" Gue jadi pembantu .... arrrrrrrrrr "
Gimana jadinya seorang anak sultan jadi ART⁉ Penasarankan,Ikuti terus kisahnya,bagai mana ribetnya mengurus dua bayi besar sekaligus padahal dirinya bukanlah babysister.
Dan bagai mana pula kisah cinta mereka akan berjalan jika mereka dipertemukana dengan keadaan sedemikian membingungkan.
Akan kah Diandra bisamenerima perasaan cinta itu dan akan kah Dimittriv benar - benar membuka hatinya untuk wanita lain jika dihati terkecilnya masih ada sosok Isbel mantan istrinya.
Lalu bisakah Diandra meluluhkan hatinya disaat dirinya tak yakin cintanya bersambut.
🐼🐼 Pantengin terus ya mentemen ceritanya 🐼🐼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cipand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
...DRAMA MOMMY...
Hari dimana hasil tes Diandra keluar sudah tiba dan semuanya dinyatakan sehat oleh dokter Hendra karna itu Diandra merasa senang akhirnya dia bisa pulang dan kembali beraktivitas seperti biasanya.
Entah mengapa Dianra sangat merindukan pekerjaannya itu.
*
Diandra mulai bersiap - siap dan berkemas walau yang mengemasi barangnya adalah sang mommy,sore ini dia akan keluar dari penjara yang mengurungnya hampir seminggu itu,membuat diarinya kesal karna tak bisa kemana - mana.
" Sudah siap ?" tanya Mahesa kepada Diandra dan sang tanteu yang diangguki oleh kedua wanita yang teramat disayanginya itu.
" Yaa sudah .. Ayo kita cemon ... Sini tan Hesa bawakan " ucap Mahesa meminta tas yang cukup besar berisi perlengkapan anak bungsu yang manja itu, selama dirumah sakit.
Nilam memberikan tas itu kepada sang keponakan yang sudah dianggapnya anak lelaki keduanya itu.
Tak terasa akhirnya Diandra dan Nilam juga Mahesa telah sampai dikediaman megahnya dikeluarga Wiratama.
_Sudah sekian lama _ Batin Diandra berucap.
" Kita sudah sampai " ucap Nilam sesaat setelah Niam dan Diandra tepat berada dikamarnya.
" Istirahatlah nanti mommy buatkan pudin.g coklat kesukaan anak mommy ini " jelas Nilam minta putri kesayangannya untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Diandra hanya menuruti keinginan sang mommy karna dirinya pun merasakan lelah,mungkin karna baru sembuh dan keluar dari rumah sakit juga yang membuat tubuhnya sedikit lemas.
Begitu Mahesa dan Nilam keluar dari kamarnya,Direbahkan tubuhnya diatas kasur yang sudah la tak diniai olehnya,Diandra mengedarkan pandangannya kesemua arah ruangan.
Kamar tercintanya masih sama seperti saat teakhir kali ditinggalkan olehnya.Masih merasa aneh dan tak menyangkan jika dirinya bisa balik lagi setelah 7 bulan.
Diandra rindu novel dan komiknya yang selalu dibacanya,koleksi novel dan komiknya begitu berjejer rapi,Diandra juga merindukan Pandanya yang berjejer rapi pula disamping lemari novel dan komi.
Dan dirinya teramate merindukan Mommy dan Daddynya yang selama ini ingin ditemuinya,dan ada satu orang lagi yang ia rindukan namun masih takut untuk bertemu dengannya.
*
Sudah satu minggu Dimittriv uring - uringan sendiri entah itu dikantor ataupun dirumah,mengacak - ngacak lemari pakaian dan laci tempat dasi dan kaus kaki juga lemari sepatu sudah menjadi kebiasaan dan kesukaannya dalam satu minggu ini.
Entah apa sebabnya hingga kadang Rani yang sekarang menggantikan Dian untuk sementara waktu menjadi sedikit kesal padanya karna kelakuannya memporak - porandakan semua isi lemari yang ada di Walk In Closetnya.
" Masih BT aja kayanya" ucap Ken yang baru saja masuk keruangan Dimittriv sesaat setelah dipersilahkan masuk oleh Dimittriv.
" Hemmmm " helaan nafas berat lah yang terdengar untuk merespon ucapan Ken sang asisten pribadinya itu.
" Emangnya Dian belom balik juga ?" tanya Ken,Ken tahu alasan kenapa muka sang boss satu minggu ini terlihat bak baju yang belum disetrika dan kelakuannya yang ajaib uring - uringan bak anak kecil yang sedang merajuk saja itu karna Dian sang pengasuh bayi besar itu belum juga kembali.
Tak ada jawaban dari Dimittriv sedikitpun sampai Ken tepat berada dihadapan Dimittriv yang terhalang oleh laptopnya itu.Ken mendudukan tubuhnya dikursi,lantas menyerahkan dokumen keuangan bulan ini untuk dicek dan acc olehnya.
Dimittriv masi dengan mukanya yang ditekuk mengambil map yang diserahkan Ken,tanpa melirik apa lagi memandang wajah Ken karna wajahnya masih sibuk kelayar laptop entah memang fokus dengan yang ada dilaptop atau ketempat lain.
" Mungkin aja Dian berhenti karna kelakuan loe yang selalu ngebuat dia pusing kali " kali ini ucapan Ken berhasil membuat Dimittriv mengalihkan pandangannya kepada Ken dengan tatapan yang tajam,cukup jelas tatapan itu untuk Ken mengartikan sebuah ancaman yang malah membuat Ken terkekeh karna kelakuan Dimittriv.
" Aduh Dimi...Dimi ....Kadang gue bingung sama loe dibilang kangen loe ngebantah tapi liat aja sekarang kelakuan loe kaya anak SMA putus cinta atau ama pacarnya kaga dikabarin" ucap Ken yang membuat Dimittriv kali ini terdiam memikirkan ucapan sajabatnya itu.
"Haiss...Sudahlah mending loe cepet kelarin tu berkas,soalnya gue mau balikin ke Divisi keuangan segera agar cepet selesai hari ini juga " perintah Ken yang membuat Dimittriv mendelikan matanya.
_Entah kapan tu cewe barbar balik,perasaan ditunda mulu.Lagian gue juga apa - apa ini kenapa selalu kepikiran tu bocah _ Batin Dimittriv.
**
Mata Diandra mengerjap - ngerjap menyesuaikan dengan bias cahaya dari lampu kamarnya,dilihatnya keluar jendela,diluar sudah tampak temaram.
Rupanya hari sudah senja,dia menyibakan selimut yang entah siapa yang memakaikan ketubuhnya karna seingatnya sebelum ia terlelap dirinya tak memakai selimut.
Entah sejak kapan pula dirinya tertidur dia tak ingat,Diandra berjalan menuju balkon kamarnya,benar saja langit sudah mulai menjngga,dan mentari sebentar lagi akan kembali keperaduannya.
Mengistirahatkan dirinya agar esok hari saat terbit bersinan lebih terang dan menghangatkan.
Diandra berjalan kembali kemaranya,mengambil handuk baru dari lemari lantas menuju kamar mandi untuk membasuh tubuhnya rasa lengket membuat tubuhnya menjadi tak nyaman.
Sehabis membersihkan tubuhnya dan melakukan solat magribnya,Diandra turun dari kamarnya,rumah tampak sepi entah pada kemana penghuni rumah dia tak ambil pusing karna sudah biasa rumah tampak lenggang.
Setelah kakak dan kakak sepupunya dewasa rumah lebih tampak sepi karna kesibukan semua orang hanya tinggal Diandra saja lah yang dirumah,jika tak ada kuliah,dulu saat masih kuliah kini dirinya sudah lulus dengan predikan Cumlaude.
Apa lagi setelah Refen sang kakak menikah dan memiliki rumah sendri makin terasalah sepinya,dan setelahnya Mahesa pun ikut menyusul Refan maksudnya tinggal sendiri diapartemen.
Hanya sesekali saja Mahesa kerumah megah ini untuk sekedar menengok sang tante,selebihnya Mahesa memilih tinggal apartemennya ketimbang dirumah yang membesarkannya itu.
***
Dua hari sudah Diandra berada dirumah megah milik daddy dan mommynya itu,hari ini dia memutuskan untuk kembali lagi karna pekerjaannya sudah menunggu.
Dari kemarin sore saat dia mengutarakan niatnya untuk kembali bekerja hingga saat ini sang mommy menjadi Ratu drama,Nilam menjadi sangat melow karna akan ditinggalkan kembali oleh anak gadis semata goleknya.
" Momm.. Hanya tinggal 2 bulan lagi ko,nanti Di balik lagi ko " jelas Diandra pada saat dia tengah berkemas.
" Tetap saja... Gimana kalau mommy bujukin daddy supaya menyudahinya " tawar sang mommy .
" No.. Momm. itu sama aja Di ngaku kalah dong dan perjuangan Di selama ini ga ada hasilnya dong " sanggah Diandra.
" Tapi mommy juga ga mau ditinggalin kamu sayang.Mommy kan juga baru ketemu kamu nak.." jelas Nilam
" Hanya sebentar ko momm" Diandra
" Gimana kalau nanti kamu sakit lagi?" tanya Nilam hawatir.
" Di janji ga akan sakit lagi dan buat mommy khawatir Di janji akan jaga kesehatan Di.Mommy tenang aja " jelasnya
" Gimana kalau berangkatnya besok aja sayang " tawar Nilam.
" Ohhh....Come on mom " grutuh Diandra.
" Sudah ga apa - apa mommy biarin Little grill kembali bekerja,lagian setelah dua bulan Di balik lagi " ucap Tama
" Tapi mas "
" Ga apa - apa anak kita sudah besar biarkan dia bebas untuk melakukan sesuatu,lagi pula bener apa kata Di jika Di behenti sekarang itu artinya semua usahanya selama ini sia - sia mom " jelas Tama pada Nilam agar mengerti.
" Ini semua gara - gara mas ngelakuin ide gila kaya gini,coba aja mas ga senekat ini " ucap Nilam kepada suaminya lantas pergi dari kamar anaknya.
" Sudah ga usah dengerin mommy ya ... Kamu hati - hati ya berangkatnya" ucap tama sambil memeluk kesayangannya itu.
" Iya dad" jawab diandra.
Hari itu Diandra kembali untuk bekerja lagi walaupun sang mommy merajuk dan malah menangis dan tak ingin mengantarnya sampai kedepan pintu rumah mereka Diandra tetap pergi agar dia bisa membuktikan kepada ayahnya jika dirinya bisa.
Kali ini bukan lagi Diandra takut jika dirinya akan dicoret dari daptar warisan atau pun tidak bisa menik mati kembali kemewahan yang dia punya,kali ini dia pergi untuk bisa membuktikan bahwa dirinya bisa.
" Pergilah ... Biar daddy yang bujukin mommy kamu sayang, hati - hati disana. Kalau sudah sampai kabarin dad dan selalu kabarin daddy sama mommy. Daddy bangga pada little girls daddy ini" jelas Tama sambil memeluk anaknya dan menggoyangkan tubuhnya kekanan dan kekiri sebelum Diandra benar - benar pergi.
Tama bukannya tak ingin atau tak mau dan bukan juga tak rindu apa lagi tak sedih saat melepas anak gadis semata goleknya.
Tapi tetap tanggung jawab itu harus ada dan Tama juga ingin Diandra benar - benar kembali seperti dulu saat dimana dia bisa sangat menghargi orang lain saat dimana dia berbagi kasih terhadap sesama tanpa mementingkan status dan drajat sosial seseorang.
Tama tak pernah menyesal atas apa yang disarankan oleh keponkan yang sudah dianggap sebagai anaknya itu,sekalipun Mahesa tak pernah memberitahukan pekerjaan apa yang dijalani Diandra.
Yang Tama liat sekarang hasil dari pekerjaan itu lah Diandra mulai kembali sedikit - demi sedikit kedirinya yang dulu.
Jika Tama hanya mengajarinya dirumah dengan pembela yang luar biasa seperti mommynya maka Dindra tak kan pernah berubah sampai sejauh ini.