NovelToon NovelToon
Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Barr

Ren, seorang pemuda yang hidupnya hancur di dunia modern, terbangun di dunia yang ia kenal hanya melalui layar kaca—dunia Shinobi yang penuh dengan darah, air mata, dan pengkhianatan.

​Tepat saat ia lahir di tengah kekacauan serangan Kyuubi, Ren menyadari bahwa ia tidak memiliki garis keturunan klan hebat, tidak memiliki chakra yang melimpah, dan hanya dianggap sebagai sampah oleh dunia.

​Namun, tepat saat ia menginjak usia 6 tahun, sebuah layar transparan muncul di depannya: [Selamat datang, Ren. Sistem Evolusi Shinobi telah aktif.]

​Dengan pengetahuan tentang masa depan yang pahit dan sistem yang memungkinkan segalanya, Ren bersumpah untuk mengubah nasib. Dari seorang anak yatim piatu yang diabaikan, ia akan bangkit, melampaui para Hokage, hingga menantang para dewa yang bermain-main dengan takdir dunia ini.

​Bukan sebagai pahlawan, bukan pula sebagai penjahat. Dia adalah Faktor X yang akan mengubah dunia Shinobi selamanya.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sintesis Saraf

Terowongan bawah tanah Sektor 4 terasa dingin dan lembap. Ren merangkak keluar dari ujung lubang pembuangan tua yang terletak beberapa ratus meter di luar dinding luar panti asuhan. Gerakannya konstan dan berhati-hati, memastikan jubah hitamnya tidak menyenggol dinding beton yang basah. Setelah memastikan keadaan sekitar bersih dari pergerakan ninja patroli, dia melesat cepat menembus kegelapan halaman belakang, lalu menyelinap masuk melalui celah lantai kayu kamarnya yang sudah dimodifikasi.

​Di bawah lantai kamar kecil itulah tempat rahasianya berada. Sebuah ruangan berukuran tiga kali tiga meter yang dia bangun sendiri sebagai laboratorium pribadi. Ruangan ini tidak mewah, hanya berupa dinding beton tebal yang dilapisi bahan peredam suara, sebuah meja bedah besi sederhana, dan sebuah lampu minyak bertenaga chakra yang memancarkan cahaya putih konstan. Di sinilah Ren bisa melepaskan semua topengnya sebagai anak yatim piatu biasa.

​Ren melepas jubah luarnya, menyisakan pakaian hitam ketat yang bersih. Dari dalam saku jubah, dia mengeluarkan tiga botol kaca kecil berwarna gelap. Di dalam botol-botol yang berisi air garam medis steril itu, tiga pasang mata Sharingan hasil perburuannya mengapung pelan. Pendaran warna merahnya tampak samar di bawah cahaya lampu lab.

​Ren duduk di kursi besi di depan meja bedah, mengatur napasnya agar kembali stabil.

​"Sistem, periksa kondisi seluruh mata yang berhasil diamankan," perintah Ren dalam hati.

​[Sistem Menjalankan Pemindaian Jaringan Organik...]

​Botol 1: Sepasang Mata Sharingan 2-Tomoe (Kondisi Saraf: 78%) — Energi: Stabil.

​Botol 2: Sepasang Mata Sharingan 2-Tomoe (Kondisi Saraf: 84%) — Energi: Stabil.

​Botol 3: Sepasang Mata Sharingan 3-Tomoe (Kondisi Saraf: 95%) — Energi: Sangat Tinggi.

​[Rekomendasi: Gunakan bahan dari Botol 3 untuk proses integrasi utama tubuh Anda]

​Ren memperhatikan sepasang mata tiga tomoe milik bocah remaja yang tewas di rumah terakhir tadi. Pola tiga koma hitam di atas pupil merah itu diam tak bergerak, namun menyimpan sisa energi yang sangat padat akibat kejutan emosional sebelum kematiannya.

​Sebelum melangkah sejauh ini, Ren sudah mempelajari sejarah kegagalan orang-orang luar yang nekat menggunakan mata klan Uchiha. Kakashi Hatake dan Danzo Shimura adalah contoh paling nyata. Karena tidak memiliki darah Uchiha, tubuh mereka memperlakukan Sharingan sebagai organ asing yang menolak menyatu sepenuhnya. Dampaknya fatal: mata tersebut tidak bisa dinonaktifkan secara mandiri, terus-menerus menguras pasokan chakra, dan membebani kerja otak.

​Ren tidak berniat mengulangi kecerobohan yang sama. Dia memiliki bantuan komputasi dari Sistem untuk mengatasi benturan genetik tersebut.

​"Sistem, jelaskan langkah pengerjaan untuk mencegah efek kebocoran chakra seperti yang dialami non-Uchiha," kata Ren.

​[Penjelasan Protokol: Sintesis Jaringan Saraf]

Proses ini tidak menggunakan metode pencangkokan biasa. Sistem akan memandu Anda untuk membangun ulang jaringan saraf penglihatan di dalam rongga mata.

​Sebuah jembatan energi buatan akan dibentuk untuk bertindak sebagai sakelar biologis. Jembatan ini memungkinkan sistem saraf otak Anda untuk memutus atau mengalirkan aliran chakra ke mata Sharingan secara sadar. Hasil akhirnya: Anda bisa mengaktifkan dan menonaktifkan mata ini seperti anggota klan Uchiha asli.

​Ren tidak menjawab. Dia hanya mengunci rahangnya rapat-rapat. Baginya, rasa sakit yang akan datang hanyalah sinyal listrik yang dikirimkan oleh saraf ke otak—sebuah konsekuensi biologis yang logis untuk membayar kekuatan baru.

​"Berapa tingkat keberhasilan jika kita memasang sepasang mata ini sekaligus?" tanya Ren lagi.

​[Analisis Geometri Otak: Pemasangan Sepasang Mata Sekaligus Sangat Direkomendasikan untuk Menjaga Keseimbangan Persepsi Visual dan Distribusi Energi pada Otak Belakang]

[Tingkat Keberhasilan dengan Panduan Sistem: 96,8%]

[Peringatan: Proses penyelarasan saraf akan memicu tekanan berat pada saraf pusat. Anda harus tetap sadar sepenuhnya agar kode energi baru bisa diterima oleh tubuh]

​Ren mengangguk paham. Dia segera merebahkan tubuhnya di atas meja bedah besi yang dingin.

​Di atas wajahnya, Sistem memproyeksikan layar transparan digital berwarna hijau. Layar itu menampilkan peta anatomi matanya sendiri secara terperinci, lengkap dengan jalur pembuluh darah dan jaringan saraf yang tipis.

​Ren meraih jarum suntik berisi obat bius lokal, lalu menyuntikkannya dengan hati-hati di sekitar kulit kelopak matanya sendiri. Obat ini hanya akan mematikan rasa di bagian kulit luar, sementara bagian dalam rongga mata dan saraf utamanya tetap dibiarkan sensitif agar koneksi energi tidak terganggu.

​Tangan Ren bergerak dengan sangat tenang saat mengambil pisau bedah berujung runcing. Dipandu oleh garis bantu digital hijau yang berkedip di pandangannya, dia mulai mengarahkan mata pisau itu masuk ke sudut matanya sendiri.

​Sret...

​Rasa ngilu yang pekat dan dingin langsung menjalar ke dalam kepalanya saat jaringan pengikat matanya terpotong. Darah segar mulai mengalir, namun sebelum sempat menghalangi area kerja, Sistem langsung melepaskan gelombang energi kecil untuk membekukan pembuluh darah yang terbuka secara instan.

​Menggunakan alat penjepit medis yang steril, Ren menarik keluar sepasang bola mata hitam aslinya dari rongganya, lalu memotong saraf penglihatan lamanya dalam satu gerakan bersih. Pandangan fisik Ren seketika berubah menjadi kegelapan total yang pekat. Dia kini buta secara biologis, namun di dalam kegelapan itu, layar panduan dari Sistem masih menyala terang di dalam kesadarannya, memberikan petunjuk posisi milimeter demi milimeter.

​[Saraf Utama Rongga Mata Telah Siap]

[Memulai Pemasangan Mata Sharingan 3-Tomoe...]

​Menggunakan kepekaan indra peraba dan panduan posisi dari Sistem, Ren mengambil sepasang mata tiga tomoe dari dalam botol ketiga. Dengan perlahan namun pasti, dia memasukkan kedua bola mata merah tersebut ke dalam masing-masing rongga matanya yang kosong.

​Begitu bola mata baru itu duduk sempurna di posisinya, sebuah gelombang rasa sakit yang luar biasa dahsyat meledak di dalam kepala Ren, seolah-olah otaknya sedang dihantam oleh palu gada yang membara.

​"Uh..." Ren menahan erangannya, kedua tangannya mencengkeram pinggiran meja besi dengan sangat kuat hingga otot-otot lengannya menegang kaku.

​Itu adalah respons penolakan dari sisa energi kegelapan klan Uchiha yang ada di dalam mata tersebut. Chakra yang penuh dengan memori kemarahan dan kesedihan dari pemilik aslinya mencoba merusak sirkuit energi tubuh Ren. Tubuhnya bergetar, dan suhu tubuhnya naik drastis dalam beberapa detik.

​[PERINGATAN! Terdeteksi Benturan Energi Genetik Skala Tinggi!]

[Menjalankan Protokol Penyelarasan Saraf Secara Paksa...]

[Sistem Menyuntikkan Aliran Chakra Penyeimbang untuk Merestrukturisasi Jalur Saraf Baru]

​Di dalam kegelapan kesadarannya, Ren bisa melihat jutaan benang energi berwarna hijau dari Sistem mulai bergerak maju, membungkus dan mengikat urat-urat saraf merah dari mata Sharingan tersebut. Benang-benang hijau itu memaksa saraf mata Uchiha untuk tersambung secara paksa ke sistem saraf pusat milik Ren.

​Proses penyambungan ini membawa efek samping psikologis yang berat. Setiap kali sebuah urat saraf terkunci, Ren bisa merasakan kilasan ingatan traumatis milik bocah Uchiha tersebut berputar di kepalanya—suara jeritan di lorong rumah, bayangan pedang Itachi yang dingin, dan rasa tidak berdaya sebelum mati. Namun, dengan disiplin mentalnya yang kaku, Ren memisahkan memori itu ke dalam sudut pikirannya yang paling dalam, menolak untuk terpengaruh oleh emosi masa lalu orang lain. Dia mendominasi organ baru itu dengan kehendak logisnya sendiri.

​[Proses Penyelarasan Saraf: 50%... 75%... 90%...]

[Integrasi Jembatan Energi Selesai. Tingkat Kompatibilitas: 97,2%]

[Gejolak Energi Berhasil Diredam. Operasi Selesai]

​Rasa sakit yang membakar di dalam kepalanya mendadak surut, digantikan oleh sensasi dingin yang sejuk mengalir dari otak belakang menuju kedua kelopak matanya.

​Ren perlahan membuka matanya. Dia bangkit dari meja bedah, lalu berjalan mendekati cermin besar yang tergantung di sudut ruangan untuk memeriksa hasilnya.

​Di dalam cermin, sepasang mata baru telah terpasang dengan sempurna di wajahnya tanpa ada tanda pembengkakan atau infeksi. Di dalam bola mata itu, sepasang pupil berwarna merah darah dengan tiga pola tomoe hitam berputar dengan ritme yang sangat tenang.

​Dunia di sekitar Ren seketika berubah. Gerakan partikel debu yang melayang di udara laboratorium tampak melambat secara drastis dalam pandangannya. Dia bahkan bisa melihat detail aliran chakra halus yang merembes di sepanjang sela-sela dinding beton ruangan tersebut. Kemampuan membaca gerakan dan detail visual dari Sharingan kini sepenuhnya menjadi miliknya.

​"Sistem, nonaktifkan mata Sharingan," perintah Ren secara internal.

​[Mengeksekusi Perintah: Memutus Aliran Energi pada Jembatan Saraf...]

​Di dalam cermin, warna merah pekat pada pupil mata Ren memudar dengan cepat, disusul oleh hilangnya tiga pola koma hitam di dalamnya. Dalam hitungan satu detik, sepasang mata itu telah kembali berubah menjadi mata hitam biasa yang normal, tenang, dan tidak memancarkan hawa energi sedikit pun. Aliran chakranya kembali berada di titik konstan tanpa ada kebocoran yang sia-sia.

​Di dalam lab yang sunyi itu, Ren memeriksa kembali denyut nadinya yang sudah kembali normal. Dia berbalik membelakangi cermin, merapikan alat-alat medis serta sisa botol pengawetnya ke dalam lemari besi, lalu mematikan lampu bertenaga chakra yang menerangi ruangan.

​Ren berjalan naik kembali ke kamarnya, menutup rapat celah lantai kayu yang menjadi pintu masuk laboratorium bawah tanahnya, lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur tipis miliknya. Di luar jendela, fajar mulai menyingsing di atas langit Konoha yang kini telah kehilangan salah satu klan terbesarnya. Ren memejamkan matanya yang kini berwarna hitam normal, siap menyambut pagi sebagai anak panti asuhan biasa.

1
Klarasya
lanjutt thorr, semangattt 😻
Mitha: oyong juahattt
total 2 replies
Klarasya
semangatt thorr 😻
Mitha: oyong juahat
total 1 replies
Klarasya
lanjuttt thorrr 😻
Klarasya
semangatt thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!