NovelToon NovelToon
Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kirana Aruni menjadi korban atas rencana busuk ibu tirinya setelah terjebak dalam
sebuah malam kelam bersama Edgar Ganendra, pewaris tunggal Ganendra Group,
yang kehilangan kendali akibat dibius musuhnya.

Dianggap membawa aib, Aruni diusir oleh ayahnya atas hasutan ibu tirinya.

Tujuh tahun kemudian, Aruni membesarkan
putra kembarnya seorang diri. Mengetahui perjuangan sang ibu, kedua bocah jenius
itu diam-diam meretas data untuk mencari ayah kandung mereka. Hasilnya mengarah pada satu nama besar, yakni Edgar Ganendra, Presiden Direktur Ganendra Group.

Di sisi lain, Edgar tak pernah berhenti mencari wanita dari malam itu. Ia ingin menebus kesalahannya sekaligus mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi, bahwa ia bukanlah pria impoten.

Saat si kembar mulai menyusun rencana untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, masa lalu yang penuh fitnah dan luka
kembali terbuka.

Mampukah mereka menyatukan kembali keluarga yang telah lama terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Setibanya di depan pintu gerbang kampus Universitas Airlangga, langkah Aruni terhenti. Di kejauhan, Rena sahabat karibnya sejak kelas 10 SMA telah melambaikan tangan penuh semangat ke arahnya.

"Runi, aku di sini!" panggil Rena menyunggingkan senyum lebar.

Aruni membalas lambaian tangan itu dan segera menghampirinya. Namun, begitu Aruni berdiri semakin dekat, mata Rena berkedip heran. Ada sesuatu yang tak biasa dari penampilan sahabatnya hari ini.

"Tumben banget rambutmu tidak diikat, Run? Terus apaan ini? Kenapa lehermu ditutup pakai kain slayer seperti ini? Gayamu aneh sekali, Aruni!" selidik Rena, matanya memicing menatap Aruni dengan tatapan penuh curiga.

Sebagai sahabat terdekat yang sudah melewati banyak hal bersama, Rena paham betul tabiat Aruni. Keduanya bernasib sama, yakni sama-sama kehilangan ibu kandung dan memiliki ayah yang menikah lagi dengan sosok ibu tiri yang kejam. Bedanya, Rena beruntung karena memiliki seorang kakak laki-laki yang bekerja di Singapura dan sangat menyayanginya, sementara Aruni harus berjuang sendirian di bawah bayang-bayang ketidakadilan ayahnya.

Aruni meremas jemarinya sendiri. Ia tahu, ia tak akan bisa menyembunyikan masalah sebesar ini dari satu-satunya orang yang paling memahaminya.

"Runi, kenapa kemarin ponselmu susah sekali dihubungi?" tanya Rena penasaran, menyadari keterdiaman Aruni.

Aruni menarik napas panjang. "Nanti ya, Ren, aku bakal cerita semuanya sama kamu setelah aku membayar cicilan kuliahku dulu. Setelah itu kita pergi ke tempat yang aman."

Melihat ekspresi Aruni yang mendadak redup, Rena mengangguk paham. "Ya sudah, ayo kita selesaikan dulu."

Sekitar satu jam kemudian, usai menuntaskan urusan administrasi pendaftaran, keduanya melangkah meninggalkan area utama kampus. Mereka berjalan menuju sebuah kedai kopi langganan yang cukup sepi di jam-jam seperti ini, tempat tongkrongan favorit mahasiswa Universitas Airlangga untuk menyendiri.

Aruni dan Rena mengambil tempat duduk di sudut paling belakang, berhadapan satu sama lain. Aruni menghela napas berat yang tertahan di dadanya. Perlahan, jemarinya terangkat dan melepaskan kain slayer yang membungkus leher jenjangnya yang mulus.

Seketika, matanya Rena melotot tak percaya saat melihat deretan tanda kepemilikan merah keunguan menempel jelas di sana.

"Ya ampun, Runi! Kamu... kamu sudah punya cowok?! Apakah si Jordy yang selalu dikejar-kejar Dona itu jadian sama kamu?!" seru Rena kaget.

"Ini tidak ada hubungannya dengan pria itu, Ren..." potong Aruni pelan, suaranya parau. "Aku... aku telah dijebak oleh seseorang yang memiliki niat jahat ingin menghancurkan aku... dan aku memang sudah hancur, Ren!"

Pertahanan Aruni runtuh seketika. Air mata yang sejak tadi ditahannya mengalir deras membasahi pipinya. Di hadapan sahabat yang selalu ada di kala suka dan duka itu, Aruni menceritakan seluruh peristiwa di malam kelam tersebut, mulai dari seruan pekerjaan dari ibu tirinya, jebakan air minum, hingga peristiwa di tempat tidur yang tak sadar di kamar hotel.

Mendengar setiap bait kepedihan Aruni, wajah Rena memerah padam. Tangannya Rena mengepal kuat di atas meja, hingga urat-urat di lehernya menonjol menahan amarah yang membendung.

"Dasar kurang ajar! Apakah ini perbuatan dari ibu dan adik tirimu, Runi?! Mereka berniat ingin menyingkirkan mu dengan cara menghancurkan masa depanmu... Jahat sekali mereka!" desis Rena berapi-api.

"Aku... aku juga tidak tahu, Ren. Tapi masa sih mereka bisa sejahat itu sama aku?" ujar Aruni lirih, masih berusaha mencari kebenaran di tengah kehancuran perasaannya.

"Kau jangan bodoh, Runi!" tegas Rena, menatap tepat di bola mata sahabatnya. "Dari cerita kamu saja barusan, aku sudah bisa menyimpulkan kalau pekerjaan yang ditawarkan oleh ibu tirimu itu adalah sebuah jebakan! Dasar iblis betina!"

*

*

Di tempat lain, Herry sang asisten pribadi, tiba di Hotel Grand Parama. Tanpa membuang waktu, ia langsung menemui manajer hotel dan meminta daftar lengkap nama pegawai yang bertugas saat acara ulang tahun Tuan Fernando Ganendra. Manajer hotel, yang tunduk dan patuh pada kekuasaan serta pengaruh keluarga besar Ganendra, bergegas menyiapkan dokumen yang diminta.

"Ini daftar nama karyawan dan beberapa pelayan tetap serta part-time yang bekerja saat acara ulang tahun Tuan Fernando berlangsung, Pak Harry," ucap sang manajer seraya menyerahkan setumpuk berkas.

Harry meraih kertas-kertas tersebut dengan cepat. "Terima kasih, saya permisi dulu."

Ia bergegas kembali ke kantor pusat Ganendra Group. Setibanya di sana, Edgar sudah tak sabar menunggunya. Pria itu langsung menyambar daftar nama beserta pasfoto berukuran 3 x 4 yang terlampir di tiap lembar identitas. Jemari Edgar menelusuri satu per satu foto itu dengan teliti. Sepintas, memori samar tentang garis wajah gadis dari malam kelam itu berputar di benaknya. Namun, hingga lembaran terakhir, tak ada satu pun foto yang cocok dengan raut wajah wanita yang dicarinya, jejak Aruni telah berhasil dihapus bersih oleh orang dalam atas perintah Desi.

"Kau coba cek ulang, Her! Aku yakin masih ada yang tertinggal!" tegas Edgar penuh rasa penasaran dan frustrasi.

"Baik, Tuan, akan saya periksa kembali sistemnya," sahut Herry sigap.

Kringgg... Kringgg...

Ponsel di atas meja Edgar berdering nyaring. Melihat nama pamannya, yakni Paman David tertera di layar, Edgar buru-buru mengangkatnya.

"Edgar, gawat! Jantung Papamu kumat lagi! Sekarang Papamu ada di Rumah Sakit, kau segera ke sini!" seru David dari balik telepon dengan nada panik buatan.

PRANG!

Saking terkejutnya, ponsel di genggaman Edgar terlepas dan terjatuh ke lantai. Tanpa membuang waktu lagi, Edgar bergegas berlari keluar ruangan menuju rumah sakit, diikuti oleh Herry.

Setibanya di rumah sakit, kondisi Tuan Fernando telah ditangani secara intensif oleh tim medis. Di lorong kamar perawatan, dokter spesialis yang menangani Tuan Fernando menghampiri Edgar untuk menyampaikan opsi pengobatan terbaik.

"Apa, Dok? Jerman? Jadi Papah saya lebih bagus dioperasi di sana dan menjalani pengobatan penuh?" tanya Edgar, membalas saran dari dokter.

"Benar, Tuan Edgar. Penanganan di fasilitas medis Jerman jauh lebih memungkinkan untuk pemulihan jangka panjang Tuan Fernando," jelas sang Dokter.

Edgar terdiam sejenak, menimbang beratnya situasi ini. Di sampingnya, Paman David menepuk bahunya pelan, bersikap seolah-olah paman yang sangat peduli dan penuh kasih.

"Ambillah keputusan yang terbaik untuk Papamu, Edgar," tutur David lembut.

Edgar menarik napas panjang, mencoba memantapkan hatinya demi keselamatan sang ayah.

"Baiklah, lakukan yang terbaik untuk pengobatan Papah," ujar Edgar mantap. Ia lalu menatap pamannya. "Dan Paman David, aku ingin meminta bantuan Paman untuk memimpin perusahaan sementara waktu sampai kondisi Papah kembali pulih. Bisakah Paman?"

Mendengar permintaan yang sangat dinantikannya itu, David berusaha keras menahan luapan kegembiraan di dadanya. Wajahnya mengukir senyum lebar yang dipaksakan tampak ramah.

"Kau tenang saja, Edgar! Perusahaan Ganendra Group akan aman di bawah kepemimpinan ku. Kau tetaplah pimpinan utamanya, Paman hanya membantu semaksimal mungkin!" janji David mantap.

Namun, di balik senyum lebar dan kepura-puraan nya itu, bisikan licik bertiup liar di dalam benak sang paman.

‘Baguslah! Syukur-syukur kalian berdua tidak pernah kembali lagi ke sini, jadi aku bisa menguasai perusahaan ini sepenuhnya bersama Aldo putraku yang sebentar lagi pulang dari Amerika!’ batin David tersenyum puas di atas penderitaan sang kakak dan keponakannya.

Bersambung...

1
Lucy
lanjut thor🤭😀😀Rayyan dan zayyan cepat satukan ibu dan ayahmu😀
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
Sri Rahayu
Aldo sama Dona...tumbu ketemu tutup klop sama2 jahat....hati2 Aruni
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: harus klop kak, pemeran antagonis harus dapat yang sepadan 🤣🤣🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
Laras ayo saingan sm aku buat dapatin Rama 🤭🤭🤭🤭🤭
Teh Euis Tea: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 4 replies
Nar Sih
profil poto keluarga edgar dan sikmbr bagus cakep kak eli👍🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak 😘😘😘
total 1 replies
fatmawati (pipit)
rayyan dan zayyan cepat bantu ayah kmu untuk membongkar kejahatan paman david dan juga antek anteknya serta membongkar kejahatan ibu tiri dari aruni
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 🤗
total 1 replies
fatmawati (pipit)
tinggal anak cewek yg belum ada🤣🤣🤣🤣🤣
fatmawati (pipit): ditunggu tapi setelah membongkar kejahatan paman david, serta antek anteknya dan juga ibu tiri aruni
total 2 replies
Ilfa Yarni
Edgar itu pamanmu udah kembali lho km udah tau kan kebusukannya ayo singkitkan dia Dr kehidupan mu dan kluarga kecilmu
Oma Gavin
semoga segera dibongkar itu kelicikan david dan aldo dua serangkai yg tabiat nya sama" lucknut
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip Oma 🤗
total 1 replies
Ariany Sudjana
happy holiday Edgar dan keluarga 😄
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Grin/
total 1 replies
Lucy
si kembar bisa ja menggoda ayahnya🤣🤣lanjutkan Rayyan dan zayyan biar ayahmu cepat ungkapkan rasanya agar kalian kumpul sekeluarga 🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 🤭
total 1 replies
fatmawati (pipit)
rayyan dan zayyan pinter buat ayahmu salting 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dekatkan ayahmu dengan bundamu agar bersatu menjadi keluarga lalu membongkar kejahatan paman david dan ibu tiri aruni
fatmawati (pipit): sip lanjut kan🤭🤭🤭
total 2 replies
Ilfa Yarni
a to Edgar km pria sunset mask menaklikan satu perempuanaja ga bisa Ayo semangat searching dibah google jg boleh cari cara menaklukan hati perempuan
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: oalah, bener Bun 🤣🤣🤣
total 1 replies
Sri Rahayu
tentu kangen lah ayah pd bunda kalian...palagi semaleman memeluk bunda nya 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm/🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
tuh Rama, ada Larasati yang menyukai kamu, tapi kamu bodohnya berharap jadi suami Aruni ....mimpi, kamu itu hanya dianggap kakak sama Aruni, sedangkan Edgar sudah jelas papa kandungnya si kembar
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤭
total 1 replies
Ariany Sudjana
Edgar semangat yah berjuang supaya Aruni bisa membuka hatinya lagi, karena si kembar butuh kehadiran papa kandungnya. dan juga minta si kembar menyelidiki asal trauma Aruni dan hancurkan penyebab trauma Aruni itu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: semangat selalu 🤗
total 1 replies
Nar Sih
hubungan edgar dan putra kembar nya semakin lengket semoga sja dgn aruni juga begitu☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin 😊
total 1 replies
depoll_poll aje 😉😉😉
teruskan twins goda ayah n bunda mu biar salah tingkah.. wkwkwk
sebenarnya aruni jugaa udah tumbuh cinta tp dia masih takut n trauma..
semangat Edgar kamu harus extra meluluhkan hatinya n jangan lupa waspada n hati-hati sm paman mu..
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😊
total 1 replies
Sri Rahayu
yauda cepetan nikahi Aruni biar kamu bisa menjaga dan melindungi Aruni da anak2 kalian...lanjut Thorr😘😘😘
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 sabar edgar
Nar Sih
segra lamar aruni edgar biar sgra sah jdi kmu gk tersiksa☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!