi segera kembali ke kamar.

Setibanya di kamar...

"Nyonya, kita harus bagaimana sekarang?" tanyanya cemas. "Kenapa tuan Ling Zhe belum kembali juga?" lanjutnya sambil mondar mandir tiada henti.

"Ruyi, bisakah kau berhenti? Aku pusing melihatmu seperti ini."

"Maaf, nyonya. Hamba terlalu khawatir," katanya sambil berdiam diri di pojokkan.

Tidak lama kemudian pintu kamar di buka paksa oleh seseorang dengan kasar. Orang itu tidak lain adalah Mo Yan dan di susul oleh Liu Shi dari belakang. Mereka berdua melangkah masuk ke dalam kamarku sambil tersenyum bahagia.

"Kak Yi, mulai malam ini kak Mo Yan tidak tidur denganmu lagi, karena aku sudah menyiapkan kamar khusus untuknya," ucap Liu Shi sambil memandangi Mo Yan dengan sikapnya yang manja.

"Tapi kalian kan belum menikah? Kalian sudah mau sekamar?" tanyaku dengan nada tidak setuju.

"Kak Yi, walaupun aku akan menikah dengan kak Mo Yan, tentu saja aku tahu diri dan tidak mungkin sekamar terlebih dahulu sebelum menikah. Aku bukan wanita murahan," jawab Liu Shi. "Adikmu satu ini tahu cara menghargai adat leluhur," lanjutnya lagi sambil merangkul tangan Mo Yan.

"Cih! Itu urusan kalian. Kalau kesini hanya ingin bicara seperti itu saja, silahkan keluar! Aku mau istirahat," pintaku dengan gaya angkuh.

"Kau..." kata Mo Yan yang tidak terima di usir olehku.

"Kak Mo Yan, ayo kita keluar sekarang! Aku akan membawamu istirahat agar besok tenagamu bertambah kuat sehingga kita bisa menikmati malam pertama kita," ajaknya sambil membawa Mo Yan keluar dari kamarku.

"Aarrghhhh.... Sakit sekali!" keluhnya lagi sambil memegang kepalanya.

"Kak Mo Yan, kenapa seperti ini?" tanya Liu Shi yang terlihat khawatir sambil memikirkan sesuatu.

"Tolong aku! Cepat, tolong aku!" pinta Mo Yan yang menahan sakitnya.

"Aku akan mengobatimu. Ayo, kita ke kamar sekarang!" ajak Liu Shi sambil memapah Mo Yan.

Aku tidak mau menahan kepergiannya, karena aku tidak bisa mengobatinya juga. Aku percaya pada Liu Shi kalau dia tidak akan mencelakakan Mo Yan. Setelah kepindahannya ke kamar lain, aku tidak tahu lagi kabarnya.

Setelah keesokkan paginya....

Aku telah bangun dari tidurku dengan badan yang segar. Saat aku membuka jendelaku, aku melihat banyak para pelayan yang sibuk menghias pernak pernik pernikahan yang identik berwarna merah di seluruh perkarangan istana.

'Mo Yan akan menikah hari ini,' ucapku dalam hati serasa tidak percaya. 'Ling Zhe, kapan kau kembali? Apakah kita bisa pulang ke istana secepatnya?' pikirku lagi.

"Nyonya, pakaian apa yang akan nyonya kenakan hari ini?" tanya Ruyi yang sibuk memilih dan merapikan beberapa hanfu di atas ranjang.

"Putih saja," jawabku sambil menunjuk sebuah hanfu putih yang sudah di tangan Ruyi

"Yang ini?" tanyanya meyakinkanku.

"Iya, yang itu."

"Baiklah, nyonya!" kata Ruyi sambil memisahkan pakaian itu dengan yang lainnya.

"Apa kau sudah mendengar kabar dari Yang Mulia?"

"Belum, nyonya," jawabnya sambil menggelengkan kepalanya.

"Aku akan menjenguknya sebentar. Kau tunggu saja di sini!"

Aku memakai ilmu meringankan tubuh terbang ke berbagai arah menemukan keberadaan Mo Yan. Hingga sampailah ke suatu kamar yang tidak jauh dari kamarku. Dengan hati-hati aku memperhatikan keadaan sekitar agar tidak ketahuan. Ternyata Mo Yan di kawal oleh dua orang pengawal di pintu kamarnya.

"Kak Yi!" sapa seseorang yang ku kenal.

"Liu Shi!"

"Apa yang kau lakukan disini?" tanyanya yang sudah menangkap basah aku.

"Aku hanya ingin tahu keadaan suamiku," jawabku yang tidak enak hati karena telah mengendap-endap.

"Dia baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir. Kembalilah ke kamarmu dan jangan datang terlambat di acara pernikahan kami. Hahahaha...." katanya sambil tertawa pergi meninggalkanku.

Pesta pernikahan dimulai...

ilustrasi penampilanku di pernikahan mereka

Di pesta pernikahan yang mendadak ini, aku hanya bisa melihat Mo Yan bersanding dengan wanita lain. Rambutnya yang putih teruai panjang kebelakang dan memakai hanfu pengantin merahnya yang berwarna terang. Begitu pula dengan Liu Shi yang sudah memakai hanfu pengantin perempuan dengan kerudung merahnya yang polos menutupi wajah cantiknya.

Jing Che menghampiriku saat bertatap muka denganku dari kejauhan. Dia cukup tampan hari ini.

"Nona Yi, kau baik-baik saja dengan pernikahan ini?" tanyanya mengkhawatirkanku.

"Aku baik-baik saja," jawabku singkat dan masih memperhatikan Mo Yan yang sudah berdiri di aula upacara pernikahan sambil menunggu kedatangan Liu Shi yang baru turun dari tandu pengantinnya. "Aku mau cari angin dulu ke danau," kataku berlalu pergi meninggalkan Jing Che dan acara ini.

Sambil berjalan ke arah danau, pikiranku terasa kacau. Aku sangat ingin berontak dan menghancurkan pestanya, tapi itu tidak mungkin. Mo Yan saja belum sembuh. Membawanya pulang dalam kondisi seperti ini, aku pun akan kena akibatnya.

Aku berdiri di tepi danau sambil memandang ke langit yang penuh bintang. Cahaya bulan purnama yang penuh sangat terlihat indah. 'Kapan ini semua akan berhenti?' tanyaku dalam hati sambil memandang ke langit. Aku berdiri dalam kesendirianku hingga tanpa terasa cuaca semakin dingin.

"Yiyi!" panggil seseorang dari arah gelap menghampiriku.

Aku memperhatikan bayangannya yang masih samar-samar karena kurangnya cahaya saat melangkah maju menghampiriku. Betapa kagetnya aku setelah aku melihat jelas wajah orang itu.

1
Ibuk'e Denia
aq mampir thor
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
Ini balas dendam nya kapan ya?
Bukan nya cpet2 slesaiin misi, emang ga mikir ninggalin suami n anak2 di dunia modern
ucan
bagus banget ceritanya thor
Virgi: terima kasih😻
total 1 replies
Sri Tati
Luar biasa
nuke
payah masa pake jampi2 segala
IndraAsya
next 💪💪💪😘😘😘
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘 😘😘
Natsuki
Wihhh keren "..... 😎
Rani Wardanan
setidaknya mereka diberikan keturunanlah..
Mio mio
semangat kak
Anifka Widha
bukan ngontrak say tapi ngekos
Anifka Widha
tuh kan apa kubilang jampi jampi alias pelet ikan
LilyArni
selir sampe 6 ckckckck.....
Ria Diana Santi
Boom like untuk mu Thor!

Makasih banyak ya buat support mu pada karya ku! ❤️🤗😘
Ria Diana Santi: Sama²...
total 2 replies
Indri Satria
thor semangat
BIDADARIQ 1516: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya
"Kaisar Rubah"
thanks 🦋🦋🦋
total 1 replies
Rusmina Hz
semangat Thor
Virgi: terima kasih🙏
total 1 replies
Rusmina Hz
ok lanjut
Rusmina Hz
semangat thor
Raina Yuni Apriani
aduhhhh peran nya bodoh banget sih udah tau selir itu jahat masih mau ngebantuin mana katanya mau bales demdam uhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!